warisan-adalah

Warisan ada salah satu perkara yang cukup banyak memiliki aturan karena hal ini sangat penting dalam kehidupan. Tidak hanya untuk kepentingan pribadi, keberadaan warisan juga penting untuk generasi penerus kita. Acap kali warisan menjadi biang permasalahan di tengah-tengah keluarga maka dari itu penting sekali untuk memahami tentang warisan dan bagaimana pembagiannya hingga aturan-aturan lain agar lebih adil juga setara.

Bisnis yang berkembang besar juga bisa jadi harta warisan yang perlu diperhatikan saat pembagian warisan ke ahli waris. Pembagian warisan sudah diatur dalam hukum Islam dan juga undang-undang di Indonesia, maka dari itu pembagiannya tidak bisa dilakukan secara sewenang-wenang atau sepihak. Hal ini perlu diatur karena warisan membuat banyak orang berusaha untuk mendapatkannya dengan berbagai alasan personal hingga rasa ketidakadilan. Dengan adanya peraturan atau hukum waris yang berlaku, maka pembagian warisan pun dinilai lebih adil sesuai dengan porsinya masing-masing. Seperti halnya, saat seseorang atau salah satu pihak keluarga ada yang yang meninggal dunia lalu ia meninggalkan banyak bisnis yang sudah besar dan mapan maka, hanya ada beberapa pihak yang berhak atas harta warisan tersebut. Bisnis yang berkembang inilah menjadi hak bagi keluarga seperti anak atau pasangannya untuk melanjutkan hingga mengambil keuntungan dari bisnis tersebut. Mungkin, hal ini terdengar sepele, namun saat pembagian hak waris terjadi, akan ada banyak pihak yang merasa “memiliki” hak atas harta warisan tersebut.

Untuk itu, Anda perlu sekali berlaku adil melalui penggunaan hukum waris secara negara atau Islam sesuai dengan value yang dianut setiap keluarga. Di artikel ini, akan membahas tentang pengertian hukum waris, unsur-unsurnya, hukum waris secara islam hingga syarat pembagian harta warisan dan bagaimana cara pembagian harta warisan tersebut. Simak artikel ini hingga akhir ya.

Apa itu Warisan?

Warisan adalah semua kekayaan peninggalan yang diberikan kepada keluarga atau ahli Wahid saat orang tersebut sudah meninggal dunia. Hubungan terhadap ahli waris ditentukan juga berdasarkan dengan pernikahan kerabat saudara dan darah. Harta warisan yang ditinggalkan bisa berwujud aset bergerak dan tidak bergerak.

Contoh aset bergerak dalam harta warisan antara lain kendaraan surat berharga perhiasan dan tabungan. sementara itu contoh aset yang tidak bergerak seperti bangunan dan tanah. warisan tidak hanya sebatas kekayaan yang ditinggalkan oleh seseorang yang sudah meninggal tetapi juga hutang yang belum terbayarkan. maka ahli juga untuk melunasi hutang tersebut.

Pengertian Hukum Waris

Menurut pakar hukum Indonesia, Prof. Dr. Wirjono Prodjodikoro, hukum waris merupakan hukum yang mengatur tentang kedudukan harta kekayaan seseorang setelah pewaris meninggal dunia dan cara-cara berpindah harta kekayaan tersebut kepada orang lain atau ahli waris.

Meskipun pengertian hukum waris tidak tercantum dalam kitab UU hukum perdata KUHP perdata, namun tata cara pengaturan hukum waris sudah diatur oleh KUHP perdata. Sedangkan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 1991, hukum waris adat kepemilikan harta peninggalan pewaris setelah itu menentukan siapa yang berhak menjadi ahli waris dan Berapa besar bagian masing-masing nya.

Unsur-Unsur Hukum Waris

Dalam hukum waris terdapat unsur-unsur yang terdiri dari pewaris, ahli waris dan harta warisan. Setiap unsur hukum waris tersebut memiliki aspek yang berbeda dan harus ada dalam setiap perhitungan warisan, sehingga dalam menjalankan hukumnya pun bisa lebih tepat dan adil. Berikut unsur-unsur hukum waris yang perlu Anda ketahui.

  • Pewaris

Pewaris adalah orang yang sudah meninggal dunia atau yang memberikan warisan. umumnya pewaris memberikan harta atau kewajiban hingga hutang kepada orang lain yaitu ahli warisnya.

  •  Ahli Waris

Ahli waris ialah orang yang menerima warisan yang berhak secara hukum untuk menerima harta dan kewajiban serta hutang yang ditinggalkan oleh pewaris.

  • Harta Warisan

Harta warisan merupakan semua hal yang diberikan kepada para ahli waris untuk dimiliki oleh pewaris, hal tersebut baik berupa hak atau harta seperti rumah mobil dan emas hingga kewajiban berupa hutang.

Aturan Hukum Warisan Di Indonesia

Ada 3 Pembagian warisan berlandaskan oleh aturan hukum waris yang berlaku di Indonesia antara lain hukum waris adat hukum waris perdata dan hukum waris Islam.

  1. Hukum Waris Adat

Hukum waris adat Peninggalan berdasarkan hukum adat suku tertentu di Indonesia. norma hukum adat tidak ditulis secara jelas namun tetap memiliki kekuatan pada suku tertentu di Indonesia. hukum waris adat memberikan Pembagian warisan melalui gender antara lain:

  • Sistem patrilineal: mengambil garis keturunan dari laki-laki
  • Sistem matrilineal: mengambil garis keturunan dari perempuan
  • Sistem bilateral: mengambil garis keturunan dari dua belah pihak yaitu laki-laki dan perempuan

Selain berdasarkan gender, hukum waris adat juga membagi warisan melalui penetapan ahli waris dan barang peninggalan antara lain:

  • Sistem waris individual dengan menentukan ahli waris secara perorangan
  • Sistem waris kolektif dengan menentukan ahli waris yang dibagikan secara kolektif atau dibagi secara rata
  • Sistem waris mayorat dengan menentukan ahli waris hanya kepada anak tertentu sebagai contoh anak tertua atau yang mengandung kritikan posisi orang tua yang sudah meninggal.
  1. Hukum Waris Perdata

Hukum waris perdata adalah hukum pembagian harta peninggalan yang berdasarkan dari kitab UU hukum perdata yang digunakan oleh masyarakat non muslim di Indonesia. Dalam hukum waris perdata ada dua sistem yang dipakai untuk menentukan ahli waris yaitu:

  • Sistem waris absen tantio yang ditentukan berdasarkan keturunan dan saudara terdekat.
  • Sistem sistem waris testament yang ditentukan berdasarkan isi surat wasiat

Dalam hukum waris perdata berikut adalah ahli waris yang tidak berhak mendapatkan warisan karena beberapa hal antara lain:

  • Orang yang sengaja membunuh atau percobaan pembunuhan terhadap pewaris yang ditetapkan oleh hakim di pengadilan. 
  • Orang yang memakai kekerasan untuk menekan pewaris untuk segera membuat surat wasiat yang menguntungkan pihak tertentu saja.
  • Orang yang terbukti memfitnah pewaris dan sudah dijatuhi vonis atas perbuatan kriminal dengan hukuman 5 tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan. 
  • Orang yang menggelapkan atau memasukkan hingga merusak surat wasiat dari pewaris

Dalam hukum waris perdata ada beberapa golongan yang berhak mendapatkan warisan antara lain

  • Golongan pewaris berasal hubungan pernikahan dan Dan keturunan atau hubungan darah. Ahli warisnya adalah suami istri atau anak-anaknya. Masing-masing dari mereka berhak mendapatkan seperempat bagian dari harta warisan.
  • Golongan pewaris yang belum menikah dan memiliki anak. pak pada kondisi ini ahli waris ialah kedua orang tua saudara kandung dan atau keturunan dari saudara pewaris seperti keponakan. masing-masing dari mereka berhak mendapatkan seperempat bagian dari harta. Sebagian orang tua tidak boleh di kurang dari seperempat bagian.
  • Golongan pewaris yang tidak memiliki saudara kandung. Ahli warisnya adalah kedua orang tua, Kakek Nenek, Kakek Nenek dari kedua orang tua, pembagian harta waris yang dibagi 50-50 untuk pihak dari garis keturunan ayah dan ibu.
  • Golongan pewaris keluarga sedarah yang masih hidup dari silsilah orang tua dan garis lain yang derajatnya paling dekat. Ahli warisnya ialah orang tua dan kakek nenek yang mendapatkan bagian setengah dari harta bersangkutan lalu sisanya dibagikan kepada ahli waris dari garis lain yang derajatnya paling dekat.
  1. Hukum Waris Islam

Dalam hukum waris Islam ada kelompok anggota keluarga yang berhak atas harta warisan saat pewaris meninggal dunia. Kelompok tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok garis keturunan laki-laki dan perempuan. Setiap kelompok ini nantinya akan memiliki perhitungan warisan yang berbeda.

Garis Keturunan Laki-Laki Garis Keturunan Perempuan
– Kakek
– Ayah
– Anak laki-laki
– Cucu laki-laki dari anak laki-laki
– Saudara kandung laki-laki
– Anak laki-laki dari saudara laki-laki
– Suami
– Paman
– Anak dari paman
– Laki-laki yang memerdekakan budak
– Nenek
– Ibu
– Anak perempuan
– Cucu perempuan dari anak laki-laki
– Saudara kandung perempuan
– Istri
– Wanita yang memerdekakan budak

Ayat Yang Berbicara Tentang Masalah Warisan Hukum Islam

Hukum waris dalam Islam terdapat didalam Al-Quran yaitu pada Surat An-Nisa ayat 12. Dari ayat dibawah ini menurut Quraish Shihab adalah surat yang menjelaskan bahwa ahli waris adalah orang yang memiliki keterkaitan secara langsung dengan pihak yang meninggal (almarhum atau almarhumah), baik secara faktor keturunan atau pernikahan.

  • Surat An Nisa ayat 12

Terjemahan

Dan bagianmu (suami-suami) adalah seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika mereka (istri-istrimu) itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya setelah (dipenuhi) wasiat yang mereka buat atau (dan setelah dibayar) utangnya. Para istri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para istri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan (setelah dipenuhi) wasiat yang kamu buat atau (dan setelah dibayar) utang-utangmu. Jika seseorang meninggal, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu) atau seorang saudara perempuan (seibu), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersama-sama dalam bagian yang sepertiga itu, setelah (dipenuhi wasiat) yang dibuatnya atau (dan setelah dibayar) utangnya dengan tidak menyusahkan (kepada ahli waris). Demikianlah ketentuan Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Penyantun.

Dalam Surat An Nisa ayat 12 ini menerangkan seorang Ibu yang mendapatkan ⅛ harta warisan jika Ayah (pewaris) memiliki anak. Harta warisan dari Ayah adalah harta yang sudah dibagi dua dari seluruh harta bersama (ayah dan ibu).

Faktor Utama Seorang Muslim Berhak Mendapat Warisan

Menurut Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Husain Ar-Rahabi di dalam kitab Matnur Rahbiyah menuturkan dalam bentuk bait 3 sebab seseorang bisa menerima harta warisan:

  • Pernikahan dengan akad yang sah
  • Hubungan nasab: Kedua orang tua dan orang yang adalah turunan keduanya seperti saudara laki dan perempuan serta anak-anak dari para saudara tersebut baik sekandung atau 1 ayah.
  • Wala’ (kekerabatan karena memerdekakan budak)

Faktor-Faktor Penghalang Mendapatkan Warisan

Dalam hukum Islam, ada beberapa faktor yang menjadi penghalang dalam mendapatkan warisan. Faktor ini penting untuk Anda ketahui karena setiap dari pihak tersebut tidak berhak atas warisan. Berikut faktor yang menjadi penghalang untuk mendapatkan warisan.

  1. Perbudakan, ia yang berstatus budak yang tidak memiliki hak untuk mewarisi dari saudaranya sendiri. Pemahaman lain perbudakan menjadi penghalang mewarisi bukan karena status sosialnya, tapi karena dipandang sebagai hamba sahaya yang tidak bagus dalam menguasai harta benda.
  2. Pembunuhan, pembunuhan kepada pewaris oleh ahli waris menyebabkan tidak bisa mewarisi harta yang ditinggal oleh orang yang terbunuh, walaupun yang dibunuh tidak meninggalkan ahli waris lain selain yang dibunuh.
  3. Agama yang berbeda, keadaan berlainan agam akan menghalangi untuk mendapatkan harta warisan, dalam hal ini artinya antara ahli waris dengan mawaris yang berbeda agama.
  4. Berlainan negara jika dilihat segi agama orang yang mewariskan dan orang yang mewarisi, berlainan negara juga diklasifikasikan menjadi dua yaitu berbeda negara antar orang non-muslim dan berlainan negara antar orang islam.

Undang-Undang Yang Mengatur Pembagian Warisan

Di Indonesia, pembagian harta warisan juga diatur dalam hukum perdata. Penting untuk Anda ketahui bahwa hukum waris perdata tidak memiliki pembeda jumlah nominal waris bagi laki-laki dan perempuan. Hak laki-laki dan perempuan dalam hal waris dinilai setara. Hak waris ini ditekankan kepada keluarga (sedarah atau dalam perkawinan). Berikut pembagian harta waris menurut hukum perdata memiliki ciri hukum waris sebagai berikut:

  1. Dasar hukumnya adalah KUH Perdata.
  2. Diperuntukan bagi non muslim.
  3. Mewarisi dari pihak bapak dan ibu atau bilateral.
  4. Tidak ada perbedaan bagian untuk laki-laki atau perempuan.
  5. Ahli waris adalah orang yang terdekat dengan pewaris.
  6. Mewaris secara pribadi, tidak berkelompok.
  7. Terbukanya warisan ketika si pewaris meninggal dunia.
  8. Apabila ada sengketa, diselesaikan di Pengadilan Negeri.

Hukum warisan terdapat di Pasal 830 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) atau populernya disebut hukum waris perdata barat. Dalam pasal tersebut ditegaskan pembagian harta warisan baru bisa dilakukan setelah terjadi kematian. Jadi, kalau pemilik harta masih hidup, harta yang dimilikinya tidak dapat dialihkan melalui pengesahan prosedur atau ketentuan waris.

Golongan Ahli Waris Berdasarkan KUH Perdata

Menurut KUH Perdata, ada 4 golongan ahli waris yang menunjukkan ahli waris yang urutannya didahulukan. Jika golongan pertama, maka golongan dibawahnya tidak bisa mewarisi harta warisan yang ditinggalkan. Pada pasal 832 menyebutkan orang-orang yang berhak menjadi ahli waris, antara lain: 

  • Golongan 1: Suami / istri yang ditinggalkan, anak-anak sah dan keturunannya.
  • Golongan 2: ayah, ibu, saudara dan keturunan saudara
  • Golongan 3: Kakek, nenek dan saudara dalam garis lurus 
  • Golongan 4: Saudara dalam garis kesamping, seperti paman, bibi, saudara sepupu.

Cara Hitung Pembagian Harta Warisan secara KUH Perdata

Jika Anda ingin mengikuti perhitungan pembagian harta warisan, maka Anda bisa ikuti cara perhitungan sesuai dengan KUH Perdata. Ada beberapa hal yang sedikit berbeda dari cara perhitungan hukum waris Islam, berikut cara hitung pembagian harta warisan menurut KUH Perdata yang bisa Anda ketahui.

  • Suami, istri dan anak yang ditinggal meninggal pewaris akan mendapatkan ¼ bagian.
  • Jika pewaris belum memiliki suami atau istri dan anak, maka hasil pembagian warisan diberikan ke orangtua, saudara dan keturunan pewaris sebesar ¼ bagian.
  • Jika pewaris tidak memiliki saudara kandung, maka harta warisan dibagi ke garis ayah sebesar ½ bagian dan garis ibu sebesar ½ bagian.
  • Keluarga sedarah dalam garis atas yang masih hidup berhak mendapatkan warisan sesuai dengan ketentuan yang besarnya ½ bagian.

Syarat Pembagian Harta Warisan

Dalam pembagian harta warisan, ada 4 syarat dalam pembagian warisan dalam hukum Islam. Bagi Anda yang ingin membagikan warisan secara hukum Islam, maka perlu melihat aspek syaratnya terlebih dahulu barulah Anda bisa menghitung pembagian warisan yang tepat. 

  1. Meninggalnya pewaris harus dibuktikan dengan saksi hingga kemudian diberitakan sudah meninggal dari pihak yang dapat dipercaya. Misalnya jika meninggal di rumah sakit maka berita tersebut harus disampaikan oleh dokter atau tenaga medis.
  2. Ahli waris harus dalam keadaan hidup atau walaupun dalam keadaan sekarat
  3. Harus ada hubungan antara ahli waris dengan pewaris seperti nasab hubungan pernikahan atau pemerdekaan budak.
  4. Adanya alasan yang jelas yang menetapkan ahli waris tersebut berhak mendapatkan warisan.

Pembagian Warisan Dalam Hukum Islam

Pembagian harta peninggalan dalam hukum Islam dibagi menjadi beberapa golongan sesuai dengan garis keturunan dan unsur-unsur hukum waris yang sudah dijelaskan diatas. Bagi Anda yang ingin menghitung pembagian harta warisan, maka cek terlebih dahulu pembagiannya seperti dibawah ini:

½ harta warisan1/4 harta warisan1/3 harta warisan2/3 harta warisan1/6 harta warisan1/8 harta warisan
Anak perempuanSuami dengan anak / cucuIbu tanpa anakAnak perempuanIbu dengan anak /cucu dari anak lakiIstri dengan anak / cucu dari anak laki
Cucu perempuan dari anak lakiIstri tanpa anak / cucu dari anak lakiSaudara perempuan 1 ibu, 2 orang / lebihCucu perempuan dari anak lakiNenek & Kakek
Saudara kandung dari orang tua yang samaSaudara kandung wanita dari orang tua yang samaSaudara kandung wanita 1 ayah
Saudara kandung dari bapakSaudara kandung perempuan dari ayah yang samaSaudara kandung perempuan dari orangtua yang sama
Suami tanpa ada anakAyah bersama anak atau cucu dari anak laki

Pembagian harta warisan dalam hukum Islam memiliki bidang ilmu tersendiri yaitu ilmu faraid ilmu ini adalah tentang pembagian harta warisan melalui kajian ilmu Pembagian warisan di dalam Islam dilakukan secara hati-hati cermat dan adil.

Simulasi Perhitungan Warisan

Bagi Anda yang masih bingung bagaimana cara menghitung harta warisan, maka cara perhitungan simulasi harta warisan berikut ini bisa membantu Anda untuk menentukan harta warisan. Dengan perhitungan yang tepat, maka Anda bisa membagikan harta secara adil menurut hukum waris Islam.

Sebagai contoh:

Jika satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, anak laki-laki dan nenek. Lalu, saat ayah meninggal dunia, bagaimana cara menghitung warisan yang benar?

Misal, angka 24 sebagai penyebut jumlah warisan, maka perhitungannya menjadi sebagai berikut:

  • Istri akan mendapatkan ⅛ dari 24 yakni 3 bagian
  • Nenek akan mendapatkan ⅙ dari 24 yakni 4 bagian
  • Anak laki-laki akan mendapatkan sisanya, yakni 17 bagian

Misal, pada harta yang ditinggalkan ayam adalah Rp 150 juta, lalu dibagi dengan angka 24 sehingga hasilnya Rp 6.250.000. Setelah itu, simulasikan pembagian harta warisan seperti berikut ini:

  • Istri: 3 x Rp 6.250.000 = Rp 18.750.000
  • Ibu: 4 x Rp 6.250.000 = Rp 25.000.000
  • Anak laki-laki: 17 x Rp 6.250.000 = Rp 106.250.000

Jumlah warisan yang dibagikan yaitu Rp 150.000.000 (terbagi semuanya)

Berdasarkan hukum waris Islam maka pihak yang dipercaya untuk membagikan harta warisan adalah pihak yang paham dengan baik ilmu faraidh. Namun, perhitungan pembagian warisan juga bisa dilakukan oleh tokoh agama yang sangat paham tentang perhitungan waris dan sudah mendapatkan kepercayaan semua pihak ahli waris. 

Baca juga: 11 Ide Aktivitas Hemat Untuk Weekend bersama Keluarga

Modal Usaha Terpercaya untuk Tingkatkan Keuntungan

Salah satu cara untuk bisa mendapatkan penghasilan adalah dengan memulai bisnis lalu mengembangkannya. Siapapun yang sedang merintis sebuah bisnis pasti ingin mengembangkan dan berekspansi lebih luas lagi. Namun, hal ini perlu didukung dengan modal usaha yang terpercaya dan aman. 

Danamas adalah di fintech lending berizin OJK yang menawarkan solusi pendanaan bisnis lewat pinjaman beragunan properti. Pinjaman berlimit besar hingga Rp 2 miliar ini bisa dijadikan solusi bagi Anda yang membutuhkan modal usaha aman dan suku bunga stabil. Kemudahan mengakses pinjaman online terpercaya ini juga bisa melalui Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis di smartphone Anda. Tak hanya itu, Anda juga bisa simulasikan pinjaman dengan kalkulator simulasi kredit dan kalkulator pinjaman untuk mengetahui besaran pinjaman agunan properti dan nilai properti Anda.

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

dana-pendidikan

4 Cara Dapat Bantuan Dana Pendidikan, Sekolah Gratis!

Setiap orangtua pasti menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya, termasuk dalam hal pendidikan. Bahkan ada yang sudah merencanakan pendidikan yang bagus untuk buah hatinya sejak TK sampai perguruan tinggi. Hal tersebut direncanakan secara matang karena memang dana pendidikan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Sehingga penting sekali menyiapkan uang untuk pendidikan sejak dini.

Mengatur keuangan memang tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi sekolah dengan fasilitas bagus, biasanya diimbangi dengan biaya spp yang tinggi. Mempersiapkan dana pendidikan perlu strategi yang tepat. Setiap kebutuhan harus dibuat rinci dan direncanakan sejak awal, agar bisa mempersiapkan anggaran dengan matang dan memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak.

Karena memang pendidikan adalah salah satu hal sangat penting. Dengan pendidikan yang baik, diharapkan buah hati bisa meraih cita-cita dan memperbaiki masa depan. Artikel ini akan membahas bagaimana cara tepat untuk mengumpulkan biaya pendidikan yang dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan dana pendidikan. 

Apa Itu Dana Pendidikan 

Dana pendidikan adalah sejumlah biaya atau dana yang akan disiapkan untuk keperluan biaya pendidikan, baik untuk diri sendiri maupun anak. Penting untuk memikirkan hal tersebut sejak awal karena adanya nilai pertumbuhan inflasi. Begitu juga dengan biaya pendidikan, akan terus naik tiap tahunnya, sehingga sangat penting untuk mempersiapkan biaya sekolah sedari dini. 

Walaupun pendidikan bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan tapi melalui jenjang pendidikan tinggi, maka seseorang bisa melewati gerbang awal menuju masa depan yang lebih cerah. Karena alasan itulah tak sedikit orang tua yang rela berjuang dan menabung agar mampu menyediakan kebutuhan pendidikan terbaik bahkan sampai ke perguruan tinggi.

Karena sekarang ini biaya pendidikan terbilang mahal. Bahkan harus menyiapkan sampai ratusan juta rupiah atau bahkan lebih. Oleh karena itu, sebaiknya mulailah mencicil dana pendidikan sedini mungkin. Dengan demikian persiapan untuk pendidikan anak lebih terjamin.

4 Cara Mencari Bantuan Dana Pendidikan Dari Pemerintah 

Salah satu bentuk perhatian Pemerintah pada masyarakat adalah memberikan biaya pendidikan. Hal ini tentu saja menjadi berita baik, terutama untuk orang tua yang memiliki kendala ekonomi untuk menyekolahkan anaknya. Berikut adalah rincian bantuannya:

1. Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Bantuan KIP pasti sudah tidak asing ditelinga. Program ini memberikan bantuan tunai pendidikan ke anak usia sekolah mulai dari 6-12 tahun. Para peserta didik yang berhak menerima adalah mereka dari keluarga miskin, rentan miskin: pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), penyandang disabilitas, yatim piatu dan korban bencana alam/musibah. 

Agar bisa memperoleh bantuan biaya pendidikan, peserta didik dapat menyiapkan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau SKTM bila tidak memiliki KKS, surat pemberitahuan penerimaan BSM dari Kepala Sekolah/Madrasah dan rapor hasil belajar

2. Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Dana BLT adalah bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan tersebut diberikan ke anak-anak jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Syarat dan kriteria untuk mendapatkan bantuan pendidikan ini adalah:

  • Mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP)
  • Terdaftar di Lembaga pendidikan formal atau nonformal sesuai daerah masing-masing
  • Pemilik KIP harus sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Lembaga Pendidikan
  • Untuk keluarga yang belum memiliki KIP, anda bisa mendaftar di lembaga dinas pendidikan terdekat dengan membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
  • Bagi siswa yang tidak memiliki KKS, maka orang tua harus meminta surat keterangan tidak mampu (SKTM) di RT/RW sampai kelurahan untuk didaftarkan ke dinas pendidikan.

3. Program Indonesia Pintar (KIP)

Bantuan ini berupa uang tunai, perluasan akses dan kesempatan belajar dari Pemerintah untuk peserta didik dan mahasiswa dari keluarga miskin atau rentan miskin guna membiayai pendidikan menggunakan KIP. Syarat dan kriteria untuk memperoleh biaya pendidikan ini adalah:

  1. Peserta didik pemegang KIP
  2. Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dan atau dengan pertimbangan khusus, seperti:
  • Peserta didik dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan
  • Peserta didik dari keluarga pemegang kartu Keluarga Sejahtera
  • Peserta didik status yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan
  • Peserta didik yang terkena dampak bencana alam
  • Peserta didik yang tidak sekolah (drop out) yang diharapkan sekolah kembali
  • Peserta didik yang mengalami kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua yang mengalami pemutusan kerja, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, ada di Lembaga Pemasyarakatan, memiliki lebih dari 3 saudara yang tinggal serumah
  • Peserta di lembaga kursus atau satuan pendidikan non formal lain.

4. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

BOS atau bantuan operasional sekolah digunakan untuk membantu sekolah di Indonesia agar bisa memberikan pembelajaran optimal. Jadi biaya pendidikan BOS adalah bantuan tunai yang dipakai untuk keperluan sekolah seperti pemeliharaan sarana prasarana sekolah, kebutuhan penunjang belajar, membeli alat multimedia demi menunjang kegiatan belajar mengajar dan lainnya.

Yang perlu diketahui, dana BOS yang didapat tiap sekolah berbeda-beda, hal itu tergantung dari tingkatan sekolah dan jumlah peserta didik yang terdaftar di NISN Dapodik. Syarat dan kriteria yang harus dimiliki berdasarkan Permendikbud No 8 Tahun 2020, adalah

  • Satuan pendidikan harus sudah terdaftar di Dapodik ketika batas cut off dilakukan
  • Satuan pendidikan harus mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
  • Satuan pendidikan bukan termasuk Satuan Pendidikan Kerjasama
  • Jumlah siswa yang terdaftar lebih dari atau sama dengan 60 orang selama 3 tahun berturut-turut.
  • Satuan pendidikan memiliki izin operasional aktif khusus untuk sekolah swasta.

Syarat dan kriteria tersebut tidak berlaku untuk sekolah swasta yang mematok iuran pendidikan mahal, sekolah yang kurang diminati masyarakat sampai sekolah yang sengaja membatas jumlah siswa/i untuk memperoleh dana BOS.

Perhitungan Dana Pendidikan 

Setelah anda tau kalau biaya pendidikan itu mahal, selanjutnya adalah mengetahui penghitungan dan nominal yang harus dipersiapan. Dengan tau kisaran anggaran yang diperlukan, anda sebagai orang tua bisa memperhitungkan uang yang harus disisihkan tiap bulan. Walaupun tergantung dari sekolah yang dipilih, tapi berikut adalah hitungan rata-rata biaya pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi jika saat ini anak berumur 1 tahun.

Jenjang PendidikanBiaya Uang Pangkal (Rp)Tahun Pengumpulan Nominal Anggaran Per Bulan (Rp)
TK10 juta3 tahun278.000
SD18 juta5 tahun300.000
SMP28 juta11 tahun212.000
SMA38 juta14 tahun245.000
Perguruan Tinggi60 juta17 tahun295.000
Total Anggaran per Bulan1.330.000

6 Kesalahan Dalam Mempersiapkan Pendidikan 

Ternyata ada kesalahan yang biasa dilakukan oleh orang tua saat mengumpulkan biaya pendidikan anak. Untuk menghindari hal tersebut terjadi atau bahkan menghambat prosesnya. Berikut adalah beberapa kesalahan yang harus dihindari ketika mengumpulkan uang untuk pendidikan anak:

1. Keliru Hitung Inflasi

Yang pertama adalah tidak cermat memperhatikan inflasi. Biaya pendidikan rutin naik dengan rasio tertentu tiap tahunnya. Hal tersebut penting diperhatikan agar rancangan rencana tidak meleset dari hitungan. 

Walaupun tidak selalu begitu, tapi ada sekolah swasta yang menaikkan uang pangkalnya 20% tiap tahun. Untuk bisa mengetahui kisaran kenaikan, carilah informasi biaya pendidikan di sekolah incaran selama 5 tahun terakhir dan hitung perkiraan kenaikannya beberapa tahun ke depan. 

2. Tak Cermat Tentukan Instrumen Investasi

Investasi bisa dijadikan salah satu alternatif untuk mengumpulkan uang  pendidikan. Namun, jika anda salah tentukan pilihan instrumen investasi, malah bisa menjadi bumerang dan mengacaukan rencana persiapkan dana untuk anak-anak. Misalnya anda memilih instrumen saham yang berisiko tinggi, ternyata nilai dana yang tersimpan mengalami penurunan. Padahal dananya ingin segera dipakai untuk membayar pendidikan.

3. Tak Diterima Di Sekolah Impian

Hal lain yang bisa mengacaukan rencana biaya pendidikan adalah gagal diterima di sekolah impian. Karena hal ini bisa membuat anak memilih sekolah lain dengan biaya lebih mahal dari yang sudah dianggarkan. Sehingga orang tua harus mengeluarkan uang lebih banyak. Untuk antisipasi hal tersebut, anda bisa menyiapkan biaya dengan perkiraan perhitungan tertinggi di antara sekolah unggulan yang diincar. 

4. Terlambat Siapkan Dana Pendidikan

Ketika anda cepat menyiapkan biaya pendidikan, nominal yang harus disisihkan tiap bulannya jadi lebih terjangkau. Dan hal ini tentu saja membuat beban keuangan lebih ringan dan meningkatkan peluang tujuan finansial bisa tercapai tepat waktu.

5. Sepelekan Diversifikasi Investasi

Jangan sepelekan lakukan diversifikasi di portofolio. Anda bisa memilih lebih dari 1 produk investasi dengan risiko yang juga berbeda dan menyesuaikan jangka waktu agar memperoleh imbal hasil maksimal. Misal biaya masuk TK akan dipakai dalam waktu dekat. Maka pilihlah instrumen investasi risiko rendah dan nilai stabil seperti reksadana atau deposito. Sedangkan untuk biaya masuk kuliah 10 tahun lagi, saham atau reksadana bisa jadi pilihan tepat karena untung yang diperoleh besar.

6. Salah Perkirakan Waktu Pendidikan

Jika sekarang usia anak 1 tahun, maka ada 5 tahap waktu yang harus diperhatikan. Yaitu biaya masuk TK/Playgroup, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Pilihlah instrumen investasi yang tepat dengan menyesuaikan jangka waktu anak masuk ke jenjang pendidikan. Jadi aktivitas investasi bisa berjalan optimal sesuai tujuan finansial.

Manfaat Mengumpulkan Dana Pendidikan

Tiap orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan kehidupan terbaik bagi anak-anaknya. Hal ini termasuk dalam hal pendidikan. Memberikan bekal pendidikan karakter dari rumah dan sekolah merupakan salah satu kewajiban orang tua terhadap anak. Tapi untuk memenuhi segala kebutuhan, tentu memerlukan uang yang tak sedikit. 

Tak hanya itu saja, biaya pendidikan selalu mengalami kenaikan tiap tahun ajaran baru. Di Indonesia, rata-rata inflasi biaya pendidikan adalah 10-15% per tahun. Oleh karena itu, para orang tua sebaiknya menyiapkan biaya pendidikan sedini mungkin, agar makin sedikit biaya yang dikeluarkan saat anak mulai sekolah nanti.

6 Jenis Investasi untuk Dana Pendidikan 

Agar bisa menyediakan biaya pendidikan untuk anak-anak sampai ke bangku kuliah, tak sedikit orang yang menanamkan uangnya di instrumen investasi. Ada beberapa contoh instrumen yang tersedia dan bisa dipilih sesuai dengan tujuan investasi, yaitu:

1. Deposito

Deposito merupakan tabungan berjangka. Deposito tidak bisa Anda ambil semaunya, karena ada waktu tertentu. Deposito bisa menjadi investasi yang cukup aman dan efisien dan bunga yang ditawarkan juga dapat digunakan untuk biaya pendidikan. 

2. Reksadana 

Reksadana merupakan salah satu investasi yang dapat Anda gunakan untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak. Selain minim resiko, reksadana juga dikelola oleh manajer investasi yang profesional, Anda tidak perlu khawatir karena aman, asalkan reksadana atau pengelola yang Anda pilih sudah mendapatkan izin dari OJK. terdapat 4 jenis reksadana yang dapat Anda pilih, sesuaikan dengan profil risiko Anda. 

3. Emas 

Emas bisa menjadi salah satu investasi yang tepat untuk menyiapkan biaya pendidikan. Dengan banyaknya peminat emas, maka harga akan cenderung naik dan stabil. Pembelian emas pun dapat dengan mudah melalui platform online. Semakin dini Anda berinvestasi emas maka keuntungan yang didapat juga semakin besar sehingga cocok untuk mempersiapkan biaya pendidikan. 

4. Sukuk Ritel

Sukuk ritel adalah surat berharga syariah yang diterbitkan dan penjualannya diatur Departemen Keuangan. Di instrumen ini, Pemerintah memilih agen penjual dan konsultasi hukum sukuk ritel. Agen penjual wajib mempunyai komitmen terhadap Pemerintah untuk mengembangkan pasar sukuk dan juga berpengalaman menjual produk keuangan syariah.

Tenor sukuk ritel biasanya 3 tahun dengan imbalan bagi hasil yang sifatnya tetap sepanjang periode investasi. Kelebihan skema tersebut adalah sukuk bisa diperjualbelikan jadi kepemilikannya bisa berpindah tangan dengan nilai benefit sama. Karena tenornya 3 tahun, jadi cocok untuk investasi jangka pendek.

5. Tabungan Pendidikan

Banyak lembaga keuangan yang menawarkan rekening khusus untuk tabungan pendidikan. Benefit yang diberikan berbeda dengan tabungan biasa, jadi pastikan kelebihannya lebih banyak sebelum anda memilih jenis rekening ini. Tabungan pendidikan dapat dimulai dengan nominal kecil dan ini tentunya menguntungkan karena anda bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan.

6. Tabungan Biasa

Anda bisa membuka rekening tabungan yang ditujukan khusus untuk buah hati. Cara ini adalah yang paling sederhana dan sebaiknya dilakukan secepat mungkin, bahkan bisa dilakukan sejak anak anda lahir. Jangan lupa untuk setorkan uang secara rutin.

Cara Menghitung Tabungan Dana Pendidikan & Perkiraan Biaya

Agar persiapan pendidikan anak berjalan lancar, anda bisa menghitung nominal tabungan pendidikan yang harus dipersiapkan. Setidaknya biaya pendidikan harus dihitung 18 tahun ke depan. Jadi minimal anak memperoleh pendidikan sampai bangku universitas. Idealnya tabungan biaya pendidikan ini dihitung termasuk dengan inflasi yang mungkin terjadi tiap tahun. Berikut adalah contoh kalkulator dana pendidikan anak:

1. Perkiraan Tabungan Untuk TK

Uang pangkal = Rp 5.000.000

Periode sekolah = 2 tahun

Target pencapaian = 3 tahun

Inflasi 8% = Rp 6.298.560 (tambahkan 8% sebanyak 3x)

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 6.298.560 : 36 bulan = 

Rp 174.960

2. Perkiraan Tabungan Untuk SD

Uang pangkal = Rp 10.000.000

Periode sekolah = 6 tahun

Target pencapaian = 5 tahun

Inflasi 8% = Rp 14.693.281

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 14.693.281 : 60 bulan = 

Rp 244.888

3. Perkiraan Tabungan Untuk SMP

Uang pangkal = Rp 15.000.000

Periode sekolah = 3 tahun

Target pencapaian = 11 tahun

Inflasi 8% = Rp 34.974.585

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 34.974.585 : 132 bulan = 

Rp 264.959

4. Perkiraan Tabungan Untuk SMA

Uang pangkal = Rp 20.000.000

Periode sekolah = 3 tahun

Target pencapaian = 14 tahun

Inflasi 8% = Rp 58.743.872

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 58.743.872 : 168 bulan = 

Rp 349.666

5. Perkiraan Tabungan Untuk Perguruan Tinggi

Uang pangkal = Rp 100.000.000

Periode sekolah = 4 tahun

Target pencapaian = 17 tahun

Inflasi 10% = Rp 58.743.872

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 505.447.028 : 204 bulan = 

Rp 2.477.628

Dari rincian tersebut, maka total biaya pendidikan yang harus disiapkan adalah:

  • Total uang pangkal = Rp 150.000.000
  • Total biaya setelah inflasi = Rp 620.157.327

Jadi tiap bulan paling tidak anda menabung Rp 3.512.154

Tips Persiapkan Dana Pendidikan

Dalam mempersiapkan dana pendidikan tentu prosesnya tidak mudah. Karena ada banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Agar anda tidak salah langkah dan bisa mengumpulkan uang sesuai dengan perencanaan. Berikut adalah tips yang bisa anda terapkan:

1. Menyusun Strategi Pendidikan 

Sejak awal penting untuk menyusun strategi pendidikan. Anda ingin menyekolahkan di sekolah apa, misal kurikulum nasional atau internasional, bagaimana lingkungannya, fasilitas yang tersedia. Lakukan survei supaya Anda memiliki gambaran sekolah seperti apa yang ingin anak Anda tempuh. 

2. Estimasi Biaya 

Setelah Anda mengetahui sekolah yang ingin dituju, maka langkah selanjutnya adalah membuat estimasi pengeluaran setiap jenjangnya. Rencanakan dengan matang sampai kapan Anda akan membiayai pendidikan tersebut. 

3. Asuransi Pendidikan

Selain ada asuransi kesehatan dan jiwa, asuransi pendidikan merupakan salah satu produk yang memiliki fitur tabungan dana. Ada 2 jenis asuransi pendidikan yang bisa dipilih, yakni: 

  • Asuransi pendidikan dwiguna: menawarkan fasilitas tabungan pendidikan yang dapat dicairkan pada periode tertentu sesuai dengan kesepakatan pihak tertanggung dan pihak asuransi.
  • Asuransi unit link: asuransi ini menggabungkan adanya layanan asuransi dan investasi. Hasil investasi ini diserahkan secara bertahap sesuai dengan jenjang sekolah anak. 

Baca Juga: 5 Challenge Menabung Yang Bikin Kaya

Mengajukan Pinjaman untuk Dana Pendidikan

Memang biaya pendidikan tidaklah murah, dan setiap tahunnya mengalami kenaikan. Selain berinvestasi, Anda juga dapat mengajukan pinjaman untuk kebutuhan dana pinjaman. Danamas p2p Lending menyediakan pinjaman dana tunai tanpa agunan yang dapat Anda ajukan untuk kebutuhan biaya pendidikan dengan limit pinjaman hingga Rp. 7,5 juta.

Selain itu, apabila Anda memiliki properti yang tidak terpakai dan ingin mengembangkan usaha sekaligus sebagai pinjaman untuk biaya pendidikan, Anda bisa mengajukan melalui Danamas yang dapat memberikan pinjaman hingga Rp 2 miliar. Masa tenor yang diberikan mulai dari 1 sampai 10 tahun.Pinjaman online terpercaya ini memproses pinjaman dengan aman karena sudah terdaftar dan berizin OJK. Yuk simulasikan pinjaman dan nilai properti di website Danamas menggunakan kalkulator simulasi properti dan kalkulator pinjaman untuk hitung pinjaman dan angsuran dari properti yang anda miliki. Agar proses peminjaman lebih praktis, download Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis di smartphone segera! Untuk info lebih lengkap, klik DISINI!

pengertian-sinking-fund

Sinking Fund: Pengertian, Fungsi, Contoh & Cara Menghitungnya

Sinking fund adalah salah satu hal yang sering terlupakan, padahal hal ini sangat penting dalam perencanaan keuangan. Sinking fund seringkali disamakan dengan dana darurat namun keduanya memiliki pemahaman yang berbeda. Hal ini karena sinking fund dan dana darurat memiliki manfaat masing-masing yang berbeda. Dengan adanya sistem perencanaan seperti sinking fund ini maka anda bisa lebih siap dalam menghadapi berbagai kondisi finansial kedepannya.

Perencanaan keuangan yang baik dan matang bisa memberikan dampak positif bagi kehidupan anda. Perencanaan keuangan ini bermanfaat untuk persiapan secara finansial dalam menghadapi situasi dan kondisi yang tidak bisa ditebak untuk masa depan. Maka dari itu sinking fund adalah aspek yang tidak bisa dilewatkan dalam proses perencanaan pengelolaan uang.

Bagi sebagian orang masih belum paham apa itu sinking fund maka dari itu Anda bisa simak artikel di bawah ini yang mengulas banyak tentang sinking fund. Ulasan tentang sinking fund meliputi pengertian sinking fund, perbedaan sinking fund dengan dana darurat, fungsi sinking fund, contoh sinking fund dan cara menghitung sinking fund atau rumusnya. Simak uraian informasi lengkap tentang sinking fund di bawah ini.

Apa Itu Sinking Fund

Istilah sinking fund memang jarang digunakan dan terdengar di masyarakat apabila dibandingkan dengan istilah dana darurat. Akan tetapi, sebenarnya masyarakat sudah mempraktekkan secara langsung konsep menabung yang satu ini.

Sinking fund adalah anggaran keuangan yang khusus dibuat untuk memenuhi suatu kebutuhan atau kepentingan di masa depan. Oleh karena itu, tujuan dari sinking fund akan berbeda-beda pada setiap orang karena menyesuaikan dengan kebutuhan pribadi masing-masing, seperti untuk memulai bisnis, menikah, persiapan liburan, renovasi rumah, membeli mobil, pendidikan anak dan lain sebagainya.

Dari pengertian diatas, dapat dilihat bahwa sinking fund merupakan dana yang bisa anda gunakan tanpa harus merasa bersalah, karena anda memang sengaja mengumpulkannya dan ini diluar dari kebutuhan pokok. Walaupun berbeda dengan dana darurat, akan lebih baik jika anda untuk mempersiapkan keduanya, karena keduanya mempunyai manfaatnya masing-masing.

Fungsi Sinking Fund

Dengan memiliki sinking fund, hal ini dapat mencegah gangguan pada arus kas anda, sehingga anda tetap bisa merealisasikan kebutuhan lainnya tanpa mengganggu keuangan anda. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari sinking fund:

1.     Mempersiapkan Keinginan atau Kebutuhan dalam Jangka Panjang

Fungsi pertama dari sinking fund adalah anda bisa mempersiapkan dana untuk memenuhi keinginan di masa depan. Anda bisa memikirkan keinginan atau kebutuhan jangka panjang dan mempersiapkannya melalui sinking fund tanpa mengganggu kondisi finansial.

2.     Menghindarkan Diri dari Hutang

Dengan mengalokasikan sinking fund secara rutin, hal ini bisa menghindarkan anda dari terlilit hutang. Walaupun anda tidak bisa langsung memenuhi keinginan atau kebutuhan anda, tetapi anda bisa mengetahui kapan keinginan tersebut bisa anda capai.

3.     Jangka Waktu Pencapaian yang Lebih Jelas

Dengan sinking fund, anda mempunyai jangka waktu yang lebih jelas untuk mencapai keinginan anda, karena anda sendiri yang  menargetkan keinginan tersebut.

4.     Menabung untuk Banyak Keinginan secara Bersamaan

Anda bisa menabung untuk banyak keinginan sekaligus dengan mengalokasikan sinking fund. Contohnya, anda bisa menabung Rp20 juta selama 2 tahun untuk membeli hunian. Tetapi sebenarnya disaat yang bersamaan, anda bisa menabung Rp 12 juta dan Rp 8 juta selama 4 tahun untuk membeli hunian dan kendaraan pribadi.

Perbedaan Sinking Fund & Dana Darurat

Seperti yang sudah disampaikan diatas, bahwa masih banyak orang yang menganggap sinking fund sama dengan dana darurat. Berikut adalah perbedaan dari sinking fund dan emergency fund (dana darurat).

Sinking FundEmergency Fund (Dana Darurat)
Sinking Fund adalah biaya yang anda persiapkan untuk kebutuhan di masa mendatang.Emergency fund atau dana darurat adalah aset yang stabil dan likuid yang bisa anda gunakan saat dalam keadaan darurat.
Sinking fund biasanya berupa sejumlah uang.Emergency fund atau dana darurat dapat berupa emas yang sifatnya lebih stabil dan cukup likuid untuk dijual dalam waktu cepat.
Sinking fund biasanya digunakan untuk menjaga supaya nilai aset tetap stabilSeperti namanya, emergency fund digunakan untuk mengatasi atau memenuhi kebutuhan darurat yang mendesak, contohnya seperti saat anda sedang kehilangan pekerjaan.

Pentingnya Mengumpulkan Sinking Fund 

Adanya Sinking fund tentu memiliki tujuan yang bermanfaat bagi kehidupan. Dari penjelasan diatas, mengumpulkan sinking fund sama pentingnya dengan dana darurat. Berikut ini alasan kenapa penting bagi anda untuk mengumpulkan sinking fund.

1.     Dapat Menciptakan Keuangan Yang Lebih Baik Dan Sehat

Dengan mengumpulkan sinking fund anda bisa memiliki keuangan pribadi yang sehat, karena anda telah merencanakan kebutuhan apa saja yang ingin dibeli, sehingga hal ini akan membantu agar keuangan anda tetap sehat dan terkelola dengan baik.

2.     Mengurangi Utang

Potensi anda untuk berhutang semakin berkurang, karena anda sudah mempunyai atau menyiapkan dana tersendiri.

3.     Bersenang-Senang Tanpa Rasa Bersalah

Dengan mengumpulkan sinking fund berarti anda sudah mengalokasikan anggaran sejak awal, sehingga anda bisa bersenang-senang tanpa merasa bersalah karena sudah menyiapkannya sejak awal dan anda tidak perlu menggunakan uang tabungan atau dana darurat untuk bersenang-senang.

Cara Membuat Sinking Fund

Jika anda berencana untuk membuat Sinking fund maka perlu memperhatikan beberapa hal penting berikut ini.  Dalam membuat simpan Anda membutuhkan tujuan hingga target yang ingin dicapai.  untuk lebih lengkapnya Anda bisa melihat cara membuat skin fan seperti dibawah ini.

1.     Menentukan Tujuan Keuangan

Hal pertama yang bisa anda lakukan untuk mengumpulkan sinking fund adalah dengan membuat daftar yang berisi apa saja kebutuhan atau keinginan anda. Apabila anda perlu menyiapkan sinking fund dalam satu waktu, anda bisa mendahulukan kebutuhan yang perlu dipersiapkan dalam waktu singkat.

2.     Membuka Rekening Khusus

Anda juga bisa membuat rekening khusus untuk menempatkan sinking fund, sehingga dana tersebut tidak bercampur dengan dana lainnya.

3.     Menentukan Target Jumlah Sinking Fund

Selanjutnya adalah menentukan jumlah sinking fund, supaya dana yang terkumpul efektif dan anda bisa melakukan estimasi dengan akurat.

4.     Tetapkan Jumlah Dana Yang Akan Disisihkan Secara Rutin

Setelah menentukan nominal target sinking fund, maka selanjutnya anda bisa menetapkan jumlah uang yang harus anda sisihkan secara rutin.

5.     Menambah Jumlah Penghasilan

Setelah mengetahui jadwal dan total biaya yang diperlukan, maka selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah konsisten untuk menabung. Kamu juga mencari tambahan penghasilan supaya keinginan dan kebutuhan tersebut bisa tercapai lebih cepat.

Contoh Sinking Fund

Contoh Sinking fund adalah misal ada seseorang yang berencana menyisihkan dana sebesar Rp 1,5 juta dari pendapatan per bulannya selama 5 tahun dengan tingkat suku bunga yaitu 6%. Dana tersebut rencananya akan dipakai untuk pelunasan utang yang baru dan diambil untuk proyek ekspansi yang sedang berlangsung.

Maka jumlah sinking fund yang bisa disisihkan oleh padi selama 5 tahun adalah Rp 244.580.155. Dari nominal tersebut jika seandainya orang tersebut berhutang senilai Rp 250.000.000 selama 5 tahun untuk proyek ekspansi maka saat jatuh tempo Ia hanya perlu menambahkan uang kas senilai  Rp 541 9844. Contoh sinking fund di atas adalah contoh secara umum yang bisa anda aplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari disesuaikan dengan pendapatan. 

Cara Menghitung Sinking Fund

Sebenarnya tidak ada rumus yang pasti untuk menentukan sinking fund, karena jumlah sinking fund setiap orang tentunya akan berbeda-beda berdasarkan keinginan atau tujuan keuangan masing-masing. Sebelum menghitung jumlah sinking fund yang perlu disisihkan, pertama-tama anda harus mengetahui alokasi keuangan utama anda terlebih dahulu, dan sisanya bisa dianggarkan untuk sinking fund.

Misalkan anda ingin membeli rumah dengan harga sekitar Rp 450 juta, sedangkan penghasilan bulanan anda sebesar Rp 40 juta. Maka anda bisa coba menghitungnya dengan cara sebagai berikut:

Alokasi Keuangan:

–        Kebutuhan Pokok   30%

–        Investasi                 10%

–        Dana Darurat          20%

–        Donasi                     10%

–        Sinking Fund           30%

Berdasarkan situasi diatas, maka rumus sinking fund adalah 30% x penghasilan, berarti anda harus mengalokasikan dana 30% dari gaji untuk membeli rumah.

30% x Rp 40 juta = Rp 12 juta.

Berdasarkan rumus tersebut, jadi jumlah sinking fund yang harus anda sisihkan setiap bulan sejumlah Rp 12 juta selama kurang lebih 38 bulan untuk membeli rumah yang anda inginkan.

Dapatkan Modal Usaha Tepat Untuk Usaha Cermat!

Dari pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sinking fund adalah dana yang perlu anda persiapkan untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan di masa depan seperti keperluan untuk menikah, persiapan liburan atau membuka bisnis. Apabila anda membutuhkan modal untuk menjalankan usaha, selain dengan mengumpulkan sinking fund anda juga bisa mendapatkan tambahan dana dari pihak lain karena saat ini banyak sekali platform yang bisa memberikan anda pinjaman dana. 

Salah satunya adalah Danamas, platform pinjaman multiguna yang sudah diawasi dan mendapatkan izin dari OJK. Melalui Danamas, anda bisa mendapatkan tambahan modal hingga 2 miliar rupiah dengan jaminan properti. Pengajuan bisa anda ajukan dengan praktis serta bisa diakses kapanpun dan dimanapun melalui aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis

Untuk lebih memudahkan Anda, coba simulasikan cicilan di kalkulator simulasi kredit. Ada juga kalkulator pinjaman untuk cek nilai properti yang Anda agunkan. Selengkapnya bisa Anda akses di website kami disini untuk pinjaman online umkm terpercaya!

rumus-bunga-majemuk

Bunga Majemuk: Pengertian, Rumus & Bedanya Dengan Bunga Tunggal

Ketika anda menabung disebuah bank, ada kalanya anda mendapatkan sebuah bunga. Tak hanya menabung saja, ketika anda meminjam uang pun bunga pasti akan selalu ada. Dalam proses investasi atau pinjaman dana, sering kali kita mendengar bunga majemuk dan bunga tunggal. Apa anda sudah familiar dengan istilah tersebut? Biasanya bunga majemuk muncul sebagai kompensasi atau tanda balas jasa dari penerima ke pemberi dana.

Di artikel ini, kami akan membahas tentang jenis bunga, yaitu bunga majemuk dan bunga tunggal. Umumnya bunga majemuk dipahami sebagai bunga yang diberikan tiap akhir jangka waktu tertentu berdasarkan modal awal. Sedangkan bunga tunggal adalah bunga yang nilainya selalu tetap. Hal ini penting untuk Anda ketahui sebelum mengajukan pinjaman.

Karena hal itulah lembaga keuangan yang mengatur sistem ekonomi harus memperhitungkan faktor waktu pinjaman dan suku bunga yang dipakai untuk menghitung besaran bunga. Penasaran tentang bunga majemuk dan bunga tunggal? Simak artikel ini, yuk! Dengan menghitung jangka waktu dan bunga, penjelasan di bawah akan membantu anda untuk mengetahui bagaimana cara menghitung bunga majemuk dan bunga tunggal.  

Apa Itu Bunga Majemuk

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, bunga majemuk merupakan bunga yang dapat dihitung atas jumlah pinjaman pokok dan bunga yang  sebelumnya diperoleh. Jika diberikan sebuah contoh, berikut adalah perumpamaannya; jika seseorang menyimpan sebanyak Rp 2.000 pada tingkat 10% tahun, hasil akhirnya akan menjadi Rp 2.100 dan saat tahun berikutnya, uang itu akan menjadi Rp 2.210. 

Konsep dari bunga majemuk ini diduga berasal dari Italia pada abad ke-17. Konsep bunga majemuk ini dapat dianggap sebagai “bunganya bunga,” dimana jumlah pada uang tersebut tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan bunga sederhana.

Fungsi Bunga Majemuk

Umumnya konsep bunga majemuk dipakai untuk berbagai produk perbankan dan investasi. Bunga majemuk ini akan semakin menguntungkan penerimanya saat waktu yang mempengaruhinya memiliki durasi yang panjang. Meskipun begitu, adanya perbedaan pada kegunaan bunga majemuk produk investasi dan perbankan. Berikut adalah rincian perbedaan penerapannya:

a. Untuk Produk Pinjaman

Bunga majemuk yang dipakai untuk pinjaman konsumen mempunyai nilai tinggi. Artinya adalah pinjaman jenis konsumen yang umum seperti dalam bentuk kredit rumah, kredit motor, kredit mobil, kredit peralatan rumah tangga, kredit handphone dan lainnya. 

Jadi sistem bunga majemuk yang diberlakukan pada jenis pinjaman ini akan membebankan pembayaran angsuran tinggi pada para peminjamnya. Hal itu karena bunga yang dihasilkan semakin besar seiring pemilihan lama tempo angsuran. Jadi bunga tiap bulan cenderung besar, apalagi bila peminjam membayar jumlah pokok tinggi. Hal ini membuat sistem bunga majemuknya berbanding lurus.

b. Untuk Produk Investasi

Sistem bunga majemuk yang diberlakukan dalam kegiatan investasi, cenderung menguntungkan pihak investor. Konsep penerimaan keuntungan bagi investor yaitu bunga majemuk untuk produk investasi mempunyai sisi positif berbanding terbalik dengan fungsi pinjaman. Saat bunga majemuk diterapkan di produk investasi, maka otomatis keuntungan yang tinggi akan diperoleh investor.

Seperti yang diketahui kalau bunga majemuk ini mempunyai sistem yang nilainya bertambah tiap bulannya. Bertambahnya bunga tiap bulan, akan mengikuti nilai hasil kembalian investasi. Nilai hasil kembalian investasi akan otomatis semakin meningkat, sehingga perencana keuangan akan menyarankan para investor untuk memilih jangka waktu investasi paling panjang.

Makin lama investasi yang dilakukan, maka pundi kembaliannya juga akan tinggi. Bahkan perencana keuangan memberi saran adanya re-investasi. Ketika ada momentum tepat, maka bisa dilakukan penambahan jumlah investasi.

c. Pakai Produk Investasi Bunga Majemuk Untuk Generasi Milenial

Salah satu passive income yang bisa dipilih oleh generasi milenial adalah investasi dengan bunga majemuk. Investasi passive income ini bisa membentuk kesejahteraan, yaitu produk pertama dari tabungan masa depan dan produk kedua biasanya ada di pasar modal. Karena konsep bunga majemuk ini bisa dapat untung besar berbanding lurus dengan lamanya periode waktu. Maka sebaiknya generasi milenial mulai melirik investasi ini sejak dini. Makin muda anda investasi, maka untungnya juga makin menggiurkan.

d. Jenis & Perhitungan Bunga Majemuk

Di praktik penerapan perhitungan bunga majemuk, bunga ini punya 2 suku bunga yaitu bunga majemuk dengan suku bunga tetap. Nilai suku bunga tersebut tidak berubah selama periode waktu yang sudah disepakati. Dan bentuk suku bunga kedua bersifat mengambang. Suku bunga itu bisa berfluktuasi berdasarkan penentuan nilai dari suku bunga.

Untuk perhitungan bunga majemuk, memiliki kerumitan tinggi. Disebabkan karena adanya sistem pengelompokkan bunga menjadi satu. Pengelompokkan itu didasari nilai dari modal dan modal dapat diperoleh secara tahunan, 6 bulan, 4 bulan atau bahkan tiap bulan. Konsep tersebut yang sering dikatakan periode dari bunga. Maka cermatlah menjaga nilai modal agar tetap tinggi. 

Rumus Bunga Majemuk

Untuk menghitung bunga majemuk, terdapat sebuah rumus yang dapat digunakan. Berikut adalah rumus untuk menghitung jumlah akhir tabungan anda setelah melewati proses bunga majemuk:

Na = Nt (1+i)n

Keterangan dari rumus tersebut adalah sebagai berikut:

Na : Nilai akhir

Nt : Nilai tunai

i : % suku bunga

n : jangka waktu

Cara Menghitung Bunga Majemuk

Untuk mengetahui soal hitungan bunga majemuk lebih lanjut, berikut adalah sebuah contoh soal hitungan bunga majemuk:

Anda menyimpan uang di Bank sebesar Rp 5.000.000,00 selama 5 tahun dengan suku bunga majemuk 3% per tahun. Besar nilai akhir yang didapatkan pada tahun ke-5 adalah ….

Jawab:

Diketahui: 

Nilai tunai = Rp 5.000.000,00

Jangka waktu = 5 tahun

Suku bunga % = 3% = 0,03

Kita selanjutnya melihat kepada rumus yang sudah diberitahukan pada poin di atas. Rumus tersebut adalah sebagai berikut

Na = Nt (1+i)n

Na disini merupakan nilai akhir. Sedangkan Nt adalah 5 juta, kemudian dikalikan dengan 5 kuadrat dari hasil penambahan 1 dan suku bunga. Jika menuliskan semua ini kedalam rumus di atas, berikut adalah hasilnya: 

Na = 5.000.000 (1+0.03)5

Dengan menghitung dari rumus ini, hasil nilai akhir yang akan didapatkan setelah melewati jangka waktu selama 5 tahun adalah sebesar Rp 5.796.370.

Apa Itu Bunga Tunggal

Arti bunga secara umum adalah uang yang dibayarkan atau penggunaan uang. Biasanya bunga dituliskan dalam bentuk persentase. Persentase yang dihitung hanya berdasarkan modal awal disebut bunga tunggal. Arti lebih luas, saat orang meminjam uang ke pihak lain maka ia harus mengembalikan uang tadi dan biasanya ada biaya tambahan yang disebut bunga. Bunga merujuk ke definisi uang yang diperoleh bila menabung di bank. 

Saat orang menabung di bank, maka ia akan dapat uang tambahan atas pemakaian uang tersebut. Uang tambahan itu yang disebut bunga. Ada dua jenis bunga, yakni bunga tunggal dan bunga majemuk.

Jadi bunga tunggal adalah bunga yang dikenakan pada modalnya saja. Sedangkan bunganya tidak berbunga lagi.

Rumus Bunga Tunggal

Untuk lebih memahami permasalahan pinjaman dan tabungan di bunga tunggal, ada beberapa istilah yang harus dipahami terlebih dahulu, yaitu:

  • Modal (M) adalah uang yang ditabung atau dipinjam
  • Persentase bunga (b) adalah persentase yang dipakai untuk hitung besarnya bunga yang harus dibayar. Umumnya persentase bunga dinyatakan per tahun (bunga per tahun) kecuali bila diberikan informasi lain
  • Waktu (t) adalah lamanya uang ditabung atau dipinjam.

Jadi 3 hal di atas berpengaruh pada besarnya bunga yang harus dibayar. Misalnya M, b dan t berturut-turut adalah modal, persentase bunga per tahun dan waktu (dalam tahun). Jadi besar bunga adalah:

Bunga = Modal x Persentase bunga x waktu

atau B = M x b x t

Karena bunga adalah uang tambahan, jadi setelah bunganya dihitung, bisa menentukan jumlah total uang dengan menjumlahkan modal serta bunganya. Jumlah total saldo tabungan atau jumlah total pinjaman adalah hasil penjumlahan dari modal dan bunga, rumusnya adalah

Jumlah total uang = modal + bunga

Cara Kerja Bunga Tunggal

Jadi bunga tunggal yaitu bunga yang dihitung dari pinjaman pokok tanpa adanya akumulasi ke bulan berikutnya. Contoh penerapan ada di penghitungan deposito nasabah bank. Agar lebih memahami, berikut adalah contoh soal bunga tunggal:

Andi menabung sebesar Rp 30.000.000 di bank selama 5 tahun. Persentase bunga di bank adalah 4,5%. Jadi berapa bunga tunggal yang diperoleh Andi?

Modal = Rp 30.000.000

Persentase bunga = 4,5% per tahun

Jawabannya:

Bunga = M x b x t

Bunga = Rp 30.000.000 x 4,5% x 5

Bunga = Rp 6.750.000

Jadi bunga yang didapatkan andi setelah menabung 5 tahun adalah Rp 6.750.000.

Untuk total uang Andi selama 5 tahun adalah

Total jumlah uang = Modal + bunga tunggal

= Rp 30.000.000 + Rp 6.750.000

= Rp 36.750.000

Jadi total uang Andi setelah menabung 5 tahun dan memperoleh bunga tunggal adalah Rp 36.750.000

Perbedaan Bunga Majemuk & Bunga Tunggal 

Apa anda sudah mengerti tentang bunga majemuk dan bunga tunggal? Meskipun keduanya merupakan sebuah bunga, bunga majemuk memiliki sebuah perbedaan dengan bunga tunggal. Agar lebih paham, berikut adalah perbedaan keduanya. 

Bunga MajemukBunga Tunggal
1. Bunga majemuk memiliki bunga yang nilainya tidak tetap setiap periode. Seperti contoh di atas, bunga majemuk bisa terus-menerus bertambah sesuai dengan bunga yang ada, sehingga hasil akhir setelah diberi bunga, bisa saja menjadi lebih besar dibanding dengan ketika diberikan bunga tetap.1. Bunga tunggal merupakan sebuah bunga yang memiliki nilai yang tetap, dan itu selalu terjadi. 
2. Jika dilihat dari perhitungan bunga, bunga majemuk merupakan sebuah bunga yang mengacu pada modal awal yang kemudian ditambah dengan bunga periode sebelumnya yang telah diakumulasi2. Bunga tunggal memiliki nilai yang sama dari awal periode hingga akhir, 
3. Untuk bunga majemuk rumus yang digunakan memang sedikit lebih sukar, dengan menggunakan kuadrat. Kuadrat ini melambangkan akumulasi yang bisa didapatkan selama periode tertentu. Jika melihat contoh di atas, rumus di atas menggunakan kuadrat 5 untuk melambangkan periode 5 tahun. 3. Rumus perhitungan bunga tunggal jauh lebih mudah.  
4. Bunga majemuk merupakan sebuah bunga yang terakumulasi, dan kemudian ditambahkan kepada jumlah nilai tunai pada awalnya.4. Bunga yang per tahunnya memiliki bunga yang sudah tetap

Baca juga: Cara Menghitung Bunga Pinjaman & Contohnya

Berbeda dengan Danamas merupakan sebuah layanan peminjaman agunan properti yang memiliki bunga efektif yang cukup kompetitif, dimulai dari 15,25% per tahun. Pinjaman dari Danamas bisa membantu untuk menjalankan bisnis anda. Pinjaman online terpercaya ini bisa memberikan bantuan dana sampai Rp 2 miliar. Dengan suntikan dana yang besar, tentu anda bisa mengembangkan bisnis sangat cepat. Waktu tenor yang diberikan juga cukup lama sampai 10 tahun. Jadi anda memiliki waktu yang panjang dan bisa tetap fokus untuk berbisnis.Yuk simulasikan pinjaman dan nilai properti dengan kalkulator simulasi properti dan kalkulator pinjaman di website Danamas. Agar permohonan pinjaman bisa lebih praktis dan mudah, download Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis segera! Untuk info lebih lengkap, klik DISINI!