syarat-kpr-rumah-pengajuan-bunga-rendah

Syarat KPR rumah berikut ini dapat memudahkan Anda agar tidak salah langkah. Banyak orang yang mengira bahwa beli rumah KPR itu mudah. Namun, dalam membeli rumah KPR ada proses yang harus dilalui. Anda harus mengetahui beberapa hal agar proses KPR berjalan dengan mudah. Salah satunya adalah mencoba simulasi cicilan agar tau jumlah cicilan yang harus dibayarkan tiap bulannya.

Sebelumnya apa itu KPR? KPR adalah fasilitas kredit kepemilikan rumah yang diberikan oleh bank untuk memudahkan pembelian rumah. Banyak orang yang bingung apakah membeli rumah KPR atau tunai. karena tentunya harga KPR akan lebih mahal. Anda dapat mengecek harganya dengan menghitung biaya bangun rumah dan mengecek simulasi cicilan.

Namun, membeli rumah dengan KPR juga memberikan keuntungan khusus. Anda tidak perlu menunggu lama untuk membeli rumah impian Anda. Jangan lupa menghitung simulasi cicilan yang harus Anda bayar, karena kegagalan membayar cicilan dapat membuat rumah Anda disita. Simak selengkapnya syarat KPR rumah dan mengajukannya disini!

5 Syarat KPR Rumah & Mengajukannya! 

Sebelum Anda yakin untuk mengajukan KPR rumah sebaiknya ketahui terlebih dahulu syarat KPR rumah dengan tips yang sangat berguna di bawah. hal-hal yang perlu Anda lakukan sebelum mengajukan KPR rumah ini bisa menjadi pertimbangan kedepannya Jika anda ingin mencicil hunian impian anda.

1. Pastikan Dokumen Persyaratan Lengkap

Hal pertama yang perlu Anda lakukan saat ingin mengajukan KPR rumah adalah dengan melengkapi berbagai dokumen persyaratan. Semakin lengkap dokumen maka prosesnya pun akan semakin cepat. Maka sebaiknya jangan memanipulasi data terutama tentang data finansial karena hal tersebut akan merusak kredibilitas anda.

2. Perbaiki Performa Finansial

Sebelum anda mengajukan KPR maka sebaiknya pastikan bahwa anda tidak bermasalah dengan kredit apapun. Lebih baik lunasi hutang piutang sebelum anda mengajukan KPR termasuk hutang kartu kredit. Pasalnya Bank Indonesia memiliki semua catatan kredit seluruh penduduknya Jadi sebelum mengajukan KPR sebaiknya perbaiki semua kendala yang terkait dengan penggunaan kartu kredit. Anda juga harus memastikan bahwa tidak akan ada penolakan pembayaran.

3. Menyadari Kemampuan Bayar

Bank Indonesia juga sudah mengeluarkan kebijakan baru soal KPR yaitu DP rumah yang tidak dibiayai oleh bank maka setiap pemohon KPR harus menyiapkan dana pembayaran uang dp sekitar 30% dari harga jual begitu juga dengan kemampuan membayar cicilan KPR. Besarnya cicilan akan ditentukan dari total kredit uang muka jangka waktu dan rasio penghasilan rutin perbulan. hasil rata-rata yang ditetapkan oleh bank yaitu 30%. Artinya semua tanggungan kredit termasuk KPR cicilan dan kewajiban lainnya harus berada di bawah angka tersebut.

4. Pilihlah Lokasi Rumah Yang Tepat

Hal pertama yang juga perlu Anda lakukan sebelum mengajukan KPR rumah adalah pilih lokasi rumah yang ingin anda beli untuk menentukan persetujuanmu. Umumnya pihak bank bisa menolak segala cara mengajukan KPR jika lokasi properti tersebut kurang ideal. Sebagai contoh lokasi yang tidak ideal adalah dekat pabrik SPBU rumah sakit di dalam gang bahkan tidak bisa dilalui oleh mobil. pengajuan KPR juga akan ditolak jika lokasi rumah berada di dekat area pemakaman.

5. Cerdas Dalam Memilih Bank

Sebenarnya kita memiliki hak pengajuan KPR pada lebih dari satu. Alhasil Anda bisa menentukan pilihan antara bank baru, Bank Syariah maupun bank swasta. umumnya bank-bank ini menawarkan bunga KPR yang lebih terjangkau dengan proses relatif mudah. Namun jika pengajuan dilakukan terlebih dari satu bank maka anda akan kehilangan sejumlah uang sebagai biaya operator. 

Cara Menghitung KPR Rumah

KPR atau kredit kepemilikan rumah adalah salah satu fasilitas kredit yang disediakan oleh perbankan kepada nasabah untuk membeli properti termasuk uang. Dalam pengajuan KPR bisa menjadi opsi yang menarik bagi nasabah untuk bisa memiliki rumah dengan cara mencicil dalam jangka waktu tertentu. Tawaran kredit rumah memang sangat menarik namun tetap ada dana yang perlu dipersiapkan dalam pengajuan KPR seperti uang murka biaya angsuran biaya yang harus dibayar setiap bulan dan lain-lain. Agar lebih jelas berikut beberapa tahapan yang dibutuhkan dalam menghitung KPR rumah.

1. Uang Muka Dan Kredit Pokok

Cara menghitung KPR rumah yang pertama adalah dengan mengetahui besaran uang muka yang dibayarkan di awal pembelian rumah. Besaran uang muka sudah ditetapkan oleh Bi yaitu 15% untuk pembelian pertama, 20% pada pembelian rumah kedua dan 25% pada rumah ketiga dan seterusnya.

Walaupun besaran DP sudah ditetapkan pada angka tertentu Namun tidak menutup kemungkinan bagi perbankan untuk memberikan besaran uang muka yang lebih rendah, karena angka yang ditetapkan oleh Bi adalah patokan maksimal sehingga bukan ketentuan yang baku. sebagai gambaran jika rumah yang akan dibeli seharga 600 juta dan dp-nya 15%, maka rumus  cara menghitung KPR sebagai berikut:

Uang muka = ketentuan % dp x harga rumah

Maka jika dihitung dengan DP yang harus dibayarkan sebesar 15% x Rp 600 juta yaitu Rp 90 juta.

Anda sudah mengetahui besaran DP yang perlu dibayarkan Maka selanjutnya Anda bisa menghitung besaran pokok atau total kredit yang perlu dikeluarkan. Berikut simulasi kredit cara menghitung KPR:

Pokok kredit KPR = harga rumah – uang muka

Maka jika dihitung besaran pokok kredit yang harus dikeluarkan yaitu,  

Rp 600 juta rupiah – Rp 90 juta = Rp 510 juta.

2. Biaya Provisi Ke Bank

Cara menghitung KPR selanjutnya adalah dengan mengetahui biaya provisi. Biaya provisi adalah biaya balas jasa yang dikenakan oleh pihak perbankan atas persetujuan kredit yang sudah diberikan kepada nasabah atau juga dikenal dengan biaya administrasi. Provisi umumnya ditetapkan sebesar 1% dari pokok kredit yang dikenakan pada awal pencairan kredit. berikut rumus dan simulasi perhitungannya;

Biaya Provisi = 1% x pokok kredit

Jika dihitung maka biaya administrasi yang harus dikeluarkan adalah

1% x Rp 510 juta = Rp 5.1 juta

3. Pajak Pembelian Rumah

Cara menghitung KPR lainnya adalah dengan pajak pembelian rumah. Sebelum menghitung pajak pembelian rumah maka anda perlu mengetahui terlebih dahulu berapa besaran njoptkp atau nilai jual objek pajak tidak kena pajak.

Besaran NJOPTKP (Nilai Jual Objek Tidak Kena Pajak) pada masing-masing kota tentu berbeda sebagai gambaran pada kota Jakarta besaran njoptkp ditetapkan yaitu Rp 20 juta per wajib pajak. Dengan besaran tersebut maka rumus dan simulasi KPR nya adalah sebagai berikut:

Pajak pembelian rumah = besaran pajak x (harga rumah – NJOPTKP)

Jika dihitung maka pajak pembelian rumah yang perlu dibayarkan yaitu:

5% x (Rp 600.000.000 – Rp 20.000.000) = Rp 29.000.000.

4. Biaya Bea Biaya Balik Nama

Bea balik nama (BBN) adalah pajak saat Anda melakukan sebuah prosedur yang bertujuan untuk mengganti nama yang tertulis pada SHM (Sertifikat Hak Milik) untuk sebuah properti. Jika Anda ingin melakukan proses balik nama secara mandiri, maka berikut perhitungannya:

Nilai tanah (per meter persegi) x luas tanah (per meter persegi) / 1.000

Hasil dari perhitungan diatas, lalu bisa ditambah ongkos pembuatan sertifikat sebesar Rp 25 ribu. Berikut contoh perhitungan bea balik nama:

Jika Anda membeli rumah diatas tanah seluas 100 m2 dengan nilai NJOP Rp 2.000.000, maka:

Rp 2.000.000 x 100 : 1000 = Rp 200.000

Lalu, jumlah tersebut ditambah biaya administrasi sertifikat sebesar Rp 25.000. Maka total yang harus Anda keluarkan adalah Rp 225.000.

Setelah melakukan pembayaran, langkah selanjutnya adalah Anda harus menunggu untuk mengambil SHM yang sudah balik nama ke kantor BPN.

5. Biaya Bunga Dan Cicilan KPR

Menghitung KPR juga harus perhatikan pada biaya bunga yang ditetapkan oleh pihak perbankan. pada dasarnya besaran bunga KPR masing-masing lembaga perbankan bisa berbeda tergantung dari kebijakannya. Maka dari itu nasabah harus cermat dalam memilih bank untuk mendapatkan biaya bunga yang paling sesuai dengan dana yang dimiliki. Adapun dalam dunia perbankan Terdapat tiga jenis bunga yaitu bunga flat bunga efektif dan bunga anuitas.

  • Rumus Bunga Flat

Bunga flat dihitung berdasarkan plafon pinjaman dan persentase besaran bunga. Maka Dari itu nasabah perlu membayar pinjaman dalam jumlah yang sama di setiap bulannya. Berikut rumus cara menghitung estimasi bunga KPR untuk jenis bunga flat sebagai berikut:

Bunga = (Persentase Bunga x Plafon Kredit) : Jangka Bulan Cicilan 
  • Rumus Bunga Efektif 

Efektif mewajibkan nasabah untuk membayar jumlah pinjaman yang berbeda di setiap bulannya. Berikut cara menghitung nilai estimasi bunga KPR untuk jenis bunga efektif di bawah ini:

Bunga Efektif = (Pokok Pinjaman – (n-1) x (suku bunga tiap tahun)) / jumlah bulan cicilan
  • Bunga Anuitas

Perhitungan pada bunga anuitas adalah modifikasi dari bunga efektif di mana besaran bunga akan dihitung dari sisa hutang pokok. Adapun jumlah angsurannya akan sama di setiap bulan. di awal perhitungan angsuran nasabah akan lebih banyak membayarkan bunga sedangkan pokok hutangnya akan dibayar ya Di Akhir Masa pinjaman.

Bunga Anuitas = Bunga Pertahun / Bunga Perbulan 


Rumus Cara Menghitung KPR Rumah

Mengetahui tahapan dan rumus perhitungan dari biaya-biaya yang akan dikeluarkan maka di bawah ini ada rumus cara menghitung angsuran KPR yang bisa anda gunakan sebagai estimasi perhitungan sebelum mengajukan cicilan KPR. Total jumlah angsuran bisa saja berubah-ubah, bergantung pada bunga yang Anda aplikasikan. Karena setiap bunga memiliki perhitungan dan fungsinya masing-masing terhadap finansial Anda! 

Total angsuran per bulan = Pokok Pinjaman + bunga per bulan

Simulasi Cicilan KPR Rumah

Anda masih ragu untuk mengajukan cicilan KPR rumah maka sebaiknya ketahui terlebih dahulu simulasi cicilan KPR rumah mulai dari RP 200 juta hingga Rp 700 juta. di bawah ini terdapat simulasi cicilan KPR rumah yang bisa menjadi estimasi acuan bagi Anda sebelum memutuskan untuk menyicil rumah dengan KPR. Ingat ya teman-teman, estimasi perhitungan dibawah ini bisa saja berubah sewaktu-waktu bergantung dengan pengaplikasian bunga dan ketentuan  

1. Cicilan KPR Rumah 200 juta

Simulasi cicilan rumah seharga Rp 200 juta dengan masa tenor 20 tahun, bunga 3 tahun pertama fixed rate 9% dan sisanya floating rate 10%. Berdasarkan aturan BI, KPR rumah pertama diperbolehkan tanpa DP atau uang muka. Di bawah ini adalah contoh estimasi besaran cicilan rumah untuk 3 tahun pertama dan tahun ke-4 dengan bunga floating:

  • Cicilan pokok= Rp 200 juta : 240 bulan = Rp 833.333
  • Bunga per bulan= Rp 200 juta x 9% x 20/240 = Rp 1,5 juta
  • Total cicilan yang harus dibayar bulan = Rp 1,5 juta + Rp 833.333 = Rp 2.333.333 per bulan

Sedangkan estimasi besar cicilan setelah 3 tahun pertama, bulan ke-37 adalah

  • Cicilan pokok= Rp 833.333
  • Estimasi Bunga per bulan: (Rp 200.000.000 – ((37-1) x Rp 833.333) x 10%)x / 240 = Rp 820.833
    Total cicilan yang harus dibayar tahun ke-2 = Rp 833.333 + Rp 820.833 = Rp 1.654.166

2. Cicilan KPR Rumah 300 juta 

Selanjutnya adalah simulasi cicilan rumah Rp 300 juta. Jika anda mengambil KPR dengan DP 0%, bunga tetap 8,29% dan bunga floating 13,5% yang dihitung dari 5 sampai 30 tahun cicilan. Bila anda mengambil rumah yang dihargai Rp 300 jutaan dan tenor 10 tahun. 

Maka anda harus membayar cicilan 5 tahun pertama estimasi senilai Rp 4.572.500 per bulan. Jumlah tersebut belum termasuk biaya bank Rp 7.500.000 yang terdiri dari Appraisal Rp 1.500.000, administrasi Rp 0, proses Rp 0, Provisi Rp 3.000.000, asuransi Rp 3.000.000.

Dan di luar biaya notaris senilai Rp 15.000.000 yang mencakup akta jual beli Rp 3.000.000, bea balik nama Rp 3.000.000, akta SKMHT Rp 1.500.000, akta APHT Rp 3.000.000, perjanjian HT Rp 3.500.000, cek sertifikat ZNT, PNBT HT Rp 1.500.000.

Jadi, pembayaran pertama yang harus dibayar pada angsuran pertama, total biaya bank dan total biaya notaris adalah Rp 27.072.500.

3. Cicilan KPR Rumah 400 juta 

Selanjutnya simulasi KPR bunga tetap 8,29% selama 12 bulan dan bunga floating 13,5% untuk cicilan ke-13 sampai selesai. Rumah yang ingin dicicil seharga Rp 400 jutaan dan tenor 15 tahun. Maka angsuran yang harus dibayar adalah Rp 3.963.500 per bulan untuk 12x cicilan pertama dan untuk bulan ke-13 dan selanjutnya, estimasi cicilan yang harus dibayar adalah Rp 4.985.556 per bulan. Jangan lupa untuk menambahkan beberapa kewajiban pembayaran berkas terkait cicilan di bulan pertama seperti yang ada di atas ya! 

4. Cicilan KPR Rumah 500 juta

Jika anda memilih harga rumah sebesar Rp 500 juta dengan tenor 20 tahun, maka cicilan per bulan yang harus dibayar Rp 4.335.800. Jumlah tersebut hanya berlaku untuk 5 tahun pertama dengan memakai bunga fixed 8,29%, sedangkan sisanya menggunakan bunga floating 13,5%. Jadi estimasi cicilan per bulannya untuk 5 tahun pertama berkisar Rp 11,787,500 per bulan. Nah, biaya bulan pertama sudah pasti lebih besar ya dari cicilan setiap bulannya, jadi jangan lupa menambahkan beberapa syarat administrasi yang dibutuhkan. 

5. Cicilan KPR Rumah 600 juta

Dengan bunga fixed 8,29% di 5 tahun pertama. Simulasi cicilan ini cocok bagi anda yang ingin mencicil hanya dalam kurun waktu 5 tahun. Contoh anda membeli rumah seharga Rp 600 jutaan. Maka estimasi cicilan per bulannya adalah Rp 14.145.000. Gimana teman-teman, ini cicilan untuk per bulannya ya, pastikan untuk memiliki perhitungan yang matang terkait cicilan Anda tiap bulannya. Awal pencicilan, Anda harus selalu siap dengan jumlah kebutuhan uang yang lebih besar dikarenakan adanya penambahan beberapa administrasi terkait. Pastikan melakukan pengecekan total administrasi dengan tepat, ya! 

6. Cicilan KPR Rumah 700 juta 

Jika anda membeli rumah seharga Rp 700 juta dengan DP 0%, bunga tetap 8,29%, bunga floating 13,5% dan tenor mulai dari 5 sampai 30 tahun. Bila anda memilih tenor 20 tahun, maka cicilannya adalah sebesar Rp 6.780.278 per bulan. Jumlah tersebut di luar biaya bank Rp 13.500.000 yang terdiri dari Appraisal Rp 1.500.000, administrasi Rp 0, proses Rp 0, Provisi Rp 7.000.000, asuransi Rp 7.000.000. 

Selain itu juga belum termasuk biaya notaris sebesar Rp 35.000.000 yang mencakup akta jual beli Rp 7.000.000, bea balik nama Rp 7.000.000, akta SKMHT Rp 3.500.000, akta APHT Rp 7.000.000, perjanjian HT Rp 7.000.000, cek sertifikat ZNT, PNBP HT Rp 3.500.000.

Jadi pembayaran pertama anda harus membayar angsuran pertama, total estimasi biaya bank dan total biaya notaris senilai Rp 56.280.278.

10 Tips Membeli Rumah Pertama Dengan Sistem KPR

KPR menjadi solusi bagi kita yang ingin mendapatkan rumah impian sesegera mungkin walaupun uang di tabungan belum cukup. Tak sedikit orang yang cepat tergiur dengan iming-iming KPR menarik. Padahal anda sebagai pembeli harus memperhatikan beberapa hal. Ikuti beberapa tips ini agar Anda sukses mencicil rumah KPR:

1. Jangan Terjebak Dengan Bunga Rendah

Sebelum memutuskan untuk melakukan cicilan rumah KPR, maka Anda perlu mengetahui tentang bunga KPR. Ada 2 jenis suku bunga KPR yaitu tetap (fix) dan mengambang (floating). Suku bunga fix adalah suku bunga yang nilainya dipatok tetap pada tingkat tertentu selama masa kredit berjalan. Suku bunga floating adalah bunga yang nilainya bisa berubah mengikuti aturan suku bunga acuan Bank Indonesia. 

KPR dengan bunga fixed rendah namun periode pendek sebenarnya bukan jaminan cicilan rumah KPR akan lebih murah. Sebagai contoh KPR bunga menawarkan promo bunga rendah fix 6% selama cicilan 2 tahun pertama. Lalu di tahun ketiga anda perlu membayar cicilan rumah KPR dengan floating rate yang berlaku. Hal ini tentu akan membuat cicilan lebih tinggi dari 2 tahun sebelumnya jika dihitung secara menyeluruh maka anda bisa dikatakan lebih rugi. 

2. Kemampuan Finansial Dan Melakukan Simulasi Cicilan

Bagi Anda yang ingin membeli rumah maka perlu ketahui besarnya cicilan rumah yang perlu disesuaikan juga dengan kemampuan finansial. Cara mengukurnya adalah dengan melakukan simulasi cicilan KPR sebelum terjadi akad atau menyetujui pinjaman KPR. 

Dari sini Anda bisa mengecek kemampuan finansial seperti biaya cicilan KPR perbulan, biaya tambahan KPR, biaya denda, telat bayar, dll. Akan ada dokumen yang biasanya diminta oleh bank dan pengembang, serta biaya-biaya lain yang bisa saja dikenakan seperti biaya administrasi, pajak, asuransi rumah, asuransi jiwa, biaya appraisal dan notaris.

3. Survei Rumah

Tidak ada salahnya untuk melakukan survei terlebih dahulu. Luangkanlah waktu. Karena rumah adalah tempat yang akan ditinggali untuk kurun waktu lama, jadi pilihlah sebaiknya mungkin. Anda bisa mencari tau harga pasaran rumah dan disesuaikan dengan kemampuan finansial. Tak hanya itu saja, pertimbangkan juga lokasinya, apakah rawan banjir, jarak lokasi ke kantor, akses lokasi, akses transportasi umum dan fasilitas umum yang ada di sekitar.

4. Developer Terpercaya

Bila anda menggunakan jasa developer, maka pastikanlah developer tersebut mempunyai latar belakang yang jelas atau anda bisa bertanya dan meminta saran dari orang terdekat baik dari keluarga ataupun teman. Hal itu penting dilakukan karena tak sedikit orang yang mengalami penipuan. Perhatikan jumlah developer yang bekerja sama dengan bank penyedia KPR tersebut, karena makin banyak developer yang bekerjasama maka semakin bagus.

5. Siapkan Dana

Hal penting yang perlu anda siapkan adalah kesiapan dana dan komitmen jangka panjang. Setidaknya, anda harus menyiapkan uang muka senilai 20-30% dari total harga rumah tersebut. Walaupun menggunakan KPR untuk melunasi rumah, tapi bukan berarti anda tidak menyiapkan uang untuk tabungan dan investasi.

6. Sisihkan Uang Untuk Beli Isi Rumah

Tidak hanya DP dan angsuran yang harus diperhatikan. Tapi juga uang untuk membeli isi rumah. Anda bisa memprioritaskan barang yang sangat diperlukan dan mulai mencicil barang lainnya jika dananya terbatas.

7. Sesuaikan Besar Cicilan Dengan Penghasilan

Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah sesuaikan angsuran yang harus dibayarkan tiap bulannya dengan penghasilan yang dimiliki. Walaupun harus membayar cicilan, tapi kebutuhan lainnya tidak boleh diabaikan. Jadi pastikan anda perhitungkan dengan baik.

8. Bersihkan Rekam Jejak Kredit

Hal utama yang biasanya ditelusuri oleh pihak bank bagi orang yang mengajukan KPR adalah rekam jejak kredit. Jadi sebelum mengambil KPR, pastikan menjaga pola pembayaran tagihan yang dimiliki. Sebaiknya dua tahun sebelum aplikasi pengajuan KPR diterima bank.

9. Pertimbangkan Besaran Uang Muka & Jenis Bunga 

Jika Anda memilih cicilan rumah dengan kredit KPR maka besar uang muka adalah hal utama yang harus Anda pertimbangkan. Dalam tips membeli rumah secara cicilan anda perlu memastikan bahwa anda mampu membayar sisa angsuran tersebut selanjutnya dengan nominal yang sudah disepakati. Karena KPR adalah pinjaman dari bank, jadi proses pembayaran cicilan juga disertai dengan suku bunga. Mungkin anda sudah sering mendengar tentang suku bunga fixed dan floating. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah uraiannya 

  • Suku Bunga Fixed
    Suku bunga KPR fixed yaitu suku bunga yang kepastian angsurannya jelas. Suku bunga tetap ini dapat menjamin kepastian dalam pembayaran angsuran tiap bulannya sampai akhir masa kredit. Bila anda memiliki uang dan ingin melunasi cicilan di tengah masa pinjaman, maka anda tidak dikenakan biaya penalti dan biaya provisi.  Jenis suku bunga ini menguntungkan saat keadaan ekonomi negara tidak stabil karena saat suku bunga pasar naik, maka cicilan KPR tetap atau tidak berubah. 
  • Suku Bunga Floating
    Suku bunga KPR floating atau mengambang sangat cocok bagi anda yang berani mengambil resiko. Keunggulannya adalah nilai suku bunga fluktuatif, jadi bisa untung saat terjadi penurunan suku bunga pasar. Intinya, suku bunga ini akan menguntungkan saat keadaan ekonomi negara sedang baik, karena kemungkinan suku bunga bergerak turun. Untuk menghitung cicilan rumah KPR dengan sistem floating ini akan menyesuaikan dengan suku bunga pasar.
  • Suku Bunga Capped
    Ada bank yang menawarkan suku bunga capped atau suku bunga terbatas. Jadi suku bunga dibiarkan mengambang sesuai perkembangan pasar tapi tetap dibatasi bank. Misalnya sekarang suku bunga 7,25% dan bank menawarkan suku bunga terbatas 10,5%. Jadi saat suku bunga naik sampai 11%, maka bank akan menerapkan bunga maksimal hingga 10,5% di cicilan anda. Jadi, di 3 tahun pertama, bunga cicilan anda tetap 5% walaupun suku bunga pasar naik atau turun di bawah atau di atas 5%. Selanjutnya di tahun 4 dan kelima, bunga akan mengikuti pasar tapi tidak lebih dari 10.5%. Setelah itu di tahun ke-6 dan seterusnya, bunga cicilan akan tergantung pada situasi pasar.

10.  Rumah Sebagai Investasi Jangka Panjang

Rumah adalah bagian dari properti sehingga dalam memilihnya pun tidak boleh sembarangan. Maka pikirkanlah bahwa rumah adalah investasi jangka panjang yang memiliki prospek kedepannya. Rumah sebagai properti bisa Anda jadikan agunan saat ingin mengajukan pinjaman. Dengan mindset ini, maka Anda bisa memilih rumah yang memiliki prospek baik untuk masa depan. Hindari Beli Rumah Di Daerah Rawan Bencana

Pilihlah rumah yang jauh dari daerah rawan bencana. Rumah yang di dekat atau yang berada pada daerah rawan bencana biasanya ditawarkan dengan harga murah untuk itu anda perlu hati-hati dan tidak mudah tergiur dengan harga murah tersebut cek kembali apakah daerah di rumah tersebut sudah cukup baik dan aman. Memiliki rumah di daerah rawan bencana juga merugikan Anda disaat ingin melakukan pinjaman beragunan properti. Ini bisa jadi pertimbangan apakah properti Anda layak dijadikan agunan atau tidak.

3 Kelebihan Cicilan Rumah dengan KPR

Makin banyak orang yang tertarik mengajukan KPR untuk membeli rumah. Jika anda masih ragu untuk menjajal KPR, berikut ada beberapa kelebihan cicilan rumah dengan KPR yang dapat Anda peroleh yaitu sebagai berikut ini:

1. Tidak Perlu Dana Besar

Dengan beli rumah secara cicilan KPR, maka Anda tak perlu menyiapkan dana dalam jumlah yang besar. Anda tak perlu menunggu hingga tahunan untuk bisa memiliki banyak dana untuk wujudkan rumah impian. Anda hanya perlu membayar uang muka saja.

2. Cicilan bisa Meringankan

Dengan memilih beli rumah dengan cicilan KPR, maka Anda bisa meringankan pengeluaran. Dengan beli rumah secara KPR, maka modal usaha tetap aman dan pengeluaran juga tabungan lain tetap bisa dilakukan.

3. Cicilan Rumah bisa Rendah 

Jika ingin cicilan rumah rendah, maka Anda bisa memberikan uang muka dengan jumlah yang besar. Uang muka besar bisa bantu Anda meringankan cicilan rumah per bulannya, nominalnya pun bisa lebih kecil.

Kini, saatnya Anda pertimbangkan untuk membeli rumah pertama di masa muda dan jadikan hunian sebagai tempat ternyaman sekaligus investasi jangka panjang Anda.

Rumah Adalah Aset Finansial Jangka Panjang! 

Membeli rumah adalah sebuah aset yang penting bagi masa depan Anda. Banyak orang yang rela menabung uang dan berhemat untuk membeli rumah. Namun, hal itu wajar saja karena rumah adalah tempat perlindungan kita. Banyak riset membuktikan bahwa memiliki rumah dapat menjaga ketenangan batin dan mental yang membuat hidup menjadi lebih tenang. 

Memiliki banyak aset bangunan dan hunian jelas menambahkan kekayaan Anda, apalagi harga tanah setiap tahunnya meningkat. Jika Anda lebih pintar mengelola bangunan dan menjadikannya aset produktif, maka rumah atau bangunan dengan sendirinya bisa membayar cicilannya! Wow, menarik bukan? Tertarik untuk mulai membeli rumah? Tunggu produk KPR dari Danamas dengan ragam fitur kemudahan untuk mempermudah biaya cicilan Anda. Sekarang siapapun bisa memiliki hunian yang Anda inginkan! 

Dapatkan informasi lebih lengkap dengan mengunjungi website Danamas P2P Lending Terpercaya atau pelajari informasi mengenai finansial di Instagram Danamas. Jika ada pertanyaan atau keluhan silahkan hubungi Danamas di Hotline: 021-50960896, email: [email protected] atau Whatsapp Danamas di nomor 0882 24222 001/0882 24222 002.

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

tabungan-haji-yang-bagus

12+ Tabungan Haji yang Bagus: Cara Hitung & Pendaftaran Tabungan Biaya Haji 2023

Tabungan haji memiliki konsep yang sama dengan tabungan pendidikan ataupun tabungan rencana. Hal yang membedakannya adalah pada tabungan haji, setiap orang biasanya tidak dibe

cara-over-kredit-rumah

Cara Over Kredit Rumah : Cara, Sistem, Definisi & 10 Syaratnya

Over kredit rumah bisa menjadi mimpi solutif untuk membeli rumah pertama Anda semakin mudah dengan banyaknya alternatif yang bisa dipertimbangkan. Anda bisa membeli rumah dala

fengshui-rumah-banyak-rejeki

15 Fengshui Rumah Agar Banyak Rejeki & Pemasukan

Fengshui rumah banyak rejeki sering dianggap penting ketika sedang membangun rumah. Geomansi, atau fengshui, bukanlah hal yang baru. Anda pasti pernah mendengar tentang orang