Tabel-menabung-bulanan

Menabung merupakan sebuah aktivitas yang dapat membantu untuk menyimpan sebuah persediaan dana untuk masa depan. Menabung memiliki banyak cara, dan cara tersebut bervariasi dari menabung secara langsung atau menabung sedikit demi sedikit. Namun, pada proses menabung terkadang kita tidak konsisten sehingga tujuan keuangan menabung pun semakin jauh untuk bisa dicapai. Menabung sebenarnya mendatangkan banyak keuntungan termasuk Anda bisa membeli kebutuhan atau keinginan yang diharapkan bisa terbeli segera. 

Menabung dengan tabel bulanan bisa membantu Anda yang ingin mengumpulkan uang lebih konsisten. Konsisten dalam menabung sangat dibutuhkan sehingga target menabung bisa cepat tercapai. Ada banyak contoh tabel menabung bulanan yang bisa Anda jadikan format untuk tabungan di rumah. Untuk bisa menabung bulanan sesuai target yang Anda inginkan, ada juga cara tips menabung bulanan yang tepat seperti pada artikel ini.

Di artikel ini akan membahas berbagai tips yang bisa dilakukan oleh Anda untuk kumpulkan tabungan bulanan secara konsisten. Tips menabung bulanan ini bisa Anda ikuti dengan tabel menabung bulanan yang akan kami bagaikan dibawah ini. Simak artikel ini hingga akhir untuk dapatkan tips menabung bulanan yang efektif.

Tips Menabung Bulanan

Untuk bisa mengumpulkan uang atau tabungan, maka ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan. Salah satu yang bisa dilakukan adalah mengumpulkan uang dengan tabel tabungan bulanan. Ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan untuk bisa menabung bulanan yang efektif, seperti berikut ini:

  • Memperhitungkan Jumlah Pendapatan

Untuk memulai sebuah kegiatan menabung secara bulanan, kita harus memperhitungkan jumlah pendapatan kita yang ada. Dengan ini, kita dapat memperkirakan seberapa banyak jumlah uang yang akan ditabung dan seberapa yang akan digunakan untuk keperluan pribadi. Dengan mengetahui seberapa banyak anda ingin menabung, hal tersebut juga dapat membantu untuk menyediakan sebuah bagian agar anda dapat menyiapkan uang cukup dan sesuai untuk anda.

  • Menyiapkan Untuk Hal yang Tidak Terduga

Terkadang dalam kehidupan, banyak hal yang tidak terduga bisa saja terjadi di kehidupan kita. Untuk menabung bulanan, ada baiknya bilamana anda siap untuk hal-hal yang tidak dapat diduga, serta menyiapkan modal yang cukup untuk hal yang tidak terduga itu. 

  • Buat Sebuah Tabel

Jika anda tidak ingin menabung di bank, anda bisa menabung sendiri dengan cara pembuatan tabel tabungan. Berkaitan dengan poin pertama, ada baiknya bahwa anda membuat sebuah tabel yang dapat membantu anda untuk menjadi lebih teratur akan keuangan anda. Selain itu, anda dapat memiliki sebuah peringatan secara tidak langsung agar menyimpan uang anda dalam jumlah yang ditentukan. Bagaimana caranya untuk membuat tabel ini? 

Langkah 1: tentukan target yang anda ingin kumpulkan serta berapa lama rencana anda untuk siapkan. Dengan anda mengetahui target anda, bisa semakin mudah bagi anda untuk mengetahui berapa banyak yang harus disimpan serta frekuensi menabung.

Langkah 2: menyiapkan sebuah tabel yang cukup untuk mengisi setiap kolom dengan jumlah uang yang dibutuhkan. Satu kolom bisa digunakan untuk satu hari dan satu hari tersebut bisa diisikan dengan jumlah uang yang disimpan. Atau, anda bisa menggunakan kolom tersebut untuk menuliskan jumlah uang yang harus disimpan dan memberi sebuah tanda centang untuk menandakan bahwa anda telah menabung dengan jumlah sebesar itu.

Dibawah ini merupakan beberapa contoh tabel menabung yang anda bisa gunakan untuk penabungan bulanan anda. Ada beberapa yang bisa anda lakukan untuk kegiatan menabung anda, dan beberapa memiliki jangka waktu mereka tersendiri. Pada akhirnya, semua kegiatan menabung anda akan mengikuti kemampuan anda:

HariJumlah uang yang disimpanTotal
15.0005.000
25.00010.000
35.00015.000
45.00020.000
55.00025.000
65.00030.000
75.00035.000

Contoh di atas merupakan sebuah contoh tabel untuk menabung. Seperti yang disampaikan di poin sebelumnya, sebuah tabel tabungan bisa saja disesuaikan dengan kemampuan anda dari segi kemampuan di waktu ataupun jumlah uang yang disimpan. Contoh tabel diatas bisa dikembangkan lebih lanjut. Jumlah hari dan jumlah uang yang disimpan bisa digantikan bagaimanapun bentuknya.

Tabel Menabung Bulanan

Untuk bisa menabung bulanan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan menggunakan tabel menabung bulanan. Tabel menabung bulanan bisa membantu Anda untuk lebih konsisten dan rajin untuk bisa menabung bulanan dan dapatkan target selama setahun sesuai tujuan keuangan Anda.

Jika Anda ingin mengikuti format tabel menabung bulanan diatas, maka Anda perlu memiliki konsistensi yang cukup tinggi. Cara dari tabel tabungan bulanan diatas adalah dengan menabung sesuai jumlah minggu yang berjalan. Sebagai contoh, pada minggu pertama, Anda menabung 1000 rupiah, lalu di kalender minggu pertama ada 3 hari dari tanggal 1-3 maka di minggu pertama, jumlah tabungan Anda adalah 3000 rupiah. Lalu, di minggu kedua, Anda bisa cukup menabung 2000 rupiah dan di kalender minggu kedua ada 7 hari dan minggu tersebut Anda bisa menabung dengan total Rp 14 ribu. Jadi, di dua minggu pertama, Anda bisa mendapatkan Rp 17 ribu. Jika Anda menerapkan table menabung bulanan ini, maka dalam setahun di minggu ke-53 bisa mencapai Rp 10 juta.

Total menabung selama sebulan adalah Rp 96.000.

Di minggu ke-1, Anda akan menabung Rp 1000 dan jika di minggu ke-1 ada 3 hari, maka tabungan Anda dalam minggu itu adalah Rp 3000. Sama juga dengan minggu berikutnya dimana Anda menaikkan jumlah nominalnya menjadi Rp 2000 dan jumlah hari dalam minggu adalah 7 hari, maka jumlah yang Anda tabung di minggu ini senilai Rp 14.000. Maka total yang bisa Anda dapatkan adalah Rp 96 ribu.

Total menabung selama sebulan adalah Rp 930.000. Cara menabung dengan tabel tabungan bulanan diatas ini bisa Anda praktekkan dengan menyisihkan dana yang lebih besar. Sebagai contoh, Anda menabung di bulan Februari, maka jumlah dana yang harus Anda tabung sesuai dengan tanggal di bulan itu. Jika tanggal 1 Anda mulai menabung Rp 1000, dan seterusnya hingga tanggal 30, maka misal Anda anggap bulan Februari, jumlah tabungan di tiap harinya Anda kalikan dua. Dikali dua, karena pada bulan Februari adalah bulan kedua. Jika Anda menabung di bulan maret, maka Anda bisa kalikan 3. Maka, Anda bisa mendapatkan jumlah tabungan Rp 930.000.

Perbedaan Menabung Harian & Bulanan

Untuk bisa mengumpulkan tabungan sesuai target yang Anda inginkan, maka Anda bisa mencoba menabung secara harian dan bulanan. Dalam hal ini, menabung dengan bulanan bisa Anda coba. Meskipun sama-sama menyimpan uang demi mencapai sebuah tujuan, menabung merupakan dua hal yang berbeda. Ada perbedaan antara menabung harian dan menabung bulanan, simak bedanya dibawah ini:

  • Lokasi Menabung

Menabung sebenarnya bisa dilakukan dimana-mana dan semuanya tergantung dengan keinginan pribadi. Namun, ada sedikit perbedaan antara menabung harian dan menabung bulanan, yaitu lokasinya. Biasanya, kita bisa melakukan tabungan harian melalui sebuah celengan. Dengan sebuah celengan, kita dapat menyimpan uang sesuka hati. 

Namun jika ingin menabung secara bulanan dan dalam jumlah yang banyak, hal ini dapat dilakukan dengan cara menabung di dalam bank. Bank biasanya melayani penabungan hingga jutaan rupiah, sehingga dapat mengikuti target.

  • Muatan

Layaknya seperti muatan dalam sebuah angkutan, tabungan harian dan tabungan bulanan memiliki kapasitas tersendiri. Berkaitan dengan poin pertama, tabungan harian memiliki kapasitas yang terbatas sehingga ketika celengan tersebut sudah penuh, anda harus membuat ruang untuk yang baru. Sedangkan melalui tabungan bulanan, persisnya melalui bank, anda tidak perlu khawatir mengenai kapasitas karena seluruh kapasitas sudah ada di tabungan anda di bank dalam bentuk buku tabungan.

  • Jumlah Uang yang Ditabung

Ketika menabung sendiri di celengan, anda dapat menabung dengan jumlah yang lebih sedikit karena tabungan harian biasanya hanya memerlukan uang harian anda yang tersisa. Sedangkan untuk tabungan bulanan, uang yang disimpan adalah sebuah bagian uang anda yang sudah didedikasikan untuk ditabung dan bukan untuk digunakan lagi. Jika uang yang ditabung pada saat harian adalah 2 ribu dan 5 ribu (sebagai contoh), tabungan per bulan bisa berjumlah sebesar ratusan rupiah, bahkan hingga jutaan rupiah. 

  • Jangka Waktu yang Berbeda 

Sesuai dengan namanya, menabung harian memiliki jangka waktu satu hari untuk menabung. Bagi anda yang ingin menabung kembali setelah menggunakan metode menabung harian, anda dapat menabung lagi keesokan harinya. Sedangkan tabungan bulanan adalah tabungan yang dimana jangka waktunya adalah sampai sebulan. Tiap bulan, anda dapat menabung kembali, sesuai dengan jadwal menabung yang anda inginkan.  

Kelebihan Menabung Bulanan

Menabung secara bulanan merupakan sebuah cara yang cukup efektif untuk mencapai tujuan anda. Ada banyak kelebihan yang bisa Anda dapatkan dari menabung secara bulanan. Menabung bulanan juga mengajarkan Anda untuk konsisten di tiap minggunya. Berikut kelebihan dari menabung secara bulanan:

  • Teratur

Dengan membuat perencanaan penabungan secara bulanan, anda bisa menjadi lebih teratur dalam menyimpan uang di bank karena sudah memiliki jadwal tersendiri untuk menabung

  • Ada Bunganya Kalau di Bank

Setiap bank pasti memiliki bunga bank tersendiri. Tabungan anda bisa saja bertambah seraya waktu berjalan berkat bunga bank tersebut

  • Terencana

Dengan menabung di bank, anda bisa menjadi lebih terencana dan teratur dalam menabung. Anda juga bisa merencanakan apa yang anda akan lakukan karena bisa mulai direncanakan untuk bulan depan

  • Jumlah Lebih Besar

Seperti yang disampaikan di poin sebelumnya, menabung bulanan bisa saja menyimpan dengan jumlah lebih besar. Hal ini dapat membantu dalam mencapai target karena jumlahnya yang besar.Menabung merupakan sebuah aktivitas yang sebenarnya menguntungkan. Menabung dapat diselesaikan dalam bagaimana caranya. Hal yang terpenting adalah anda merasa nyaman dalam melakukan kegiatan penabungan tersebut. Apapun rencana Anda pada waktu, Danamas siap membantu Anda dengan menyediakan pinjaman online terpercaya beragunan properti dengan tenor waktu mencapai 10 tahun dan bunga yang kompetitif. Dengan pinjaman bisnis dari Danamas yang merupakan fintech lending berizin OJK, Anda pun tidak perlu khawatir dengan pengajuannya. Pengajuannya sangat praktis bisa melalui aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis yang dapat Anda download di smartphone Anda.

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

Cara-Menghitung-Interest-Rate

Cara Menghitung Interest Rate: Pengertian, Rumus & Faktor yang Mempengaruhi

Bagi Anda yang berada pada dunia financial maka tidak asing lagi dengan istilah internet atau suku bunga. Umumnya saat mengajukan pinjaman, Istilah interest cukup sering digunakan karena berhubungan dengan bunga yang dikenakan atau Berapa banyak bunga yang didapatkan sehingga Anda bisa menakar seberapa besar kemampuan Anda dalam mencicil.

Cara perhitungan keuangan ini sangat membantu Anda dalam melihat seberapa besar nominal cicilan tiap bulannya. Selain itu, ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi nilai interest rate dari setiap pinjaman. Faktor-faktor ini bisa tergantung dari faktor internal (lembaga keuangan) maupun faktor eksternal (nasabah). 

Dengan mengetahui faktor yang mempengaruhi interest rate ini bisa membantu Anda untuk lebih mudah dalam memahami nominal yang muncul saat Anda melakukan pinjaman. maka dari itu penting juga untuk mengetahui dan memahami tentang interest rate ini sebelum mengajukan pinjaman.

Apa Itu Interested Atau Suku Bunga

Perubahan dari tingkat suku bunga akan memiliki efek pada perubahan jumlah investasi pada sebuah negara. Hal ini juga berasal dari investor luar maupun dalam negeri. Terlebih lagi jika jenis investasi portofolio memiliki jangka waktu yang lebih pendek maka perubahan dari tingkat suku bunga akan berpengaruh juga terhadap permintaan dan penawaran pada pasar uang domestik.

Interest rate adalah salah satu unsur yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Bisa disimpulkan intertrip adalah tingkat suku bunga yang sudah ditetapkan saat sebuah bank memberikan pinjaman kepada nasabah. Tingkat suku bunga ini juga berlaku pada nasabah yang menyimpan uang mereka di bank. Alasan penggunaan internet dalam transaksi pinjam-meminjam ini adalah nilai sekarang atau present value dan nilai masa depan atau future value dalam uang. umumnya uang yang anda miliki di masa sekarang nilainya akan berkurang di masa depan.

Tipe-Tipe Interest Rate

Ada beberapa tipe interest rate atau suku bunga dan tergantung pada ketentuan bank atau lembaga finansial tempat anda meminjam dana. Setiap jenis interest rate ini memiliki definisi dan ketentuan yang berbeda. Untuk mengetahui berbagai macam jenis interest rate, berikut penjelasannya untuk Anda.

a. Bunga Fixed Fixed Rate

Jenis pertama internet adalah bunga tetap atau fixed rate. Jika anda melakukan peminjaman dengan bunga fix maka anda tak perlu cemas terhadap kenaikan suku bunga di masa depan. sebagai contoh hari ini anda mengambil pinjaman dengan interest rate 5% dengan skema bunga tetap. Maka selanjutnya internasional bisa naik menjadi 7%. internet anda akan tetap di 5% walaupun secara nasional semua bunga pinjaman pun akan berubah. kelemahan pinjaman dengan bunga tetap adalah jumlahnya lebih tinggi dari bunga umum yang ditentukan oleh bank. Sebagai contoh bank di mana anda mengajukan pinjaman menetapkan bunga 3%, maka skema fixed red Anda bisa mendapat bunga sebesar 3,2% 

b. Mengambang Atau Floating Rate

Jenis pelayanan itu adalah floating rate dimana bunga yang memiliki jumlah fleksibel mengikuti internasional. Jika anda mengambil pinjaman dengan skema bunga mengambang maka bunga pinjaman bisa sewaktu-waktu berubah mengikuti perkembangan pasar. Sekilas skema bunga mengambang jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan bunga tetap. Namun sewaktu-waktu bunga pasar akan meningkat diatas bunga tetap sehingga pembayaran pinjaman akan tiba-tiba bertambah banyak.

Karakteristik Pinjaman Dari Tingkat Interest Rate

Setiap pinjaman memiliki karakteristiknya berdasarkan tingkat interest rate. Jika Anda ingin melakukan pinjaman, perlu juga untuk mengetahui karakteristik pinjaman ini untuk bisa lebih paham seluk beluk interest rate dalam pinjaman.

a. Term Atau Maturity

Karakteristik dari internet satu ini adalah suatu jangka waktu atau jatuh tempo Di mana mereka perlu melakukan pembayaran.

b. Risk

Beberapa pinjaman tidak memiliki resiko namun beberapa lainnya juga memiliki tingkat inflasi spekulasi yang tinggi.

c. Liquidity

Aktiva bisa dikatakan likuid jika dapat diubah dalam bentuk tunai dengan cepat dan dengan kerugian yang minimal.

d. Administrative Cost

biaya administrasi yang dibebankan pada para peminjam atas kelalaian dan urusan administrasi. 

Cara Kerja Interest Rate

Suku bunga dibebankan sebagai biaya penggunaan aset. Apa yang dipinjam bisa berbentuk barang tertentu uang tunai kendaraan ataupun properti. Suku bunga juga berlaku untuk berbagai transaksi peminjaman seperti pinjaman dana untuk mendanai proyek membeli rumah meluncurkan Lini bisnis hingga membayar tagihan. Bisnis juga meminjam dana yang bertujuan untuk membiayai proyek dan ekspansi dalam hal operasional untuk membeli aset tetap dan berjangka panjang seperti properti atau mesin. Dana yang dipinjam lalu dikembalikan dalam bentuk lumpsum berdasarkan jatuh tempo yang sudah ditetapkan secara berkala.

Untuk pinjaman interested yang berlaku pada pinjaman pokok maka suku bunga menjadi beban bagi debitur serta tingkat pengembalian bagi kreditur. Pengembalian uang umumnya lebih dari jumlah peminjaman. Hal ini karena kreditur akan meminta kompensasi atas hilangnya penggunaan uang selama masa peminjaman.

Kreditur bisa menginvestasikan uangnya dalam kurun waktu peminjaman yang akan menimbulkan pemasukan dari aset tersebut. Perbedaan antara total jumlah pembayaran dengan pinjaman aslinya adalah suku bunga yang dibebankan. Saat debitur dianggap memiliki risiko rendah oleh kreditur maka debitur akan diberikan tingkat suku bunga yang lebih kecil. Namun jika debitur dianggap memiliki resiko tinggi maka akan diberikan tingkat suku bunga yang jauh lebih besar.

Faktor Yang Mempengaruhi Interest Rate

Nominal interest rate dan perhitungannya bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut bisa dari internal lembaga keuangan tersebut hingga eksternal dari nasabah itu sendiri. Untuk mengetahui lebih banyak tentang faktor yang mempengaruhi interest rate atau suku bunga, cek ulasannya dibawah ini.

a. Kebijakan Bank

Setiap bank dan lembaga keuangan memiliki kebijakan tersendiri. Mereka biasanya sudah memperhitungkan berbagai aspek seperti tingkat bunga bank sentral,  situasi pasar kompetisi dan lain-lain.

b. Besaran Pinjaman

Jumlah uang yang dipinjam tentu akan berpengaruh kepada besaran bunga. Umumnya semakin banyak pinjaman maka bunga yang dibebankan juga akan semakin tinggi.

c. Tenor

Tenor atau jangka waktu pada cicilan juga mempengaruhi tingkat bunga. Maka semakin singkat tenornya jumlah bunganya pun juga akan semakin ringan.  Sebaliknya saat makin lama tenornya maka jumlah bunganya pun akan semakin besar.

d. Pekerjaan Dan Jumlah Penghasilan

Pekerjaan dan Jumlah penghasilan juga bisa mempengaruhi interest rate yang dibebankan. Pekerja dengan status karyawan kontrak akan dikenakan bunga pinjaman yang berbeda dengan karyawan tetap.

e. Riwayat Kredit 

Bank juga akan melihat Apakah anda memiliki catatan kredit yang baik atau buruk.  Jika anda memiliki riwayat kredit macet maka hal tersebut akan berpengaruh kepada jumlah bunga yang akan dibebankan.

Cara Perhitungan Interest Rate & Contoh

Agar Anda lebih memahami cara perhitungan interest rate, maka coba simak contoh perhitungan dan rumus interest rate dibawah ini. Terdapat dua cara perhitungan interest rate yakni simple interest rate dan compound interest rate berikut ini.

Contoh perhitungan Internet misalnya ada Bank pinjam 30 juta rupiah di bank dengan tingkat suku bunga 4%, arti  Anda 30 juta + ( 4% dikali 30 juta ) = 30 juta + 1.2 juta = 31.2 juta

a. Simple Interest Rate

Rumus dari simple interest rate adalah:

Simple interest = principle X interest rate X Time

Di mana principle adalah pinjaman pokok dan internet adalah suku bunga dan tim adalah tenor pinjaman.

Contoh di atas menunjukkan jika anda perlu membayar bunga 1,2 juta dengan asumsi pinjaman berlangsung selama 1 tahun. Jika pinjaman berlangsung selama 30 tahun maka penghitungan pembiayaan pembayaran bunga akan menjadi sebagai seperti berikut ini:

Simple interest = 3.0000.000 X 4% X 30 = 36.000.000

Suku bunga tahunan 4% atas pinjaman ditetapkan sebesar 1,2 juta. Setelah  30 tahun maka total pembayaran bunga adalah 1,2 juta X 30 = 36 juta rupiah. Dari sinilah bank atau lembaga keuangan peminjaman mendapatkan penghasilan mereka.

b. Compound Interest Rate

Beberapa kreditur juga memilih metode penghitungan komponen atau suku bunga majemuk, artinya debitur dibebani bunga lebih banyak. Komponen interest juga disebut bunga atas bunga. Hal ini diterapkan atas pinjaman pokok serta diakumulasikan dengan bunga pada pinjaman sebelumnya.

Bank berasumsi pada tahun pertama debitur berhutang pinjaman pokok juga bunga pada tahun tersebut. Lalu Bank juga berasumsi bahwa pada tahun ke-22 debitur berhutang pinjaman pokok juga ditambah bunga tahun pertama lalu ditambah bunga tahun pertamanya lagi.

Bunga terutang saat penggabungan lebih tinggi dibandingkan bunga simple interest. bunga dibebankan secara bulanan atas pinjaman pokok yang juga termasuk bunga yang perlu dibayar dari bulan sebelumnya. Untuk jangka waktu yang singkat maka perhitungan suku bunga sama antara metode simple interest right atau compound interest rate. seiring dengan bertambahnya tenor pinjaman maka perbedaan antara kedua cara perhitungan ini pun meningkat.

Sebagai contoh setelah 30 tahun total bunga terutang hampir mencapai 70 juta untuk pinjaman 30 juta dengan suku bunga 4%.

Compound Interest Rate = p X [(1 + interest rate)n − 1]

Keterangan:

P: Principal atau pinjaman pokok

 N:  number of compounding period atau jumlah periode penggabungan

Makin Untung dengan Modal Usaha yang Tepat Guna!

Dengan memahami interest rate, maka Anda bisa lebih paham tentang pinjaman dan tenornya. Kemudahan pinjaman untuk modal usaha juga bisa Anda dapatkan di Danamas pinjaman bisnis. Limit pinjaman umkm online terpercaya inipun sangat besar hingga Rp 2 miliar dengan tenor hingga 10 tahun. Anda bisa melakukan pengajuan pinjaman beragunan properti di Danamas dengan lebih praktis di Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis. Selain aplikasi yang memudahkan hidup Anda, coba juga kalkulator simulasi kredit untuk hitung cicilan pinjaman Anda, serta kalkulator pinjaman untuk melihat nilai properti yang dijadikan agunan. Yuk daftar sekarang di Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis!

dana-pendidikan

4 Cara Dapat Bantuan Dana Pendidikan, Sekolah Gratis!

Setiap orangtua pasti menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya, termasuk dalam hal pendidikan. Bahkan ada yang sudah merencanakan pendidikan yang bagus untuk buah hatinya sejak TK sampai perguruan tinggi. Hal tersebut direncanakan secara matang karena memang dana pendidikan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Sehingga penting sekali menyiapkan uang untuk pendidikan sejak dini.

Mengatur keuangan memang tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi sekolah dengan fasilitas bagus, biasanya diimbangi dengan biaya spp yang tinggi. Mempersiapkan dana pendidikan perlu strategi yang tepat. Setiap kebutuhan harus dibuat rinci dan direncanakan sejak awal, agar bisa mempersiapkan anggaran dengan matang dan memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak.

Karena memang pendidikan adalah salah satu hal sangat penting. Dengan pendidikan yang baik, diharapkan buah hati bisa meraih cita-cita dan memperbaiki masa depan. Artikel ini akan membahas bagaimana cara tepat untuk mengumpulkan biaya pendidikan yang dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan dana pendidikan. 

Apa Itu Dana Pendidikan 

Dana pendidikan adalah sejumlah biaya atau dana yang akan disiapkan untuk keperluan biaya pendidikan, baik untuk diri sendiri maupun anak. Penting untuk memikirkan hal tersebut sejak awal karena adanya nilai pertumbuhan inflasi. Begitu juga dengan biaya pendidikan, akan terus naik tiap tahunnya, sehingga sangat penting untuk mempersiapkan biaya sekolah sedari dini. 

Walaupun pendidikan bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan tapi melalui jenjang pendidikan tinggi, maka seseorang bisa melewati gerbang awal menuju masa depan yang lebih cerah. Karena alasan itulah tak sedikit orang tua yang rela berjuang dan menabung agar mampu menyediakan kebutuhan pendidikan terbaik bahkan sampai ke perguruan tinggi.

Karena sekarang ini biaya pendidikan terbilang mahal. Bahkan harus menyiapkan sampai ratusan juta rupiah atau bahkan lebih. Oleh karena itu, sebaiknya mulailah mencicil dana pendidikan sedini mungkin. Dengan demikian persiapan untuk pendidikan anak lebih terjamin.

4 Cara Mencari Bantuan Dana Pendidikan Dari Pemerintah 

Salah satu bentuk perhatian Pemerintah pada masyarakat adalah memberikan biaya pendidikan. Hal ini tentu saja menjadi berita baik, terutama untuk orang tua yang memiliki kendala ekonomi untuk menyekolahkan anaknya. Berikut adalah rincian bantuannya:

1. Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Bantuan KIP pasti sudah tidak asing ditelinga. Program ini memberikan bantuan tunai pendidikan ke anak usia sekolah mulai dari 6-12 tahun. Para peserta didik yang berhak menerima adalah mereka dari keluarga miskin, rentan miskin: pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), penyandang disabilitas, yatim piatu dan korban bencana alam/musibah. 

Agar bisa memperoleh bantuan biaya pendidikan, peserta didik dapat menyiapkan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau SKTM bila tidak memiliki KKS, surat pemberitahuan penerimaan BSM dari Kepala Sekolah/Madrasah dan rapor hasil belajar

2. Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Dana BLT adalah bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan tersebut diberikan ke anak-anak jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Syarat dan kriteria untuk mendapatkan bantuan pendidikan ini adalah:

  • Mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP)
  • Terdaftar di Lembaga pendidikan formal atau nonformal sesuai daerah masing-masing
  • Pemilik KIP harus sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Lembaga Pendidikan
  • Untuk keluarga yang belum memiliki KIP, anda bisa mendaftar di lembaga dinas pendidikan terdekat dengan membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
  • Bagi siswa yang tidak memiliki KKS, maka orang tua harus meminta surat keterangan tidak mampu (SKTM) di RT/RW sampai kelurahan untuk didaftarkan ke dinas pendidikan.

3. Program Indonesia Pintar (KIP)

Bantuan ini berupa uang tunai, perluasan akses dan kesempatan belajar dari Pemerintah untuk peserta didik dan mahasiswa dari keluarga miskin atau rentan miskin guna membiayai pendidikan menggunakan KIP. Syarat dan kriteria untuk memperoleh biaya pendidikan ini adalah:

  1. Peserta didik pemegang KIP
  2. Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dan atau dengan pertimbangan khusus, seperti:
  • Peserta didik dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan
  • Peserta didik dari keluarga pemegang kartu Keluarga Sejahtera
  • Peserta didik status yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan
  • Peserta didik yang terkena dampak bencana alam
  • Peserta didik yang tidak sekolah (drop out) yang diharapkan sekolah kembali
  • Peserta didik yang mengalami kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua yang mengalami pemutusan kerja, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, ada di Lembaga Pemasyarakatan, memiliki lebih dari 3 saudara yang tinggal serumah
  • Peserta di lembaga kursus atau satuan pendidikan non formal lain.

4. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

BOS atau bantuan operasional sekolah digunakan untuk membantu sekolah di Indonesia agar bisa memberikan pembelajaran optimal. Jadi biaya pendidikan BOS adalah bantuan tunai yang dipakai untuk keperluan sekolah seperti pemeliharaan sarana prasarana sekolah, kebutuhan penunjang belajar, membeli alat multimedia demi menunjang kegiatan belajar mengajar dan lainnya.

Yang perlu diketahui, dana BOS yang didapat tiap sekolah berbeda-beda, hal itu tergantung dari tingkatan sekolah dan jumlah peserta didik yang terdaftar di NISN Dapodik. Syarat dan kriteria yang harus dimiliki berdasarkan Permendikbud No 8 Tahun 2020, adalah

  • Satuan pendidikan harus sudah terdaftar di Dapodik ketika batas cut off dilakukan
  • Satuan pendidikan harus mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
  • Satuan pendidikan bukan termasuk Satuan Pendidikan Kerjasama
  • Jumlah siswa yang terdaftar lebih dari atau sama dengan 60 orang selama 3 tahun berturut-turut.
  • Satuan pendidikan memiliki izin operasional aktif khusus untuk sekolah swasta.

Syarat dan kriteria tersebut tidak berlaku untuk sekolah swasta yang mematok iuran pendidikan mahal, sekolah yang kurang diminati masyarakat sampai sekolah yang sengaja membatas jumlah siswa/i untuk memperoleh dana BOS.

Perhitungan Dana Pendidikan 

Setelah anda tau kalau biaya pendidikan itu mahal, selanjutnya adalah mengetahui penghitungan dan nominal yang harus dipersiapan. Dengan tau kisaran anggaran yang diperlukan, anda sebagai orang tua bisa memperhitungkan uang yang harus disisihkan tiap bulan. Walaupun tergantung dari sekolah yang dipilih, tapi berikut adalah hitungan rata-rata biaya pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi jika saat ini anak berumur 1 tahun.

Jenjang PendidikanBiaya Uang Pangkal (Rp)Tahun Pengumpulan Nominal Anggaran Per Bulan (Rp)
TK10 juta3 tahun278.000
SD18 juta5 tahun300.000
SMP28 juta11 tahun212.000
SMA38 juta14 tahun245.000
Perguruan Tinggi60 juta17 tahun295.000
Total Anggaran per Bulan1.330.000

6 Kesalahan Dalam Mempersiapkan Pendidikan 

Ternyata ada kesalahan yang biasa dilakukan oleh orang tua saat mengumpulkan biaya pendidikan anak. Untuk menghindari hal tersebut terjadi atau bahkan menghambat prosesnya. Berikut adalah beberapa kesalahan yang harus dihindari ketika mengumpulkan uang untuk pendidikan anak:

1. Keliru Hitung Inflasi

Yang pertama adalah tidak cermat memperhatikan inflasi. Biaya pendidikan rutin naik dengan rasio tertentu tiap tahunnya. Hal tersebut penting diperhatikan agar rancangan rencana tidak meleset dari hitungan. 

Walaupun tidak selalu begitu, tapi ada sekolah swasta yang menaikkan uang pangkalnya 20% tiap tahun. Untuk bisa mengetahui kisaran kenaikan, carilah informasi biaya pendidikan di sekolah incaran selama 5 tahun terakhir dan hitung perkiraan kenaikannya beberapa tahun ke depan. 

2. Tak Cermat Tentukan Instrumen Investasi

Investasi bisa dijadikan salah satu alternatif untuk mengumpulkan uang  pendidikan. Namun, jika anda salah tentukan pilihan instrumen investasi, malah bisa menjadi bumerang dan mengacaukan rencana persiapkan dana untuk anak-anak. Misalnya anda memilih instrumen saham yang berisiko tinggi, ternyata nilai dana yang tersimpan mengalami penurunan. Padahal dananya ingin segera dipakai untuk membayar pendidikan.

3. Tak Diterima Di Sekolah Impian

Hal lain yang bisa mengacaukan rencana biaya pendidikan adalah gagal diterima di sekolah impian. Karena hal ini bisa membuat anak memilih sekolah lain dengan biaya lebih mahal dari yang sudah dianggarkan. Sehingga orang tua harus mengeluarkan uang lebih banyak. Untuk antisipasi hal tersebut, anda bisa menyiapkan biaya dengan perkiraan perhitungan tertinggi di antara sekolah unggulan yang diincar. 

4. Terlambat Siapkan Dana Pendidikan

Ketika anda cepat menyiapkan biaya pendidikan, nominal yang harus disisihkan tiap bulannya jadi lebih terjangkau. Dan hal ini tentu saja membuat beban keuangan lebih ringan dan meningkatkan peluang tujuan finansial bisa tercapai tepat waktu.

5. Sepelekan Diversifikasi Investasi

Jangan sepelekan lakukan diversifikasi di portofolio. Anda bisa memilih lebih dari 1 produk investasi dengan risiko yang juga berbeda dan menyesuaikan jangka waktu agar memperoleh imbal hasil maksimal. Misal biaya masuk TK akan dipakai dalam waktu dekat. Maka pilihlah instrumen investasi risiko rendah dan nilai stabil seperti reksadana atau deposito. Sedangkan untuk biaya masuk kuliah 10 tahun lagi, saham atau reksadana bisa jadi pilihan tepat karena untung yang diperoleh besar.

6. Salah Perkirakan Waktu Pendidikan

Jika sekarang usia anak 1 tahun, maka ada 5 tahap waktu yang harus diperhatikan. Yaitu biaya masuk TK/Playgroup, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Pilihlah instrumen investasi yang tepat dengan menyesuaikan jangka waktu anak masuk ke jenjang pendidikan. Jadi aktivitas investasi bisa berjalan optimal sesuai tujuan finansial.

Manfaat Mengumpulkan Dana Pendidikan

Tiap orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan kehidupan terbaik bagi anak-anaknya. Hal ini termasuk dalam hal pendidikan. Memberikan bekal pendidikan karakter dari rumah dan sekolah merupakan salah satu kewajiban orang tua terhadap anak. Tapi untuk memenuhi segala kebutuhan, tentu memerlukan uang yang tak sedikit. 

Tak hanya itu saja, biaya pendidikan selalu mengalami kenaikan tiap tahun ajaran baru. Di Indonesia, rata-rata inflasi biaya pendidikan adalah 10-15% per tahun. Oleh karena itu, para orang tua sebaiknya menyiapkan biaya pendidikan sedini mungkin, agar makin sedikit biaya yang dikeluarkan saat anak mulai sekolah nanti.

6 Jenis Investasi untuk Dana Pendidikan 

Agar bisa menyediakan biaya pendidikan untuk anak-anak sampai ke bangku kuliah, tak sedikit orang yang menanamkan uangnya di instrumen investasi. Ada beberapa contoh instrumen yang tersedia dan bisa dipilih sesuai dengan tujuan investasi, yaitu:

1. Deposito

Deposito merupakan tabungan berjangka. Deposito tidak bisa Anda ambil semaunya, karena ada waktu tertentu. Deposito bisa menjadi investasi yang cukup aman dan efisien dan bunga yang ditawarkan juga dapat digunakan untuk biaya pendidikan. 

2. Reksadana 

Reksadana merupakan salah satu investasi yang dapat Anda gunakan untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak. Selain minim resiko, reksadana juga dikelola oleh manajer investasi yang profesional, Anda tidak perlu khawatir karena aman, asalkan reksadana atau pengelola yang Anda pilih sudah mendapatkan izin dari OJK. terdapat 4 jenis reksadana yang dapat Anda pilih, sesuaikan dengan profil risiko Anda. 

3. Emas 

Emas bisa menjadi salah satu investasi yang tepat untuk menyiapkan biaya pendidikan. Dengan banyaknya peminat emas, maka harga akan cenderung naik dan stabil. Pembelian emas pun dapat dengan mudah melalui platform online. Semakin dini Anda berinvestasi emas maka keuntungan yang didapat juga semakin besar sehingga cocok untuk mempersiapkan biaya pendidikan. 

4. Sukuk Ritel

Sukuk ritel adalah surat berharga syariah yang diterbitkan dan penjualannya diatur Departemen Keuangan. Di instrumen ini, Pemerintah memilih agen penjual dan konsultasi hukum sukuk ritel. Agen penjual wajib mempunyai komitmen terhadap Pemerintah untuk mengembangkan pasar sukuk dan juga berpengalaman menjual produk keuangan syariah.

Tenor sukuk ritel biasanya 3 tahun dengan imbalan bagi hasil yang sifatnya tetap sepanjang periode investasi. Kelebihan skema tersebut adalah sukuk bisa diperjualbelikan jadi kepemilikannya bisa berpindah tangan dengan nilai benefit sama. Karena tenornya 3 tahun, jadi cocok untuk investasi jangka pendek.

5. Tabungan Pendidikan

Banyak lembaga keuangan yang menawarkan rekening khusus untuk tabungan pendidikan. Benefit yang diberikan berbeda dengan tabungan biasa, jadi pastikan kelebihannya lebih banyak sebelum anda memilih jenis rekening ini. Tabungan pendidikan dapat dimulai dengan nominal kecil dan ini tentunya menguntungkan karena anda bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan.

6. Tabungan Biasa

Anda bisa membuka rekening tabungan yang ditujukan khusus untuk buah hati. Cara ini adalah yang paling sederhana dan sebaiknya dilakukan secepat mungkin, bahkan bisa dilakukan sejak anak anda lahir. Jangan lupa untuk setorkan uang secara rutin.

Cara Menghitung Tabungan Dana Pendidikan & Perkiraan Biaya

Agar persiapan pendidikan anak berjalan lancar, anda bisa menghitung nominal tabungan pendidikan yang harus dipersiapkan. Setidaknya biaya pendidikan harus dihitung 18 tahun ke depan. Jadi minimal anak memperoleh pendidikan sampai bangku universitas. Idealnya tabungan biaya pendidikan ini dihitung termasuk dengan inflasi yang mungkin terjadi tiap tahun. Berikut adalah contoh kalkulator dana pendidikan anak:

1. Perkiraan Tabungan Untuk TK

Uang pangkal = Rp 5.000.000

Periode sekolah = 2 tahun

Target pencapaian = 3 tahun

Inflasi 8% = Rp 6.298.560 (tambahkan 8% sebanyak 3x)

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 6.298.560 : 36 bulan = 

Rp 174.960

2. Perkiraan Tabungan Untuk SD

Uang pangkal = Rp 10.000.000

Periode sekolah = 6 tahun

Target pencapaian = 5 tahun

Inflasi 8% = Rp 14.693.281

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 14.693.281 : 60 bulan = 

Rp 244.888

3. Perkiraan Tabungan Untuk SMP

Uang pangkal = Rp 15.000.000

Periode sekolah = 3 tahun

Target pencapaian = 11 tahun

Inflasi 8% = Rp 34.974.585

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 34.974.585 : 132 bulan = 

Rp 264.959

4. Perkiraan Tabungan Untuk SMA

Uang pangkal = Rp 20.000.000

Periode sekolah = 3 tahun

Target pencapaian = 14 tahun

Inflasi 8% = Rp 58.743.872

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 58.743.872 : 168 bulan = 

Rp 349.666

5. Perkiraan Tabungan Untuk Perguruan Tinggi

Uang pangkal = Rp 100.000.000

Periode sekolah = 4 tahun

Target pencapaian = 17 tahun

Inflasi 10% = Rp 58.743.872

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 505.447.028 : 204 bulan = 

Rp 2.477.628

Dari rincian tersebut, maka total biaya pendidikan yang harus disiapkan adalah:

  • Total uang pangkal = Rp 150.000.000
  • Total biaya setelah inflasi = Rp 620.157.327

Jadi tiap bulan paling tidak anda menabung Rp 3.512.154

Tips Persiapkan Dana Pendidikan

Dalam mempersiapkan dana pendidikan tentu prosesnya tidak mudah. Karena ada banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Agar anda tidak salah langkah dan bisa mengumpulkan uang sesuai dengan perencanaan. Berikut adalah tips yang bisa anda terapkan:

1. Menyusun Strategi Pendidikan 

Sejak awal penting untuk menyusun strategi pendidikan. Anda ingin menyekolahkan di sekolah apa, misal kurikulum nasional atau internasional, bagaimana lingkungannya, fasilitas yang tersedia. Lakukan survei supaya Anda memiliki gambaran sekolah seperti apa yang ingin anak Anda tempuh. 

2. Estimasi Biaya 

Setelah Anda mengetahui sekolah yang ingin dituju, maka langkah selanjutnya adalah membuat estimasi pengeluaran setiap jenjangnya. Rencanakan dengan matang sampai kapan Anda akan membiayai pendidikan tersebut. 

3. Asuransi Pendidikan

Selain ada asuransi kesehatan dan jiwa, asuransi pendidikan merupakan salah satu produk yang memiliki fitur tabungan dana. Ada 2 jenis asuransi pendidikan yang bisa dipilih, yakni: 

  • Asuransi pendidikan dwiguna: menawarkan fasilitas tabungan pendidikan yang dapat dicairkan pada periode tertentu sesuai dengan kesepakatan pihak tertanggung dan pihak asuransi.
  • Asuransi unit link: asuransi ini menggabungkan adanya layanan asuransi dan investasi. Hasil investasi ini diserahkan secara bertahap sesuai dengan jenjang sekolah anak. 

Baca Juga: 5 Challenge Menabung Yang Bikin Kaya

Mengajukan Pinjaman untuk Dana Pendidikan

Memang biaya pendidikan tidaklah murah, dan setiap tahunnya mengalami kenaikan. Selain berinvestasi, Anda juga dapat mengajukan pinjaman untuk kebutuhan dana pinjaman. Danamas p2p Lending menyediakan pinjaman dana tunai tanpa agunan yang dapat Anda ajukan untuk kebutuhan biaya pendidikan dengan limit pinjaman hingga Rp. 7,5 juta.

Selain itu, apabila Anda memiliki properti yang tidak terpakai dan ingin mengembangkan usaha sekaligus sebagai pinjaman untuk biaya pendidikan, Anda bisa mengajukan melalui Danamas yang dapat memberikan pinjaman hingga Rp 2 miliar. Masa tenor yang diberikan mulai dari 1 sampai 10 tahun.Pinjaman online terpercaya ini memproses pinjaman dengan aman karena sudah terdaftar dan berizin OJK. Yuk simulasikan pinjaman dan nilai properti di website Danamas menggunakan kalkulator simulasi properti dan kalkulator pinjaman untuk hitung pinjaman dan angsuran dari properti yang anda miliki. Agar proses peminjaman lebih praktis, download Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis di smartphone segera! Untuk info lebih lengkap, klik DISINI!

pengertian-sinking-fund

Sinking Fund: Pengertian, Fungsi, Contoh & Cara Menghitungnya

Sinking fund adalah salah satu hal yang sering terlupakan, padahal hal ini sangat penting dalam perencanaan keuangan. Sinking fund seringkali disamakan dengan dana darurat namun keduanya memiliki pemahaman yang berbeda. Hal ini karena sinking fund dan dana darurat memiliki manfaat masing-masing yang berbeda. Dengan adanya sistem perencanaan seperti sinking fund ini maka anda bisa lebih siap dalam menghadapi berbagai kondisi finansial kedepannya.

Perencanaan keuangan yang baik dan matang bisa memberikan dampak positif bagi kehidupan anda. Perencanaan keuangan ini bermanfaat untuk persiapan secara finansial dalam menghadapi situasi dan kondisi yang tidak bisa ditebak untuk masa depan. Maka dari itu sinking fund adalah aspek yang tidak bisa dilewatkan dalam proses perencanaan pengelolaan uang.

Bagi sebagian orang masih belum paham apa itu sinking fund maka dari itu Anda bisa simak artikel di bawah ini yang mengulas banyak tentang sinking fund. Ulasan tentang sinking fund meliputi pengertian sinking fund, perbedaan sinking fund dengan dana darurat, fungsi sinking fund, contoh sinking fund dan cara menghitung sinking fund atau rumusnya. Simak uraian informasi lengkap tentang sinking fund di bawah ini.

Apa Itu Sinking Fund

Istilah sinking fund memang jarang digunakan dan terdengar di masyarakat apabila dibandingkan dengan istilah dana darurat. Akan tetapi, sebenarnya masyarakat sudah mempraktekkan secara langsung konsep menabung yang satu ini.

Sinking fund adalah anggaran keuangan yang khusus dibuat untuk memenuhi suatu kebutuhan atau kepentingan di masa depan. Oleh karena itu, tujuan dari sinking fund akan berbeda-beda pada setiap orang karena menyesuaikan dengan kebutuhan pribadi masing-masing, seperti untuk memulai bisnis, menikah, persiapan liburan, renovasi rumah, membeli mobil, pendidikan anak dan lain sebagainya.

Dari pengertian diatas, dapat dilihat bahwa sinking fund merupakan dana yang bisa anda gunakan tanpa harus merasa bersalah, karena anda memang sengaja mengumpulkannya dan ini diluar dari kebutuhan pokok. Walaupun berbeda dengan dana darurat, akan lebih baik jika anda untuk mempersiapkan keduanya, karena keduanya mempunyai manfaatnya masing-masing.

Fungsi Sinking Fund

Dengan memiliki sinking fund, hal ini dapat mencegah gangguan pada arus kas anda, sehingga anda tetap bisa merealisasikan kebutuhan lainnya tanpa mengganggu keuangan anda. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari sinking fund:

1.     Mempersiapkan Keinginan atau Kebutuhan dalam Jangka Panjang

Fungsi pertama dari sinking fund adalah anda bisa mempersiapkan dana untuk memenuhi keinginan di masa depan. Anda bisa memikirkan keinginan atau kebutuhan jangka panjang dan mempersiapkannya melalui sinking fund tanpa mengganggu kondisi finansial.

2.     Menghindarkan Diri dari Hutang

Dengan mengalokasikan sinking fund secara rutin, hal ini bisa menghindarkan anda dari terlilit hutang. Walaupun anda tidak bisa langsung memenuhi keinginan atau kebutuhan anda, tetapi anda bisa mengetahui kapan keinginan tersebut bisa anda capai.

3.     Jangka Waktu Pencapaian yang Lebih Jelas

Dengan sinking fund, anda mempunyai jangka waktu yang lebih jelas untuk mencapai keinginan anda, karena anda sendiri yang  menargetkan keinginan tersebut.

4.     Menabung untuk Banyak Keinginan secara Bersamaan

Anda bisa menabung untuk banyak keinginan sekaligus dengan mengalokasikan sinking fund. Contohnya, anda bisa menabung Rp20 juta selama 2 tahun untuk membeli hunian. Tetapi sebenarnya disaat yang bersamaan, anda bisa menabung Rp 12 juta dan Rp 8 juta selama 4 tahun untuk membeli hunian dan kendaraan pribadi.

Perbedaan Sinking Fund & Dana Darurat

Seperti yang sudah disampaikan diatas, bahwa masih banyak orang yang menganggap sinking fund sama dengan dana darurat. Berikut adalah perbedaan dari sinking fund dan emergency fund (dana darurat).

Sinking FundEmergency Fund (Dana Darurat)
Sinking Fund adalah biaya yang anda persiapkan untuk kebutuhan di masa mendatang.Emergency fund atau dana darurat adalah aset yang stabil dan likuid yang bisa anda gunakan saat dalam keadaan darurat.
Sinking fund biasanya berupa sejumlah uang.Emergency fund atau dana darurat dapat berupa emas yang sifatnya lebih stabil dan cukup likuid untuk dijual dalam waktu cepat.
Sinking fund biasanya digunakan untuk menjaga supaya nilai aset tetap stabilSeperti namanya, emergency fund digunakan untuk mengatasi atau memenuhi kebutuhan darurat yang mendesak, contohnya seperti saat anda sedang kehilangan pekerjaan.

Pentingnya Mengumpulkan Sinking Fund 

Adanya Sinking fund tentu memiliki tujuan yang bermanfaat bagi kehidupan. Dari penjelasan diatas, mengumpulkan sinking fund sama pentingnya dengan dana darurat. Berikut ini alasan kenapa penting bagi anda untuk mengumpulkan sinking fund.

1.     Dapat Menciptakan Keuangan Yang Lebih Baik Dan Sehat

Dengan mengumpulkan sinking fund anda bisa memiliki keuangan pribadi yang sehat, karena anda telah merencanakan kebutuhan apa saja yang ingin dibeli, sehingga hal ini akan membantu agar keuangan anda tetap sehat dan terkelola dengan baik.

2.     Mengurangi Utang

Potensi anda untuk berhutang semakin berkurang, karena anda sudah mempunyai atau menyiapkan dana tersendiri.

3.     Bersenang-Senang Tanpa Rasa Bersalah

Dengan mengumpulkan sinking fund berarti anda sudah mengalokasikan anggaran sejak awal, sehingga anda bisa bersenang-senang tanpa merasa bersalah karena sudah menyiapkannya sejak awal dan anda tidak perlu menggunakan uang tabungan atau dana darurat untuk bersenang-senang.

Cara Membuat Sinking Fund

Jika anda berencana untuk membuat Sinking fund maka perlu memperhatikan beberapa hal penting berikut ini.  Dalam membuat simpan Anda membutuhkan tujuan hingga target yang ingin dicapai.  untuk lebih lengkapnya Anda bisa melihat cara membuat skin fan seperti dibawah ini.

1.     Menentukan Tujuan Keuangan

Hal pertama yang bisa anda lakukan untuk mengumpulkan sinking fund adalah dengan membuat daftar yang berisi apa saja kebutuhan atau keinginan anda. Apabila anda perlu menyiapkan sinking fund dalam satu waktu, anda bisa mendahulukan kebutuhan yang perlu dipersiapkan dalam waktu singkat.

2.     Membuka Rekening Khusus

Anda juga bisa membuat rekening khusus untuk menempatkan sinking fund, sehingga dana tersebut tidak bercampur dengan dana lainnya.

3.     Menentukan Target Jumlah Sinking Fund

Selanjutnya adalah menentukan jumlah sinking fund, supaya dana yang terkumpul efektif dan anda bisa melakukan estimasi dengan akurat.

4.     Tetapkan Jumlah Dana Yang Akan Disisihkan Secara Rutin

Setelah menentukan nominal target sinking fund, maka selanjutnya anda bisa menetapkan jumlah uang yang harus anda sisihkan secara rutin.

5.     Menambah Jumlah Penghasilan

Setelah mengetahui jadwal dan total biaya yang diperlukan, maka selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah konsisten untuk menabung. Kamu juga mencari tambahan penghasilan supaya keinginan dan kebutuhan tersebut bisa tercapai lebih cepat.

Contoh Sinking Fund

Contoh Sinking fund adalah misal ada seseorang yang berencana menyisihkan dana sebesar Rp 1,5 juta dari pendapatan per bulannya selama 5 tahun dengan tingkat suku bunga yaitu 6%. Dana tersebut rencananya akan dipakai untuk pelunasan utang yang baru dan diambil untuk proyek ekspansi yang sedang berlangsung.

Maka jumlah sinking fund yang bisa disisihkan oleh padi selama 5 tahun adalah Rp 244.580.155. Dari nominal tersebut jika seandainya orang tersebut berhutang senilai Rp 250.000.000 selama 5 tahun untuk proyek ekspansi maka saat jatuh tempo Ia hanya perlu menambahkan uang kas senilai  Rp 541 9844. Contoh sinking fund di atas adalah contoh secara umum yang bisa anda aplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari disesuaikan dengan pendapatan. 

Cara Menghitung Sinking Fund

Sebenarnya tidak ada rumus yang pasti untuk menentukan sinking fund, karena jumlah sinking fund setiap orang tentunya akan berbeda-beda berdasarkan keinginan atau tujuan keuangan masing-masing. Sebelum menghitung jumlah sinking fund yang perlu disisihkan, pertama-tama anda harus mengetahui alokasi keuangan utama anda terlebih dahulu, dan sisanya bisa dianggarkan untuk sinking fund.

Misalkan anda ingin membeli rumah dengan harga sekitar Rp 450 juta, sedangkan penghasilan bulanan anda sebesar Rp 40 juta. Maka anda bisa coba menghitungnya dengan cara sebagai berikut:

Alokasi Keuangan:

–        Kebutuhan Pokok   30%

–        Investasi                 10%

–        Dana Darurat          20%

–        Donasi                     10%

–        Sinking Fund           30%

Berdasarkan situasi diatas, maka rumus sinking fund adalah 30% x penghasilan, berarti anda harus mengalokasikan dana 30% dari gaji untuk membeli rumah.

30% x Rp 40 juta = Rp 12 juta.

Berdasarkan rumus tersebut, jadi jumlah sinking fund yang harus anda sisihkan setiap bulan sejumlah Rp 12 juta selama kurang lebih 38 bulan untuk membeli rumah yang anda inginkan.

Dapatkan Modal Usaha Tepat Untuk Usaha Cermat!

Dari pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sinking fund adalah dana yang perlu anda persiapkan untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan di masa depan seperti keperluan untuk menikah, persiapan liburan atau membuka bisnis. Apabila anda membutuhkan modal untuk menjalankan usaha, selain dengan mengumpulkan sinking fund anda juga bisa mendapatkan tambahan dana dari pihak lain karena saat ini banyak sekali platform yang bisa memberikan anda pinjaman dana. 

Salah satunya adalah Danamas, platform pinjaman multiguna yang sudah diawasi dan mendapatkan izin dari OJK. Melalui Danamas, anda bisa mendapatkan tambahan modal hingga 2 miliar rupiah dengan jaminan properti. Pengajuan bisa anda ajukan dengan praktis serta bisa diakses kapanpun dan dimanapun melalui aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis

Untuk lebih memudahkan Anda, coba simulasikan cicilan di kalkulator simulasi kredit. Ada juga kalkulator pinjaman untuk cek nilai properti yang Anda agunkan. Selengkapnya bisa Anda akses di website kami disini untuk pinjaman online umkm terpercaya!