Jenis-Kartu-ATM

Saat ini makin banyak orang yang jarang membawa dan menyediakan uang cash dalam jumlah banyak, bahkan beberapa waktu lalu dompet khusus kartu sangat marak di pasaran. Hal itu kartu jenis kartu ATM yang bermacam-macam. Tak sedikit orang yang memiliki kartu ATM lebih dari satu agar proses transaksi bisa lebih mudah.

Penggunaannya yang mudah dan bisa dilakukan dimana-mana. Bahkan di pedesaan pun sudah ada mesin ATM, jadi apapun jenis kartu ATM yang anda miliki, anda bisa tetap bertransaksi. Tidak hanya ada di kantor cabang bank, di tempat-tempat umum seperti pom bensin, minimarket, universitas, bahkan di pinggir jalan juga sudah banyak yang menyediakan mesin ATM.

Semakin berkembangnya dunia perbankan, jenis kartu ATM juga mengikuti perkembangannya. Kini, ada beberapa kartu ATM yang diblokir karena sudah berganti dengan chip yang baru. Sebelum mengenal lebih jauh, tidak ada salahnya untuk mengenal apa itu ATM, fungsinya hingga biaya ATM. 

Apa Itu Kartu ATM?

Kartu ATM adalah kartu yang dipakai sebagai bagian dari fasilitas untuk bertransaksi oleh nasabah bank. ATM bisa digunakan di mesin ATM, mesin EDC hingga pembayaran virtual di mesin bertanda khusus. Kartu ATM sangat erat dengan kehidupan sehari-hari kita, bahkan banyak dari kita yang masih menggunakan ATM untuk cek saldo, transfer antar bank, membayar tagihan dan juga setor tunai. 

Sebelum adanya mobile banking seperti sekarang ini, penggunaan ATM untuk banyak transaksi perbankan hingga pembelanjaan cukup sering. Namun, zaman terus berkembang, kini penggunaan ATM di beberapa orang hanya untuk tarik tunai, sedangkan semua transaksi perbankan sudah lebih sering dilakukan via mobile banking. 

Dalam dunia perbankan, dikenal dua jenis kartu, yakni kartu debit dan kartu kredit. Walaupun kedua-duanya bisa diungsikan ke mesin ATM dan dapat menjadi metode pembayaran, namun memiliki karakteristik yang cukup berbeda. 

Jenis Kartu ATM

Sekarang ini ada dua jenis kartu ATM yang dipasarkan di masyarakat, yaitu kartu ATM magnetic stripe dan kartu ATM chip. Walaupun saat dilihat sekilas terlihat sama, tapi keduanya memakai teknologi dan sistem keamanan yang berbeda.

  • Kartu ATM Magnetic Stripe

Jenis kartu ini yang lebih dahulu dikeluarkan oleh bank-bank di Indonesia. Ciri-ciri yang paling mencolok adalah ada pola garis hitam memanjang di belakang kartu yang disebut pita. 

Kartu ATM magnetic stripe ini memiliki kekurangan, yaitu saat pita hitamnya rusak, mengelupas atau tergores, maka data-data yang tersimpan sudah tidak bisa terbaca lagi. Jadi para nasabah harus membuat kartu baru agar bisa melakukan transaksi.

Selain itu, jenis kartu ini juga mudah untuk digandakan. Bahkan bank host tidak bisa memastikan keaslian kartu ketika digunakan untuk bertransaksi. Sehingga rentan terjadi pencurian data, penipuan dan skimming.

  • Kartu ATM Chip

Kartu ATM chip dinilai lebih mutakhir dibanding jenis magnetic stripe. Kartu ATM chip ini dinilai lebih aman dari pencurian data, penipuan dan skimming. Kalau dilihat secara fisik, anda bisa melihat chip di kartu debit di kotak kecil berwarna emas dan memiliki garis di dalamnya. Terlihat sama dengan chip di kartu SIM handphone.

Kelebihan dari Kartu ATM Chip adalah data yang disimpan bisa lebih banyak dan kompleks, bahkan sudah berstandar National Standard Indonesian Chip Card Specifications (NSICCS). Untuk keasliannya bisa dipastikan dengan metode online CAM dan offline CAM. Jadi jika ada pemalsuan, maka bisa segera terdeteksi.

Manfaat Kartu ATM

Kartu ATM memiliki banyak manfaat yang bisa memudahkan hidup anda. Untuk rincian penggunaan kartu ATM tersedia di fungsi kartu ATM. Kartu ATM selain bermanfaat untuk masyarakat secara umum, tapi juga berguna untuk para pelaku bisnis. Karena bisa lebih memudahkan ketika bertransaksi. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa fungsinya:

  • Meningkatkan Daya Beli Konsumen

Saat ini jarang orang yang membawa uang tunai kemana-mana. Dengan adanya kartu ATM, transaksi pembelian tetap bisa dilakukan. Pembeli hanya perlu menggesek kartunya dan voila transaksi pun selesai.

  • Percepat Transaksi Pembayaran

Pembayarannya bisa dilakukan lebih cepat dan menghemat waktu. Kasir juga tak perlu repot-repot menghitung dan menyiapkan kembalian uang. Apalagi bila transaksi dilakukan dalam jumlah yang besar. 

  • Kurangi Risiko Pencurian

Penyimpanan uang dengan jumlah banyak di toko sangat berisiko terhadap pencurian. Dengan kartu ini, anda tidak perlu lagi membawa dan menyimpan uang dengan jumlah besar.

Fungsi Kartu ATM

Kartu debit merupakan salah satu jenis kartu ATM, memiliki fungsi yang sangat erat dengan kehidupan kita. Fungsinya yang sangat penting tersebut, membuat masyarakat tak bisa lepas. Apalagi kartu ini memiliki fungsi yang banyak dan mencakup berbagai lapisan masyarakat. Bahkan anak sekolah pun tak sedikit yang memiliki kartu ATM. Berikut adalah beberapa fungsinya:

  • Kartu ATM untuk Tarik Tunai

Dengan memakai kartu debit yang adalah salah satu jenis kartu ATM ini, Anda dapat melakukan pengambilan uang atau biasa yang disebut dengan tarik tunai. Penarikan tunai ini bisa dilakukan dari rekening tabungan Anda dimanapun mesin ATM itu berada. Jika Anda tidak menemukan mesin ATM di bank yang Anda miliki rekening, maka bisa juga menggunakan mesin ATM lain yang tergabung di dalam jaringan Link dan Alto. 

  • Kartu ATM untuk Setor Tunai

Beberapa tahun belakangan ini, mesin ATM sudah dilengkapi dengan fitur setor tunai. Fitur ini tentu sangat memudahkan kita yang ingin menyetor uang ke rekening tabungan tapi terkendala oleh jarak ke kantor cabang bank. Tak hanya itu, keuntungan dari melakukan setor tunai di mesin ATM, Anda tidak perlu antri panjang ke teller bank dan bisa dilakukan kapanpun, tidak hanya waktu weekdays seperti jam operasional kantor bank. 

  • Kartu ATM untuk Cek Saldo

Dengan kartu debit yang bagian dari jenis kartu ATM ini, maka Anda bisa cek saldo di mesin ATM. Ini adalah fungsi yang dulu cukup sering digunakan sebelum adanya mobile banking. 

  • Cek Mutasi Rekening

Melalui mesin ATM menggunakan kartu debit, Anda juga bisa mengecek mutasi rekening. Misalnya, jika Anda ingin mengetahui 6 transaksi terakhir, maka lewat mesin ATM pun bisa dilakukan, tanpa harus ke kantor cabang bank. 

  • Kartu ATM untuk Transfer Uang

Transaksi yang cukup sering dilakukan dengan kartu ATM di mesin ATM adalah transfer uang. Walaupun kini sudah banyak orang yang menggunakan mobile banking atau internet banking, tetap saja beberapa orang lebih nyaman transfer uang di ATM, salah satu alasannya karena mendapatkan bukti fisik berupa kertas bukti transaksi. Hal inilah yang tidak bisa kita dapatkan di transfer lewat m-banking. 

  • Kartu ATM untuk Bayar Tagihan

Lewat kartu debit ATM di mesin ATM, kita juga bisa membayar tagihan, seperti tagihan listrik. Air, BPJS Kesehatan, dll. 

Jika Anda pengguna kartu ATM, coba cek apakah kartu ATM lama Anda masih menggunakan magnetic stripes? Jika iya, maka segeralah beralih ke kartu ATM Chip. Hal ini merupakan aturan yang juga tertuang dalam Surat Edaran Bank Indonesia No.17/52/DKSP tentang implementasi standar nasional teknologi chip dan menggunakan PIN Online 6 digit untuk kartu ATM dan debit yang diterbitkan di Indonesia. Paling lambat tanggal 31 Desember 2021, kartu ATM lama harus diganti menjadi kartu ATM chip. Jenis kartu ATM dengan chip ini ternyata memiliki banyak keuntungannya lho!

Fungsi Chip pada Kartu ATM

Chip pada kartu ATM adanya di bagian depan kartu. Chip tersebut memiliki CPU, sistem operasi, memori, aplikasi dan fungsi kriptografi. Kartu ATM yang dilengkapi chip dirasa lebih aman karena teknologi yang digunakan juga lebih mutakhir dibandingkan jenis magnetic stripe.

Jika sebelumnya banyak terjadi pemalsuan kartu, sehingga rentan pembobolan dan pencurian. Saat ini dengan adanya chip pada kartu ATM, hal tersebut bisa dicegah. Karena chip dilengkapi dengan metode online CAM dan offline CAM. Jadi ketika ada pemalsuan, akan segera terdeteksi. Dengan adanya teknologi ini, anda tak perlu khawatir uang akan hilang.

Keuntungan Ganti Kartu ATM ke Chip

Beberapa waktu lalu banyak orang yang mengeluh karena harus meluangkan waktu ke bank di sela-sela kesibukan untuk mengganti kartu ATM ke chip. Bahkan ada yang kesal karena tidak bisa menggunakan kartu ATMnya untuk bertransaksi. Hal tersebut ternyata karena kurangnya informasi bagi para nasabah. 

Jika nasabah tersebut mengerti dan tau manfaat ATM chip, maka kejadian itu tidak akan terjadi. Di bawah ini adalah keuntungan penggantian kartu ke chip:

  • Data Transaksi Lebih Aman

Dengan kartu ATM chip ini, maka akan menghasilkan kriptogram atau rangkaian angka yang berbeda. Rangkaian angka berbeda inilah yang akan membuat aktivitas transaksi Anda lebih aman karena data sulit digandakan. Sistem yang disebut dengan kriptogram ini merupakan fitur yang hadir sebagai upaya anti-fraud dan anti skimming pada rekening. PIN yang ada pada chip ini juga mampu membuat data yang jika PIN dimasukkan pada mesin ATM atau EDC adalah benar. 

  • Penyimpanan Data Lebih Besar

Jika dibandingkan dengan kartu ATM yang lama, kartu ATM dengan chip mampu menyimpan data lebih besar. Hal ini juga tentu sangat berpengaruh pada kecepatan transaksi. Ruang penyimpanan yang lebih besar ini bisa membantu mesin ATM atau EDC membaca kartu ATM lebih cepat. Proses lebih ringkas tentu menguntungkan untuk nasabah karena lebih efektif. 

  • Nominal Transaksi Lebih Tinggi

Nominal transaksi termasuk tarik tunai dengan kartu ATM chip lebih besar. Bank Indonesia (BI) menaikkan batas tarik tunai via mesin ATM dari minimal Rp 10 juta per hari menjadi Rp 15 juta per hari. Batas untuk transfer antar bank adalah maksimal Rp 25 juta per hari menjadi Rp 50 juta per hari. Batas ini tentu disesuaikan dengan jenis kartu dan kebijakan dari bank masing-masing. 

  • Anti Digandakan

Kartu ATM terbaru dengan chip ini memiliki kelebihan tidak mudah digandakan karena data tersebut disimpan di dalam chip serta keasliannya bisa dipastikan dengan online CAM maupun offline. Lain halnya dengan kartu ATM lama dengan dengan magnetic stripe lebih mudah digandakan karena data nomor kartu, nama nasabah hingga expire date ada pada magnetic stripe tersebut. 

  • Fisik Kartu Lebih Kuat

Jika dibandingkan dengan kartu ATM magnetic stripe, kartu ATM berbasis chip ini lebih kuat. Pada kartu ATM magnetic stripe, terdapat pita hitam yang mudah rusak karena terkena gesekan. Hal ini bisa membuat kartu ATM sulit dibaca mesin ATM atau EDC. Berbeda dengan kartu ATM chip yang memiliki chip di kiri depan sehingga dapat menyimpan data lebih banyak dan kompleks. 

Jadi, bagi Anda yang masih memiliki kartu ATM magnetic stripe, segeralah beralih ke kartu ATM chip. Dengan berbagai keunggulannya tentu akan memudahkan Anda dalam bertransaksi. 

3 Jenis Mesin ATM

Mesin ATM memiliki beberapa jenis. Hal itu disesuaikan dengan kegunaannya, agar lebih memudahkan bagi para nasabah untuk melakukan transaksi. Berikut adalah penjelasan mengenai jenis-jenis mesin ATM:

  • ATM Tarik Tunai

ATM jenis ini sering ditemui di tempat umum. Anda bisa menarik uang dengan mesin ini. Jika anda bingung menggunakannya, anda bisa datang ke mesin ATM yang berada di dalam kantor cabang bank. Di sana akan ada petugas atau satpam bank yang siap untuk membantu.

  • ATM Setor Tunai

ATM ini disebut juga cash deposit machine (CDM). Jenis ini juga mudah ditemui di berbagai galeri ATM. Dengan menggunakan mesin ini, anda jadi lebih mudah untuk melakukan penyetoran uang.

  • ATM Non Tunai

Jangan sampai salah menggunakan mesin ATM ini. Sesuai dengan namanya, ATM ini hanya digunakan untuk transaksi nontunai. Mesin ini sudah tersedia di sebagian besar galeri ATM, jadi anda tidak sulit menemukannya.

Fungsi Mesin ATM

Bagi pengguna yang masih awam, mungkin mengira bahwa semua mesin ATM memiliki fungsi yang sama. Tapi ternyata masing-masingnya memiliki spesifikasi yang berbeda. Jadi anda bisa memilih mesin ATM dan menyesuaikan dengan kebutuhan anda. Di bawah adalah fungsi-fungsinya:

  • ATM tarik tunai untuk memenuhi transaksi tentang penarikan tunai
  • ATM setor tunai digunakan untuk menyetorkan uang. Hal ini sangat memudahkan bagi anda yang ingin menabung atau melakukan penyetoran uang. Sehingga para nasabah tidak perlu datang dan antri lama di bank.
  • ATM non tunai berguna untuk melakukan transaksi nontunai seperti bayar tagihan, transfer uang melalui ATM dan lainnya. Mesin ini tidak bisa menarik uang dan setor tunai.

Cara Kerja Kartu ATM

Teknologi memang bisa memudahkan kehidupan manusia. Salah satunya adalah terciptanya kartu ATM. Hanya dengan menggunakan kartu tipis, anda sudah bisa mengeluarkan uang dari mesin dan melakukan transaksi lain.

Nah, memang bagaimana kerja kartu ATM? setelah nasabah memasukkan kartu ATM ke dalam mesin, selanjutnya magnetic card reader di mesin akan membaca kartu ATM anda. Pembacaan itu karena di kartu ATM ada garis magnetic chip, gunanya sebagai sensor pendeteksi identitas pemilik kartu. 

Kemudian anda akan diminta untuk memasukkan nomor pin. Selanjutnya, data pin diacak (di encrypt) dengan suatu rumus dan dikirim ke sistem komputerisasi di bank tujuan. Saat data-data sudah diproses oleh komputer bank, maka data tersebut dikirim lagi ke mesin ATM. Di Sanalah anda bisa melakukan penarikan, cek saldo dan lainnya.

Komponen Mesin ATM dan Fungsinya

Dengan segala fungsi mesin ATM yang beraneka ragam, tentu didukung oleh komponen mesin yang ada di dalamnya. Tiap bagiannya memiliki fungsinya masing-masing. Dan tentu saja perlu ada peninjauan secara berkala agar fitur mesinnya bisa berguna sesuai dengan seharusnya. Berikut adalah penjelasannya:

KomponenFungsi
CPUUntuk mengontrol antarmuka nasabah dan perangkat ATM
BrankasTempat menyimpan uang dalam mesin ATM
KeyboardMengetikkan PIN dan nominal uang
Pemindai magnetik kartuMengidentifikasi kartu ATM
Tombol clear (warna kuning)Untuk menghapus semua angka jika terjadi kesalahan ketik
Tombol cancel (warna merah)Membatalkan proses transaksi dan bisa langsung mengeluarkan kartu ATM dari mesinnya
Tombol enter (warna hijau)Menyetujui angka yang sebelumnya sudah dimasukkan
LayarUntuk melihat transaksi di mesin ATM
Tombol fungsi di samping layarMemilih jenis transaksi yang akan dilakukan
Pencetak strukPencetakan struk sebagai bukti transaksi sudah dilakukan

Apa Itu Kartu Debit?

Kartu Debit yang merupakan jenis kartu ATM yaitu kartu pembayaran non-tunai yang diterbitkan oleh bank dan mengacu pada saldo yang ada di dalam rekening Anda. Ada banyak aktivitas transaksi yang bisa Anda lakukan dengan kartu debit seperti pembayaran non-tunai. Tak hanya itu, kartu debit juga sering digunakan sebagai kartu ATM untuk tarik tunai dan cek saldo hingga transfer bank. 

Apa itu Kartu Kredit?

Kartu kredit adalah kartu pembayaran non-tunai yang diterbitkan oleh bank dimana si pemegang kartu dapat menggunakannya terlebih dahulu. Sistem yang berbeda dengan kartu debit ini membuat kartu kredit cukup banyak dilirik orang yang ingin bisa lebih leluasa berbelanja tanpa harus memikirkan jumlah saldo di rekening. Umumnya, kartu kredit ini memiliki sistem pembayaran di akhir bulan yang perjanjiannya sudah disepakati oleh nasabah dan pihak bank. Pemegang kartu kredit juga bisa memilih sistem pembayarannya langsung atau angsuran. Jika Anda memilih pembayaran dengan kredit maka pihak bank akan membebankan biaya tambahan. Biaya ini tentu berbeda pada setiap bank. 

Kedua kartu ini memiliki keunggulannya masing-masing. Kartu debit maupun kartu kredit bisa digunakan di mesin ATM, namun metode pembayarannya mungkin akan cukup berbeda. 

3 Manfaat Kartu Debit

Walaupun kartu ini sangat tipis, tapi memiliki manfaat besar karena bisa mempermudah hidup banyak orang. Perkembangan teknologi membuat masyarakat lebih ringkas untuk melakukan transaksi dibandingkan dahulu. Bahkan transaksi bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun tanpa ada batasan waktu serta tempat.

  1. Permudah Transaksi

Dahulu untuk melakukan transaksi seperti transfer, mengambil uang, melakukan pembayaran harus datang ke bank. Tapi saat ini dengan majunya teknologi, sudah banyak kemudahan yang ditawarkan. Anda sudah bisa bertransaksi di manapun dan kapanpun. 

  1. Permudah Transaksi Di Luar Negeri

Sekarang sudah ada kartu yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran dan mengambil uang di luar negeri. Jadi bagi anda yang kekurangan membawa uang tunai saat berlibur, bisa menggunakan kartu debit ini untuk bertransaksi.

  1. Hindari Potensi Kejahatan

Membawa uang banyak tentu meningkatkan risiko kejahatan seperti perampokan, penjambretan atau bahkan penodongan. Para penjahat tidak segan melukai orang tersebut untuk mendapatkan uang. Tapi sekarang, hal tersebut bisa dihindari. Dengan kartu debit, uang yang tersimpan di dalamnya hanya bisa diakses oleh si pemilik kartu.

5 Ciri-ciri Kartu Debit

Umumnya orang yang membuka atau mempunyai rekening di bank, juga akan memiliki kartu debit. Hal itu karena kartu ini merupakan salah satu bagian dari layanan rekening tabungan. Tapi berbeda dengan kartu kredit dan e-money. Kartu tersebut tidak bisa diperoleh otomatis. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ciri-ciri kartu debit:

  1. Fisik

Kartu ini dibuat dari plastik, tampilannya sudah diatur dalam peraturan Bank Indonesia. 

Sisi depan terdapat:

  • Chip untuk mengenkripsi data
  • Nomor kartu ada 16 digit
  • Nama pemilik kartu
  • Nama penerbit kartu
  • Masa berlaku 
  • Logo gerbang pembayaran, contohnya Visa, GPN atau Mastercard

Sisi belakang:

  • Magnetic stripe
  • Panel tanda tangan pemilik kartu
  • Nomor verifikasi tiga digit
  • Alamat bank penerbit kartu
  • Nama/logo penerbit kartu
  1. Sumber Dana

Dana yang tersimpan dalam kartu debit berasal dari tabungan pemilik kartu. Jadi pemilik hanya dapat melakukan transaksi selama uang yang ada di dalamnya masih cukup. Beberapa bank memberikan saldo minimal untuk bisa ditarik, jadi dengan limit tersebut anda sudah tidak bisa mengambil uang lagi.

  1. Fasilitas

Jika anda membuka atau membuat rekening, maka akan diberi fasilitas pembuatan kartu debit. Tapi di marketplace atau di toko ada kemewahan yang diberikan, seperti potongan harga atau beli 1 dapat 2 jika menggunakan kartu debit tertentu. 

  1. Metode Transaksi

Ketika melakukan transaksi dengan kartu debit, maka kartu akan dimasukkan atau digesekkan ke mesin electronic data capture (EDC). Dapat pula memasukkan nomor kartu dan nomor verifikasi ketika bertransaksi online. Selanjutnya akan ada pengiriman kode one-time password (OTP) yang dimasukkan untuk menuntaskan transaksi.

  1. Biaya

Ketika anda memilih untuk memiliki kartu debit dan menikmati segala fasilitasnya. Anda harus rela membayar biaya administrasi. Biaya tersebut akan dipotong dari tabungan. Pemotongan ini akan dilakukan tiap bulannya.

Fungsi Kartu Debit 

Kartu debit memiliki fungsi yang beraneka ragam. Julukannya sebagai kartu pembayaran non tunai ini diterbitkan oleh bank memang bisa mempermudah pemiliknya untuk melakukan transaksi. Contohnya adalah tarik tunai, cek saldo, melakukan pembayaran non tunai dan lainnya. Jadi kemana-mana tidak perlu lagi membawa uang cash dalam jumlah banyak, karena ada kartu debit yang bisa menghandle.

Tapi yang perlu diperhatikan adalah kartu debit ini hanya bisa melakukan transaksi seperti transfer, penarikan uang dan lain-lain ketika saldo uang di tabungan masih tersedia. Jika uang di tabungan sudah mencapai limit minimal atau habis, maka transaksi tidak dapat dilakukan.

Jika anda perhatikan kartu debit yang anda miliki, maka pada kartu debit ada nomor yang terdiri dari 16 digit. Sebenarnya fungsi nomor kartu debit adalah sebagai identitas kartu atau pengenal. Nomor tersebut ada di salah satu sisi kartu.

5 Perbedaan Fisik Kartu Kredit dan Kartu Debit

Makin maraknya sistem cashless di masyarakat, kartu kredit dan kartu debit makin naik daun. Praktis dan mudah adalah kelebihannya. Walaupun jika dilihat sekilas dua kartu ini mirip, tapi ternyata ada perbedaan signifikan yang bisa terlihat. Berikut adalah penjelasannya:

  1. Beda Secara Fisik

Perbedaan yang mencolok antara kartu kredit dan debit adalah pada kartu debit ada chip (EMV/NSICCS) dan juga penerbit kartu. Sedangkan kartu kredit ada huruf timbul nama dan masa kadaluarsa. Hal itu menampilkan kesan yang lebih mewah. Selain itu kartu kredit juga menampilkan logo principal seperti Mastercard ataupun Visa

  1. Kartu Kredit Tidak Punya Saldo Rekening

Pada dasarnya kartu kredit adalah berhutang dengan jumlah tertentu, tergantung dari seberapa banyak melakukan transaksi dan nominal yang digunakan. Sedangkan kartu debit memerlukan saldo atau uang di tabungan untuk transaksi dan penarikan uang.

  1. Kartu Debit Memerlukan Rekening

Seperti penjelasan di atas, dalam pembuatan kartu debit memerlukan rekening dan kartu diterbitkan oleh bank, sedangkan umumnya kartu kredit tidak membutuhkan rekening dan pengguna hanya perlu memakainya saja.

  1. Beda Limit

Kartu debit ada batasan limit dan kartu kredit mempunyai limit yang besar. Dengan kartu kredit, pengguna bisa memakainya dengan lebih leluasa. Tapi tentunya harus berhati-hati karena limit yang besar tersebut adalah hutang dan bukan uang sendiri. Jadi perlu dibayarkan untuk melunasinya.

  1. Kartu Kredit Ada Tagihan Tiap Bulan

Karena konsepnya berhutang, jadi pengguna kartu kredit harus melakukan pembayaran. Tagihan akan diberikan setiap bulannya. Ada dua cara untuk melunasinya yaitu dibayar penuh atau mencicil. Hal yang perlu diperhatikan adalah adanya bunga yang harus diperhitungkan juga.

Kemudahan Dapatkan Modal Bisnis Hanya dari Smartphone!

Memiliki tabungan di rekening bank serta memiliki kartu ATM juga sangat menguntungkan Anda. Hampir setiap transaksi lebih mudah jika memiliki kartu ATM. Selain kartu ATM, ada juga yang bisa membantu hidup Anda lebih lancar, yakni adanya modal usaha. Terlebih di era pandemi seperti sekarang ini, banyak sekali orang yang ingin memiliki bisnis untuk menambah penghasilan. Namun, sayangnya modal usaha adalah hal yang sering menjadi hambatan. 

Jika Anda merasa modal usaha sangat sulit didapatkan, mengapa tidak mencoba Danamas? Danamas adalah Peer to Peer Lending (P2P) yang akan mempertemukan pemodal dan peminjam modal. Dengan Danamas, kini properti bisa berubah menjadi modal usaha yang lebih menjanjikan. Dengan pinjaman online OJK bunga rendah 2021 ini, maka Anda bisa membangun bisnis kecil dan menengah lebih maju lagi. 

Jika Anda butuh modal usaha besar, maka Danamas bisa menjadi pilihan karena bisa dibayangkan jika Anda bisa dapat modal hingga 2 miliar rupiah? Kira-kira akan sebesar dan semaju apa ya bisnis Anda 1 tahun ke depan? yuk simulasikan pinjaman dan nilai properti dengan kalkulator simulasi properti dan kalkulator pinjaman. Untuk mempermudah proses pengajuan bisa download Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis segera! Info lebih lanjut klik DISINI!

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

dana-pendidikan

4 Cara Dapat Bantuan Dana Pendidikan, Sekolah Gratis!

Setiap orangtua pasti menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya, termasuk dalam hal pendidikan. Bahkan ada yang sudah merencanakan pendidikan yang bagus untuk buah hatinya sejak TK sampai perguruan tinggi. Hal tersebut direncanakan secara matang karena memang dana pendidikan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Sehingga penting sekali menyiapkan uang untuk pendidikan sejak dini.

Mengatur keuangan memang tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi sekolah dengan fasilitas bagus, biasanya diimbangi dengan biaya spp yang tinggi. Mempersiapkan dana pendidikan perlu strategi yang tepat. Setiap kebutuhan harus dibuat rinci dan direncanakan sejak awal, agar bisa mempersiapkan anggaran dengan matang dan memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak.

Karena memang pendidikan adalah salah satu hal sangat penting. Dengan pendidikan yang baik, diharapkan buah hati bisa meraih cita-cita dan memperbaiki masa depan. Artikel ini akan membahas bagaimana cara tepat untuk mengumpulkan biaya pendidikan yang dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan dana pendidikan. 

Apa Itu Dana Pendidikan 

Dana pendidikan adalah sejumlah biaya atau dana yang akan disiapkan untuk keperluan biaya pendidikan, baik untuk diri sendiri maupun anak. Penting untuk memikirkan hal tersebut sejak awal karena adanya nilai pertumbuhan inflasi. Begitu juga dengan biaya pendidikan, akan terus naik tiap tahunnya, sehingga sangat penting untuk mempersiapkan biaya sekolah sedari dini. 

Walaupun pendidikan bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan tapi melalui jenjang pendidikan tinggi, maka seseorang bisa melewati gerbang awal menuju masa depan yang lebih cerah. Karena alasan itulah tak sedikit orang tua yang rela berjuang dan menabung agar mampu menyediakan kebutuhan pendidikan terbaik bahkan sampai ke perguruan tinggi.

Karena sekarang ini biaya pendidikan terbilang mahal. Bahkan harus menyiapkan sampai ratusan juta rupiah atau bahkan lebih. Oleh karena itu, sebaiknya mulailah mencicil dana pendidikan sedini mungkin. Dengan demikian persiapan untuk pendidikan anak lebih terjamin.

4 Cara Mencari Bantuan Dana Pendidikan Dari Pemerintah 

Salah satu bentuk perhatian Pemerintah pada masyarakat adalah memberikan biaya pendidikan. Hal ini tentu saja menjadi berita baik, terutama untuk orang tua yang memiliki kendala ekonomi untuk menyekolahkan anaknya. Berikut adalah rincian bantuannya:

1. Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Bantuan KIP pasti sudah tidak asing ditelinga. Program ini memberikan bantuan tunai pendidikan ke anak usia sekolah mulai dari 6-12 tahun. Para peserta didik yang berhak menerima adalah mereka dari keluarga miskin, rentan miskin: pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), penyandang disabilitas, yatim piatu dan korban bencana alam/musibah. 

Agar bisa memperoleh bantuan biaya pendidikan, peserta didik dapat menyiapkan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau SKTM bila tidak memiliki KKS, surat pemberitahuan penerimaan BSM dari Kepala Sekolah/Madrasah dan rapor hasil belajar

2. Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Dana BLT adalah bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan tersebut diberikan ke anak-anak jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Syarat dan kriteria untuk mendapatkan bantuan pendidikan ini adalah:

  • Mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP)
  • Terdaftar di Lembaga pendidikan formal atau nonformal sesuai daerah masing-masing
  • Pemilik KIP harus sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Lembaga Pendidikan
  • Untuk keluarga yang belum memiliki KIP, anda bisa mendaftar di lembaga dinas pendidikan terdekat dengan membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
  • Bagi siswa yang tidak memiliki KKS, maka orang tua harus meminta surat keterangan tidak mampu (SKTM) di RT/RW sampai kelurahan untuk didaftarkan ke dinas pendidikan.

3. Program Indonesia Pintar (KIP)

Bantuan ini berupa uang tunai, perluasan akses dan kesempatan belajar dari Pemerintah untuk peserta didik dan mahasiswa dari keluarga miskin atau rentan miskin guna membiayai pendidikan menggunakan KIP. Syarat dan kriteria untuk memperoleh biaya pendidikan ini adalah:

  1. Peserta didik pemegang KIP
  2. Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dan atau dengan pertimbangan khusus, seperti:
  • Peserta didik dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan
  • Peserta didik dari keluarga pemegang kartu Keluarga Sejahtera
  • Peserta didik status yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan
  • Peserta didik yang terkena dampak bencana alam
  • Peserta didik yang tidak sekolah (drop out) yang diharapkan sekolah kembali
  • Peserta didik yang mengalami kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua yang mengalami pemutusan kerja, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, ada di Lembaga Pemasyarakatan, memiliki lebih dari 3 saudara yang tinggal serumah
  • Peserta di lembaga kursus atau satuan pendidikan non formal lain.

4. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

BOS atau bantuan operasional sekolah digunakan untuk membantu sekolah di Indonesia agar bisa memberikan pembelajaran optimal. Jadi biaya pendidikan BOS adalah bantuan tunai yang dipakai untuk keperluan sekolah seperti pemeliharaan sarana prasarana sekolah, kebutuhan penunjang belajar, membeli alat multimedia demi menunjang kegiatan belajar mengajar dan lainnya.

Yang perlu diketahui, dana BOS yang didapat tiap sekolah berbeda-beda, hal itu tergantung dari tingkatan sekolah dan jumlah peserta didik yang terdaftar di NISN Dapodik. Syarat dan kriteria yang harus dimiliki berdasarkan Permendikbud No 8 Tahun 2020, adalah

  • Satuan pendidikan harus sudah terdaftar di Dapodik ketika batas cut off dilakukan
  • Satuan pendidikan harus mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
  • Satuan pendidikan bukan termasuk Satuan Pendidikan Kerjasama
  • Jumlah siswa yang terdaftar lebih dari atau sama dengan 60 orang selama 3 tahun berturut-turut.
  • Satuan pendidikan memiliki izin operasional aktif khusus untuk sekolah swasta.

Syarat dan kriteria tersebut tidak berlaku untuk sekolah swasta yang mematok iuran pendidikan mahal, sekolah yang kurang diminati masyarakat sampai sekolah yang sengaja membatas jumlah siswa/i untuk memperoleh dana BOS.

Perhitungan Dana Pendidikan 

Setelah anda tau kalau biaya pendidikan itu mahal, selanjutnya adalah mengetahui penghitungan dan nominal yang harus dipersiapan. Dengan tau kisaran anggaran yang diperlukan, anda sebagai orang tua bisa memperhitungkan uang yang harus disisihkan tiap bulan. Walaupun tergantung dari sekolah yang dipilih, tapi berikut adalah hitungan rata-rata biaya pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi jika saat ini anak berumur 1 tahun.

Jenjang PendidikanBiaya Uang Pangkal (Rp)Tahun Pengumpulan Nominal Anggaran Per Bulan (Rp)
TK10 juta3 tahun278.000
SD18 juta5 tahun300.000
SMP28 juta11 tahun212.000
SMA38 juta14 tahun245.000
Perguruan Tinggi60 juta17 tahun295.000
Total Anggaran per Bulan1.330.000

6 Kesalahan Dalam Mempersiapkan Pendidikan 

Ternyata ada kesalahan yang biasa dilakukan oleh orang tua saat mengumpulkan biaya pendidikan anak. Untuk menghindari hal tersebut terjadi atau bahkan menghambat prosesnya. Berikut adalah beberapa kesalahan yang harus dihindari ketika mengumpulkan uang untuk pendidikan anak:

1. Keliru Hitung Inflasi

Yang pertama adalah tidak cermat memperhatikan inflasi. Biaya pendidikan rutin naik dengan rasio tertentu tiap tahunnya. Hal tersebut penting diperhatikan agar rancangan rencana tidak meleset dari hitungan. 

Walaupun tidak selalu begitu, tapi ada sekolah swasta yang menaikkan uang pangkalnya 20% tiap tahun. Untuk bisa mengetahui kisaran kenaikan, carilah informasi biaya pendidikan di sekolah incaran selama 5 tahun terakhir dan hitung perkiraan kenaikannya beberapa tahun ke depan. 

2. Tak Cermat Tentukan Instrumen Investasi

Investasi bisa dijadikan salah satu alternatif untuk mengumpulkan uang  pendidikan. Namun, jika anda salah tentukan pilihan instrumen investasi, malah bisa menjadi bumerang dan mengacaukan rencana persiapkan dana untuk anak-anak. Misalnya anda memilih instrumen saham yang berisiko tinggi, ternyata nilai dana yang tersimpan mengalami penurunan. Padahal dananya ingin segera dipakai untuk membayar pendidikan.

3. Tak Diterima Di Sekolah Impian

Hal lain yang bisa mengacaukan rencana biaya pendidikan adalah gagal diterima di sekolah impian. Karena hal ini bisa membuat anak memilih sekolah lain dengan biaya lebih mahal dari yang sudah dianggarkan. Sehingga orang tua harus mengeluarkan uang lebih banyak. Untuk antisipasi hal tersebut, anda bisa menyiapkan biaya dengan perkiraan perhitungan tertinggi di antara sekolah unggulan yang diincar. 

4. Terlambat Siapkan Dana Pendidikan

Ketika anda cepat menyiapkan biaya pendidikan, nominal yang harus disisihkan tiap bulannya jadi lebih terjangkau. Dan hal ini tentu saja membuat beban keuangan lebih ringan dan meningkatkan peluang tujuan finansial bisa tercapai tepat waktu.

5. Sepelekan Diversifikasi Investasi

Jangan sepelekan lakukan diversifikasi di portofolio. Anda bisa memilih lebih dari 1 produk investasi dengan risiko yang juga berbeda dan menyesuaikan jangka waktu agar memperoleh imbal hasil maksimal. Misal biaya masuk TK akan dipakai dalam waktu dekat. Maka pilihlah instrumen investasi risiko rendah dan nilai stabil seperti reksadana atau deposito. Sedangkan untuk biaya masuk kuliah 10 tahun lagi, saham atau reksadana bisa jadi pilihan tepat karena untung yang diperoleh besar.

6. Salah Perkirakan Waktu Pendidikan

Jika sekarang usia anak 1 tahun, maka ada 5 tahap waktu yang harus diperhatikan. Yaitu biaya masuk TK/Playgroup, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Pilihlah instrumen investasi yang tepat dengan menyesuaikan jangka waktu anak masuk ke jenjang pendidikan. Jadi aktivitas investasi bisa berjalan optimal sesuai tujuan finansial.

Manfaat Mengumpulkan Dana Pendidikan

Tiap orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan kehidupan terbaik bagi anak-anaknya. Hal ini termasuk dalam hal pendidikan. Memberikan bekal pendidikan karakter dari rumah dan sekolah merupakan salah satu kewajiban orang tua terhadap anak. Tapi untuk memenuhi segala kebutuhan, tentu memerlukan uang yang tak sedikit. 

Tak hanya itu saja, biaya pendidikan selalu mengalami kenaikan tiap tahun ajaran baru. Di Indonesia, rata-rata inflasi biaya pendidikan adalah 10-15% per tahun. Oleh karena itu, para orang tua sebaiknya menyiapkan biaya pendidikan sedini mungkin, agar makin sedikit biaya yang dikeluarkan saat anak mulai sekolah nanti.

6 Jenis Investasi untuk Dana Pendidikan 

Agar bisa menyediakan biaya pendidikan untuk anak-anak sampai ke bangku kuliah, tak sedikit orang yang menanamkan uangnya di instrumen investasi. Ada beberapa contoh instrumen yang tersedia dan bisa dipilih sesuai dengan tujuan investasi, yaitu:

1. Deposito

Deposito merupakan tabungan berjangka. Deposito tidak bisa Anda ambil semaunya, karena ada waktu tertentu. Deposito bisa menjadi investasi yang cukup aman dan efisien dan bunga yang ditawarkan juga dapat digunakan untuk biaya pendidikan. 

2. Reksadana 

Reksadana merupakan salah satu investasi yang dapat Anda gunakan untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak. Selain minim resiko, reksadana juga dikelola oleh manajer investasi yang profesional, Anda tidak perlu khawatir karena aman, asalkan reksadana atau pengelola yang Anda pilih sudah mendapatkan izin dari OJK. terdapat 4 jenis reksadana yang dapat Anda pilih, sesuaikan dengan profil risiko Anda. 

3. Emas 

Emas bisa menjadi salah satu investasi yang tepat untuk menyiapkan biaya pendidikan. Dengan banyaknya peminat emas, maka harga akan cenderung naik dan stabil. Pembelian emas pun dapat dengan mudah melalui platform online. Semakin dini Anda berinvestasi emas maka keuntungan yang didapat juga semakin besar sehingga cocok untuk mempersiapkan biaya pendidikan. 

4. Sukuk Ritel

Sukuk ritel adalah surat berharga syariah yang diterbitkan dan penjualannya diatur Departemen Keuangan. Di instrumen ini, Pemerintah memilih agen penjual dan konsultasi hukum sukuk ritel. Agen penjual wajib mempunyai komitmen terhadap Pemerintah untuk mengembangkan pasar sukuk dan juga berpengalaman menjual produk keuangan syariah.

Tenor sukuk ritel biasanya 3 tahun dengan imbalan bagi hasil yang sifatnya tetap sepanjang periode investasi. Kelebihan skema tersebut adalah sukuk bisa diperjualbelikan jadi kepemilikannya bisa berpindah tangan dengan nilai benefit sama. Karena tenornya 3 tahun, jadi cocok untuk investasi jangka pendek.

5. Tabungan Pendidikan

Banyak lembaga keuangan yang menawarkan rekening khusus untuk tabungan pendidikan. Benefit yang diberikan berbeda dengan tabungan biasa, jadi pastikan kelebihannya lebih banyak sebelum anda memilih jenis rekening ini. Tabungan pendidikan dapat dimulai dengan nominal kecil dan ini tentunya menguntungkan karena anda bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan.

6. Tabungan Biasa

Anda bisa membuka rekening tabungan yang ditujukan khusus untuk buah hati. Cara ini adalah yang paling sederhana dan sebaiknya dilakukan secepat mungkin, bahkan bisa dilakukan sejak anak anda lahir. Jangan lupa untuk setorkan uang secara rutin.

Cara Menghitung Tabungan Dana Pendidikan & Perkiraan Biaya

Agar persiapan pendidikan anak berjalan lancar, anda bisa menghitung nominal tabungan pendidikan yang harus dipersiapkan. Setidaknya biaya pendidikan harus dihitung 18 tahun ke depan. Jadi minimal anak memperoleh pendidikan sampai bangku universitas. Idealnya tabungan biaya pendidikan ini dihitung termasuk dengan inflasi yang mungkin terjadi tiap tahun. Berikut adalah contoh kalkulator dana pendidikan anak:

1. Perkiraan Tabungan Untuk TK

Uang pangkal = Rp 5.000.000

Periode sekolah = 2 tahun

Target pencapaian = 3 tahun

Inflasi 8% = Rp 6.298.560 (tambahkan 8% sebanyak 3x)

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 6.298.560 : 36 bulan = 

Rp 174.960

2. Perkiraan Tabungan Untuk SD

Uang pangkal = Rp 10.000.000

Periode sekolah = 6 tahun

Target pencapaian = 5 tahun

Inflasi 8% = Rp 14.693.281

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 14.693.281 : 60 bulan = 

Rp 244.888

3. Perkiraan Tabungan Untuk SMP

Uang pangkal = Rp 15.000.000

Periode sekolah = 3 tahun

Target pencapaian = 11 tahun

Inflasi 8% = Rp 34.974.585

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 34.974.585 : 132 bulan = 

Rp 264.959

4. Perkiraan Tabungan Untuk SMA

Uang pangkal = Rp 20.000.000

Periode sekolah = 3 tahun

Target pencapaian = 14 tahun

Inflasi 8% = Rp 58.743.872

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 58.743.872 : 168 bulan = 

Rp 349.666

5. Perkiraan Tabungan Untuk Perguruan Tinggi

Uang pangkal = Rp 100.000.000

Periode sekolah = 4 tahun

Target pencapaian = 17 tahun

Inflasi 10% = Rp 58.743.872

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 505.447.028 : 204 bulan = 

Rp 2.477.628

Dari rincian tersebut, maka total biaya pendidikan yang harus disiapkan adalah:

  • Total uang pangkal = Rp 150.000.000
  • Total biaya setelah inflasi = Rp 620.157.327

Jadi tiap bulan paling tidak anda menabung Rp 3.512.154

Tips Persiapkan Dana Pendidikan

Dalam mempersiapkan dana pendidikan tentu prosesnya tidak mudah. Karena ada banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Agar anda tidak salah langkah dan bisa mengumpulkan uang sesuai dengan perencanaan. Berikut adalah tips yang bisa anda terapkan:

1. Menyusun Strategi Pendidikan 

Sejak awal penting untuk menyusun strategi pendidikan. Anda ingin menyekolahkan di sekolah apa, misal kurikulum nasional atau internasional, bagaimana lingkungannya, fasilitas yang tersedia. Lakukan survei supaya Anda memiliki gambaran sekolah seperti apa yang ingin anak Anda tempuh. 

2. Estimasi Biaya 

Setelah Anda mengetahui sekolah yang ingin dituju, maka langkah selanjutnya adalah membuat estimasi pengeluaran setiap jenjangnya. Rencanakan dengan matang sampai kapan Anda akan membiayai pendidikan tersebut. 

3. Asuransi Pendidikan

Selain ada asuransi kesehatan dan jiwa, asuransi pendidikan merupakan salah satu produk yang memiliki fitur tabungan dana. Ada 2 jenis asuransi pendidikan yang bisa dipilih, yakni: 

  • Asuransi pendidikan dwiguna: menawarkan fasilitas tabungan pendidikan yang dapat dicairkan pada periode tertentu sesuai dengan kesepakatan pihak tertanggung dan pihak asuransi.
  • Asuransi unit link: asuransi ini menggabungkan adanya layanan asuransi dan investasi. Hasil investasi ini diserahkan secara bertahap sesuai dengan jenjang sekolah anak. 

Baca Juga: 5 Challenge Menabung Yang Bikin Kaya

Mengajukan Pinjaman untuk Dana Pendidikan

Memang biaya pendidikan tidaklah murah, dan setiap tahunnya mengalami kenaikan. Selain berinvestasi, Anda juga dapat mengajukan pinjaman untuk kebutuhan dana pinjaman. Danamas p2p Lending menyediakan pinjaman dana tunai tanpa agunan yang dapat Anda ajukan untuk kebutuhan biaya pendidikan dengan limit pinjaman hingga Rp. 7,5 juta.

Selain itu, apabila Anda memiliki properti yang tidak terpakai dan ingin mengembangkan usaha sekaligus sebagai pinjaman untuk biaya pendidikan, Anda bisa mengajukan melalui Danamas yang dapat memberikan pinjaman hingga Rp 2 miliar. Masa tenor yang diberikan mulai dari 1 sampai 10 tahun.Pinjaman online terpercaya ini memproses pinjaman dengan aman karena sudah terdaftar dan berizin OJK. Yuk simulasikan pinjaman dan nilai properti di website Danamas menggunakan kalkulator simulasi properti dan kalkulator pinjaman untuk hitung pinjaman dan angsuran dari properti yang anda miliki. Agar proses peminjaman lebih praktis, download Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis di smartphone segera! Untuk info lebih lengkap, klik DISINI!

pengertian-sinking-fund

Sinking Fund: Pengertian, Fungsi, Contoh & Cara Menghitungnya

Sinking fund adalah salah satu hal yang sering terlupakan, padahal hal ini sangat penting dalam perencanaan keuangan. Sinking fund seringkali disamakan dengan dana darurat namun keduanya memiliki pemahaman yang berbeda. Hal ini karena sinking fund dan dana darurat memiliki manfaat masing-masing yang berbeda. Dengan adanya sistem perencanaan seperti sinking fund ini maka anda bisa lebih siap dalam menghadapi berbagai kondisi finansial kedepannya.

Perencanaan keuangan yang baik dan matang bisa memberikan dampak positif bagi kehidupan anda. Perencanaan keuangan ini bermanfaat untuk persiapan secara finansial dalam menghadapi situasi dan kondisi yang tidak bisa ditebak untuk masa depan. Maka dari itu sinking fund adalah aspek yang tidak bisa dilewatkan dalam proses perencanaan pengelolaan uang.

Bagi sebagian orang masih belum paham apa itu sinking fund maka dari itu Anda bisa simak artikel di bawah ini yang mengulas banyak tentang sinking fund. Ulasan tentang sinking fund meliputi pengertian sinking fund, perbedaan sinking fund dengan dana darurat, fungsi sinking fund, contoh sinking fund dan cara menghitung sinking fund atau rumusnya. Simak uraian informasi lengkap tentang sinking fund di bawah ini.

Apa Itu Sinking Fund

Istilah sinking fund memang jarang digunakan dan terdengar di masyarakat apabila dibandingkan dengan istilah dana darurat. Akan tetapi, sebenarnya masyarakat sudah mempraktekkan secara langsung konsep menabung yang satu ini.

Sinking fund adalah anggaran keuangan yang khusus dibuat untuk memenuhi suatu kebutuhan atau kepentingan di masa depan. Oleh karena itu, tujuan dari sinking fund akan berbeda-beda pada setiap orang karena menyesuaikan dengan kebutuhan pribadi masing-masing, seperti untuk memulai bisnis, menikah, persiapan liburan, renovasi rumah, membeli mobil, pendidikan anak dan lain sebagainya.

Dari pengertian diatas, dapat dilihat bahwa sinking fund merupakan dana yang bisa anda gunakan tanpa harus merasa bersalah, karena anda memang sengaja mengumpulkannya dan ini diluar dari kebutuhan pokok. Walaupun berbeda dengan dana darurat, akan lebih baik jika anda untuk mempersiapkan keduanya, karena keduanya mempunyai manfaatnya masing-masing.

Fungsi Sinking Fund

Dengan memiliki sinking fund, hal ini dapat mencegah gangguan pada arus kas anda, sehingga anda tetap bisa merealisasikan kebutuhan lainnya tanpa mengganggu keuangan anda. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari sinking fund:

1.     Mempersiapkan Keinginan atau Kebutuhan dalam Jangka Panjang

Fungsi pertama dari sinking fund adalah anda bisa mempersiapkan dana untuk memenuhi keinginan di masa depan. Anda bisa memikirkan keinginan atau kebutuhan jangka panjang dan mempersiapkannya melalui sinking fund tanpa mengganggu kondisi finansial.

2.     Menghindarkan Diri dari Hutang

Dengan mengalokasikan sinking fund secara rutin, hal ini bisa menghindarkan anda dari terlilit hutang. Walaupun anda tidak bisa langsung memenuhi keinginan atau kebutuhan anda, tetapi anda bisa mengetahui kapan keinginan tersebut bisa anda capai.

3.     Jangka Waktu Pencapaian yang Lebih Jelas

Dengan sinking fund, anda mempunyai jangka waktu yang lebih jelas untuk mencapai keinginan anda, karena anda sendiri yang  menargetkan keinginan tersebut.

4.     Menabung untuk Banyak Keinginan secara Bersamaan

Anda bisa menabung untuk banyak keinginan sekaligus dengan mengalokasikan sinking fund. Contohnya, anda bisa menabung Rp20 juta selama 2 tahun untuk membeli hunian. Tetapi sebenarnya disaat yang bersamaan, anda bisa menabung Rp 12 juta dan Rp 8 juta selama 4 tahun untuk membeli hunian dan kendaraan pribadi.

Perbedaan Sinking Fund & Dana Darurat

Seperti yang sudah disampaikan diatas, bahwa masih banyak orang yang menganggap sinking fund sama dengan dana darurat. Berikut adalah perbedaan dari sinking fund dan emergency fund (dana darurat).

Sinking FundEmergency Fund (Dana Darurat)
Sinking Fund adalah biaya yang anda persiapkan untuk kebutuhan di masa mendatang.Emergency fund atau dana darurat adalah aset yang stabil dan likuid yang bisa anda gunakan saat dalam keadaan darurat.
Sinking fund biasanya berupa sejumlah uang.Emergency fund atau dana darurat dapat berupa emas yang sifatnya lebih stabil dan cukup likuid untuk dijual dalam waktu cepat.
Sinking fund biasanya digunakan untuk menjaga supaya nilai aset tetap stabilSeperti namanya, emergency fund digunakan untuk mengatasi atau memenuhi kebutuhan darurat yang mendesak, contohnya seperti saat anda sedang kehilangan pekerjaan.

Pentingnya Mengumpulkan Sinking Fund 

Adanya Sinking fund tentu memiliki tujuan yang bermanfaat bagi kehidupan. Dari penjelasan diatas, mengumpulkan sinking fund sama pentingnya dengan dana darurat. Berikut ini alasan kenapa penting bagi anda untuk mengumpulkan sinking fund.

1.     Dapat Menciptakan Keuangan Yang Lebih Baik Dan Sehat

Dengan mengumpulkan sinking fund anda bisa memiliki keuangan pribadi yang sehat, karena anda telah merencanakan kebutuhan apa saja yang ingin dibeli, sehingga hal ini akan membantu agar keuangan anda tetap sehat dan terkelola dengan baik.

2.     Mengurangi Utang

Potensi anda untuk berhutang semakin berkurang, karena anda sudah mempunyai atau menyiapkan dana tersendiri.

3.     Bersenang-Senang Tanpa Rasa Bersalah

Dengan mengumpulkan sinking fund berarti anda sudah mengalokasikan anggaran sejak awal, sehingga anda bisa bersenang-senang tanpa merasa bersalah karena sudah menyiapkannya sejak awal dan anda tidak perlu menggunakan uang tabungan atau dana darurat untuk bersenang-senang.

Cara Membuat Sinking Fund

Jika anda berencana untuk membuat Sinking fund maka perlu memperhatikan beberapa hal penting berikut ini.  Dalam membuat simpan Anda membutuhkan tujuan hingga target yang ingin dicapai.  untuk lebih lengkapnya Anda bisa melihat cara membuat skin fan seperti dibawah ini.

1.     Menentukan Tujuan Keuangan

Hal pertama yang bisa anda lakukan untuk mengumpulkan sinking fund adalah dengan membuat daftar yang berisi apa saja kebutuhan atau keinginan anda. Apabila anda perlu menyiapkan sinking fund dalam satu waktu, anda bisa mendahulukan kebutuhan yang perlu dipersiapkan dalam waktu singkat.

2.     Membuka Rekening Khusus

Anda juga bisa membuat rekening khusus untuk menempatkan sinking fund, sehingga dana tersebut tidak bercampur dengan dana lainnya.

3.     Menentukan Target Jumlah Sinking Fund

Selanjutnya adalah menentukan jumlah sinking fund, supaya dana yang terkumpul efektif dan anda bisa melakukan estimasi dengan akurat.

4.     Tetapkan Jumlah Dana Yang Akan Disisihkan Secara Rutin

Setelah menentukan nominal target sinking fund, maka selanjutnya anda bisa menetapkan jumlah uang yang harus anda sisihkan secara rutin.

5.     Menambah Jumlah Penghasilan

Setelah mengetahui jadwal dan total biaya yang diperlukan, maka selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah konsisten untuk menabung. Kamu juga mencari tambahan penghasilan supaya keinginan dan kebutuhan tersebut bisa tercapai lebih cepat.

Contoh Sinking Fund

Contoh Sinking fund adalah misal ada seseorang yang berencana menyisihkan dana sebesar Rp 1,5 juta dari pendapatan per bulannya selama 5 tahun dengan tingkat suku bunga yaitu 6%. Dana tersebut rencananya akan dipakai untuk pelunasan utang yang baru dan diambil untuk proyek ekspansi yang sedang berlangsung.

Maka jumlah sinking fund yang bisa disisihkan oleh padi selama 5 tahun adalah Rp 244.580.155. Dari nominal tersebut jika seandainya orang tersebut berhutang senilai Rp 250.000.000 selama 5 tahun untuk proyek ekspansi maka saat jatuh tempo Ia hanya perlu menambahkan uang kas senilai  Rp 541 9844. Contoh sinking fund di atas adalah contoh secara umum yang bisa anda aplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari disesuaikan dengan pendapatan. 

Cara Menghitung Sinking Fund

Sebenarnya tidak ada rumus yang pasti untuk menentukan sinking fund, karena jumlah sinking fund setiap orang tentunya akan berbeda-beda berdasarkan keinginan atau tujuan keuangan masing-masing. Sebelum menghitung jumlah sinking fund yang perlu disisihkan, pertama-tama anda harus mengetahui alokasi keuangan utama anda terlebih dahulu, dan sisanya bisa dianggarkan untuk sinking fund.

Misalkan anda ingin membeli rumah dengan harga sekitar Rp 450 juta, sedangkan penghasilan bulanan anda sebesar Rp 40 juta. Maka anda bisa coba menghitungnya dengan cara sebagai berikut:

Alokasi Keuangan:

–        Kebutuhan Pokok   30%

–        Investasi                 10%

–        Dana Darurat          20%

–        Donasi                     10%

–        Sinking Fund           30%

Berdasarkan situasi diatas, maka rumus sinking fund adalah 30% x penghasilan, berarti anda harus mengalokasikan dana 30% dari gaji untuk membeli rumah.

30% x Rp 40 juta = Rp 12 juta.

Berdasarkan rumus tersebut, jadi jumlah sinking fund yang harus anda sisihkan setiap bulan sejumlah Rp 12 juta selama kurang lebih 38 bulan untuk membeli rumah yang anda inginkan.

Dapatkan Modal Usaha Tepat Untuk Usaha Cermat!

Dari pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sinking fund adalah dana yang perlu anda persiapkan untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan di masa depan seperti keperluan untuk menikah, persiapan liburan atau membuka bisnis. Apabila anda membutuhkan modal untuk menjalankan usaha, selain dengan mengumpulkan sinking fund anda juga bisa mendapatkan tambahan dana dari pihak lain karena saat ini banyak sekali platform yang bisa memberikan anda pinjaman dana. 

Salah satunya adalah Danamas, platform pinjaman multiguna yang sudah diawasi dan mendapatkan izin dari OJK. Melalui Danamas, anda bisa mendapatkan tambahan modal hingga 2 miliar rupiah dengan jaminan properti. Pengajuan bisa anda ajukan dengan praktis serta bisa diakses kapanpun dan dimanapun melalui aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis

Untuk lebih memudahkan Anda, coba simulasikan cicilan di kalkulator simulasi kredit. Ada juga kalkulator pinjaman untuk cek nilai properti yang Anda agunkan. Selengkapnya bisa Anda akses di website kami disini untuk pinjaman online umkm terpercaya!

rumus-bunga-majemuk

Bunga Majemuk: Pengertian, Rumus & Bedanya Dengan Bunga Tunggal

Ketika anda menabung disebuah bank, ada kalanya anda mendapatkan sebuah bunga. Tak hanya menabung saja, ketika anda meminjam uang pun bunga pasti akan selalu ada. Dalam proses investasi atau pinjaman dana, sering kali kita mendengar bunga majemuk dan bunga tunggal. Apa anda sudah familiar dengan istilah tersebut? Biasanya bunga majemuk muncul sebagai kompensasi atau tanda balas jasa dari penerima ke pemberi dana.

Di artikel ini, kami akan membahas tentang jenis bunga, yaitu bunga majemuk dan bunga tunggal. Umumnya bunga majemuk dipahami sebagai bunga yang diberikan tiap akhir jangka waktu tertentu berdasarkan modal awal. Sedangkan bunga tunggal adalah bunga yang nilainya selalu tetap. Hal ini penting untuk Anda ketahui sebelum mengajukan pinjaman.

Karena hal itulah lembaga keuangan yang mengatur sistem ekonomi harus memperhitungkan faktor waktu pinjaman dan suku bunga yang dipakai untuk menghitung besaran bunga. Penasaran tentang bunga majemuk dan bunga tunggal? Simak artikel ini, yuk! Dengan menghitung jangka waktu dan bunga, penjelasan di bawah akan membantu anda untuk mengetahui bagaimana cara menghitung bunga majemuk dan bunga tunggal.  

Apa Itu Bunga Majemuk

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, bunga majemuk merupakan bunga yang dapat dihitung atas jumlah pinjaman pokok dan bunga yang  sebelumnya diperoleh. Jika diberikan sebuah contoh, berikut adalah perumpamaannya; jika seseorang menyimpan sebanyak Rp 2.000 pada tingkat 10% tahun, hasil akhirnya akan menjadi Rp 2.100 dan saat tahun berikutnya, uang itu akan menjadi Rp 2.210. 

Konsep dari bunga majemuk ini diduga berasal dari Italia pada abad ke-17. Konsep bunga majemuk ini dapat dianggap sebagai “bunganya bunga,” dimana jumlah pada uang tersebut tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan bunga sederhana.

Fungsi Bunga Majemuk

Umumnya konsep bunga majemuk dipakai untuk berbagai produk perbankan dan investasi. Bunga majemuk ini akan semakin menguntungkan penerimanya saat waktu yang mempengaruhinya memiliki durasi yang panjang. Meskipun begitu, adanya perbedaan pada kegunaan bunga majemuk produk investasi dan perbankan. Berikut adalah rincian perbedaan penerapannya:

a. Untuk Produk Pinjaman

Bunga majemuk yang dipakai untuk pinjaman konsumen mempunyai nilai tinggi. Artinya adalah pinjaman jenis konsumen yang umum seperti dalam bentuk kredit rumah, kredit motor, kredit mobil, kredit peralatan rumah tangga, kredit handphone dan lainnya. 

Jadi sistem bunga majemuk yang diberlakukan pada jenis pinjaman ini akan membebankan pembayaran angsuran tinggi pada para peminjamnya. Hal itu karena bunga yang dihasilkan semakin besar seiring pemilihan lama tempo angsuran. Jadi bunga tiap bulan cenderung besar, apalagi bila peminjam membayar jumlah pokok tinggi. Hal ini membuat sistem bunga majemuknya berbanding lurus.

b. Untuk Produk Investasi

Sistem bunga majemuk yang diberlakukan dalam kegiatan investasi, cenderung menguntungkan pihak investor. Konsep penerimaan keuntungan bagi investor yaitu bunga majemuk untuk produk investasi mempunyai sisi positif berbanding terbalik dengan fungsi pinjaman. Saat bunga majemuk diterapkan di produk investasi, maka otomatis keuntungan yang tinggi akan diperoleh investor.

Seperti yang diketahui kalau bunga majemuk ini mempunyai sistem yang nilainya bertambah tiap bulannya. Bertambahnya bunga tiap bulan, akan mengikuti nilai hasil kembalian investasi. Nilai hasil kembalian investasi akan otomatis semakin meningkat, sehingga perencana keuangan akan menyarankan para investor untuk memilih jangka waktu investasi paling panjang.

Makin lama investasi yang dilakukan, maka pundi kembaliannya juga akan tinggi. Bahkan perencana keuangan memberi saran adanya re-investasi. Ketika ada momentum tepat, maka bisa dilakukan penambahan jumlah investasi.

c. Pakai Produk Investasi Bunga Majemuk Untuk Generasi Milenial

Salah satu passive income yang bisa dipilih oleh generasi milenial adalah investasi dengan bunga majemuk. Investasi passive income ini bisa membentuk kesejahteraan, yaitu produk pertama dari tabungan masa depan dan produk kedua biasanya ada di pasar modal. Karena konsep bunga majemuk ini bisa dapat untung besar berbanding lurus dengan lamanya periode waktu. Maka sebaiknya generasi milenial mulai melirik investasi ini sejak dini. Makin muda anda investasi, maka untungnya juga makin menggiurkan.

d. Jenis & Perhitungan Bunga Majemuk

Di praktik penerapan perhitungan bunga majemuk, bunga ini punya 2 suku bunga yaitu bunga majemuk dengan suku bunga tetap. Nilai suku bunga tersebut tidak berubah selama periode waktu yang sudah disepakati. Dan bentuk suku bunga kedua bersifat mengambang. Suku bunga itu bisa berfluktuasi berdasarkan penentuan nilai dari suku bunga.

Untuk perhitungan bunga majemuk, memiliki kerumitan tinggi. Disebabkan karena adanya sistem pengelompokkan bunga menjadi satu. Pengelompokkan itu didasari nilai dari modal dan modal dapat diperoleh secara tahunan, 6 bulan, 4 bulan atau bahkan tiap bulan. Konsep tersebut yang sering dikatakan periode dari bunga. Maka cermatlah menjaga nilai modal agar tetap tinggi. 

Rumus Bunga Majemuk

Untuk menghitung bunga majemuk, terdapat sebuah rumus yang dapat digunakan. Berikut adalah rumus untuk menghitung jumlah akhir tabungan anda setelah melewati proses bunga majemuk:

Na = Nt (1+i)n

Keterangan dari rumus tersebut adalah sebagai berikut:

Na : Nilai akhir

Nt : Nilai tunai

i : % suku bunga

n : jangka waktu

Cara Menghitung Bunga Majemuk

Untuk mengetahui soal hitungan bunga majemuk lebih lanjut, berikut adalah sebuah contoh soal hitungan bunga majemuk:

Anda menyimpan uang di Bank sebesar Rp 5.000.000,00 selama 5 tahun dengan suku bunga majemuk 3% per tahun. Besar nilai akhir yang didapatkan pada tahun ke-5 adalah ….

Jawab:

Diketahui: 

Nilai tunai = Rp 5.000.000,00

Jangka waktu = 5 tahun

Suku bunga % = 3% = 0,03

Kita selanjutnya melihat kepada rumus yang sudah diberitahukan pada poin di atas. Rumus tersebut adalah sebagai berikut

Na = Nt (1+i)n

Na disini merupakan nilai akhir. Sedangkan Nt adalah 5 juta, kemudian dikalikan dengan 5 kuadrat dari hasil penambahan 1 dan suku bunga. Jika menuliskan semua ini kedalam rumus di atas, berikut adalah hasilnya: 

Na = 5.000.000 (1+0.03)5

Dengan menghitung dari rumus ini, hasil nilai akhir yang akan didapatkan setelah melewati jangka waktu selama 5 tahun adalah sebesar Rp 5.796.370.

Apa Itu Bunga Tunggal

Arti bunga secara umum adalah uang yang dibayarkan atau penggunaan uang. Biasanya bunga dituliskan dalam bentuk persentase. Persentase yang dihitung hanya berdasarkan modal awal disebut bunga tunggal. Arti lebih luas, saat orang meminjam uang ke pihak lain maka ia harus mengembalikan uang tadi dan biasanya ada biaya tambahan yang disebut bunga. Bunga merujuk ke definisi uang yang diperoleh bila menabung di bank. 

Saat orang menabung di bank, maka ia akan dapat uang tambahan atas pemakaian uang tersebut. Uang tambahan itu yang disebut bunga. Ada dua jenis bunga, yakni bunga tunggal dan bunga majemuk.

Jadi bunga tunggal adalah bunga yang dikenakan pada modalnya saja. Sedangkan bunganya tidak berbunga lagi.

Rumus Bunga Tunggal

Untuk lebih memahami permasalahan pinjaman dan tabungan di bunga tunggal, ada beberapa istilah yang harus dipahami terlebih dahulu, yaitu:

  • Modal (M) adalah uang yang ditabung atau dipinjam
  • Persentase bunga (b) adalah persentase yang dipakai untuk hitung besarnya bunga yang harus dibayar. Umumnya persentase bunga dinyatakan per tahun (bunga per tahun) kecuali bila diberikan informasi lain
  • Waktu (t) adalah lamanya uang ditabung atau dipinjam.

Jadi 3 hal di atas berpengaruh pada besarnya bunga yang harus dibayar. Misalnya M, b dan t berturut-turut adalah modal, persentase bunga per tahun dan waktu (dalam tahun). Jadi besar bunga adalah:

Bunga = Modal x Persentase bunga x waktu

atau B = M x b x t

Karena bunga adalah uang tambahan, jadi setelah bunganya dihitung, bisa menentukan jumlah total uang dengan menjumlahkan modal serta bunganya. Jumlah total saldo tabungan atau jumlah total pinjaman adalah hasil penjumlahan dari modal dan bunga, rumusnya adalah

Jumlah total uang = modal + bunga

Cara Kerja Bunga Tunggal

Jadi bunga tunggal yaitu bunga yang dihitung dari pinjaman pokok tanpa adanya akumulasi ke bulan berikutnya. Contoh penerapan ada di penghitungan deposito nasabah bank. Agar lebih memahami, berikut adalah contoh soal bunga tunggal:

Andi menabung sebesar Rp 30.000.000 di bank selama 5 tahun. Persentase bunga di bank adalah 4,5%. Jadi berapa bunga tunggal yang diperoleh Andi?

Modal = Rp 30.000.000

Persentase bunga = 4,5% per tahun

Jawabannya:

Bunga = M x b x t

Bunga = Rp 30.000.000 x 4,5% x 5

Bunga = Rp 6.750.000

Jadi bunga yang didapatkan andi setelah menabung 5 tahun adalah Rp 6.750.000.

Untuk total uang Andi selama 5 tahun adalah

Total jumlah uang = Modal + bunga tunggal

= Rp 30.000.000 + Rp 6.750.000

= Rp 36.750.000

Jadi total uang Andi setelah menabung 5 tahun dan memperoleh bunga tunggal adalah Rp 36.750.000

Perbedaan Bunga Majemuk & Bunga Tunggal 

Apa anda sudah mengerti tentang bunga majemuk dan bunga tunggal? Meskipun keduanya merupakan sebuah bunga, bunga majemuk memiliki sebuah perbedaan dengan bunga tunggal. Agar lebih paham, berikut adalah perbedaan keduanya. 

Bunga MajemukBunga Tunggal
1. Bunga majemuk memiliki bunga yang nilainya tidak tetap setiap periode. Seperti contoh di atas, bunga majemuk bisa terus-menerus bertambah sesuai dengan bunga yang ada, sehingga hasil akhir setelah diberi bunga, bisa saja menjadi lebih besar dibanding dengan ketika diberikan bunga tetap.1. Bunga tunggal merupakan sebuah bunga yang memiliki nilai yang tetap, dan itu selalu terjadi. 
2. Jika dilihat dari perhitungan bunga, bunga majemuk merupakan sebuah bunga yang mengacu pada modal awal yang kemudian ditambah dengan bunga periode sebelumnya yang telah diakumulasi2. Bunga tunggal memiliki nilai yang sama dari awal periode hingga akhir, 
3. Untuk bunga majemuk rumus yang digunakan memang sedikit lebih sukar, dengan menggunakan kuadrat. Kuadrat ini melambangkan akumulasi yang bisa didapatkan selama periode tertentu. Jika melihat contoh di atas, rumus di atas menggunakan kuadrat 5 untuk melambangkan periode 5 tahun. 3. Rumus perhitungan bunga tunggal jauh lebih mudah.  
4. Bunga majemuk merupakan sebuah bunga yang terakumulasi, dan kemudian ditambahkan kepada jumlah nilai tunai pada awalnya.4. Bunga yang per tahunnya memiliki bunga yang sudah tetap

Baca juga: Cara Menghitung Bunga Pinjaman & Contohnya

Berbeda dengan Danamas merupakan sebuah layanan peminjaman agunan properti yang memiliki bunga efektif yang cukup kompetitif, dimulai dari 15,25% per tahun. Pinjaman dari Danamas bisa membantu untuk menjalankan bisnis anda. Pinjaman online terpercaya ini bisa memberikan bantuan dana sampai Rp 2 miliar. Dengan suntikan dana yang besar, tentu anda bisa mengembangkan bisnis sangat cepat. Waktu tenor yang diberikan juga cukup lama sampai 10 tahun. Jadi anda memiliki waktu yang panjang dan bisa tetap fokus untuk berbisnis.Yuk simulasikan pinjaman dan nilai properti dengan kalkulator simulasi properti dan kalkulator pinjaman di website Danamas. Agar permohonan pinjaman bisa lebih praktis dan mudah, download Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis segera! Untuk info lebih lengkap, klik DISINI!