Tabungan-Pendidikan-Anak

Setiap orang tua pasti menginginkan masa depan yang terbaik untuk anaknya. Masa depan yang baik bisa diawali dengan pilihan aktivitas pendidikan dari rumah hingga pendidikan di sekolah. Untuk bisa memberikan pendidikan yang terbaik, maka orang tua juga membutuhkan dana pendidikan yang cukup. Untuk itu penting sekali menyiapkan dana pendidikan atau tabungan pendidikan anak sedini mungkin. Tabungan pendidikan anak yang direncanakan dengan baik membuat anda bisa mengumpulkan dana dari anak masuk TK hingga anak kuliah.

Semakin bertambahnya tahun, biaya pendidikan anak tentunya tidak murah, sehingga anda butuh merencanakan tabungan pendidikan anak sedari awal. Hal ini tak hanya membantu anda untuk mengumpulkan tabungan pendidikan sebanyak-banyaknya, tetapi juga meringankan proses saat mengumpulkan tabungan. Terkadang dalam proses mengumpulkan dana pendidikan, ada saja tantangan yang kerap terjadi terlebih lagi jika Anda belum memiliki manajemen yang baik dalam pengelolaan uang

Tabungan pendidikan anak akan sangat penting bagi Anda sebagai orang tua, karena biaya sekolah yang akan semakin melambung tinggi. Apalagi jika Anda menginginkan anak Anda bersekolah di sekolah yang cukup bagus, maka dana yang dibutuhkan juga pasti sangat besar. Agar Anda juga bisa tenang dalam membiayai pendidikan anak, sebaiknya mulai dari sekarang kumpulkan tabungan pendidikan anak. Di artikel ini akan membahas tentang cara menabung dana pendidikan, jenis produk tabungan masa depan untuk anak hingga simulasi perhitungan dana pendidikan, simak artikelnya disini!

Apa Itu Tabungan Pendidikan Anak

Seperti namanya tabungan pendidikan anak adalah simpanan dana yang nantinya akan dikeluarkan khusus untuk keperluan pendidikan anak mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Tabungan pendidikan anak adalah salah satu jenis tabungan berencana yang kini mulai disiapkan oleh banyak orang tua sebelum anak-anak masuk ke sekolah. Jangka waktu produksi simpanan tabungan ini umumnya adalah 2 tahun keatas. Walaupun cara menabung yang sama seperti tabungan pada umumnya, beberapa bank memiliki ketentuan tersendiri, Jika Anda memilih produk tabungan pendidikan anak. 

6 Cara Menabung Dana Pendidikan Anak

Untuk bisa mengumpulkan tabungan pendidikan anak, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Cara menabung dana pendidikan anak bisa ditempuh secara mulus dengan trik yang akan disebutkan dibawah ini. Untuk pengelolaan uang sekolah yang tepat dan terarah, maka Anda bisa ikuti cara menabung dana pendidikan anak dibawah ini. Berikut hal yang perlu anda perhatikan sebelum memilih tabungan pendidikan anak

  1. Cek Dana Yang Anda Miliki

Sebelum merencanakan tabungan pendidikan, Anda harus mengecek kembali dana yang anda miliki. Dengan memeriksa kembali seluruh sumber pemasukan yang anda miliki, maka anda bisa menentukan seberapa besar kemampuan anda untuk mulai menabung pendidikan anak.

  1. Hitung Estimasi Biaya Pendidikan Yang Dibutuhkan

Selanjutnya hal yang perlu Anda lakukan  adalah dengan  melakukan riset kecil-kecilan tentang biaya pendidikan yang anak anda butuhkan di setiap jenjangnya. Lalu setelah itu cek estimasi biaya pendidikan yang dibutuhkan dari TK hingga kuliah dengan estimasi kenaikan setiap tahunnya. Dengan cara ini anda bisa mengetahui seberapa besar biaya pendidikan anak yang perlu Anda siapkan mulai dari sekarang. 

  1. Cek Bunga Tabungan Yang Ditawarkan

Sebelum memutuskan produk tabungan pendidikan mana yang nantinya Anda pilih, Anda harus memperhatikan seberapa besar bunga yang ditawarkan oleh bank. Hal ini bertujuan adalah untuk mengumpulkan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masa depan pendidikan anak, jika bunga yang diberikan kecil maka tujuan menabung untuk pendidikan ini tidak akan tercapai secara optimal. Hal ini dikarenakan biaya pendidikan akan meningkat setiap tahunnya.

  1. Sistem penarikan dana

Jika anda membuka rekening tabungan pendidikan anak di bank maka anda harus cek ketentuan dalam hal penyetoran jumlah tabungan serta Bagaimana cara menarik dana tersebut. Setiap bank memiliki ketentuan masing-masing dalam hal ini sehingga penting sekali untuk anda mengetahui bagaimana cara penarikan dana dari tabungan pendidikan anda.

  1. Jumlah Yang Harus Dibayarkan Tiap Bulan

Tetapkan tujuan tabungan untuk pendidikan anak selanjutnya tentukan jumlah setoran bulanan yang sesuai dengan kemampuan anda titik jika uang jaminan terlalu rendah maka akan ada resiko bahwa biaya pendidikan tidak akan mencukupi. Jika simpanan terlalu tinggi, maka hal ini bisa merugikan anggaran rumah tangga Anda. 

Asuransi jiwa menjadi pertimbangan yang penting jika salah satu pihak meninggal dunia karena anda memiliki tabungan pendidikan titik jika hal ini terjadi pertanggungan asuransi jiwa akan membuat dana tabungan tetap aman. maka orang-orang diasuransikan yaitu anak-anak dan keluarga yang ditinggalkan dapat terus bersekolah dengan tenang di masa depan namun perlu diketahui Anda juga harus menunjuk siapa yang akan membayar premi asuransi jiwa. 

  1. Atur Strategi Keuangan Anda

Hal lain yang perlu anda pastikan adalah dengan memastikan seluruh kebutuhan biaya hidup Anda saat ini. Sebaiknya tabungan pendidikan anak tidak membebani biaya anda sehari-hari. Untuk itu mengatur keuangan untuk tabungan pendidikan anak sangatlah penting seperti perhitungan berikut ini:

  •  50% untuk kebutuhan sehari-hari
  •  30% untuk gaya hidup
  •  20% untuk tabungan atau investasi

Perhitungan ini adalah contoh yang bisa anda sesuaikan dengan kondisi keuangan anda. 

Dengan melakukan persiapan seperti yang telah disebutkan di atas, maka anda bisa memilih produk tabungan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Selain itu, besaran biaya yang mungkin anda butuhkan untuk tabungan pendidikan anak di masa mendatang sudah mulai bisa diperhitungkan dari sekarang.

6 Jenis Produk Tabungan Masa Depan Anak

Tabungan pendidikan anak bisa dikumpulkan tidak hanya lewat tabungan di bank, ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mengumpulkan dana pendidikan anak.

  1. Tabungan Konvensional

Untuk mengumpulkan tabungan pendidikan anak, Anda bisa membuka rekening tabungan di bank yang dialokasikan khusus untuk biaya pendidikan anak. Agar tabungan pendidikan anak di bank bisa mencukupi biaya sekolah, maka anda harus disiplin menabung dan konsisten. Kekurangan dari menabung konvensional seperti ini adalah uang tabungan anda akan tergerus oleh biaya administrasi bank biaya tarik tunai dan biaya lainnya. 

Tak hanya itu, suku bunga yang ditawarkan juga tidak terlalu besar, untuk itu penting sekali Anda mengecek suku bunga yang ditawarkan oleh setiap produk tabungan pendidikan anak di bank. Jika anda menabung dalam jangka pendek yaitu kurang dari 2 tahun maka produk tabungan bank konvensional ini cukup baik dipilih daripada Anda harus menabung uang dirumah. Dalam jangka panjang, seperti untuk persiapan sekolah anak dari TK hingga kuliah, maka produk tabungan konvensional ini bisa dibilang cukup menguntungkan.

  1. Tabungan Khusus Pendidikan Anak

Umumnya, tabungan khusus pendidikan anak di bank memiliki jangka waktu tertentu dengan keunggulan yang menarik. Selain itu di beberapa produk tabungan pendidikan juga memiliki fasilitas tambahan seperti asuransi jiwa hingga asuransi kesehatan.

Tabungan pendidikan yang menawarkan fasilitas tambahan seperti asuransi jiwa adalah untuk memudahkan nasabah jika target dana pendidikan anak  belum tercapai namun nasabah telah meninggal dunia. Dengan fasilitas ini maka tabungan pendidikan akan tetap tercapai, sehingga orang tua tidak perlu khawatir jika suatu saat mereka akan meninggal dunia. Pihak bank akan menutup semua cicilan tabungan yang belum Anda bayar jika seandainya Anda meninggal dunia. 

  1. Asuransi Pendidikan Anak

Asuransi pendidikan anak adalah produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi dengan yang memiliki fitur tabungan dana pendidikan sekaligus perlindungan asuransi jiwa atau asuransi kesehatan. ada beberapa hal yang perlu Anda pahami sebelum memutuskan untuk memilih asuransi pendidikan anak sebagai tabungan dana pendidikan

Asuransi pendidikan anak diterbitkan oleh perusahaan asuransi sementara tabungan pendidikan diterbitkan oleh bank. Walaupun premi sudah selesai dibayar, asuransi pendidikan baru bisa dicairkan Jika jatuh tempo atau anda telah meninggal dunia. Sementara pada tabungan pendidikan bisa dicairkan saat Anda menyelesaikan kewajiban menabung atau tidak mampu lagi membayar cicilan.

Potongan untuk mencairkan dana asuransi ini bisa lebih besar daripada tabungan pendidikan jika anda mengambil sebelum waktunya. Meskipun keuntungan atau timbal balik asuransi pendidikan lebih besar, proses asuransi pendidikan ini lebih rumit daripada tabungan pendidikan.

Hal ini bisa menjadi gambaran Jika anda ingin memilih asuransi pendidikan dengan premi kurang lebih 15 tahun serta asumsi dana akan cair sebanyak 3 kali yaitu Saat anak selesai SD tamat SMP dan masuk perguruan tinggi. Di luar hal tadi, asuransi itu tidak akan cair kecuali Anda meninggal dunia.

  1. Tabungan Pendidikan Anak Dengan Reksadana

Salah satu cara yang bisa anda pilih untuk menyiapkan dana pendidikan anak adalah dengan berinvestasi reksadana. Belakangan ini investasi reksadana dipilih banyak orang karena dianggap lebih menguntungkan daripada menabung di bank. Reksadana adalah jenis investasi produk pasar modal yang bisa memberikan keuntungan jangka menengah hingga panjang yang cukup menguntungkan. Reksadana juga dipilih oleh beberapa orang tua yang masih belum paham tentang investasi sehingga Reksadana pasar uang adalah pilihan yang tepat bagi pemula ingin mencoba menginvestasikan uangnya. 

Namun perlu diingat bahwa investasi reksadana ini bukanlah tabungan yang menawarkan hasil yang instan atau keuntungan yang cepat. Anda bisa menikmati keuntungan investasi reksadana ini setelah 3 tahun. maka produk investasi reksadana ini cocok bagi Anda yang ingin mempersiapkan biaya sekolah anak-anak lebih dari 3 tahun.

  1. Deposito

Deposito juga menjadi pilihan beberapa orang tua untuk mengumpulkan tabungan pendidikan anak. Sejumlah uang bisa dimasukkan ke rekening biasa atau dengan deposito uang. Deposito dipilih beberapa orang karena ketentuan mencairkan deposito tidak bisa sembarangan artinya anda tidak bisa mencairkan deposito di waktu-waktu sesuka anda. 

Deposito mirip seperti tabungan berjangka, jika anda menyimpan uang dalam jumlah jumlah besar maka hasil yang anda dapatkan juga cukup besar namun anda hanya bisa mengambil uang deposito di waktu yang sudah disepakati oleh pihak bank dan nasabah.

  1. Investasi emas 

Investasi emas juga adalah salah satu produk tabungan pendidikan anak yang cukup populer dari masa ke masa. Tabungan pendidikan menggunakan emas memiliki harga yang relatif stabil dan cukup mudah untuk dijual. Investasi emas yang bisa anda pilih adalah logam mulia dari Antam atau UBS.

Perbedaan Asuransi Pendidikan Dan Tabungan Pendidikan

Untuk mengumpulkan dana pendidikan anak, Anda bisa memilih beberapa instrumen, seperti asuransi atau tabungan. Kedua cara mengumpulkan dana pendidikan ini membuat Anda mungkin bingung sebenarnya apa perbedaan dari keduanya. Dua hal ini memiliki perbedaan yang mungkin tampak jelas, berikut informasi nya untuk Anda.

AspekAsuransi PendidikanTabungan Pendidikan
DefinisiProduk keuangan dengan proteksi hal yang beresiko. Perlindungan tersebut berupa kerugian finansial, seperti sakit, meninggal dunia, dll.Produk keuangan yang menawarkan anfaat seperti penyimpanan uang aman daripada simpan dirumah. Dengan harapan, uang di bank akan terhindar dari resiko kehilangan.
Tujuan Setoran DanaSetoran dana disebut premi. Premi disetor secara rutin, bisa perbulan, triwulan, semesteran, dll.
Premi meliputi biaya, asuransi, akuisisi, administrasi, uang investasi. Tujuan dibayarkannya premi adalah untuk mendapatkan kepastian atas kerugian kecil di masa mendatang.
Setoran dana pada tabungan untuk mengamankan semua resiko kehilangan yang terjadi. Nasabah akan dikenakan biaya administrasi, tujuannya adalah untuk mendapatkan fasilitas penyimpanan uang di bank.
Pengaruh terhadap AsetAsuransi murni akan mengurangi aset Anda, karena asuransi membutuhkan dana untuk bayar premi sehingga polisnya tetap aktif dan bisa dipakai sewaktu-waktu.Saar menabung di bank, aset kepemilikan nilainya akan bertambah.
Ciri-CiriTingkat resiko lebih besarDisarankan untuk jangka panjangHasil tabungan dana bisa lebih besarAda manfaat proteksi jiwaPunya resiko lebih kecilBagus untuk jangka pendekBunga sekitar 3,5%

Risiko Asuransi Pendidikan Anak

Saat Anda menggunakan asuransi pendidikan untuk anak, maka Anda perlu mengetahui apa ada resiko dari asuransi yang Anda ambil. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui dan mencegah resiko yang mungkin saja terjadi saat Anda mengambil asuransi pendidikan anak. Berikut hal yang bisa Anda ketahui dalam resiko asuransi pendidikan anak.

  • Tidak Paham Isi Polis Asuransi

Polis asuransi umumnya berisi penjelasan yang cukup panjang, sehingga terkadang membuat Anda malas untuk membacanya secara lebih detail. Padahal, Anda perlu membaca dan memahami polis asuransi dengan menyeluruh, lalu tanyakan kepada agen asuransi tersebut perihal informasi di polis yang belum Anda mengerti.

  • Anggap Asuransi Pendidikan sebagai Tabungan

Asuransi pendidikan beda dengan tabungan pendidikan. Asuransi memiliki polis yang berisikan ketentuan dan syarat. Selain itu, Anda juga perlu membayar premi tiap bulan dengan jumlah yang sudah ditentukan.

  • Ada Potongan Biaya

Asuransi pendidikan memiliki potongan biaya dan 5 tahun pertama adalah waktu terjadinya potongan biaya terbesar. Potongan akan membuat dana yang Anda bayarkan menjadi berkurang dan tidak sesuai dengan ekspektasi Anda. 

  • Salah Pilih Instrumen Asuransi

Dalam memilih asuransi, maka jangan mudah tergiur dengan produk yang menjanjikan return tinggi. Semakin tinggi return yang ditawarkan, maka semakin tinggi juga resiko yang perlu Anda pahami. Agar menghindari kesalah, maka pahami juga instrumen asuransi yang diinginkan dan cek return yang dijanjian.

  • Tergiur Asuransi Tambahan

Selain tergiur dengan return yang tambahan, Anda juga perlu menghindari membeli asuransi tambahan yang tidak dibutuhkan. Asuransi tambahan bisa menambah beban Anda dan tidak memahami manfaatnya.

  • Cantumkan Nama Anak yang Tertanggung

Orang tua perlu mencantumkan nama sebagai tertanggung dari polis tersebut, bukan nama anak. Hal ini dikarenakan orang tua adalah pencari nafkah dan orang yang membayar asuransi. Jika orang tua dari anak tersebut meninggal dunia, maka anak bisa mencairkan asuransi dan dimanfaatkan sebagai dana pendidikan anak.

  • Pembayaran Premi Tidak Sesuai

Pada asuransi pendidikan anak, jika investasi yang dilakukan tidak menguntungkan, maka pembayaran premi akan jadi lebih lama dari yang diperkirakan. Pada umumnya, agen asuransi akan menjanjikan pembayaran premi singkat. Namun, jika investasi tersebut tidak sesuai dengan harapan, maka Anda perlu membayar premi lebih lama dari yang dijanjikan.

Simulasi Perhitungan Dana Pendidikan Anak

Pembiayaan untuk tabungan pendidikan anak harus disiapkan sedini mungkin. Untuk itu jangan sampai Anda tidak mempersiapkan tabungan pendidikan anak, karena pendidikan anak adalah salah satu hal yang bisa mendukung tumbuh kembang anak.  Dengan simulasi perhitungan dana pendidikan anak dibawah ini semoga bisa membantu Anda dalam mengumpulkan tabungan sekolah anak. Berikut adalah cara menghitung tabungan pendidikan anak:

  • Riset Sekolah

Ada banyak sekali pilihan untuk sekolah anak dari sekolah negeri, sekolah swasta, sekolah nasional plus hingga standar internasional. Berbagai jenis sekolah yang Anda pilih tentu memiliki biaya yang bervariasi, untuk itu penting sekali melakukan riset sebelum memutuskan mendaftarkan sekolah, hingga menabung untuk dana pendidikan anak. Anda bisa mengecek biaya pendidikan anak dengan cara meminta harga rincian yang termasuk uang pangkal hingga uang biaya bulanan.

  • Pendidikan Saat Ini

Pertama yang perlu Anda lakukan adalah dengan membagi perhitungan menurut tingkat pendidikan yaitu TK, SD, SMP, SMA, Universitas. Hal ini penting karena setiap tingkat pendidikan memiliki waktu dan biaya yang berbeda-beda juga. 

  • Hitung Dana Pendidikan Masa Depan

Biaya sekolah anak akan meningkat setiap tahunnya, maka dari itu sangat penting untuk menghitung biaya sekolah di masa depan sesuai dengan kapan anak mau mulai sekolah.

Tingkat PendidikanLama SekolahPerkiraan WaktuBiaya Pendidikan
Biaya Saat IniBiaya Masa depan (Asumsi kenaikan 10%)
PAUD1 Tahun1 TahunRp 8.500.000Rp 9.350.000
TK2 Tahun2 TahunRp 12.500.000Rp 15.000.000
SD6 Tahun4 TahunRp 27.000.000Rp 37.800.000
SMP3 Tahun9 TahunRp 30.000.000Rp 57.000.000
SMA3 Tahun13 TahunRp 32.000.000Rp 73.000.000
Universitas4 Tahun15 TahunRp 40.000.000Rp 100.000.000
Rp 150.000.000Rp 292.750.000

Kalkulator Biaya Pendidikan Anak

Kalkulator biaya pendidikan bisa membantu Anda untuk membuat estimasi biaya pendidikan anak. Dengan rumus atau format perhitungan dibawah ini semoga bisa membantu Anda dalam menghitung. Format kalkulator biaya pendidikan anak dibawah ini dikutip dari halaman situs sikapiuangmu OJK.

Jenjang Pendidikan :

Target Mulai Pendidikan : tahun mendatang

Biaya Pendidikan Saat Ini (/tahun) :

Inflasi Tahunan : %

Bunga Tabungan Pendidikan : %

Hasil Perhitungan Tabungan Pendidikan

Target Mulai Pendidikan : tahun mendatang

Total biaya diperlukan sebesar :

Setoran perbulan :

Grafik di atas merupakan nilai total akumulasi per Tahun tabungan

setelah dihitung dengan pendapatan bunga dan nilai inflasi

Contoh Cara Menghitung Kenaikan Biaya Pendidikan

Dalam perhitungan biaya pendidikan, maka sebaiknya Anda simulasikan dengan kenaikan biaya pendidikan jika terjadi inflasi. Dengan contoh cara menghitung kenaikan biaya pendidikan dari TK / PAUD hingga kuliah, maka berikut simulasi dan estimasi perhitungan biaya tabungan yang Anda butuhkan.

  • Untuk PAUD = 1 x 10% = 10% x Rp8.500.000 = Rp850.000

                                = Rp8.500.000 + Rp850.000 = Rp9.350.000

  • Untuk TK (mulai masuk usia 5 tahun) = 2 x 10% =  20% x Rp12.500.000 = Rp2.500.000

                                = Rp12.500.000 + Rp2.500.000 = Rp15.000.000

  • Untuk SD (mulai masuk usia 7 tahun) = 4 x 10% = 40% x Rp27.000.000 = Rp10.800.000

                                = Rp27.000.000 + Rp10.800.000 = Rp37.800.000

  • Untuk SMP (mulai masuk usia 12 tahun) = 9 x 10% = 90% x Rp30.000.000 = Rp27.000.000

                                 = Rp30.000.000 + Rp27.000.000 = Rp57.000.000

  • Untuk SMA (mulai masuk usia 16 tahun) = 13 x 10% = 130% x Rp32.000.000 = Rp41.600.000

                                 = Rp32.000.000 + Rp41.600.000 = Rp73.600.000

  • Untuk kuliah S1 (mulai masuk usia 18 tahun) = 15 x 10% = 150% x Rp40.000.000 = Rp60.000.000

                                 = Rp 40.000.000 + Rp60.000.000 = Rp100.000.000.

Semoga perhitungan simulasi dana pendidikan anak ini bisa membantu Anda dalam pengumpulan biaya sekolah hingga ke universitas.

Kumpulkan Dana Pendidikan Mulai Sekarang!

Bagi Anda yang masih bingung untuk mengumpulkan dana pendidikan anak karena keterbatasan keuangan maka bisa menambah pendapatan seperti membangun usaha kecil dan menengah. Hal ini bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin memiliki bisnis sendiri sekaligus penghasilan tambahan. 

Namun, modal untuk membangun bisnis terkadang tidaklah sedikit. Untuk itu, Danamas hadir untuk memberikan pinjaman modal usaha dengan suku bunga rendah. Sebagai fintech lending yang berada di naungan Sinar Mas Group, Danamas siap menjadi solusi untuk kebutuhan modal bisnis. 

Seluruh aktivitas Danamas sudah berizin dan diawasi oleh OJK.  Jadi, memilih fintech lending aman dan terpercaya harus jadi pertimbangan awal sebelum Anda membangun sebuah bisnis lewat pinjaman online terpercaya untuk modal usaha. Danamas mampu memberikan pinjaman hingga Rp 2 miliar yang bisa Anda gunakan untuk memperbesar bisnis kecil. 

Bisa dibayangkan, akan seberapa majunya bisnis Anda jika memiliki modal usaha sebesar itu? Ajukan pinjaman beragunan properti dari Danamas dengan mengunduh aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis di App Store atau Play Store.

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

dana-pendidikan

4 Cara Dapat Bantuan Dana Pendidikan, Sekolah Gratis!

Setiap orangtua pasti menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya, termasuk dalam hal pendidikan. Bahkan ada yang sudah merencanakan pendidikan yang bagus untuk buah hatinya sejak TK sampai perguruan tinggi. Hal tersebut direncanakan secara matang karena memang dana pendidikan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Sehingga penting sekali menyiapkan uang untuk pendidikan sejak dini.

Mengatur keuangan memang tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi sekolah dengan fasilitas bagus, biasanya diimbangi dengan biaya spp yang tinggi. Mempersiapkan dana pendidikan perlu strategi yang tepat. Setiap kebutuhan harus dibuat rinci dan direncanakan sejak awal, agar bisa mempersiapkan anggaran dengan matang dan memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak.

Karena memang pendidikan adalah salah satu hal sangat penting. Dengan pendidikan yang baik, diharapkan buah hati bisa meraih cita-cita dan memperbaiki masa depan. Artikel ini akan membahas bagaimana cara tepat untuk mengumpulkan biaya pendidikan yang dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan dana pendidikan. 

Apa Itu Dana Pendidikan 

Dana pendidikan adalah sejumlah biaya atau dana yang akan disiapkan untuk keperluan biaya pendidikan, baik untuk diri sendiri maupun anak. Penting untuk memikirkan hal tersebut sejak awal karena adanya nilai pertumbuhan inflasi. Begitu juga dengan biaya pendidikan, akan terus naik tiap tahunnya, sehingga sangat penting untuk mempersiapkan biaya sekolah sedari dini. 

Walaupun pendidikan bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan tapi melalui jenjang pendidikan tinggi, maka seseorang bisa melewati gerbang awal menuju masa depan yang lebih cerah. Karena alasan itulah tak sedikit orang tua yang rela berjuang dan menabung agar mampu menyediakan kebutuhan pendidikan terbaik bahkan sampai ke perguruan tinggi.

Karena sekarang ini biaya pendidikan terbilang mahal. Bahkan harus menyiapkan sampai ratusan juta rupiah atau bahkan lebih. Oleh karena itu, sebaiknya mulailah mencicil dana pendidikan sedini mungkin. Dengan demikian persiapan untuk pendidikan anak lebih terjamin.

4 Cara Mencari Bantuan Dana Pendidikan Dari Pemerintah 

Salah satu bentuk perhatian Pemerintah pada masyarakat adalah memberikan biaya pendidikan. Hal ini tentu saja menjadi berita baik, terutama untuk orang tua yang memiliki kendala ekonomi untuk menyekolahkan anaknya. Berikut adalah rincian bantuannya:

1. Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Bantuan KIP pasti sudah tidak asing ditelinga. Program ini memberikan bantuan tunai pendidikan ke anak usia sekolah mulai dari 6-12 tahun. Para peserta didik yang berhak menerima adalah mereka dari keluarga miskin, rentan miskin: pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), penyandang disabilitas, yatim piatu dan korban bencana alam/musibah. 

Agar bisa memperoleh bantuan biaya pendidikan, peserta didik dapat menyiapkan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau SKTM bila tidak memiliki KKS, surat pemberitahuan penerimaan BSM dari Kepala Sekolah/Madrasah dan rapor hasil belajar

2. Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Dana BLT adalah bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan tersebut diberikan ke anak-anak jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Syarat dan kriteria untuk mendapatkan bantuan pendidikan ini adalah:

  • Mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP)
  • Terdaftar di Lembaga pendidikan formal atau nonformal sesuai daerah masing-masing
  • Pemilik KIP harus sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Lembaga Pendidikan
  • Untuk keluarga yang belum memiliki KIP, anda bisa mendaftar di lembaga dinas pendidikan terdekat dengan membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
  • Bagi siswa yang tidak memiliki KKS, maka orang tua harus meminta surat keterangan tidak mampu (SKTM) di RT/RW sampai kelurahan untuk didaftarkan ke dinas pendidikan.

3. Program Indonesia Pintar (KIP)

Bantuan ini berupa uang tunai, perluasan akses dan kesempatan belajar dari Pemerintah untuk peserta didik dan mahasiswa dari keluarga miskin atau rentan miskin guna membiayai pendidikan menggunakan KIP. Syarat dan kriteria untuk memperoleh biaya pendidikan ini adalah:

  1. Peserta didik pemegang KIP
  2. Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dan atau dengan pertimbangan khusus, seperti:
  • Peserta didik dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan
  • Peserta didik dari keluarga pemegang kartu Keluarga Sejahtera
  • Peserta didik status yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan
  • Peserta didik yang terkena dampak bencana alam
  • Peserta didik yang tidak sekolah (drop out) yang diharapkan sekolah kembali
  • Peserta didik yang mengalami kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua yang mengalami pemutusan kerja, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, ada di Lembaga Pemasyarakatan, memiliki lebih dari 3 saudara yang tinggal serumah
  • Peserta di lembaga kursus atau satuan pendidikan non formal lain.

4. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

BOS atau bantuan operasional sekolah digunakan untuk membantu sekolah di Indonesia agar bisa memberikan pembelajaran optimal. Jadi biaya pendidikan BOS adalah bantuan tunai yang dipakai untuk keperluan sekolah seperti pemeliharaan sarana prasarana sekolah, kebutuhan penunjang belajar, membeli alat multimedia demi menunjang kegiatan belajar mengajar dan lainnya.

Yang perlu diketahui, dana BOS yang didapat tiap sekolah berbeda-beda, hal itu tergantung dari tingkatan sekolah dan jumlah peserta didik yang terdaftar di NISN Dapodik. Syarat dan kriteria yang harus dimiliki berdasarkan Permendikbud No 8 Tahun 2020, adalah

  • Satuan pendidikan harus sudah terdaftar di Dapodik ketika batas cut off dilakukan
  • Satuan pendidikan harus mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
  • Satuan pendidikan bukan termasuk Satuan Pendidikan Kerjasama
  • Jumlah siswa yang terdaftar lebih dari atau sama dengan 60 orang selama 3 tahun berturut-turut.
  • Satuan pendidikan memiliki izin operasional aktif khusus untuk sekolah swasta.

Syarat dan kriteria tersebut tidak berlaku untuk sekolah swasta yang mematok iuran pendidikan mahal, sekolah yang kurang diminati masyarakat sampai sekolah yang sengaja membatas jumlah siswa/i untuk memperoleh dana BOS.

Perhitungan Dana Pendidikan 

Setelah anda tau kalau biaya pendidikan itu mahal, selanjutnya adalah mengetahui penghitungan dan nominal yang harus dipersiapan. Dengan tau kisaran anggaran yang diperlukan, anda sebagai orang tua bisa memperhitungkan uang yang harus disisihkan tiap bulan. Walaupun tergantung dari sekolah yang dipilih, tapi berikut adalah hitungan rata-rata biaya pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi jika saat ini anak berumur 1 tahun.

Jenjang PendidikanBiaya Uang Pangkal (Rp)Tahun Pengumpulan Nominal Anggaran Per Bulan (Rp)
TK10 juta3 tahun278.000
SD18 juta5 tahun300.000
SMP28 juta11 tahun212.000
SMA38 juta14 tahun245.000
Perguruan Tinggi60 juta17 tahun295.000
Total Anggaran per Bulan1.330.000

6 Kesalahan Dalam Mempersiapkan Pendidikan 

Ternyata ada kesalahan yang biasa dilakukan oleh orang tua saat mengumpulkan biaya pendidikan anak. Untuk menghindari hal tersebut terjadi atau bahkan menghambat prosesnya. Berikut adalah beberapa kesalahan yang harus dihindari ketika mengumpulkan uang untuk pendidikan anak:

1. Keliru Hitung Inflasi

Yang pertama adalah tidak cermat memperhatikan inflasi. Biaya pendidikan rutin naik dengan rasio tertentu tiap tahunnya. Hal tersebut penting diperhatikan agar rancangan rencana tidak meleset dari hitungan. 

Walaupun tidak selalu begitu, tapi ada sekolah swasta yang menaikkan uang pangkalnya 20% tiap tahun. Untuk bisa mengetahui kisaran kenaikan, carilah informasi biaya pendidikan di sekolah incaran selama 5 tahun terakhir dan hitung perkiraan kenaikannya beberapa tahun ke depan. 

2. Tak Cermat Tentukan Instrumen Investasi

Investasi bisa dijadikan salah satu alternatif untuk mengumpulkan uang  pendidikan. Namun, jika anda salah tentukan pilihan instrumen investasi, malah bisa menjadi bumerang dan mengacaukan rencana persiapkan dana untuk anak-anak. Misalnya anda memilih instrumen saham yang berisiko tinggi, ternyata nilai dana yang tersimpan mengalami penurunan. Padahal dananya ingin segera dipakai untuk membayar pendidikan.

3. Tak Diterima Di Sekolah Impian

Hal lain yang bisa mengacaukan rencana biaya pendidikan adalah gagal diterima di sekolah impian. Karena hal ini bisa membuat anak memilih sekolah lain dengan biaya lebih mahal dari yang sudah dianggarkan. Sehingga orang tua harus mengeluarkan uang lebih banyak. Untuk antisipasi hal tersebut, anda bisa menyiapkan biaya dengan perkiraan perhitungan tertinggi di antara sekolah unggulan yang diincar. 

4. Terlambat Siapkan Dana Pendidikan

Ketika anda cepat menyiapkan biaya pendidikan, nominal yang harus disisihkan tiap bulannya jadi lebih terjangkau. Dan hal ini tentu saja membuat beban keuangan lebih ringan dan meningkatkan peluang tujuan finansial bisa tercapai tepat waktu.

5. Sepelekan Diversifikasi Investasi

Jangan sepelekan lakukan diversifikasi di portofolio. Anda bisa memilih lebih dari 1 produk investasi dengan risiko yang juga berbeda dan menyesuaikan jangka waktu agar memperoleh imbal hasil maksimal. Misal biaya masuk TK akan dipakai dalam waktu dekat. Maka pilihlah instrumen investasi risiko rendah dan nilai stabil seperti reksadana atau deposito. Sedangkan untuk biaya masuk kuliah 10 tahun lagi, saham atau reksadana bisa jadi pilihan tepat karena untung yang diperoleh besar.

6. Salah Perkirakan Waktu Pendidikan

Jika sekarang usia anak 1 tahun, maka ada 5 tahap waktu yang harus diperhatikan. Yaitu biaya masuk TK/Playgroup, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Pilihlah instrumen investasi yang tepat dengan menyesuaikan jangka waktu anak masuk ke jenjang pendidikan. Jadi aktivitas investasi bisa berjalan optimal sesuai tujuan finansial.

Manfaat Mengumpulkan Dana Pendidikan

Tiap orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan kehidupan terbaik bagi anak-anaknya. Hal ini termasuk dalam hal pendidikan. Memberikan bekal pendidikan karakter dari rumah dan sekolah merupakan salah satu kewajiban orang tua terhadap anak. Tapi untuk memenuhi segala kebutuhan, tentu memerlukan uang yang tak sedikit. 

Tak hanya itu saja, biaya pendidikan selalu mengalami kenaikan tiap tahun ajaran baru. Di Indonesia, rata-rata inflasi biaya pendidikan adalah 10-15% per tahun. Oleh karena itu, para orang tua sebaiknya menyiapkan biaya pendidikan sedini mungkin, agar makin sedikit biaya yang dikeluarkan saat anak mulai sekolah nanti.

6 Jenis Investasi untuk Dana Pendidikan 

Agar bisa menyediakan biaya pendidikan untuk anak-anak sampai ke bangku kuliah, tak sedikit orang yang menanamkan uangnya di instrumen investasi. Ada beberapa contoh instrumen yang tersedia dan bisa dipilih sesuai dengan tujuan investasi, yaitu:

1. Deposito

Deposito merupakan tabungan berjangka. Deposito tidak bisa Anda ambil semaunya, karena ada waktu tertentu. Deposito bisa menjadi investasi yang cukup aman dan efisien dan bunga yang ditawarkan juga dapat digunakan untuk biaya pendidikan. 

2. Reksadana 

Reksadana merupakan salah satu investasi yang dapat Anda gunakan untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak. Selain minim resiko, reksadana juga dikelola oleh manajer investasi yang profesional, Anda tidak perlu khawatir karena aman, asalkan reksadana atau pengelola yang Anda pilih sudah mendapatkan izin dari OJK. terdapat 4 jenis reksadana yang dapat Anda pilih, sesuaikan dengan profil risiko Anda. 

3. Emas 

Emas bisa menjadi salah satu investasi yang tepat untuk menyiapkan biaya pendidikan. Dengan banyaknya peminat emas, maka harga akan cenderung naik dan stabil. Pembelian emas pun dapat dengan mudah melalui platform online. Semakin dini Anda berinvestasi emas maka keuntungan yang didapat juga semakin besar sehingga cocok untuk mempersiapkan biaya pendidikan. 

4. Sukuk Ritel

Sukuk ritel adalah surat berharga syariah yang diterbitkan dan penjualannya diatur Departemen Keuangan. Di instrumen ini, Pemerintah memilih agen penjual dan konsultasi hukum sukuk ritel. Agen penjual wajib mempunyai komitmen terhadap Pemerintah untuk mengembangkan pasar sukuk dan juga berpengalaman menjual produk keuangan syariah.

Tenor sukuk ritel biasanya 3 tahun dengan imbalan bagi hasil yang sifatnya tetap sepanjang periode investasi. Kelebihan skema tersebut adalah sukuk bisa diperjualbelikan jadi kepemilikannya bisa berpindah tangan dengan nilai benefit sama. Karena tenornya 3 tahun, jadi cocok untuk investasi jangka pendek.

5. Tabungan Pendidikan

Banyak lembaga keuangan yang menawarkan rekening khusus untuk tabungan pendidikan. Benefit yang diberikan berbeda dengan tabungan biasa, jadi pastikan kelebihannya lebih banyak sebelum anda memilih jenis rekening ini. Tabungan pendidikan dapat dimulai dengan nominal kecil dan ini tentunya menguntungkan karena anda bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan.

6. Tabungan Biasa

Anda bisa membuka rekening tabungan yang ditujukan khusus untuk buah hati. Cara ini adalah yang paling sederhana dan sebaiknya dilakukan secepat mungkin, bahkan bisa dilakukan sejak anak anda lahir. Jangan lupa untuk setorkan uang secara rutin.

Cara Menghitung Tabungan Dana Pendidikan & Perkiraan Biaya

Agar persiapan pendidikan anak berjalan lancar, anda bisa menghitung nominal tabungan pendidikan yang harus dipersiapkan. Setidaknya biaya pendidikan harus dihitung 18 tahun ke depan. Jadi minimal anak memperoleh pendidikan sampai bangku universitas. Idealnya tabungan biaya pendidikan ini dihitung termasuk dengan inflasi yang mungkin terjadi tiap tahun. Berikut adalah contoh kalkulator dana pendidikan anak:

1. Perkiraan Tabungan Untuk TK

Uang pangkal = Rp 5.000.000

Periode sekolah = 2 tahun

Target pencapaian = 3 tahun

Inflasi 8% = Rp 6.298.560 (tambahkan 8% sebanyak 3x)

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 6.298.560 : 36 bulan = 

Rp 174.960

2. Perkiraan Tabungan Untuk SD

Uang pangkal = Rp 10.000.000

Periode sekolah = 6 tahun

Target pencapaian = 5 tahun

Inflasi 8% = Rp 14.693.281

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 14.693.281 : 60 bulan = 

Rp 244.888

3. Perkiraan Tabungan Untuk SMP

Uang pangkal = Rp 15.000.000

Periode sekolah = 3 tahun

Target pencapaian = 11 tahun

Inflasi 8% = Rp 34.974.585

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 34.974.585 : 132 bulan = 

Rp 264.959

4. Perkiraan Tabungan Untuk SMA

Uang pangkal = Rp 20.000.000

Periode sekolah = 3 tahun

Target pencapaian = 14 tahun

Inflasi 8% = Rp 58.743.872

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 58.743.872 : 168 bulan = 

Rp 349.666

5. Perkiraan Tabungan Untuk Perguruan Tinggi

Uang pangkal = Rp 100.000.000

Periode sekolah = 4 tahun

Target pencapaian = 17 tahun

Inflasi 10% = Rp 58.743.872

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 505.447.028 : 204 bulan = 

Rp 2.477.628

Dari rincian tersebut, maka total biaya pendidikan yang harus disiapkan adalah:

  • Total uang pangkal = Rp 150.000.000
  • Total biaya setelah inflasi = Rp 620.157.327

Jadi tiap bulan paling tidak anda menabung Rp 3.512.154

Tips Persiapkan Dana Pendidikan

Dalam mempersiapkan dana pendidikan tentu prosesnya tidak mudah. Karena ada banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Agar anda tidak salah langkah dan bisa mengumpulkan uang sesuai dengan perencanaan. Berikut adalah tips yang bisa anda terapkan:

1. Menyusun Strategi Pendidikan 

Sejak awal penting untuk menyusun strategi pendidikan. Anda ingin menyekolahkan di sekolah apa, misal kurikulum nasional atau internasional, bagaimana lingkungannya, fasilitas yang tersedia. Lakukan survei supaya Anda memiliki gambaran sekolah seperti apa yang ingin anak Anda tempuh. 

2. Estimasi Biaya 

Setelah Anda mengetahui sekolah yang ingin dituju, maka langkah selanjutnya adalah membuat estimasi pengeluaran setiap jenjangnya. Rencanakan dengan matang sampai kapan Anda akan membiayai pendidikan tersebut. 

3. Asuransi Pendidikan

Selain ada asuransi kesehatan dan jiwa, asuransi pendidikan merupakan salah satu produk yang memiliki fitur tabungan dana. Ada 2 jenis asuransi pendidikan yang bisa dipilih, yakni: 

  • Asuransi pendidikan dwiguna: menawarkan fasilitas tabungan pendidikan yang dapat dicairkan pada periode tertentu sesuai dengan kesepakatan pihak tertanggung dan pihak asuransi.
  • Asuransi unit link: asuransi ini menggabungkan adanya layanan asuransi dan investasi. Hasil investasi ini diserahkan secara bertahap sesuai dengan jenjang sekolah anak. 

Baca Juga: 5 Challenge Menabung Yang Bikin Kaya

Mengajukan Pinjaman untuk Dana Pendidikan

Memang biaya pendidikan tidaklah murah, dan setiap tahunnya mengalami kenaikan. Selain berinvestasi, Anda juga dapat mengajukan pinjaman untuk kebutuhan dana pinjaman. Danamas p2p Lending menyediakan pinjaman dana tunai tanpa agunan yang dapat Anda ajukan untuk kebutuhan biaya pendidikan dengan limit pinjaman hingga Rp. 7,5 juta.

Selain itu, apabila Anda memiliki properti yang tidak terpakai dan ingin mengembangkan usaha sekaligus sebagai pinjaman untuk biaya pendidikan, Anda bisa mengajukan melalui Danamas yang dapat memberikan pinjaman hingga Rp 2 miliar. Masa tenor yang diberikan mulai dari 1 sampai 10 tahun.Pinjaman online terpercaya ini memproses pinjaman dengan aman karena sudah terdaftar dan berizin OJK. Yuk simulasikan pinjaman dan nilai properti di website Danamas menggunakan kalkulator simulasi properti dan kalkulator pinjaman untuk hitung pinjaman dan angsuran dari properti yang anda miliki. Agar proses peminjaman lebih praktis, download Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis di smartphone segera! Untuk info lebih lengkap, klik DISINI!

pengertian-sinking-fund

Sinking Fund: Pengertian, Fungsi, Contoh & Cara Menghitungnya

Sinking fund adalah salah satu hal yang sering terlupakan, padahal hal ini sangat penting dalam perencanaan keuangan. Sinking fund seringkali disamakan dengan dana darurat namun keduanya memiliki pemahaman yang berbeda. Hal ini karena sinking fund dan dana darurat memiliki manfaat masing-masing yang berbeda. Dengan adanya sistem perencanaan seperti sinking fund ini maka anda bisa lebih siap dalam menghadapi berbagai kondisi finansial kedepannya.

Perencanaan keuangan yang baik dan matang bisa memberikan dampak positif bagi kehidupan anda. Perencanaan keuangan ini bermanfaat untuk persiapan secara finansial dalam menghadapi situasi dan kondisi yang tidak bisa ditebak untuk masa depan. Maka dari itu sinking fund adalah aspek yang tidak bisa dilewatkan dalam proses perencanaan pengelolaan uang.

Bagi sebagian orang masih belum paham apa itu sinking fund maka dari itu Anda bisa simak artikel di bawah ini yang mengulas banyak tentang sinking fund. Ulasan tentang sinking fund meliputi pengertian sinking fund, perbedaan sinking fund dengan dana darurat, fungsi sinking fund, contoh sinking fund dan cara menghitung sinking fund atau rumusnya. Simak uraian informasi lengkap tentang sinking fund di bawah ini.

Apa Itu Sinking Fund

Istilah sinking fund memang jarang digunakan dan terdengar di masyarakat apabila dibandingkan dengan istilah dana darurat. Akan tetapi, sebenarnya masyarakat sudah mempraktekkan secara langsung konsep menabung yang satu ini.

Sinking fund adalah anggaran keuangan yang khusus dibuat untuk memenuhi suatu kebutuhan atau kepentingan di masa depan. Oleh karena itu, tujuan dari sinking fund akan berbeda-beda pada setiap orang karena menyesuaikan dengan kebutuhan pribadi masing-masing, seperti untuk memulai bisnis, menikah, persiapan liburan, renovasi rumah, membeli mobil, pendidikan anak dan lain sebagainya.

Dari pengertian diatas, dapat dilihat bahwa sinking fund merupakan dana yang bisa anda gunakan tanpa harus merasa bersalah, karena anda memang sengaja mengumpulkannya dan ini diluar dari kebutuhan pokok. Walaupun berbeda dengan dana darurat, akan lebih baik jika anda untuk mempersiapkan keduanya, karena keduanya mempunyai manfaatnya masing-masing.

Fungsi Sinking Fund

Dengan memiliki sinking fund, hal ini dapat mencegah gangguan pada arus kas anda, sehingga anda tetap bisa merealisasikan kebutuhan lainnya tanpa mengganggu keuangan anda. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari sinking fund:

1.     Mempersiapkan Keinginan atau Kebutuhan dalam Jangka Panjang

Fungsi pertama dari sinking fund adalah anda bisa mempersiapkan dana untuk memenuhi keinginan di masa depan. Anda bisa memikirkan keinginan atau kebutuhan jangka panjang dan mempersiapkannya melalui sinking fund tanpa mengganggu kondisi finansial.

2.     Menghindarkan Diri dari Hutang

Dengan mengalokasikan sinking fund secara rutin, hal ini bisa menghindarkan anda dari terlilit hutang. Walaupun anda tidak bisa langsung memenuhi keinginan atau kebutuhan anda, tetapi anda bisa mengetahui kapan keinginan tersebut bisa anda capai.

3.     Jangka Waktu Pencapaian yang Lebih Jelas

Dengan sinking fund, anda mempunyai jangka waktu yang lebih jelas untuk mencapai keinginan anda, karena anda sendiri yang  menargetkan keinginan tersebut.

4.     Menabung untuk Banyak Keinginan secara Bersamaan

Anda bisa menabung untuk banyak keinginan sekaligus dengan mengalokasikan sinking fund. Contohnya, anda bisa menabung Rp20 juta selama 2 tahun untuk membeli hunian. Tetapi sebenarnya disaat yang bersamaan, anda bisa menabung Rp 12 juta dan Rp 8 juta selama 4 tahun untuk membeli hunian dan kendaraan pribadi.

Perbedaan Sinking Fund & Dana Darurat

Seperti yang sudah disampaikan diatas, bahwa masih banyak orang yang menganggap sinking fund sama dengan dana darurat. Berikut adalah perbedaan dari sinking fund dan emergency fund (dana darurat).

Sinking FundEmergency Fund (Dana Darurat)
Sinking Fund adalah biaya yang anda persiapkan untuk kebutuhan di masa mendatang.Emergency fund atau dana darurat adalah aset yang stabil dan likuid yang bisa anda gunakan saat dalam keadaan darurat.
Sinking fund biasanya berupa sejumlah uang.Emergency fund atau dana darurat dapat berupa emas yang sifatnya lebih stabil dan cukup likuid untuk dijual dalam waktu cepat.
Sinking fund biasanya digunakan untuk menjaga supaya nilai aset tetap stabilSeperti namanya, emergency fund digunakan untuk mengatasi atau memenuhi kebutuhan darurat yang mendesak, contohnya seperti saat anda sedang kehilangan pekerjaan.

Pentingnya Mengumpulkan Sinking Fund 

Adanya Sinking fund tentu memiliki tujuan yang bermanfaat bagi kehidupan. Dari penjelasan diatas, mengumpulkan sinking fund sama pentingnya dengan dana darurat. Berikut ini alasan kenapa penting bagi anda untuk mengumpulkan sinking fund.

1.     Dapat Menciptakan Keuangan Yang Lebih Baik Dan Sehat

Dengan mengumpulkan sinking fund anda bisa memiliki keuangan pribadi yang sehat, karena anda telah merencanakan kebutuhan apa saja yang ingin dibeli, sehingga hal ini akan membantu agar keuangan anda tetap sehat dan terkelola dengan baik.

2.     Mengurangi Utang

Potensi anda untuk berhutang semakin berkurang, karena anda sudah mempunyai atau menyiapkan dana tersendiri.

3.     Bersenang-Senang Tanpa Rasa Bersalah

Dengan mengumpulkan sinking fund berarti anda sudah mengalokasikan anggaran sejak awal, sehingga anda bisa bersenang-senang tanpa merasa bersalah karena sudah menyiapkannya sejak awal dan anda tidak perlu menggunakan uang tabungan atau dana darurat untuk bersenang-senang.

Cara Membuat Sinking Fund

Jika anda berencana untuk membuat Sinking fund maka perlu memperhatikan beberapa hal penting berikut ini.  Dalam membuat simpan Anda membutuhkan tujuan hingga target yang ingin dicapai.  untuk lebih lengkapnya Anda bisa melihat cara membuat skin fan seperti dibawah ini.

1.     Menentukan Tujuan Keuangan

Hal pertama yang bisa anda lakukan untuk mengumpulkan sinking fund adalah dengan membuat daftar yang berisi apa saja kebutuhan atau keinginan anda. Apabila anda perlu menyiapkan sinking fund dalam satu waktu, anda bisa mendahulukan kebutuhan yang perlu dipersiapkan dalam waktu singkat.

2.     Membuka Rekening Khusus

Anda juga bisa membuat rekening khusus untuk menempatkan sinking fund, sehingga dana tersebut tidak bercampur dengan dana lainnya.

3.     Menentukan Target Jumlah Sinking Fund

Selanjutnya adalah menentukan jumlah sinking fund, supaya dana yang terkumpul efektif dan anda bisa melakukan estimasi dengan akurat.

4.     Tetapkan Jumlah Dana Yang Akan Disisihkan Secara Rutin

Setelah menentukan nominal target sinking fund, maka selanjutnya anda bisa menetapkan jumlah uang yang harus anda sisihkan secara rutin.

5.     Menambah Jumlah Penghasilan

Setelah mengetahui jadwal dan total biaya yang diperlukan, maka selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah konsisten untuk menabung. Kamu juga mencari tambahan penghasilan supaya keinginan dan kebutuhan tersebut bisa tercapai lebih cepat.

Contoh Sinking Fund

Contoh Sinking fund adalah misal ada seseorang yang berencana menyisihkan dana sebesar Rp 1,5 juta dari pendapatan per bulannya selama 5 tahun dengan tingkat suku bunga yaitu 6%. Dana tersebut rencananya akan dipakai untuk pelunasan utang yang baru dan diambil untuk proyek ekspansi yang sedang berlangsung.

Maka jumlah sinking fund yang bisa disisihkan oleh padi selama 5 tahun adalah Rp 244.580.155. Dari nominal tersebut jika seandainya orang tersebut berhutang senilai Rp 250.000.000 selama 5 tahun untuk proyek ekspansi maka saat jatuh tempo Ia hanya perlu menambahkan uang kas senilai  Rp 541 9844. Contoh sinking fund di atas adalah contoh secara umum yang bisa anda aplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari disesuaikan dengan pendapatan. 

Cara Menghitung Sinking Fund

Sebenarnya tidak ada rumus yang pasti untuk menentukan sinking fund, karena jumlah sinking fund setiap orang tentunya akan berbeda-beda berdasarkan keinginan atau tujuan keuangan masing-masing. Sebelum menghitung jumlah sinking fund yang perlu disisihkan, pertama-tama anda harus mengetahui alokasi keuangan utama anda terlebih dahulu, dan sisanya bisa dianggarkan untuk sinking fund.

Misalkan anda ingin membeli rumah dengan harga sekitar Rp 450 juta, sedangkan penghasilan bulanan anda sebesar Rp 40 juta. Maka anda bisa coba menghitungnya dengan cara sebagai berikut:

Alokasi Keuangan:

–        Kebutuhan Pokok   30%

–        Investasi                 10%

–        Dana Darurat          20%

–        Donasi                     10%

–        Sinking Fund           30%

Berdasarkan situasi diatas, maka rumus sinking fund adalah 30% x penghasilan, berarti anda harus mengalokasikan dana 30% dari gaji untuk membeli rumah.

30% x Rp 40 juta = Rp 12 juta.

Berdasarkan rumus tersebut, jadi jumlah sinking fund yang harus anda sisihkan setiap bulan sejumlah Rp 12 juta selama kurang lebih 38 bulan untuk membeli rumah yang anda inginkan.

Dapatkan Modal Usaha Tepat Untuk Usaha Cermat!

Dari pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sinking fund adalah dana yang perlu anda persiapkan untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan di masa depan seperti keperluan untuk menikah, persiapan liburan atau membuka bisnis. Apabila anda membutuhkan modal untuk menjalankan usaha, selain dengan mengumpulkan sinking fund anda juga bisa mendapatkan tambahan dana dari pihak lain karena saat ini banyak sekali platform yang bisa memberikan anda pinjaman dana. 

Salah satunya adalah Danamas, platform pinjaman multiguna yang sudah diawasi dan mendapatkan izin dari OJK. Melalui Danamas, anda bisa mendapatkan tambahan modal hingga 2 miliar rupiah dengan jaminan properti. Pengajuan bisa anda ajukan dengan praktis serta bisa diakses kapanpun dan dimanapun melalui aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis

Untuk lebih memudahkan Anda, coba simulasikan cicilan di kalkulator simulasi kredit. Ada juga kalkulator pinjaman untuk cek nilai properti yang Anda agunkan. Selengkapnya bisa Anda akses di website kami disini untuk pinjaman online umkm terpercaya!

rumus-bunga-majemuk

Bunga Majemuk: Pengertian, Rumus & Bedanya Dengan Bunga Tunggal

Ketika anda menabung disebuah bank, ada kalanya anda mendapatkan sebuah bunga. Tak hanya menabung saja, ketika anda meminjam uang pun bunga pasti akan selalu ada. Dalam proses investasi atau pinjaman dana, sering kali kita mendengar bunga majemuk dan bunga tunggal. Apa anda sudah familiar dengan istilah tersebut? Biasanya bunga majemuk muncul sebagai kompensasi atau tanda balas jasa dari penerima ke pemberi dana.

Di artikel ini, kami akan membahas tentang jenis bunga, yaitu bunga majemuk dan bunga tunggal. Umumnya bunga majemuk dipahami sebagai bunga yang diberikan tiap akhir jangka waktu tertentu berdasarkan modal awal. Sedangkan bunga tunggal adalah bunga yang nilainya selalu tetap. Hal ini penting untuk Anda ketahui sebelum mengajukan pinjaman.

Karena hal itulah lembaga keuangan yang mengatur sistem ekonomi harus memperhitungkan faktor waktu pinjaman dan suku bunga yang dipakai untuk menghitung besaran bunga. Penasaran tentang bunga majemuk dan bunga tunggal? Simak artikel ini, yuk! Dengan menghitung jangka waktu dan bunga, penjelasan di bawah akan membantu anda untuk mengetahui bagaimana cara menghitung bunga majemuk dan bunga tunggal.  

Apa Itu Bunga Majemuk

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, bunga majemuk merupakan bunga yang dapat dihitung atas jumlah pinjaman pokok dan bunga yang  sebelumnya diperoleh. Jika diberikan sebuah contoh, berikut adalah perumpamaannya; jika seseorang menyimpan sebanyak Rp 2.000 pada tingkat 10% tahun, hasil akhirnya akan menjadi Rp 2.100 dan saat tahun berikutnya, uang itu akan menjadi Rp 2.210. 

Konsep dari bunga majemuk ini diduga berasal dari Italia pada abad ke-17. Konsep bunga majemuk ini dapat dianggap sebagai “bunganya bunga,” dimana jumlah pada uang tersebut tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan bunga sederhana.

Fungsi Bunga Majemuk

Umumnya konsep bunga majemuk dipakai untuk berbagai produk perbankan dan investasi. Bunga majemuk ini akan semakin menguntungkan penerimanya saat waktu yang mempengaruhinya memiliki durasi yang panjang. Meskipun begitu, adanya perbedaan pada kegunaan bunga majemuk produk investasi dan perbankan. Berikut adalah rincian perbedaan penerapannya:

a. Untuk Produk Pinjaman

Bunga majemuk yang dipakai untuk pinjaman konsumen mempunyai nilai tinggi. Artinya adalah pinjaman jenis konsumen yang umum seperti dalam bentuk kredit rumah, kredit motor, kredit mobil, kredit peralatan rumah tangga, kredit handphone dan lainnya. 

Jadi sistem bunga majemuk yang diberlakukan pada jenis pinjaman ini akan membebankan pembayaran angsuran tinggi pada para peminjamnya. Hal itu karena bunga yang dihasilkan semakin besar seiring pemilihan lama tempo angsuran. Jadi bunga tiap bulan cenderung besar, apalagi bila peminjam membayar jumlah pokok tinggi. Hal ini membuat sistem bunga majemuknya berbanding lurus.

b. Untuk Produk Investasi

Sistem bunga majemuk yang diberlakukan dalam kegiatan investasi, cenderung menguntungkan pihak investor. Konsep penerimaan keuntungan bagi investor yaitu bunga majemuk untuk produk investasi mempunyai sisi positif berbanding terbalik dengan fungsi pinjaman. Saat bunga majemuk diterapkan di produk investasi, maka otomatis keuntungan yang tinggi akan diperoleh investor.

Seperti yang diketahui kalau bunga majemuk ini mempunyai sistem yang nilainya bertambah tiap bulannya. Bertambahnya bunga tiap bulan, akan mengikuti nilai hasil kembalian investasi. Nilai hasil kembalian investasi akan otomatis semakin meningkat, sehingga perencana keuangan akan menyarankan para investor untuk memilih jangka waktu investasi paling panjang.

Makin lama investasi yang dilakukan, maka pundi kembaliannya juga akan tinggi. Bahkan perencana keuangan memberi saran adanya re-investasi. Ketika ada momentum tepat, maka bisa dilakukan penambahan jumlah investasi.

c. Pakai Produk Investasi Bunga Majemuk Untuk Generasi Milenial

Salah satu passive income yang bisa dipilih oleh generasi milenial adalah investasi dengan bunga majemuk. Investasi passive income ini bisa membentuk kesejahteraan, yaitu produk pertama dari tabungan masa depan dan produk kedua biasanya ada di pasar modal. Karena konsep bunga majemuk ini bisa dapat untung besar berbanding lurus dengan lamanya periode waktu. Maka sebaiknya generasi milenial mulai melirik investasi ini sejak dini. Makin muda anda investasi, maka untungnya juga makin menggiurkan.

d. Jenis & Perhitungan Bunga Majemuk

Di praktik penerapan perhitungan bunga majemuk, bunga ini punya 2 suku bunga yaitu bunga majemuk dengan suku bunga tetap. Nilai suku bunga tersebut tidak berubah selama periode waktu yang sudah disepakati. Dan bentuk suku bunga kedua bersifat mengambang. Suku bunga itu bisa berfluktuasi berdasarkan penentuan nilai dari suku bunga.

Untuk perhitungan bunga majemuk, memiliki kerumitan tinggi. Disebabkan karena adanya sistem pengelompokkan bunga menjadi satu. Pengelompokkan itu didasari nilai dari modal dan modal dapat diperoleh secara tahunan, 6 bulan, 4 bulan atau bahkan tiap bulan. Konsep tersebut yang sering dikatakan periode dari bunga. Maka cermatlah menjaga nilai modal agar tetap tinggi. 

Rumus Bunga Majemuk

Untuk menghitung bunga majemuk, terdapat sebuah rumus yang dapat digunakan. Berikut adalah rumus untuk menghitung jumlah akhir tabungan anda setelah melewati proses bunga majemuk:

Na = Nt (1+i)n

Keterangan dari rumus tersebut adalah sebagai berikut:

Na : Nilai akhir

Nt : Nilai tunai

i : % suku bunga

n : jangka waktu

Cara Menghitung Bunga Majemuk

Untuk mengetahui soal hitungan bunga majemuk lebih lanjut, berikut adalah sebuah contoh soal hitungan bunga majemuk:

Anda menyimpan uang di Bank sebesar Rp 5.000.000,00 selama 5 tahun dengan suku bunga majemuk 3% per tahun. Besar nilai akhir yang didapatkan pada tahun ke-5 adalah ….

Jawab:

Diketahui: 

Nilai tunai = Rp 5.000.000,00

Jangka waktu = 5 tahun

Suku bunga % = 3% = 0,03

Kita selanjutnya melihat kepada rumus yang sudah diberitahukan pada poin di atas. Rumus tersebut adalah sebagai berikut

Na = Nt (1+i)n

Na disini merupakan nilai akhir. Sedangkan Nt adalah 5 juta, kemudian dikalikan dengan 5 kuadrat dari hasil penambahan 1 dan suku bunga. Jika menuliskan semua ini kedalam rumus di atas, berikut adalah hasilnya: 

Na = 5.000.000 (1+0.03)5

Dengan menghitung dari rumus ini, hasil nilai akhir yang akan didapatkan setelah melewati jangka waktu selama 5 tahun adalah sebesar Rp 5.796.370.

Apa Itu Bunga Tunggal

Arti bunga secara umum adalah uang yang dibayarkan atau penggunaan uang. Biasanya bunga dituliskan dalam bentuk persentase. Persentase yang dihitung hanya berdasarkan modal awal disebut bunga tunggal. Arti lebih luas, saat orang meminjam uang ke pihak lain maka ia harus mengembalikan uang tadi dan biasanya ada biaya tambahan yang disebut bunga. Bunga merujuk ke definisi uang yang diperoleh bila menabung di bank. 

Saat orang menabung di bank, maka ia akan dapat uang tambahan atas pemakaian uang tersebut. Uang tambahan itu yang disebut bunga. Ada dua jenis bunga, yakni bunga tunggal dan bunga majemuk.

Jadi bunga tunggal adalah bunga yang dikenakan pada modalnya saja. Sedangkan bunganya tidak berbunga lagi.

Rumus Bunga Tunggal

Untuk lebih memahami permasalahan pinjaman dan tabungan di bunga tunggal, ada beberapa istilah yang harus dipahami terlebih dahulu, yaitu:

  • Modal (M) adalah uang yang ditabung atau dipinjam
  • Persentase bunga (b) adalah persentase yang dipakai untuk hitung besarnya bunga yang harus dibayar. Umumnya persentase bunga dinyatakan per tahun (bunga per tahun) kecuali bila diberikan informasi lain
  • Waktu (t) adalah lamanya uang ditabung atau dipinjam.

Jadi 3 hal di atas berpengaruh pada besarnya bunga yang harus dibayar. Misalnya M, b dan t berturut-turut adalah modal, persentase bunga per tahun dan waktu (dalam tahun). Jadi besar bunga adalah:

Bunga = Modal x Persentase bunga x waktu

atau B = M x b x t

Karena bunga adalah uang tambahan, jadi setelah bunganya dihitung, bisa menentukan jumlah total uang dengan menjumlahkan modal serta bunganya. Jumlah total saldo tabungan atau jumlah total pinjaman adalah hasil penjumlahan dari modal dan bunga, rumusnya adalah

Jumlah total uang = modal + bunga

Cara Kerja Bunga Tunggal

Jadi bunga tunggal yaitu bunga yang dihitung dari pinjaman pokok tanpa adanya akumulasi ke bulan berikutnya. Contoh penerapan ada di penghitungan deposito nasabah bank. Agar lebih memahami, berikut adalah contoh soal bunga tunggal:

Andi menabung sebesar Rp 30.000.000 di bank selama 5 tahun. Persentase bunga di bank adalah 4,5%. Jadi berapa bunga tunggal yang diperoleh Andi?

Modal = Rp 30.000.000

Persentase bunga = 4,5% per tahun

Jawabannya:

Bunga = M x b x t

Bunga = Rp 30.000.000 x 4,5% x 5

Bunga = Rp 6.750.000

Jadi bunga yang didapatkan andi setelah menabung 5 tahun adalah Rp 6.750.000.

Untuk total uang Andi selama 5 tahun adalah

Total jumlah uang = Modal + bunga tunggal

= Rp 30.000.000 + Rp 6.750.000

= Rp 36.750.000

Jadi total uang Andi setelah menabung 5 tahun dan memperoleh bunga tunggal adalah Rp 36.750.000

Perbedaan Bunga Majemuk & Bunga Tunggal 

Apa anda sudah mengerti tentang bunga majemuk dan bunga tunggal? Meskipun keduanya merupakan sebuah bunga, bunga majemuk memiliki sebuah perbedaan dengan bunga tunggal. Agar lebih paham, berikut adalah perbedaan keduanya. 

Bunga MajemukBunga Tunggal
1. Bunga majemuk memiliki bunga yang nilainya tidak tetap setiap periode. Seperti contoh di atas, bunga majemuk bisa terus-menerus bertambah sesuai dengan bunga yang ada, sehingga hasil akhir setelah diberi bunga, bisa saja menjadi lebih besar dibanding dengan ketika diberikan bunga tetap.1. Bunga tunggal merupakan sebuah bunga yang memiliki nilai yang tetap, dan itu selalu terjadi. 
2. Jika dilihat dari perhitungan bunga, bunga majemuk merupakan sebuah bunga yang mengacu pada modal awal yang kemudian ditambah dengan bunga periode sebelumnya yang telah diakumulasi2. Bunga tunggal memiliki nilai yang sama dari awal periode hingga akhir, 
3. Untuk bunga majemuk rumus yang digunakan memang sedikit lebih sukar, dengan menggunakan kuadrat. Kuadrat ini melambangkan akumulasi yang bisa didapatkan selama periode tertentu. Jika melihat contoh di atas, rumus di atas menggunakan kuadrat 5 untuk melambangkan periode 5 tahun. 3. Rumus perhitungan bunga tunggal jauh lebih mudah.  
4. Bunga majemuk merupakan sebuah bunga yang terakumulasi, dan kemudian ditambahkan kepada jumlah nilai tunai pada awalnya.4. Bunga yang per tahunnya memiliki bunga yang sudah tetap

Baca juga: Cara Menghitung Bunga Pinjaman & Contohnya

Berbeda dengan Danamas merupakan sebuah layanan peminjaman agunan properti yang memiliki bunga efektif yang cukup kompetitif, dimulai dari 15,25% per tahun. Pinjaman dari Danamas bisa membantu untuk menjalankan bisnis anda. Pinjaman online terpercaya ini bisa memberikan bantuan dana sampai Rp 2 miliar. Dengan suntikan dana yang besar, tentu anda bisa mengembangkan bisnis sangat cepat. Waktu tenor yang diberikan juga cukup lama sampai 10 tahun. Jadi anda memiliki waktu yang panjang dan bisa tetap fokus untuk berbisnis.Yuk simulasikan pinjaman dan nilai properti dengan kalkulator simulasi properti dan kalkulator pinjaman di website Danamas. Agar permohonan pinjaman bisa lebih praktis dan mudah, download Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis segera! Untuk info lebih lengkap, klik DISINI!