apa-itu-Resesi

Belakangan ini anda pasti sering mendengar berita tentang Resesi. Berita tentang Resesi kita jumpai di berbagai Lini media massa online hampir setiap harinya.  Resesi diakibatkan oleh berbagai faktor salah satunya adalah pandemi covid 19 yang yang menyebabkan kemerosotan ekonomi yang cukup signifikan di tahun 2022 ini, juga perang yang sedang berlangsung di Ukraina. 

Hal ini menyebabkan beberapa harga komoditas mencapai tingkat rekor sehingga pertumbuhan ekonomi yang melambat dan inflasi yang meningkat. Kondisi inilah yang membuat presiden Bank Dunia, David malpass menyimpulkan pada bulan Juni lalu terjadi Resesi ekonomi yang mungkin akan sulit dihindari oleh beberapa negara. Namun sebenarnya apa itu resesi, berikut ulasannya untuk anda.

Apa Itu Resesi

Resesi adalah penurunan aktivitas ekonomi yang cukup signifikan pada periode stagnan atau lama. Resesi bisa dimulai dari berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Resesi juga memiliki arti kontraksi besar-besaran dalam kegiatan ekonomi. Ini terjadi saat ekonomi sebuah negara mengalami peningkatan dalam jumlah penurunan ritel, pengangguran, produk domestik bruto yang negatif sehingga terdapat kontraksi pendapatan dan manufaktur untuk jangka waktu yang cukup lama sehingga pertumbuhan ekonomi riill yang bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Dampak dari lambatnya ekonomi ini akan membuat beberapa sektor riil menahan kapasitas produksinya bahkan bisa terjadi PHK. Selain itu kinerja instrumen investasi juga bisa mengalami penurunan sehingga investor akan menempatkan dananya dalam bentuk investasi yang aman hingga melemahnya daya beli masyarakat karena mereka lebih selektif dalam mengeluarkan uangnya untuk pemenuhan kebutuhan.

Resesi

Penyebab Resesi Ekonomi

1. Inflasi

Inflasi adalah proses meningkatnya harga secara terus menerus. Inflasi sebenarnya bukan hal yang buruk namun jika terjadi berlebihan akan masuk kedalam kategori berbahaya sehingga bisa membawa dampak resesi yang lebih besar. Bank Sentral Amerika Serikat mengendalikan inflasi dengan menaikkan suku bunga yang lebih tinggi lalu bisa menekan aktivitas ekonomi. Kenaikan tingkat suku bunga AS yang excessive atau berlebihan yakni 3-4 kali kenaikan di tahun ini memicu terjadinya resesi. 

Hal ini terjadi karena kenaikan biaya bunga bagi pelaku usaha yang memiliki rasio utang yang tinggi, mereka akan sulit untuk membayar pinjaman sementara tidak semua permintaan mengalami kenaikan. Tidak hanya itu, kenaikan suku bunga yang berlebih juga bisa memicu larinya modal asing secara masif, sehingga mereka akan mengurangi investasi di negara-negara berkembang atau emerging market. Kondisi ini bisa memberikan dampak ke pemulihan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5% bisa terkoreksi atau bahkan kembali minus.

2. Deflasi Berlebihan

Walaupun inflasi yang tak terkendali bisa menyebabkan resesi, deflasi juga bisa memberikan dampak yang lebih buruk lagi. Deflasi adalah kondisi saat harga turun dari waktu-waktu yang bisa menyebabkan upah menyusut lalu menekan harga. Deflasi bisa berdampak kepada pemilik usaha saat individu dan unit bisnis berhenti mengeluarkan uangnya yang akan berdampak pada rusaknya ekonomi. Penyebab deflasi antara lain adalah jumlah produksi yang membludak secara bersamaan dari beberapa perusahaan juga menurunnya permintaan produksi pada sebuah produk hingga menurunnya jumlah uang yang ada di pasaran.

3. Gelembung Aset

Gelembung aset adalah salah satu faktor resesi dimana banyaknya investor yang panik sehingga mereka menjual sahamnya yang mampu memicu Resesi. Hal ini umum disebut dengan kegembiraan irasional. Kegembiraan irasional ini bisa menggabungkan pasar saham dan juga Real Estate. Hingga akhirnya gelembung-gelembung tersebut pecah dan terjadilah panic selling yang mampu memunculkan pasar yang kemudian menjadi penyebab Resesi. Hal ini terjadi saat Para investor yang mengambil keputusan dengan emosi. Lalu mereka membeli banyak saham saat ekonomi sedang naik dan berlomba-lomba menjualnya saat ekonomi sedang turun.

4. Guncangan Ekonomi Yang Mendadak

Guncangan ekonomi terjadi sangat mendadak yang mampu memicu Resesi hingga masalah ekonomi lainnya seperti tumpukan hutang secara individu ataupun perusahaan. Banyak juga hutang yang dimiliki lalu kemudian otomatis membuat biaya pelunasan juga meninggi. Biaya dalam melunasi hutang lama-lama akan meningkat ke titik di mana mereka tidak bisa melunasi hutangnya lagi.

5. Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi bisa menjadi faktor terjadinya Resesi. Revolusi industri ini akan membuat semua profesi menjadi usang bahkan memicu Resesi. Saat ini beberapa ekonom cukup khawatir dengan kehadiran artifisial intelijen atau AI dan robot yang mampu menyebabkan resesi karena banyaknya pekerja yang kehilangan mata pencaharian.

6. Nilai Impor Lebih Besar Daripada Ekspor

Negara yang tidak bisa memproduksi kebutuhannya sendiri lalu mengimpor dari negara lain. Sebaliknya negara yang memiliki kelebihan produksi bisa mengekspor ke negara lain yang membutuhkan komoditas tersebut. Namun sayangnya nilai impor yang lebih besar dari nilai ekspor mampu memberikan dampak yang cukup negatif yaitu defisitnya anggaran negara. 

Hal ini serupa dengan Sri Lanka yang mengurangi biaya pengurangan dari impor yang besar seperti pupuk sintetis. Pelarangan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani dengan menyediakan pupuk lainnya yang lebih murah dan ramah lingkungan. Namun, sayangnya kebijakan ini menjadi masalah karena produsen pupuk organik Sri Lanka tidak memiliki kapasitas memenuhi permintaan. Akibatnya, semua industri pertanian mengalami kekurangan pasokan pupuk. Lalu, pendapatan negara dari pajak ekspor pun anjlok karena pasokan teh yang merupakan komoditas utama Sri Lanka karena masalah pupuk ini. Anjloknya beberapa produksi pangan ini membuat inflasi harga-harga makanan pun melonjak hingga 50%. 

7. Inflasi Atau Deflasi Yang Tinggi

Harga-harga komunitas yang melonjak tinggi hingga tidak bisa dijangkau oleh semua kalau jangan apalagi kalangan ekonomi menengah ke bawah maka kondisi ekonomi yang kian terpuruk ini juga akan diikuti dengan daya beli masyarakat yang rendah. Tidak hanya inflasi yang berpengaruh pada regresi, namun deflasi juga. Harga komoditas akan mempengaruhi tingkat pendapatan dan laba perusahaan yang menurun. Hal ini mengakibatkan biaya produksi tidak bisa tercover dengan baik yang bisa menyebabkan volume produksi merendah.

8. Tingkat Pengangguran Yang Cukup Tinggi

Faktor yang berperan dalam pergerakan ekonomi tenaga kerja juga perlu diperhatikan. Jika sebuah negara tidak mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas, maka tingkat pengangguran pun akan meningkat. Hal ini pun akan memberikan resiko tingkat kriminal yang cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dampak Resesi Ekonomi

a. Dampak Resesi Ekonomi Pada Pemerintah

Dampak Resesi ekonomi yang paling tampak adalah jumlah pengangguran yang meningkat. Lalu pemerintah dituntut untuk segera menemukan solusi dari dampak ini sehingga lapangan pekerjaan pun akan kembali terbuka untuk menyerap tenaga kerja lebih banyak. Tak hanya itu, pinjaman pemerintah juga akan melonjak tinggi karena pemerintah di setiap negara pasti akan membutuhkan dana yang cukup banyak dalam pembiayaan kebutuhan yang berkaitan dengan upaya pembangunan negara.

Jika Anda membutuhkan pinjaman untuk memajukan usaha, maka Danamas hadir untuk Anda yang memiliki bisnis. Kemudahan mendapatkan modal usaha ini hanya bisa didapat di fintech lending berizin OJK, Danamas. Limit pinjaman dari Rp 50 juta – Rp 2 miliar yang bisa dipilih tenor sefleksible mungkin. 

Sumber pendapatan negara yang berasal dari pajak dan juga Non pajak juga cukup rendah Hal ini dikarenakan pekerja menerima penghasilan yang lebih rendah sehingga pemerintah menerima pajak penghasilan yang cukup rendah dan harga properti lebih rendah juga sehingga perolehan pajak dari jual beli properti juga ikut turun.

Tak hanya itu pembangunan tetap dituntut untuk terus dilakukan di berbagai sektor pemerintahan termasuk penjaminan kesejahteraan rakyatnya. Hal ini bisa jadi penyebab dari pengeluaran pemerintah dalam alat pembayaran kesejahteraan rakyat seperti tunjangan atau bantuan sosial hingga subsidi. Penurunan pendapatan pajak dan meningkatnya pembayaran kesejahteraan juga bisa mengakibatkan defisit anggaran dan tingginya utang pemerintah.

b. Dampak Resesi Pada Perusahaan

Bisnis juga bisa mengalami kebangkrutan akibat terjadinya Resesi. Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor seperti tergerusnya sumber daya riil ekonomi negatif krisis kredit hingga jatuhnya harga set berbasis utang. Saat bisnis gagal maka perusahaan mengalami penurunan pendapatan yang cukup signifikan. Saat penurunan pendapatan terjadi Efek domino terhadap kehidupan ekonomi pekerjaannya. Bagi mereka yang terkena PHK pun akan kehilangan semua pendapatannya.

c. Dampak Resesi Bagi Pekerja

Dampak Resesi bagi pekerja seperti pemutusan hubungan kerja yang menjadikan mereka pengangguran lalu kehilangan pendapatan utama. Masalah pengangguran pun tak hanya menimbulkan dampak yang cukup signifikan dalam sektor perekonomian dan juga sosial. Tingkat pengangguran yang tinggi bisa jadi faktor penyebab terjadinya ketidakstabilan sosial yang bisa mengarahkan kepada kerusuhan hingga Padahal vandalisme di tengah masyarakat. Pengangguran massal juga bisa mengancam tatanan sosial kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca juga: Definisi Makroekonomi & Perbedaannya dengan Mikro Ekonomi

Cara Mencegah Resesi

a. Belanja Pemerintah Besar-Besaran

Pemerintah berencana melakukan belanja besar-besaran untuk bisa menghadapi ancaman Resesi dan permintaan dalam negeri yang cukup meningkat. Dengan cara ini maka kontraksi ekonomi akibat Efek domino covid19 pun bisa diredam. Belanja pemerintah adalah salah satu daya ungkit yang bisa dipakai untuk memulihkan ekonomi di saat krisis pandemi seperti ini. Anggaran pendapatan dan belanja negara Indonesia sendiri tercatat Hanya berkontribusi kurang lebih dari 14,5 pada PDB negara.

b. Bantuan UMKM

UMKM juga menjadi salah satu sektor yang cukup merasakan dampak dari pandemi covid 19. Pemerintah harus menyiapkan berbagai program untuk mengangkat sektor ini kembali bergeliat. Setelah sebelumnya mengeluarkan kebijakan restrukturisasi dan subsidi bunga kredit bagi para UMKM ini Satgas pemulihan dan transformasi ekonomi menyiapkan dua program lain seperti bantuan UMKM produktif dan kredit bunga rendah. bantuan tersebut diharapkan tak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tapi juga untuk memulai usaha.

c. Penempatan Dana Di Perbankan Dan Penjaminan Kredit Modal Kerja Untuk Korporasi

Cara lain dilakukan oleh pemerintah adalah memutar kembali roda ekonomi seperti melakukan penempatan dana di perbankan. Lalu pihak bank menyalurkan dana tersebut dalam skala yang cukup besar. Pemerintah juga meluncurkan berbagai program penjaminan pemerintah kepada korporasi Padat Karya dalam rangka angka pemulihan ekonomi nasional. Perbankan lalu mendatangi menandatangani perjanjian penjaminan pada sektor padat karya yang merupakan sektor yang paling banyak memiliki pekerja. 

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

Dana-darurat-ideal

Cara Mempersiapkan Dana Darurat Ideal agar Hidup Tenang hingga Tua

Tak sedikit orang yang kurang paham akan pentingnya menyiapkan dana darurat, sebelum mereka berada di posisi darurat atau terdesak. Apakah anda salah satunya? Jika anda merasakan manfaat dari menabung maka anda juga bisa merasakan manfaat dari mengumpulkan dana darurat. Kesadaran orang-orang untuk mengumpulkan dana darurat ideal semakin tinggi berawal dari munculnya pandemi covid belakangan ini. Situasi yang tidak menentu seperti ini membuat banyak orang merasa memiliki dana darurat adalah hal yang sangat penting. 

Terlebih lagi isu resesi tahun 2023 mengharuskan anda untuk menyiapkan dana darurat secepat mungkin. Menghadapi keadaan yang serba mendadak terasa aman dan nyaman saat anda sudah memiliki dana darurat. Sebaiknya mengumpulkan dana darurat tidak harus menunggu kondisi krisis seperti saat ini, jadikan aktivitas mengumpulkan dana darurat bagian dari pengelolaan keuangan anda. 

Agar lebih siap menghadapi segala kondisi mendesak yang tak terduga, mulailah dari sekarang untuk menyiapkan dana darurat. Dana ini bukan disiapkan ketika anda ingat saja, tapi buatlah target tiap bulannya, agar tercapai nominal yang diharapkan. Jika ingin lebih tahu tentang dana darurat ideal dan bagaimana cara mengumpulkannya yang tepat maka simak ulasan artikel berikut ini:

Apa Itu Dana Darurat?

Dana darurat adalah dana yang disiapkan untuk menghadapi keadaan darurat di masa yang akan datang. Dana darurat ini dengan sengaja disimpan atau dicadangkan oleh pemiliknya nya atau mendadak. Untuk dapat menyiapkan dana darurat, maka Anda butuh menentukan tujuan dalam pengelolaan anggaran keuangan anda. Perhitungan yang matang untuk dapat mengelola keuangan harus dilakukan agar kondisi keuangan anda lebih cepat dan stabil.

Manfaat Dana Darurat

Kita tidak pernah tau tentang masa depan. Bisa saja terjadi hal yang tidak diinginkan. Tentu saja hal tersebut harus diantisipasi agar bisa terus bertahan. Caranya adalah dengan menyiapkan dana darurat. Banyak sekali manfaat dari dana darurat untuk mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi. Yuk simak rinciannya!

a. Dana Darurat Ideal Menjauhkan Anda Dari Hutang

Dengan memiliki dana darurat yang telah dipersiapkan maka anda bisa memenuhi segala biaya yang dibutuhkan termasuk saat membutuhkan dana mendesak. Dengan memiliki dana darurat, maka anda tidak perlu lagi berhutang untuk menutupi biaya-biaya yang mendesak. 

Pengeluaran yang terduga bisa membuat orang yang memutuskan untuk berhutang untuk itu dengan memiliki dana darurat anda pun bisa mengurangi kebiasaan mengutang kepada orang sehingga hidup terasa lebih tenang.

b. Dana Darurat Membantu Pada Satu Pemasukan

Jika anda hanya memiliki satu sumber pendapatan saja maka dana darurat bisa membantu anda untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hal ini terutama saat terjadi PHK yang mengharuskan anda untuk tetap menghidupi diri Anda atau keluarga. 

Jika Anda belum menikah atau masih single maka satu-satunya pihak yang menanggung beban keluarga perlu mempersiapkan dana darurat atau belajar untuk hidup lebih hemat. Saat anda memiliki tanggungan untuk membiayai kehidupan keluarga maka lebih cepat memiliki dana darurat akan lebih baik.

c. Dana Darurat Untuk Wiraswasta

jika Anda adalah seorang wiraswasta maka anda harus memiliki dana darurat untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Umumnya wiraswasta atau self-employed memiliki kondisi pekerjaan yang tidak menentu sehingga Anda harus memiliki dana darurat untuk memenuhi kebutuhan pokok di saat kondisi yang tidak menentu.

d. Dana Darurat Saat Memiliki Rumah Sendiri

Saat anda memiliki rumah maka itu artinya Anda membutuhkan perawatan juga perbaikan. Dana untuk melakukan perawatan juga perbaikan rumah bisa didapatkan dari dana darurat ideal yang sudah dikumpulkan. Jika terjadi perbaikan seperti atap genteng yang bocor perbaikan tembok dan lain sebagainya maka itu termasuk ke dalam kondisi yang mendesak. 

Dengan adanya dana darurat di saat di saat kondisi yang mendesak, maka Anda tetap bisa memperbaiki rumah. Selain itu, Anda juga bisa terbantu dengan pinjaman dana darurat dari Lancar by Danamas. Fintech lending berizin OJK ini memiliki produk Lancar Dana Darurat yang ditujukan untuk pemilik rumah yang memiliki kebutuhan dana darurat dengan menjual properti yang dimiliki.

e. Dana Darurat Saat Tinggal Berjauhan Dengan Keluarga

Saat Anda tinggal berjauhan dengan keluarga maka anda juga membutuhkan dana darurat. Dana darurat berperan saat terjadi masalah di kampung halaman seperti keluarga yang sakit atau meninggal dan Anda harus buru-buru untuk membeli tiket untuk pulang kampung atau biaya keluarga di kampung. Bisa dibayangkan jika anda tidak memiliki dana darurat ideal maka kondisi tersebut akan lebih buruk lagi.

f. Dana Darurat Saat Memiliki Masalah Kesehatan

Untuk masalah kesehatan anda tidak hanya membutuhkan asuransi kesehatan namun juga Dana darurat penting untuk dipersiapkan. dengan dana darurat ideal segala biaya kesehatan bisa tertutupi dan kondisi keuangan anda tetap stabil karena sudah ada dana darurat yang dikumpulkan.

g. Dana Darurat Untuk Tujuan Keuangan 

Setiap orang memiliki tujuan keuangan yang berbeda-beda seperti membayar cicilan rumah membayar pendidikan anak membeli kendaraan dan lain sebagainya. Dengan memiliki tujuan keuangan yang pasti maka anda bisa mulai menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk dialokasikan ke dana darurat.

8 Tips Mempersiapkan Dana Darurat

Ketika baru pertama kali mencoba alokasikan dana darurat, pasti ada tantangannya dan itu tidak mudah. Banyak sekali godaannya. Apalagi bila anda termasuk orang yang jarang menabung dan mengelola keuangan sesukanya. Agar keinginan untuk memiliki dana darurat bisa terwujud, berikut ada 8 tips yang bisa anda lakukan untuk mewujudkan keinginan tersebut:

1. Kurangi Pengeluaran

Biasanya orang mengeluarkan uang terlalu banyak di area tertentu, seperti makan atau belanja. Kurangilah kebiasaan tersebut. Dengan begitu, jadi lebih menghemat pengeluaran dan uang tersebut bisa digunakan untuk dana darurat.

2. Sisihkan Sejak Hari Gajian

Bagi orang yang sulit menyisihkan dana darurat, mengalokasikan uang setelah gajian sangat penting dilakukan. Agar tidak ada penyesalan di akhir bulan, karena ternyata uang sudah habis untuk sehari-hari tapi belum disimpan untuk dana darurat. 

3. Petakan Pengeluaran Bulanan

Ketika ingin menentukan nominal yang ideal untuk dana darurat, langkah pertama adalah memetakan pengeluaran bulanan. Dengan demikian, anda jadi tau berapa banyak yang diperlukan. Pertimbangkan juga pengeluaran tetap dan variabel seperti pajak, hutang, biaya asuransi, kesehatan, perumahan, transportasi dan lainnya.

4. Siapkan 2 Jenis Dana Darurat

Bila pekerjaan anda tidak stabil, menyiapkan dua dana darurat dirasa sangat penting dilakukan. Pertama untuk biaya tak terduga seperti perbaikan kendaraan dan rumah. Kedua untuk persiapan jika kehilangan pendapatan secara mendadak.

5. Berapa Waktu Untuk Kumpulkan Dana Darurat

Agar tetap konsisten menyiapkan dana darurat, anda bisa membuat target dengan jumlah wajar di awal membangun dana darurat. Karena prioritas keuangan lain seperti tabungan dan dana pensiun yang mungkin mengganggu fokus untuk menyiapkan dana darurat tiap bulannya.

6. Aktifkan Auto Debet

Saat ini sudah ada bank yang menyediakan fitur auto debet. Karena kadang lupa menyisihkan tabungan untuk dana darurat. Tapi dengan mengaktifkan auto debet ini, anda tak perlu khawatir lagi. Dengan aktifkan auto debet, alokasi dana darurat ideal akan otomatis terpotong tiap bulan dari rekening utama.

7. Siapkan Rekening Khusus

Pisahkan rekening untuk dana darurat tujuannya agar keuangan anda tidak tercampur. Hal ini membantu anda tidak menggunakan dana darurat untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi sekarang ini sudah ada bank digital yang menyediakan fitur untuk membedakan tabungan berdasarkan tujuan. Jika bank anda memiliki fitur ini, maka anda tidak perlu membuka rekening baru.

8. Lakukan Perlahan & Konsisten

Poin 8 ini yang paling sulit dilakukan. Ya konsisten. Biasanya orang bersemangat hanya di awal saja, kemudian malas-malasan dan lupa. Jadi pastikan anda melakukannya secara konsisten, walaupun perlahan. Bila keadaan keuangan mengalami peningkatan, anda bisa meningkatan nominal yang disisihkan tiap bulannya dan target tersebut harus tercapai.

Cara Menghitung Dana Darurat

Sebenarnya ada cara tersendiri untuk menghitung dana darurat. Apa Anda masih bingung bagaimana cara menghitung dana darurat? Sebenarnya untuk menghitungnya tergantung dari status anda seperti lajang, sudah menikah, atau sudah memiliki anak. Berikut adalah ulasannya:

a. Cara Menghitung Dana Darurat Untuk Lajang

Besaran dana darurat ideal bagi Anda yang belum menikah dan berstatus lajang serta tidak memiliki tanggungan, maka besaran dana darurat adalah 6 kali dari jumlah pengeluaran bulanan rutin. Sebagai contoh, jika anda memiliki pengeluaran hingga Rp2.000.000 setiap bulan maka dana yang harus anda sisihkan sebesar Rp 12 juta. 

Jika sewaktu-waktu sumber pendapatan Anda terhenti, maka dana darurat inilah yang bisa dipakai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sampai Anda mendapatkan pendapatan yang baru.

b. Cara Hitung Dana Darurat Untuk Pasangan Menikah

Bagi Anda yang sudah menikah namun belum memiliki anak maka dana yang anda butuhkan adalah 9 kali jumlah pengeluaran bulanan rumah tangga. Sebagai contoh jika pengeluaran tiap bulan hingga Rp5.000.000 maka cukup dikalikan 9 sehingga dibutuhkan dana darurat hingga Rp 45 juta.

c. Cara Hitung Dana Darurat Untuk Pasangan Yang Memiliki Anak

Jika anda sudah menikah dan memiliki 1 anak atau lebih tentu besaran dana darurat yang dibutuhkan akan lebih banyak yaitu 12 kali jumlah pengeluaran bulanan rumah tangga. Sebagai contoh pengeluaran bulanan rumah tangga hingga Rp7.000.000 per bulan maka cukup kalikan 12 dengan total dana darurat sekitar 84 juta rupiah.

Baca juga: Berapa Jumlah Dana Darurat Bagi Yang Sudah Menikah?

Cara Hitung Dana Darurat Mahasiswa

Walaupun masih mahasiswa, bukan berarti anda tak perlu mempersiapkan dana darurat. Dalam pengelolaan keuangan, dana darurat menjadi salah satu pos keuangan yang tidak boleh terlewatkan. Karena tidak jarang mahasiswa dihadapkan pada pengeluaran mendesak dan mendadak yang harus dipenuhi sesegera mungkin, seperti biaya penelitian, tugas kuliah, memecahkan alat di laboratorium dan lainnya.

Sebagai seorang mahasiswa yang belum memiliki tanggungan dan masih lajang. Biasanya nominal dana darurat yang harus dikumpulkan setidaknya 3x pengeluaran tiap bulan. Hal tersebut dilakukan agar keadaan keuangan bisa tetap aman dan stabil.

Contoh Aira adalah seorang mahasiswi yang sedang berkuliah di Kota Depok, Jawa Barat. Setiap bulan ia mendapatkan uang dari orang tuanya sebesar Rp 3.500.000. Berikut adalah tabel pengeluaran:

KebutuhanBiaya
KosRp 1.000.000
Makan per bulanRp 1.500.000
Tugas Rp 300.000
HiburanRp 200.000
TotalRp 3.000.000

Jadi dana darurat = 3 x pengeluaran bulanan

3 x Rp 3.000.000 

= Rp 9.000.000

Nominal dana darurat yang harus dikumpulkan adalah Rp 9 juta. Dengan pendapatan sebesar Rp 3,5 juta dan pengeluaran Rp 3 juta, maka masih ada uang sejumlah Rp 500.000. Jadi gunakanlah uang tersebut untuk mengumpulkan dana darurat.

3 Cara Menginvestasikan Dana Darurat

Investasi dana darurat sangat penting dimiliki. Jika anda ingin mengelola dana darurat agar nilainya terus berkembang maka anda bisa menginvestasikannya, berikut pilihan instrumen investasi yang cocok untuk dana darurat yaitu:

a. Investasi Emas

Investasi emas murni atau emas batangan memiliki nilai tukar yang yang terus meningkat setiap tahun, namun kenaikan nya cukup kecil. Walaupun kenaikan nya cukup kecil namun investasi emas dinilai lebih aman dan bisa dijual lebih cepat di toko emas di pasar atau Pegadaian. 

b. Investasi Reksadana

Pilihan investasi reksadana untuk mengembangkan atau mengelola dana darurat ideal cukup menguntungkan karena memiliki tingkat keuntungan yang cukup tinggi dibandingkan dengan emas. Dalam pencairan reksadana, tingkat likuiditas masih bisa diandalkan. Anda hanya butuh menunggu paling lama 7 hari untuk mendapatkan pencairan dana dari investasi reksadana.

c. Obligasi Dan Sukuk Ritel

Obligasi dan sukuk ritel adalah instrumen investasi yang ditawarkan pemerintah kepada warga negara Indonesia saja. Risiko atas instrumen investasi ini bisa dikatakan nihil jika terjadi kerugian maka pihak negara yang akan menanggungnya. Selain itu obligasi dan sukuk ritel juga menawarkan jaminan keuntungan tahunan yang bersifat tetap atau fixed. 

Jaminan keuntungan atau capital gain tahun dibagi 12 bulan maka anda bisa mendapatkan pemasukan tiap bulan secara tetap. 

Tingkatkan Keuntungan Bisnis melalui Pendanaan Modal Usaha Aman!

Walaupun properti bukan salah satu jenis investasi yang cocok digunakan untuk dana darurat. Tapi properti bisa digunakan untuk tambahan modal usaha. Caranya dengan meminta bantuan fintech lending beragunan properti Danamas untuk memperoleh suntikan dana segar. Pinjaman online OJK bunga rendah 2021 ini sudah terdaftar dan mengantongi izin dari OJK. Jadi semua prosesnya aman.

Pinjaman berlimit besar sampai Rp 2 miliar dengan tenor mulai 1 hingga 10 tahun kini bukan hanya sekedar angan-angan. Danamas siap membantu anda mengembangkan bisnis agar makin maju. Yuk simulasikan pinjaman dan nilai properti dengan kalkulator simulasi properti dan kalkulator pinjaman. Segera ajukan pinjaman dan download Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis di smartphone agar prosesnya lebih mudah dan praktis. Untuk info lebih lengkap, klik DISINI!

cara-nabung-untuk-beli-rumah

11 Trik Hemat! Cara Menabung Untuk Beli Rumah Diusia Muda

Memiliki hunian di usia muda adalah harapan semua orang. Namun tingginya harga hunian yang semakin meningkat dari tahun ke tahun membuat banyak generasi milenial kesulitan untuk membeli rumah, apalagi di kota besar. Bahkan ada ungkapan yang mengatakan kalau hanya orang yang mendapat warisan yang bisa punya rumah di pusat kota. Hal itulah yang membuat anak muda mulai mencari cara nabung untuk beli rumah.

Sekarang ini banyak sekali tren dan gaya hidup, membuat anak muda kesulitan untuk mengelola keuangan atau menerapkan gaya hidup hemat. Membeli rumah bukanlah hal yang mustahil bisa dilakukan oleh kaum milenial apabila mereka mengetahui cara nabung untuk beli rumah yang tepat. Karena menabung bertahun-tahun pun bisa ludes bila tidak di manage dengan baik. Ada saja keinginan untuk memakai uang tersebut.

Namun walaupun harga hunian yang fantastis, tidak menghilangkan keinginan kaum muda untuk beli rumah. Karena hunian bisa menjadi salah satu bentuk investasi jangka panjang dan harganya akan terus mengalami kenaikan tiap tahunnya. Apakah anda ingin tau tentang cara nabung untuk beli rumah? Yuk simak artikelnya!

5 Cara Menabung Untuk Beli Rumah

Walaupun memiliki pendapatan besar tiap bulan, tapi kalau anda tidak niat bersungguh-sungguh dan fokus pada tujuan ingin beli rumah. Maka uang tersebut akan cepat habis untuk keperluan yang lain. Lantas, bagaimana cara nabung untuk beli rumah bagi para milenial? Simak dalam artikel ini.

1. Membulatkan Tekad atau Niat

  • Untuk membeli rumah, Anda harus memiliki tekad atau niat dalam menabung.
  • Siapkan target yang ingin dituju, jangka waktu, dan besaran angka yang ingin Anda tabung. 
  • Dengan membuat perencanaan, Anda bisa menghindari diri dari segala pengeluaran yang tidak efisien, karena sudah direncanakan untuk tabungan rumah. Pastikan Anda juga konsisten dalam menabung.

2. Memiliki Rekening yang Berbeda

Cara nabung untuk beli rumah selanjutnya adalah buat rekening yang berbeda ditujukan agar membantu Anda mengontrol pengeluaran secara spesifik. Dengan memiliki rekening yang berbeda, Anda bisa memisahkan antara tabungan untuk membeli rumah dan pengeluaran untuk keperluan lainnya.

3. Menabung di Awal Bulan

Anda bisa menabung sekitar 20% untuk alokasi tabungan rumah. Pastikan untuk menabung di awal bulan. Anda bisa menggunakan fitur autodebet yang tersedia pada bank pilihan Anda. Menabung di awal bulan mencegah agar tidak membelanjakannya sekaligus. 

4. Terapkan Gaya Hidup Hemat

Untuk membantu mempermudah keinginan milenial memiliki rumah, maka sebaiknya menghindari gaya hidup hedonisme. Anda bisa mulai menerapkan gaya hidup hemat dan mulai menyisihkan dana untuk menabung.

5. Berinvestasi di Produk Keuangan yang Tepat

Berinvestasi bisa menjadi salah satu cara yang bisa Anda gunakan untuk menambah “dana” pemasukan untuk membeli rumah. Anda bisa memilih dan mencari informasi mengenai investasi di produk keuangan yang tepat misalnya seperti deposito, reksadana, emas. 

Baca Juga: Kenali Investasi Online Kaum Milenial sebelum Memulai

4 Alasan Harus Beli Rumah Di Usia Muda

Segala sesuatu yang positif bila dimulai lebih cepat, tentu manfaatnya juga bisa segera dinikmati, termasuk membeli rumah di usia muda. Mengapa membeli rumah di usia muda adalah pilihan yang tepat? Berikut adalah beberapa alasannya:

1. Harga yang Terus Meningkat

Seperti yang diketahui, harga rumah selalu meningkat. Dalam kurun dua hingga tiga tahun, harga rumah bisa melonjak. Hal ini juga tergantung dengan lokasi dan pembangunan yang ada.  Dari segi material bangunan juga terus meningkat, apalagi jika Anda ingin membangun rumah dari awal.

2. Usia Terus Bertambah

Perlu disadari bahwa apabila ingin membeli rumah dengan cicilan, maka perlu memperhatikan kemampuan untuk mencicil, masa cicilan, dan juga faktor usia. Apabila Anda berada di usia produktif, maka akan semakin terbuka potensi untuk mendapatkan tenor maksimal. Perlu diketahui juga bahwa pihak bank biasanya memberikan tenor paling lama 25 tahun. 

3. Lahan Huni semakin Terbatas

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa harga properti kian naik karena semakin hari kebutuhan akan tempat tinggal semakin meningkat. Sedangkan lahan yang ada semakin terbatas. Hunian di tempat dengan lokasi strategis semakin mahal dan yang tersisa hanya rumah di pinggiran atau pelosok daerah yang mungkin secara lokasi tidak strategis. 

4. Dapat dijadikan Investasi yang Menjanjikan

Rumah adalah kebutuhan bagi setiap keluarga atau orang. Peningkatan harga setiap tahunnya bisa menjadikan rumah salah satu aset yang menjanjikan. Apalagi jika lingkungan Anda memiliki akses yang memadai dan berada di tengah kota. Anda bisa menjadikan rumah sebagai investasi yang menjanjikan.

5 Keuntungan Membeli Rumah Di Usia Muda

Jika anda masih ragu untuk membeli rumah di usia muda, di bawah ini ada 5 keuntungan yang bisa didapatkan jika melakukan hal itu, seperti bisa mencicil lebih panjang, mengantisipasi harga yang terus melonjak, bahkan bisa dipakai untuk investasi di masa depan.

1. Investasi Masa Depan

Properti adalah pilihan bijak ketika ingin berinvestasi di masa depan. Karena harganya yang terus melonjak. Apalagi jika lokasinya strategis dan dekat fasilitas umum, maka harganya akan naik 2-3x lipat dalam beberapa tahun ke depan. Daerah yang ramai akan lebih cepat berkembang sehingga permintaan properti akan semakin tinggi juga, sehingga membuat harganya semakin mahal.

Untuk investasi, selain menjual rumah di masa mendatang. Anda juga bisa menyewakannya atau berjualan di sekitar rumah tersebut. Bila rumah dekat dengan kampus atau perkantoran, maka cocok disewakan. Dan pundi-pundi keuangan pun bertambah terus.

2. Belajar Menunda Kesenangan

Karena belum menikah, tidak sedikit orang yang bergaya hidup bebas untuk berfoya-foya. Salah satu cara agar bisa mengendalikan hal itu adalah membeli rumah. Saat anda mengumpulkan uang untuk uang muka atau membayar cicilan, maka anda sedang belajar menunda kesenangan dengan mengatur uang agar cukup untuk ditabung dan memenuhi keperluan hidup lainnya. Jadi bila nanti sebagian uang langsung dipotong untuk cicilan rumah, anda tidak kaget karena sudah terbiasa menyisihkan uang dan hidup menggunakan uang terbatas.

3. Antisipasi Kenaikan Harga Rumah

Seperti yang diketahui kalau harga rumah terus naik setiap tahunnya. Menunda beli rumah, maka anda sedang membiarkan harga terus naik dan kita semakin sulit untuk membelinya. Mengumpulkan uang untuk membeli rumah secara cash bukanlah pilihan yang tepat, apalagi jumlah uang yang ditabung tidak sebanding dengan kenaikan harga rumah. Disarankan anda mengumpulkan uang untuk membayar uang muka kemudian ajukanlah kredit kepemilikan rumah (KPR) ke bank. Dengan langkah itulah, anda bisa punya rumah lebih cepat.

4. Cicilan Lebih Panjang

Ketika masih muda maka waktu produktif masih panjang. Masa produktif itu erat kaitannya dengan masa cicilan KPR. Umumnya masa cicilan KPR sampai 20 tahun. Tapi ketika anda baru mengambil KPR di usia 30 atau 40 tahun, maka masa cicilan bisa jadi lebih pendek karena telah mendekati waktu pensiun. 

Jadi sebaiknya anda mengambil KPR di usia muda karena waktu cicilannya akan lebih panjang, sehingga akan lebih meringankan karena biaya cicilannya jauh lebih murah dibanding mengambil KPR ketika usia 30 atau 40.

Tak hanya itu saja, biaya hidup juga masih kecil karena belum ada tanggungan keluarga. Hal itu membuat anda lebih leluasa untuk mengatur uang yang akan dipakai untuk bayar cicilan.

5. Motivasi Untuk Semakin Produktif

Anda akan termotivasi untuk semakin produktif ketika mengingat kalau ada cicilan rumah yang harus dibayarkan tiap bulannya. Dan ketika bekerja, anda akan teringat kalau anda sudah menikmati kerja keras dengan memiliki rumah. 

Mencicil rumah dirasa lebih mudah karena energi yang dimiliki juga masih banyak. Jadi manfaatkanlah masa muda untuk bekerja keras dan terus produktif, agar anda bisa mencari penghasilan dan membayar cicilan rumah

11 Cara Hidup Hemat Agar Bisa Menabung

Agar bisa segera beli rumah, anda harus hidup hemat. Jangan tergiur dengan keinginan yang tidak akan ada habisnya. Bagi anda yang masih sering hidup boros. Nah di bawah ini ada 11 cara hidup hemat agar anda bisa menabung. Yuk kita lihat ulasannya!

1. Tahu Prioritas

Jangan pernah memasukkan barang yang hanya bersifat keinginan ke daftar prioritas. Poin pertama ini cukup ampuh untuk menekan pengeluaran yang tidak penting. Anda masih bisa tidak nonton ke bioskop dalam waktu satu bulan atau tidak liburan selama satu bulan, tapi anda tidak bisa makan satu bulan sekali, minum satu bulan sekali dan kebutuhan pokok lainnya. Jadi perhatikan dan pahami perbedaan kebutuhan dan keinginan yang hanya kepuasan sementara.

2. Jaga Kesehatan

Menjaga kesehatan merupakan salah satu cara agar hidup lebih hemat. Apa hubungannya? Karena dengan pola hidup sehat, maka akan meminimalisir risiko penyakit yang memerlukan bantuan dokter. Tentu saja jasa dokter dan obat butuh uang untuk membayarnya dan biasanya jumlahnya tidak sedikit. Hal tersebut akan mengganggu arus pengeluaran karena bisa jadi lebih tinggi dibandingkan pendapatan tiap bulannya.

3. Bijak Dalam Berbelanja

Harga barang di supermarket biasanya lebih mahal dibandingkan di pasar. Nah untuk menghemat uang, mulailah membiasakan diri untuk berbelanja di pasar. Atau jika ingin berbelanja online, pilihlah event tertentu untuk berbelanja bulanan atau jumlah banyak karena biasanya akan ada potongan harga.

4. Pengeluaran < Pendapatan

Jangan menghambur-hamburkan uang untuk memenuhi keinginan, bukan kebutuhan. Usahakan jangan sampai berhutang hanya untuk memenuhi kebutuhan karena akan mempengaruhi kelangsungan hidup. Dilihat secara psikologi, kebiasaan memiliki hutang membuat cemas, gelisah dan tidak tenang.

5. Bawa Bekal

Anda bisa menerapkan hidup hemat dengan membawa bekal. Jadi uang makan yang disediakan kantor bisa ditabung. Walaupun mungkin jumlahnya tidak terlalu besar, tapi jika dikumpulkan bisa dipakai untuk hal lain. Selain itu dengan membawa bekal, makanan yang dikonsumsi lebih terjamin dan higienis.

6. Fasilitas Liburan Murah

Yang perlu diingat adalah anda liburan untuk melepas penat dan lelah bekerja, bukan menambah beban atau masalah finansial karena uang habis dipakai liburan. Belilah tiket transportasi di saat promo karena harganya lebih murah, hotel juga tidak perlu bintang lima karena waktu di tujuan lebih banyak dipakai untuk eksplor tempat/ makanan khas, atau tidak harus liburan ke luar negeri. Jangan pernah memaksakan jika anda merasa tidak perlu/tidak mampu.

7. Tidak Remehkan Uang Receh

Uang receh sering diremehkan karena nominalnya yang sedikit. Padahal jika dikumpulkan, nominalnya besar dan bisa menyelamatkan anda ketika dalam keadaan terdesak. Sediakan wadah atau toples untuk menyimpan uang receh. Setelah banyak, tukarkan dengan uang kertas bernominal sama.

8. Go Green

Ubahlah kebiasaan seperti lebih hemat penggunaan listrik (matikan saklar lampu saat tidak dipakai), hemat air sampai menggunakan sepeda untuk menjangkau tujuan yang jaraknya < 5 km dari rumah. Sikap-sikap ini akan turut menjaga bumi, sekaligus merealisasikan hidup hemat.

9. Disiplin Menabung

Sikap rajin dan disiplin menabung adalah hal yang wajib dimiliki ketika ingin mewujudkan pola hidup hemat. Tabungan bisa dijadikan cadangan uang dalam keadaan terdesak atau dipakai untuk persiapan hari tua. Banyak sekali manfaat menabung jika anda menerapkannya. Setidaknya sisihkan 10% dari pendapatan tiap bulannya.

10. Terapkan Pola Hidup Sederhana

Walaupun penghasilan anda di atas 10 juta tapi tidak menjamin anda dapat hidup menjadi orang kaya. Orang yang dianggap kaya adalah orang yang tekun dalam mengumpulkan uang dengan bekerja keras dan selektif memakai uang. Pola hidup sederhana adalah langkah yang paling ampuh untuk mempertahankan kekayaan dan cocok dengan sikap hidup hemat.

11. Investasi

Sisihkan uang anda untuk investasi. Ada banyak instrumen investasi yang bisa dipilih seperti reksadana, deposito, emas, saham sampai properti. Pilihan jenis instrumen yang sesuai dengan tujuan investasi.

Bisnis Bisa Cuan dengan Modal Besar! Ini Caranya

Setelah anda tau cara nabung untuk beli rumah dan berhasil mendapatkan keinginan tersebut. Anda bisa menjadikan hunian tersebut sebagai agunan untuk mengembangkan usaha anda. Dengan suntikan dana sampai Rp 2 miliar dari Danamas, semua permasalahan keuangan anda akan terselesaikan.Danamas merupakan pinjaman online OJK bunga rendah 2021 yang dapat memberikan tambahan modal usaha dengan agunan properti. Anda bisa menggunakan sertifikat tanah, apartemen, ataupun rumah. Anda bisa menggunakan kalkulator simulasi properti dan kalkulator pinjaman untuk menghitung pinjaman dan angsuran dari properti yang dimiliki. Agar akses lebih praktis dan mudah dilakukan dimana saja, segera download Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis di smartphone. Untuk info lebih lengkap, klik DISINI!

Cara-Mengatur-Keuangan-Usaha

Cara Mengatur Keuangan Usaha Kecil Menengah untuk Pemula

Akibat pandemi, banyak perusahaan yang memberhentikan karyawannya. Karena hal itulah tak sedikit orang yang membuka UMKM untuk menyambung hidup dan menambah penghasilan. Namun ternyata masih ada pelaku usaha yang kurang mengetahui cara mengatur keuangan usaha. Padahal mengatur keuangan adalah ilmu yang harus dimiliki oleh semua orang, terutama pelaku usaha. 

Jika pembukuan carut marut, maka tidak jelas alur uang masuk dan keluar. Hal itu rentan adanya penggelapan uang dan usaha berisiko bangkrut karena tidak memiliki pengaturan keuangan yang jelas. Oleh karena itu, cara mengatur keuangan usaha harus dilakukan dengan benar. Jika tidak dilakukan dengan benar, maka keuangan usaha sulit dikembangkan. Maka, penting untuk tahu cara mengelola keuangan yang tepat.

Bisnis bisa makin cuan dengan manajemen keuangan yang tepat, maka penting sekali mengetahui cara mengatur keuangan usaha tanpa harus menggunakan financial planner. Strategi mengatur keuangan adalah faktor yang sangat penting untuk menjaga kestabilan dan pengembangan bisnis. Berikut tips keuangan bagi pemula yang sedang memulai usaha kecil dan menengah:

8 Cara Mengatur Keuangan UMKM Pemula

Agar usaha bisa cepat sukses dan berekspansi, salah satunya adalah mengetahui manajemen keuangan. Bagaimana jika masih pemula? nah berikut adalah beberapa cara mengatur keuangan usaha bagi UMKM dan juga pemula yang baru terjun ke dunia bisnis:

1. Pisahkan Keuangan Bisnis & Keuangan Pribadi

Manajemen keuangan untuk pelaku UMKM pemula yang wajib dilakukan adalah memisahkan keuangan bisnis & pribadi. Sebaiknya, Anda memiliki dua rekening tabungan yang berbeda sehingga memudahkan perhitungan keuangan bisnis Anda. Jika Anda tidak memisahkan 2 rekening tabungan yang berbeda tersebut, maka pencatatan keuangan menjadi tidak teratur, sehingga nantinya akan semakin kesulitan dalam mengatur alur keuangan bisnis dan pribadi. 

Memiliki akun rekening tabungan juga bermanfaat untuk melacak keuntungan dan kerugian, memantau pengeluaran bisnis hingga melakukan pelaporan dan pembukuan keuangan UMKM Anda. 

2. Merancang Anggaran Bisnis

Kelola bisnis UMKM Anda dengan membuat rancangan anggaran yang tepat. Dengan sistem keuangan yang memadai, maka Anda bisa menentukan target pendapatan dan mengecek pengeluaran secara menyeluruh. Budget pada bisnis juga bisa terpantau dengan baik sehingga saat ingin mengeluarkan dana untuk modal bisnis Anda kedepannya bisa lebih terencana. Selain itu, mengelola anggaran mampu memperkirakan jumlah pendapatan yang masuk ke tabungan bisnis Anda. Jika saat pembukuan, terjadi arus keuangan yang kurang baik, maka akan cepat teratasi karena Anda bisa mengecek langsung lewat pengelolaan anggaran yang tepat.

3. Mengelola Stok pada Bisnis

Cara mengatur keuangan bagi UMKM pemula lainnya adalah mampu mengelola stok barang. Pengelolaan stok yang baik bisa membantumu dalam mengecek pengeluaran yang perlu atau tidak diperlukan. Terlebih lagi, Anda juga bisa cek ketersediaan stok dengan cara yang lebih teratur. Stok barang atau jasa yang keluar masuk bisa lebih terpantau dengan tepat sehingga saat produksi juga berjalan dengan lancar.

4. Kelola Pembukuan Keuangan

Walaupun bisnis UMKM Anda masih awal, tetaplah memulai dengan pengelolaan pembukuan yang memadai. Tak perlu memulai dengan pembukuan yang kompleks, cukup dengan memasukkan data pendapatan, pengeluaran setiap hari, utang serta asset yang dimiliki oleh bisnis. Dengan pencatatan pembukuan yang dikelola dengan baik, maka Anda bisa mendapatkan data keuntungan dan kerugian yang lebih sistematis. Ada banyak contoh pembukuan keuangan sederhana khusus untuk UMKM di internet yang bisa Anda coba. 

5. Siapkan Dana Darurat

Tak hanya keuangan pribadi yang membutuhkan dana darurat, keuangan bisnis juga membutuhkan dana darurat. Dengan menyiapkan dana darurat sebagai cara mengatur keuangan UMKM, maka berbagai kondisi yang tak terduga bisa Anda antisipasi jika nantinya membutuhkan dana yang dikeluarkan secara mendesak pada bisnis Anda. Manfaat memiliki dana darurat juga bisa mengurangi beban usaha jika sewaktu-waktu bisnis Anda mengalami kebangkrutan. Dana darurat bisa juga disimpan dalam bentuk investasi, seperti dana darurat di reksadana pasar uang, dana darurat deposito atau simpan di tabungan bank.

6. Disiplin Bayar Tagihan

Cara mengatur keuangan pada UMKM juga dapat dengan membiasakan diri Anda untuk membayar tagihan tepat waktu. Dengan terbiasa disiplin waktu, maka akan lebih memudahkan dalam menjalankan usaha Anda. Pembayaran tagihan seperti kartu kredit atau pajak yang tepat waktu juga menghindari bisnis Anda dari denda jika terlambat membayar. Bisa dibayangkan bukan, jika Anda harus membayar denda karena telat membayar yang justru akan menambah beban biaya pada bisnis UMKM yang baru dirintis ini. Terbiasa disiplin membayar tagihan harus dibiasakan agar mengurangi beban pengeluaran.

7. Sistem FIFO untuk UMKM Makanan

Jika Anda adalah pelaku UMKM pada bidang kuliner, maka perhatikan sistem produksi makanan atau minuman Anda. Sistem First In First Out (FIFO) biasa digunakan oleh pelaku usaha restoran dan hotel untuk mengantisipasi masa kadaluarsa pada bahan makanan. Sistem FIFO ini membantu Anda untuk memakai bahan makanan atau minuman yang terlebih dahulu masuk stok, sehingga perputaran stoknya bisa lebih baik. Untuk memudahkan, pasang label di setiap produk yang masuk di awal, bisa ditambahkan tanggal kadaluarsa sehingga info detail tentang produk makanan tersebut bisa membantu Anda dalam pengecekan stok untuk sistem FIFO. 

8. Pengelolaan Utang yang Baik

Tak hanya pengelolaan modal, utang pun harus diperhatikan dalam trik cara mengatur keuangan bagi UMKM. Dengan kemampuan mengelola utang dengan baik, maka bisnis Anda bisa jalan lebih lancar dan terkontrol dengan teratur. Jika Anda mengajukan utang atau pinjaman, maka tetap rencanakan dengan tepat, seperti jumlah yang dibutuhkan hingga kemampuan dalam melunasi utang. Jika Anda memiliki utang, maka segera lunasi agar tak semakin membebankan keuangan UMKM Anda.

Cara mengatur keuangan khusus UMKM ini sangat penting untuk Anda yang ingin mengembangkan bisnis menjadi lebih besar dan luas lagi. Pengelolaan finansial yang baik mampu mempermudah bisnis Anda sehingga tanpa financial planner pun Anda bisa mengatur keuangan sendiri.

9 Cara Mengatur Modal Dan Keuntungan UMKM

Modal adalah salah satu hal yang bisa menjadi hambatan bagi para pelaku usaha, tak terkecuali UMKM. Dengan adanya keterbatasan modal, mengharuskan para pengusaha lihai dalam mengatur keuangan. Berikut ada sembilan cara mengatur modal dan keuntungan bagi pelaku UMKM:

1. Susun Rencana

Jika anda sudah memiliki modal yang cukup, maka selanjutnya adalah menyusun rencana sebaik mungkin. Rencana tersebut berhubungan dengan penggunaan modal. Buatlah perencanaan penggunaan modal sedetail mungkin, agar anda tahu apakah modal tersebut cukup atau kurang.

2. Pakai Modal Hanya Untuk Usaha

Pakailah modal usaha hanya untuk pengembangan bisnis. Jangan malah dipakai untuk bersenang-senang atau berfoya-foya. Apalagi jika modal itu didapat dari pinjaman yang harus segera dikembalikan. Jadi tetapkan sejak awal pembuatan bisnis kalau uang usaha bukanlah uang pribadi.

3. Siapkan Dana Darurat

Dari modal usaha, sisihkanlah untuk dana darurat. Uang tersebut bisa dipakai untuk keperluan mendesak atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya mobil yang dipakai untuk mengirim barang mengalami kecelakaan. Nah uang ini bisa dipakai untuk servis di bengkel. Anda harus memperbaiki mobil tersebut karena dipakai untuk operasional. 

Pisahkan dana darurat dengan rekening pribadi agar tidak terpakai. Jangan pakai uang tersebut kecuali jika ada masalah darurat. Adanya dana darurat membuat rencana usaha tetap ada di jalurnya. Jadi tidak perlu melakukan rencana lain ketika tiba-tiba ada masalah yang harus diatasi.

4. Jaga Rasio Keuangan

Tak sedikit pelaku UMKM yang berhutang untuk mendapatkan modal usaha. Pelaku bisnis harus memperhatikan nominal hutang dari rasio keuangan yang dimilikinya. Bila jumlah hutang lebih besar daripada pendapatan, itu bisa menjadi “lampu merah” pebisnis tersebut tidak berhutang lagi. Hutang harus segera dilunasi agar rasio keuangan ada presentasi yang positif. Sehingga arus kas berjalan normal.

5. Catat Keuangan Usaha

Catatlah uang yang masuk dan uang keluar yang dipakai untuk kebutuhan atau kegiatan bisnis. Hal tersebut bisa membantu untuk mengatur modal usaha dengan benar. Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, anda juga akan terbantu dalam menyusun laporan keuangan. Anda bisa menggunakan buku besar atau aplikasi khusus untuk mencatat. Pencatatan dilakukan setiap ada transaksi.

6. Rutin Bayar Pinjaman Modal

Bagi anda yang mengajukan pinjaman ke fintech lending, koperasi, bank atau lembaga lain, maka rutin dan patuhilah proses pembayaran pinjaman. Anda perlu mengembalikan dana sesuai aturan yang disepakati. Jangan lupa untuk memperhitungkan bunganya juga. Dengan membayar hutang secara rutin, maka anda akan terhindar dari denda dan bisa mengajukan kredit kembali setelah hutang yang pertama tadi berhasil dilunasi.

7. Kelola Piutang

Saat anda menerapkan piutang untuk pembayaran, maka catatlah tanggal jatuh tempo dengan benar. Piutang merupakan hak usaha dan bisa menjadi sumber pemasukan. Saat mendekati jatuh tempo pembayaran, anda bisa mengirimkan pengingat secara berkala kepada pihak yang memiliki piutang dengan anda agar membayar tepat waktu. Jangan sampai uang piutang yang masuk terhambat, hal itu akan mempengaruhi arus kas keuangan anda. 

8. Ajukan Pinjaman Jika Perlu

Agar bisnis bisa cepat besar memang memerlukan modal cukup banyak. Jangan ragu untuk mengajukan pinjaman jika memang diperlukan. Bahkan anda bisa meminjam lagi saat hampir melunasi seluruh hutang sebelumnya. 

Dengan adanya suntikan dana, anda bisa melakukan rencana selanjutnya. Namun, jika anda ingin ekspansi dengan memakai laba usaha pun tidak masalah, selama anda mengatur keuangan dengan tepat.

9. Eksekusi Rencana

Jika anda sudah membuat rencana, maka jangan ragu untuk mengeksekusi sesuai dengan modal yang dimiliki. Saat menjalankan rencana tersebut, bisa saja ada tantangan dan rintangan yang harus dilewati. 

Walaupun mungkin hal itu baru pertama kali anda lewati, tapi kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran untuk mengembangkan usaha. Fokuslah pada proses ketika anda melewati hal itu. Jika berhasil melalui berbagai macam rintangan, maka hasilnya akan mengikuti secara fair.

Cara Pembukuan Keuangan Usaha Kecil (Tips Dan Trik Pembukuan) 

Walaupun usaha yang anda jalankan baru dimulai, tapi sistem pembukuan harus tetap dilakukan. Membuat pembukuan keuangan memang susah gampang. Yang terpenting adalah harus teliti, detail dan rapi. Jika anda masih bingung dalam membuatnya, berikut ada beberapa cara mengatur keuangan usaha dengan membuat pembukuan yang benar:

1. Siapkan Buku Catatan Pemasukan

Tidak hanya pengeluaran saja yang dicatat, tapi juga alur pemasukan dana ditulis dengan detail, jelas dan rapi. Dengan begitu, anda jadi tau asal dana dari mana.

2. Buat Buku Catatan Pengeluaran

Catatlah semua proses transaksi pengeluaran. Hal yang perlu dicatat adalah pembelian bahan baku, biaya operasional dan lainnya. Dengan membuat pembukuan, maka modal usaha yang dipakai akan mudah diketahui. Sehingga anda juga bisa menargetkan strategi bisnis dan memakai modal usaha yang bisa menjadi omset untuk bisnis anda.

3. Punya Buku Kas Utama

Buku kas utama yaitu penggabungan buku pengeluaran dan pemasukan/pendapatan. Dengan memakai buku kas inilah anda bisa tau manfaat dan kerugian yang dialami perusahaan. Peran penting buku kas adalah untuk merancang perencanaan dan strategi ketika perusahaan memiliki biaya yang tidak diduga di masa yang akan datang. Untuk membuatnya, masukkan 5 unsur ke kolom catatan keuangan, yaitu:

  • Kolom pertama adalah kolom tanggal ketika ada transaksi
  • Kolom kedua adalah tentang keterangan masuk atau keluar arus uang/dana kas
  • Kolom ketiga adalah mengisi nomor surat bukti kas pemasukan dan bukti kas pengeluaran
  • Kolom keempat adalah jumlah saldo kas perusahaan
  • Kolom kelima adalah jumlah pengeluaran uang atau dana kas yang akan dilakukan

4. Siapkan Buku Stok Barang Secara Khusus

Anda juga bisa membuat buku stok secara terpisah. Daftarkan item yang yang masuk dan keluar sepanjang hari. Peningkatan penjualan maka akan meningkatkan jumlah barang yang keluar. Buku tersebut bermanfaat untuk memudahkan dalam melihat dan memantau produk. Terutama bila dalam waktu dekat, anda berencana membuka cabang ataupun ingin menambah tujuan penjualan. Caranya adalah dengan:

  • Menghitung stok barang
  • Catat stok barang di laporan stok barang

5. Persiapkan Buku Laba Rugi

Selanjutnya adalah buku laba rugi. Buku tersebut berguna untuk mencatat semua pendapatan dan pengeluaran dalam periode tertentu. Manfaat lainnya yaitu bisa memonitor bila perusahaan menerima keuntungan ataupun mengalami kerugian. 

Pada perusahaan besar, laba dan rugi berfungsi untuk menentukan nilai investasi dan prediksi arus kas di masa yang akan datang. Buku laba rugi bisa memberikan informasi mengenai jumlah pajak yang harus dibayar dan anda juga bisa mengevaluasi strategi perusahaan.

6. Buat Buku Inventaris Barang

Segala inventaris juga harus dipantau dengan membuat buku inventaris barang. Di dalamnya dimasukkan tentang anggaran anggaran subsidi, pembelian dan sumbangan. Buku tersebut bisa bermanfaat sehingga aset komersial bisa dikontrol dengan baik. Manfaat lainnya adalah mencegah produk hilang dan memudahkan kegiatan mutasi.

Agar lebih mudah dalam pembuatan inventaris, anda perlu buku atau format pencatatan. Format di buku tersebut berbeda-beda tiap organisasi. Berikut contoh Buku Induk Barang Inventaris:

Buatlah catatan pembukuan secara konsisten. Agar lebih memudahkan anda dalam membuatnya, berikut ada tips-tips yang bisa diikuti. Jika anda merasa kesulitan dalam membuatnya, jangan sungkan untuk meminta bantuan profesional atau menggunakan software/aplikasi.

  • Pakai Software akuntansi/pembukuan
  • Pertahankan bagan akun
  • Tidak menggabungkan keuangan bisnis dan pribadi
  • Hubungi profesional
  • Latih ulasan harian dan mingguan

Cara Memisahkan Uang Usaha Dan Pribadi  

Di beberapa tips cara mengatur keuangan usaha, salah satu poin yang harus dilakukan adalah memisahkan uang usaha dan pribadi. Tapi ternyata tak sedikit orang yang merasa kesulitan untuk melakukan hal tersebut. Nah berikut adalah cara memisahkan uang usaha dan pribadi:

a. Buat Rekening Terpisah

Anda bisa menempatkan uang pribadi di tabungan yang terpisah dengan rekening yang dipakai usaha. Tidak harus membuat rekening di bank berbeda, tapi bisa juga di bank yang sama. Dengan begitu, anda bisa melihat arus kas uang usaha dan kondisi keuangan pribadi. Jadi dapat terlihat apakah usaha anda untung atau rugi.

b. Kelola Usaha Dengan Baik

Caranya adalah dengan membuat perhitungan anggaran pengeluaran rutin untuk kebutuhan usaha. Perkirakan pemasukan yang sudah rutin didapatkan dengan menyimpan tagihan dan nota pembelanjaan. Lakukanlah hal ini secara rutin.

c. Evaluasi Tiap Minggu

Untuk mengetahui pergerakan modal usaha dan keuntungan yang didapatkan, anda bisa lakukan evaluasi keuangan setiap minggu. Catat semuanya dengan rapi.

d. Analisis Keadaan Keuangan

Hal lain yang harus dilakukan adalah rutin melakukan analisa keuangan. Anda bisa melakukannya 3 bulan sekali. Perhatikan kondisi keuangan, termasuk hutang yang anda miliki (jika ada).

e. Alokasikan Profit Dengan Tepat

Langkah terakhir adalah mengalokasikan profit atau keuntungan dengan benar. Formula yang tepat adalah 2,5 : 15 : 20: 30 : 32,5. Artinya adalah:

  • 2,5% = untuk zakat usaha
  • 15% = simpan untuk ditabung atau investasi, berguna untuk keperluan pribadi
  • 20% = pisahkan untuk cicilan utang modal, walaupun modal dari dompet sendiri
  • 30% = pakai untuk kepentingan pribadi
  • 32,5% = pisahkan untuk tabungan pengembangan usaha

Usaha tanpa Hambatan dengan Modal Tepat!

Pada prosesnya, mungkin Anda akan menemukan jalan untuk memperluas usaha kecil dan menengah (UMKM) dengan modal tambahan. Hal ini sangat wajar terlebih lagi disaat Anda ingin segera mewujudkan impian untuk memiliki bisnis yang besar juga stabil. Salah satunya adalah dengan mengajukan modal usaha dari Danamas yang mampu dengan mudah mewujudkan mimpi bisnis Anda.

Danamas hadir sebagai Peer to Peer Lending (P2P) yang mendapatkan izin sekaligus diawasi oleh OJK. Dengan memilih Fintech yang sudah mendapatkan izin OJK sebagai layanan penyedia modal usaha, maka peminjam modal pun bisa lebih tenang. Proses pinjaman yang mudah  dan cepat dan diakses online bisa mempermudah pelaku usaha UMKM mendapatkan modal usaha dengan praktis. 

Pinjaman online OJK bunga rendah 2021 memberikan suntikan dana segar hingga 2 miliar rupiah. Sudah terbayangkan akan seberapa majunya bisnis Anda dengan pinjaman modal usaha yang besar dan bunga ringan? Masa tenor yang diberikan sampai 10 tahun. Anda bisa simulasikan pinjaman dan nilai properti dengan kalkulator simulasi properti dan kalkulator pinjaman di website Danamas. Agar proses lebih mudah dan praktis, download Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis segera! Untuk info lebih lengkap, klik DISINI!