keuangan THR

Salah satu hal yang paling ditunggu oleh banyak orang saat di bulan Ramadhan dan mendekati lebaran adalah tunjangan hari raya. Umumnya Tunjangan Hari Raya (THR) dibayarkan seminggu sebelum lebaran atau bisa lebih cepat dari itu tergantung kebijakan dari perusahaan. 

Salah satu masalah yang sering terjadi ketika seseorang mendapatkan tunjangan hari raya adalah pengelolaan yang kurang bijak. Hal ini tentu akan berdampak pada kondisi keuangan Anda walaupun memiliki pendapatan lebih di hari raya. Agar kondisi keuangan tetap stabil saat mendapatkan THR, maka ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan dalam cara mengelola keuangan lebih bijak.

Apa itu THR?

THR adalah pendapatan yang harus dibayarkan oleh setiap perusahaan kepada karyawannya diluar gaji pokok mereka sehingga hal THR lebih dikenal dengan non upah. Undang-undang sudah mengatur pemberian THR untuk karyawan swasta maupun karyawan negeri sipil yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

Nominal THR yang dikeluarkan adalah satu kali gaji per bulan bagi karyawan yang sudah bekerja selama minimal 1 tahun. Sedangkan bagi pekerja yang belum bekerja selama 1 tahun, maka THR yang diberikan sesuai dengan perhitungan masa kerjanya.

Pihak perusahaan bisa memberikan THR lebih tinggi dari ketentuan yang sudah dibuat oleh Permenaker. Beberapa perusahaan juga memberikan THR sebanyak 2 hingga 3 kali lipat dari gaji perbulan mereka pada masa kerja sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Peraturan Tentang THR

Ada sebuah peraturan yang mengatur tentang THR yaitu peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi nomor 6 tahun 2016 terkait dengan tunjangan hari raya keagamaan untuk para pekerja dan buruh di sebuah perusahaan.  Berikut tiga jenis pegawai yang memiliki hak untuk memperoleh THR keagamaan yaitu:

  • Para pegawai atau buruh yang berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) yang sudah 1 bulan ataupun lebih.
  • Setiap pegawai atau buruh yang dipindahkan ke perusahaan lain juga masa kerjanya terus dilanjutkan jika dari perusahaan lamanya belum memperoleh THR. Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 6 tahun 2016, menerangkan bahwa tiap pihak yang mempekerjakan orang lain mengharuskan membayar THR, baik itu perusahaan, perorangan Yayasan atau perkumpulan.

Namun jika kita perhatikan dari Permenaker nomor 6 tahun 2016 pasal 2 ayat 2, diterangkan bahwa THR hanya diberikan pada pekerja atau buruh yang memiliki hubungan kerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tertentu atau PKWTT.

Maka dari itu bagi karyawan freelance atau magang tidak memiliki hak untuk mendapatkan THR di perusahaan karena tidak memiliki perjanjian kerja.

Cara Menghitung THR

Ada cara menghitung THR bagi karyawan yang sudah bekerja minimal selama 1 tahun seperti berikut ini.

Contoh:

Ibu X sudah bekerja di PT ABC selama 3 tahun dengan gaji pokok Rp4.000.000. Ia mendapatkan tunjangan sebesar Rp 450 ribu, dan tunjangan perumahan sebesar Rp200.000. Selain itu juga mendapatkan tunjangan transportasi dan uang makan Rp 1,7 juta rupiah. Lalu berapakah nominal THR yang akan didapatkan di tahun ini?

  • Gaji pokok Rp4.000.000
  • Tunjangan: Rp 450.000 + Rp 250.000 = Rp 650.000
  • Jadi total THR yang didapat oleh ibu adalah:
  • 1 x (Rp 4.000. 000 + Rp 650.000) = Rp 4.650.000

Cara Hitung THR Prorate

Setelah anda tahu cara menghitung THR bagi karyawan sudah bekerja minimal 1 tahun, maka kali ini adalah THR bagi karyawan yang belum bekerja minimal satu tahun atau kurang dari satu tahun, maka berikut perhitungannya:

  • (Masa kerja/12) x Upah 1 tahun

Sebagai contoh:

Jika Anda bekerja di perusahaan pada 1 Januari, bulan puasa adalah bulan ke 6 Anda mendapatkan THR dan gaji perbulan adalah Rp 3.000.000, maka perusahaan akan melakukan pembulatan perhitungan sebagai berikut.

Maka cara perhitungannya:

  • (6/12) x Rp 3.000.000 = Rp 1.500.000

Jadi THR Prorata yang didapatkan adalah Rp 1.500.000

Cara Mengatur Keuangan THR

  • Buatlah Rencana Pengeluaran Hari Raya

Saat Anda mendapatkan THR maka sebaiknya gunakan untuk kebutuhan hari raya. Hal ini tentu tidak akan mudah untuk dilakukan terlebih lagi jika banyak sekali promo-promo yang ada saat ingin Lebaran. Untuk menghindari belanja hal-hal yang tidak dibutuhkan maka penting sekali bagi anda untuk membuat perencanaan keuangan serta daftar belanja. Buatlah daftar belanja atau pengeluaran yang ingin dilakukan maka sebaiknya disiplin untuk melakukannya.

  • Prioritaskan THR untuk Hari Raya

Sebaiknya pengeluaran THR difokuskan untuk kebutuhan hari raya saja sehingga dikeluarkan sesuai dengan fungsinya seperti membeli baju lebaran, memberi uang / hampers kepada ada saudara atau orang tua, dan lain-lain. Meski begitu anda perlu menyisihkan uang untuk keperluan kebutuhan Anda sehari-hari.

  • Melunasi Hutang Atau Cicilan

Jika anda memiliki hutang, uang tunjangan tunjangan hari raya bisa menjadi solusi untuk mengalokasikan uang. Sebaiknya lakukan pencatatan jumlah dan sumber hutang yang anda miliki lalu buatlah daftar prioritas yang perlu Anda lunasi. Daftar prioritas ini bisa diukur dari seberapa besar jumlah utang atau urgensi yang perlu Anda lunasi di tanggal tertentu. 

Idealnya uang THR dialokasikan sebesar 30% hingga 50% untuk melunasi hutang. Sebaiknya kurangi hutang konsumtif hanya untuk bersenang-senang sesaat, maka dari itu atau kelola keuangan THR secara bijak.

  •  Bayar Zakat Dan Sedekah

Hal yang perlu Anda ingat saat mendapatkan THR adalah membayar zakat dan sedekah. zakat yang perlu Anda bayar antara lain zakat fitrah dan zakat profesi. Anda wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5% atau 3,5 liter beras atau uang yang setara dengan harga beras tersebut.

Baca juga:

5 Rahasia Efektif Menuju Financial Freedom

Tanda Kondisi Keuangan Bisnis Membaik atau Terpuruk

  • Dana Darurat

Alokasikan keuangan THR untuk dana darurat minimal 20 sampai 30%. Hal ini perlu dilakukan untuk menambahkan dana darurat di investasi atau tabungan anda. Dana darurat ini penting untuk berbagai kebutuhan mendesak dan mendadak seperti kerusakan rumah,  kecelakaan, kehilangan pekerjaan, dll. Selain itu pilih juga fasilitas atau layanan perbankan yang bisa menyimpan dana darurat dengan pencairan yang mudah seperti tabungan, Reksadana pasar uang, yang emas dan lain-lain.

  • Mulai Untuk Berinvestasi

Selain memiliki tabungan, kelola keuangan THR anda untuk berinvestasi. Maka uang THR tidak akan habis 100% untuk kebutuhan konsumtif saja. Dengan menyisihkan sebagian uang THR untuk berinvestasi, maka Anda bisa tetap memiliki tabungan. 

Dengan cerdas dan bijak mengatur keuangan THR, maka Anda bisa terbiasa untuk mengelola keuangan pribadi maupun bisnis. Seperti halnya, saat Anda mendapatkan modal usaha limit besar hingga Rp 2 miliar, maka kemampuan pengelolaan keuangan pun perlu dimiliki. Modal usaha limit besar tersebut bisa Anda dapatkan di Lancar by Danamas dengan pinjaman agunan properti yang sangat praktis dan bisa diakses dimanapun lewat aplikasi. 

Pilihan Lancar by Danamas sebagai fintech lending terpercaya adalah pilihan tepat karena sudah berizin dan diawasi oleh OJK. Jadi, Anda tidak perlu khawatir saat membutuhkan pinjaman untuk modal bisnis.

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

dana-pendidikan

4 Cara Dapat Bantuan Dana Pendidikan, Sekolah Gratis!

Setiap orangtua pasti menginginkan hal yang terbaik untuk anaknya, termasuk dalam hal pendidikan. Bahkan ada yang sudah merencanakan pendidikan yang bagus untuk buah hatinya sejak TK sampai perguruan tinggi. Hal tersebut direncanakan secara matang karena memang dana pendidikan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Sehingga penting sekali menyiapkan uang untuk pendidikan sejak dini.

Mengatur keuangan memang tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi sekolah dengan fasilitas bagus, biasanya diimbangi dengan biaya spp yang tinggi. Mempersiapkan dana pendidikan perlu strategi yang tepat. Setiap kebutuhan harus dibuat rinci dan direncanakan sejak awal, agar bisa mempersiapkan anggaran dengan matang dan memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak.

Karena memang pendidikan adalah salah satu hal sangat penting. Dengan pendidikan yang baik, diharapkan buah hati bisa meraih cita-cita dan memperbaiki masa depan. Artikel ini akan membahas bagaimana cara tepat untuk mengumpulkan biaya pendidikan yang dapat Anda lakukan untuk mempersiapkan dana pendidikan. 

Apa Itu Dana Pendidikan 

Dana pendidikan adalah sejumlah biaya atau dana yang akan disiapkan untuk keperluan biaya pendidikan, baik untuk diri sendiri maupun anak. Penting untuk memikirkan hal tersebut sejak awal karena adanya nilai pertumbuhan inflasi. Begitu juga dengan biaya pendidikan, akan terus naik tiap tahunnya, sehingga sangat penting untuk mempersiapkan biaya sekolah sedari dini. 

Walaupun pendidikan bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan tapi melalui jenjang pendidikan tinggi, maka seseorang bisa melewati gerbang awal menuju masa depan yang lebih cerah. Karena alasan itulah tak sedikit orang tua yang rela berjuang dan menabung agar mampu menyediakan kebutuhan pendidikan terbaik bahkan sampai ke perguruan tinggi.

Karena sekarang ini biaya pendidikan terbilang mahal. Bahkan harus menyiapkan sampai ratusan juta rupiah atau bahkan lebih. Oleh karena itu, sebaiknya mulailah mencicil dana pendidikan sedini mungkin. Dengan demikian persiapan untuk pendidikan anak lebih terjamin.

4 Cara Mencari Bantuan Dana Pendidikan Dari Pemerintah 

Salah satu bentuk perhatian Pemerintah pada masyarakat adalah memberikan biaya pendidikan. Hal ini tentu saja menjadi berita baik, terutama untuk orang tua yang memiliki kendala ekonomi untuk menyekolahkan anaknya. Berikut adalah rincian bantuannya:

1. Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Bantuan KIP pasti sudah tidak asing ditelinga. Program ini memberikan bantuan tunai pendidikan ke anak usia sekolah mulai dari 6-12 tahun. Para peserta didik yang berhak menerima adalah mereka dari keluarga miskin, rentan miskin: pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), penyandang disabilitas, yatim piatu dan korban bencana alam/musibah. 

Agar bisa memperoleh bantuan biaya pendidikan, peserta didik dapat menyiapkan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau SKTM bila tidak memiliki KKS, surat pemberitahuan penerimaan BSM dari Kepala Sekolah/Madrasah dan rapor hasil belajar

2. Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Dana BLT adalah bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan tersebut diberikan ke anak-anak jenjang Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Syarat dan kriteria untuk mendapatkan bantuan pendidikan ini adalah:

  • Mempunyai Kartu Indonesia Pintar (KIP)
  • Terdaftar di Lembaga pendidikan formal atau nonformal sesuai daerah masing-masing
  • Pemilik KIP harus sudah terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Lembaga Pendidikan
  • Untuk keluarga yang belum memiliki KIP, anda bisa mendaftar di lembaga dinas pendidikan terdekat dengan membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
  • Bagi siswa yang tidak memiliki KKS, maka orang tua harus meminta surat keterangan tidak mampu (SKTM) di RT/RW sampai kelurahan untuk didaftarkan ke dinas pendidikan.

3. Program Indonesia Pintar (KIP)

Bantuan ini berupa uang tunai, perluasan akses dan kesempatan belajar dari Pemerintah untuk peserta didik dan mahasiswa dari keluarga miskin atau rentan miskin guna membiayai pendidikan menggunakan KIP. Syarat dan kriteria untuk memperoleh biaya pendidikan ini adalah:

  1. Peserta didik pemegang KIP
  2. Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dan atau dengan pertimbangan khusus, seperti:
  • Peserta didik dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan
  • Peserta didik dari keluarga pemegang kartu Keluarga Sejahtera
  • Peserta didik status yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan
  • Peserta didik yang terkena dampak bencana alam
  • Peserta didik yang tidak sekolah (drop out) yang diharapkan sekolah kembali
  • Peserta didik yang mengalami kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua yang mengalami pemutusan kerja, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, ada di Lembaga Pemasyarakatan, memiliki lebih dari 3 saudara yang tinggal serumah
  • Peserta di lembaga kursus atau satuan pendidikan non formal lain.

4. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

BOS atau bantuan operasional sekolah digunakan untuk membantu sekolah di Indonesia agar bisa memberikan pembelajaran optimal. Jadi biaya pendidikan BOS adalah bantuan tunai yang dipakai untuk keperluan sekolah seperti pemeliharaan sarana prasarana sekolah, kebutuhan penunjang belajar, membeli alat multimedia demi menunjang kegiatan belajar mengajar dan lainnya.

Yang perlu diketahui, dana BOS yang didapat tiap sekolah berbeda-beda, hal itu tergantung dari tingkatan sekolah dan jumlah peserta didik yang terdaftar di NISN Dapodik. Syarat dan kriteria yang harus dimiliki berdasarkan Permendikbud No 8 Tahun 2020, adalah

  • Satuan pendidikan harus sudah terdaftar di Dapodik ketika batas cut off dilakukan
  • Satuan pendidikan harus mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
  • Satuan pendidikan bukan termasuk Satuan Pendidikan Kerjasama
  • Jumlah siswa yang terdaftar lebih dari atau sama dengan 60 orang selama 3 tahun berturut-turut.
  • Satuan pendidikan memiliki izin operasional aktif khusus untuk sekolah swasta.

Syarat dan kriteria tersebut tidak berlaku untuk sekolah swasta yang mematok iuran pendidikan mahal, sekolah yang kurang diminati masyarakat sampai sekolah yang sengaja membatas jumlah siswa/i untuk memperoleh dana BOS.

Perhitungan Dana Pendidikan 

Setelah anda tau kalau biaya pendidikan itu mahal, selanjutnya adalah mengetahui penghitungan dan nominal yang harus dipersiapan. Dengan tau kisaran anggaran yang diperlukan, anda sebagai orang tua bisa memperhitungkan uang yang harus disisihkan tiap bulan. Walaupun tergantung dari sekolah yang dipilih, tapi berikut adalah hitungan rata-rata biaya pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi jika saat ini anak berumur 1 tahun.

Jenjang PendidikanBiaya Uang Pangkal (Rp)Tahun Pengumpulan Nominal Anggaran Per Bulan (Rp)
TK10 juta3 tahun278.000
SD18 juta5 tahun300.000
SMP28 juta11 tahun212.000
SMA38 juta14 tahun245.000
Perguruan Tinggi60 juta17 tahun295.000
Total Anggaran per Bulan1.330.000

6 Kesalahan Dalam Mempersiapkan Pendidikan 

Ternyata ada kesalahan yang biasa dilakukan oleh orang tua saat mengumpulkan biaya pendidikan anak. Untuk menghindari hal tersebut terjadi atau bahkan menghambat prosesnya. Berikut adalah beberapa kesalahan yang harus dihindari ketika mengumpulkan uang untuk pendidikan anak:

1. Keliru Hitung Inflasi

Yang pertama adalah tidak cermat memperhatikan inflasi. Biaya pendidikan rutin naik dengan rasio tertentu tiap tahunnya. Hal tersebut penting diperhatikan agar rancangan rencana tidak meleset dari hitungan. 

Walaupun tidak selalu begitu, tapi ada sekolah swasta yang menaikkan uang pangkalnya 20% tiap tahun. Untuk bisa mengetahui kisaran kenaikan, carilah informasi biaya pendidikan di sekolah incaran selama 5 tahun terakhir dan hitung perkiraan kenaikannya beberapa tahun ke depan. 

2. Tak Cermat Tentukan Instrumen Investasi

Investasi bisa dijadikan salah satu alternatif untuk mengumpulkan uang  pendidikan. Namun, jika anda salah tentukan pilihan instrumen investasi, malah bisa menjadi bumerang dan mengacaukan rencana persiapkan dana untuk anak-anak. Misalnya anda memilih instrumen saham yang berisiko tinggi, ternyata nilai dana yang tersimpan mengalami penurunan. Padahal dananya ingin segera dipakai untuk membayar pendidikan.

3. Tak Diterima Di Sekolah Impian

Hal lain yang bisa mengacaukan rencana biaya pendidikan adalah gagal diterima di sekolah impian. Karena hal ini bisa membuat anak memilih sekolah lain dengan biaya lebih mahal dari yang sudah dianggarkan. Sehingga orang tua harus mengeluarkan uang lebih banyak. Untuk antisipasi hal tersebut, anda bisa menyiapkan biaya dengan perkiraan perhitungan tertinggi di antara sekolah unggulan yang diincar. 

4. Terlambat Siapkan Dana Pendidikan

Ketika anda cepat menyiapkan biaya pendidikan, nominal yang harus disisihkan tiap bulannya jadi lebih terjangkau. Dan hal ini tentu saja membuat beban keuangan lebih ringan dan meningkatkan peluang tujuan finansial bisa tercapai tepat waktu.

5. Sepelekan Diversifikasi Investasi

Jangan sepelekan lakukan diversifikasi di portofolio. Anda bisa memilih lebih dari 1 produk investasi dengan risiko yang juga berbeda dan menyesuaikan jangka waktu agar memperoleh imbal hasil maksimal. Misal biaya masuk TK akan dipakai dalam waktu dekat. Maka pilihlah instrumen investasi risiko rendah dan nilai stabil seperti reksadana atau deposito. Sedangkan untuk biaya masuk kuliah 10 tahun lagi, saham atau reksadana bisa jadi pilihan tepat karena untung yang diperoleh besar.

6. Salah Perkirakan Waktu Pendidikan

Jika sekarang usia anak 1 tahun, maka ada 5 tahap waktu yang harus diperhatikan. Yaitu biaya masuk TK/Playgroup, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi. Pilihlah instrumen investasi yang tepat dengan menyesuaikan jangka waktu anak masuk ke jenjang pendidikan. Jadi aktivitas investasi bisa berjalan optimal sesuai tujuan finansial.

Manfaat Mengumpulkan Dana Pendidikan

Tiap orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan kehidupan terbaik bagi anak-anaknya. Hal ini termasuk dalam hal pendidikan. Memberikan bekal pendidikan karakter dari rumah dan sekolah merupakan salah satu kewajiban orang tua terhadap anak. Tapi untuk memenuhi segala kebutuhan, tentu memerlukan uang yang tak sedikit. 

Tak hanya itu saja, biaya pendidikan selalu mengalami kenaikan tiap tahun ajaran baru. Di Indonesia, rata-rata inflasi biaya pendidikan adalah 10-15% per tahun. Oleh karena itu, para orang tua sebaiknya menyiapkan biaya pendidikan sedini mungkin, agar makin sedikit biaya yang dikeluarkan saat anak mulai sekolah nanti.

6 Jenis Investasi untuk Dana Pendidikan 

Agar bisa menyediakan biaya pendidikan untuk anak-anak sampai ke bangku kuliah, tak sedikit orang yang menanamkan uangnya di instrumen investasi. Ada beberapa contoh instrumen yang tersedia dan bisa dipilih sesuai dengan tujuan investasi, yaitu:

1. Deposito

Deposito merupakan tabungan berjangka. Deposito tidak bisa Anda ambil semaunya, karena ada waktu tertentu. Deposito bisa menjadi investasi yang cukup aman dan efisien dan bunga yang ditawarkan juga dapat digunakan untuk biaya pendidikan. 

2. Reksadana 

Reksadana merupakan salah satu investasi yang dapat Anda gunakan untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak. Selain minim resiko, reksadana juga dikelola oleh manajer investasi yang profesional, Anda tidak perlu khawatir karena aman, asalkan reksadana atau pengelola yang Anda pilih sudah mendapatkan izin dari OJK. terdapat 4 jenis reksadana yang dapat Anda pilih, sesuaikan dengan profil risiko Anda. 

3. Emas 

Emas bisa menjadi salah satu investasi yang tepat untuk menyiapkan biaya pendidikan. Dengan banyaknya peminat emas, maka harga akan cenderung naik dan stabil. Pembelian emas pun dapat dengan mudah melalui platform online. Semakin dini Anda berinvestasi emas maka keuntungan yang didapat juga semakin besar sehingga cocok untuk mempersiapkan biaya pendidikan. 

4. Sukuk Ritel

Sukuk ritel adalah surat berharga syariah yang diterbitkan dan penjualannya diatur Departemen Keuangan. Di instrumen ini, Pemerintah memilih agen penjual dan konsultasi hukum sukuk ritel. Agen penjual wajib mempunyai komitmen terhadap Pemerintah untuk mengembangkan pasar sukuk dan juga berpengalaman menjual produk keuangan syariah.

Tenor sukuk ritel biasanya 3 tahun dengan imbalan bagi hasil yang sifatnya tetap sepanjang periode investasi. Kelebihan skema tersebut adalah sukuk bisa diperjualbelikan jadi kepemilikannya bisa berpindah tangan dengan nilai benefit sama. Karena tenornya 3 tahun, jadi cocok untuk investasi jangka pendek.

5. Tabungan Pendidikan

Banyak lembaga keuangan yang menawarkan rekening khusus untuk tabungan pendidikan. Benefit yang diberikan berbeda dengan tabungan biasa, jadi pastikan kelebihannya lebih banyak sebelum anda memilih jenis rekening ini. Tabungan pendidikan dapat dimulai dengan nominal kecil dan ini tentunya menguntungkan karena anda bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan.

6. Tabungan Biasa

Anda bisa membuka rekening tabungan yang ditujukan khusus untuk buah hati. Cara ini adalah yang paling sederhana dan sebaiknya dilakukan secepat mungkin, bahkan bisa dilakukan sejak anak anda lahir. Jangan lupa untuk setorkan uang secara rutin.

Cara Menghitung Tabungan Dana Pendidikan & Perkiraan Biaya

Agar persiapan pendidikan anak berjalan lancar, anda bisa menghitung nominal tabungan pendidikan yang harus dipersiapkan. Setidaknya biaya pendidikan harus dihitung 18 tahun ke depan. Jadi minimal anak memperoleh pendidikan sampai bangku universitas. Idealnya tabungan biaya pendidikan ini dihitung termasuk dengan inflasi yang mungkin terjadi tiap tahun. Berikut adalah contoh kalkulator dana pendidikan anak:

1. Perkiraan Tabungan Untuk TK

Uang pangkal = Rp 5.000.000

Periode sekolah = 2 tahun

Target pencapaian = 3 tahun

Inflasi 8% = Rp 6.298.560 (tambahkan 8% sebanyak 3x)

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 6.298.560 : 36 bulan = 

Rp 174.960

2. Perkiraan Tabungan Untuk SD

Uang pangkal = Rp 10.000.000

Periode sekolah = 6 tahun

Target pencapaian = 5 tahun

Inflasi 8% = Rp 14.693.281

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 14.693.281 : 60 bulan = 

Rp 244.888

3. Perkiraan Tabungan Untuk SMP

Uang pangkal = Rp 15.000.000

Periode sekolah = 3 tahun

Target pencapaian = 11 tahun

Inflasi 8% = Rp 34.974.585

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 34.974.585 : 132 bulan = 

Rp 264.959

4. Perkiraan Tabungan Untuk SMA

Uang pangkal = Rp 20.000.000

Periode sekolah = 3 tahun

Target pencapaian = 14 tahun

Inflasi 8% = Rp 58.743.872

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 58.743.872 : 168 bulan = 

Rp 349.666

5. Perkiraan Tabungan Untuk Perguruan Tinggi

Uang pangkal = Rp 100.000.000

Periode sekolah = 4 tahun

Target pencapaian = 17 tahun

Inflasi 10% = Rp 58.743.872

Menabung tiap bulan kurang lebih = Rp 505.447.028 : 204 bulan = 

Rp 2.477.628

Dari rincian tersebut, maka total biaya pendidikan yang harus disiapkan adalah:

  • Total uang pangkal = Rp 150.000.000
  • Total biaya setelah inflasi = Rp 620.157.327

Jadi tiap bulan paling tidak anda menabung Rp 3.512.154

Tips Persiapkan Dana Pendidikan

Dalam mempersiapkan dana pendidikan tentu prosesnya tidak mudah. Karena ada banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Agar anda tidak salah langkah dan bisa mengumpulkan uang sesuai dengan perencanaan. Berikut adalah tips yang bisa anda terapkan:

1. Menyusun Strategi Pendidikan 

Sejak awal penting untuk menyusun strategi pendidikan. Anda ingin menyekolahkan di sekolah apa, misal kurikulum nasional atau internasional, bagaimana lingkungannya, fasilitas yang tersedia. Lakukan survei supaya Anda memiliki gambaran sekolah seperti apa yang ingin anak Anda tempuh. 

2. Estimasi Biaya 

Setelah Anda mengetahui sekolah yang ingin dituju, maka langkah selanjutnya adalah membuat estimasi pengeluaran setiap jenjangnya. Rencanakan dengan matang sampai kapan Anda akan membiayai pendidikan tersebut. 

3. Asuransi Pendidikan

Selain ada asuransi kesehatan dan jiwa, asuransi pendidikan merupakan salah satu produk yang memiliki fitur tabungan dana. Ada 2 jenis asuransi pendidikan yang bisa dipilih, yakni: 

  • Asuransi pendidikan dwiguna: menawarkan fasilitas tabungan pendidikan yang dapat dicairkan pada periode tertentu sesuai dengan kesepakatan pihak tertanggung dan pihak asuransi.
  • Asuransi unit link: asuransi ini menggabungkan adanya layanan asuransi dan investasi. Hasil investasi ini diserahkan secara bertahap sesuai dengan jenjang sekolah anak. 

Baca Juga: 5 Challenge Menabung Yang Bikin Kaya

Mengajukan Pinjaman untuk Dana Pendidikan

Memang biaya pendidikan tidaklah murah, dan setiap tahunnya mengalami kenaikan. Selain berinvestasi, Anda juga dapat mengajukan pinjaman untuk kebutuhan dana pinjaman. Danamas p2p Lending menyediakan pinjaman dana tunai tanpa agunan yang dapat Anda ajukan untuk kebutuhan biaya pendidikan dengan limit pinjaman hingga Rp. 7,5 juta.

Selain itu, apabila Anda memiliki properti yang tidak terpakai dan ingin mengembangkan usaha sekaligus sebagai pinjaman untuk biaya pendidikan, Anda bisa mengajukan melalui Danamas yang dapat memberikan pinjaman hingga Rp 2 miliar. Masa tenor yang diberikan mulai dari 1 sampai 10 tahun.Pinjaman online terpercaya ini memproses pinjaman dengan aman karena sudah terdaftar dan berizin OJK. Yuk simulasikan pinjaman dan nilai properti di website Danamas menggunakan kalkulator simulasi properti dan kalkulator pinjaman untuk hitung pinjaman dan angsuran dari properti yang anda miliki. Agar proses peminjaman lebih praktis, download Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis di smartphone segera! Untuk info lebih lengkap, klik DISINI!

pengertian-sinking-fund

Sinking Fund: Pengertian, Fungsi, Contoh & Cara Menghitungnya

Sinking fund adalah salah satu hal yang sering terlupakan, padahal hal ini sangat penting dalam perencanaan keuangan. Sinking fund seringkali disamakan dengan dana darurat namun keduanya memiliki pemahaman yang berbeda. Hal ini karena sinking fund dan dana darurat memiliki manfaat masing-masing yang berbeda. Dengan adanya sistem perencanaan seperti sinking fund ini maka anda bisa lebih siap dalam menghadapi berbagai kondisi finansial kedepannya.

Perencanaan keuangan yang baik dan matang bisa memberikan dampak positif bagi kehidupan anda. Perencanaan keuangan ini bermanfaat untuk persiapan secara finansial dalam menghadapi situasi dan kondisi yang tidak bisa ditebak untuk masa depan. Maka dari itu sinking fund adalah aspek yang tidak bisa dilewatkan dalam proses perencanaan pengelolaan uang.

Bagi sebagian orang masih belum paham apa itu sinking fund maka dari itu Anda bisa simak artikel di bawah ini yang mengulas banyak tentang sinking fund. Ulasan tentang sinking fund meliputi pengertian sinking fund, perbedaan sinking fund dengan dana darurat, fungsi sinking fund, contoh sinking fund dan cara menghitung sinking fund atau rumusnya. Simak uraian informasi lengkap tentang sinking fund di bawah ini.

Apa Itu Sinking Fund

Istilah sinking fund memang jarang digunakan dan terdengar di masyarakat apabila dibandingkan dengan istilah dana darurat. Akan tetapi, sebenarnya masyarakat sudah mempraktekkan secara langsung konsep menabung yang satu ini.

Sinking fund adalah anggaran keuangan yang khusus dibuat untuk memenuhi suatu kebutuhan atau kepentingan di masa depan. Oleh karena itu, tujuan dari sinking fund akan berbeda-beda pada setiap orang karena menyesuaikan dengan kebutuhan pribadi masing-masing, seperti untuk memulai bisnis, menikah, persiapan liburan, renovasi rumah, membeli mobil, pendidikan anak dan lain sebagainya.

Dari pengertian diatas, dapat dilihat bahwa sinking fund merupakan dana yang bisa anda gunakan tanpa harus merasa bersalah, karena anda memang sengaja mengumpulkannya dan ini diluar dari kebutuhan pokok. Walaupun berbeda dengan dana darurat, akan lebih baik jika anda untuk mempersiapkan keduanya, karena keduanya mempunyai manfaatnya masing-masing.

Fungsi Sinking Fund

Dengan memiliki sinking fund, hal ini dapat mencegah gangguan pada arus kas anda, sehingga anda tetap bisa merealisasikan kebutuhan lainnya tanpa mengganggu keuangan anda. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari sinking fund:

1.     Mempersiapkan Keinginan atau Kebutuhan dalam Jangka Panjang

Fungsi pertama dari sinking fund adalah anda bisa mempersiapkan dana untuk memenuhi keinginan di masa depan. Anda bisa memikirkan keinginan atau kebutuhan jangka panjang dan mempersiapkannya melalui sinking fund tanpa mengganggu kondisi finansial.

2.     Menghindarkan Diri dari Hutang

Dengan mengalokasikan sinking fund secara rutin, hal ini bisa menghindarkan anda dari terlilit hutang. Walaupun anda tidak bisa langsung memenuhi keinginan atau kebutuhan anda, tetapi anda bisa mengetahui kapan keinginan tersebut bisa anda capai.

3.     Jangka Waktu Pencapaian yang Lebih Jelas

Dengan sinking fund, anda mempunyai jangka waktu yang lebih jelas untuk mencapai keinginan anda, karena anda sendiri yang  menargetkan keinginan tersebut.

4.     Menabung untuk Banyak Keinginan secara Bersamaan

Anda bisa menabung untuk banyak keinginan sekaligus dengan mengalokasikan sinking fund. Contohnya, anda bisa menabung Rp20 juta selama 2 tahun untuk membeli hunian. Tetapi sebenarnya disaat yang bersamaan, anda bisa menabung Rp 12 juta dan Rp 8 juta selama 4 tahun untuk membeli hunian dan kendaraan pribadi.

Perbedaan Sinking Fund & Dana Darurat

Seperti yang sudah disampaikan diatas, bahwa masih banyak orang yang menganggap sinking fund sama dengan dana darurat. Berikut adalah perbedaan dari sinking fund dan emergency fund (dana darurat).

Sinking FundEmergency Fund (Dana Darurat)
Sinking Fund adalah biaya yang anda persiapkan untuk kebutuhan di masa mendatang.Emergency fund atau dana darurat adalah aset yang stabil dan likuid yang bisa anda gunakan saat dalam keadaan darurat.
Sinking fund biasanya berupa sejumlah uang.Emergency fund atau dana darurat dapat berupa emas yang sifatnya lebih stabil dan cukup likuid untuk dijual dalam waktu cepat.
Sinking fund biasanya digunakan untuk menjaga supaya nilai aset tetap stabilSeperti namanya, emergency fund digunakan untuk mengatasi atau memenuhi kebutuhan darurat yang mendesak, contohnya seperti saat anda sedang kehilangan pekerjaan.

Pentingnya Mengumpulkan Sinking Fund 

Adanya Sinking fund tentu memiliki tujuan yang bermanfaat bagi kehidupan. Dari penjelasan diatas, mengumpulkan sinking fund sama pentingnya dengan dana darurat. Berikut ini alasan kenapa penting bagi anda untuk mengumpulkan sinking fund.

1.     Dapat Menciptakan Keuangan Yang Lebih Baik Dan Sehat

Dengan mengumpulkan sinking fund anda bisa memiliki keuangan pribadi yang sehat, karena anda telah merencanakan kebutuhan apa saja yang ingin dibeli, sehingga hal ini akan membantu agar keuangan anda tetap sehat dan terkelola dengan baik.

2.     Mengurangi Utang

Potensi anda untuk berhutang semakin berkurang, karena anda sudah mempunyai atau menyiapkan dana tersendiri.

3.     Bersenang-Senang Tanpa Rasa Bersalah

Dengan mengumpulkan sinking fund berarti anda sudah mengalokasikan anggaran sejak awal, sehingga anda bisa bersenang-senang tanpa merasa bersalah karena sudah menyiapkannya sejak awal dan anda tidak perlu menggunakan uang tabungan atau dana darurat untuk bersenang-senang.

Cara Membuat Sinking Fund

Jika anda berencana untuk membuat Sinking fund maka perlu memperhatikan beberapa hal penting berikut ini.  Dalam membuat simpan Anda membutuhkan tujuan hingga target yang ingin dicapai.  untuk lebih lengkapnya Anda bisa melihat cara membuat skin fan seperti dibawah ini.

1.     Menentukan Tujuan Keuangan

Hal pertama yang bisa anda lakukan untuk mengumpulkan sinking fund adalah dengan membuat daftar yang berisi apa saja kebutuhan atau keinginan anda. Apabila anda perlu menyiapkan sinking fund dalam satu waktu, anda bisa mendahulukan kebutuhan yang perlu dipersiapkan dalam waktu singkat.

2.     Membuka Rekening Khusus

Anda juga bisa membuat rekening khusus untuk menempatkan sinking fund, sehingga dana tersebut tidak bercampur dengan dana lainnya.

3.     Menentukan Target Jumlah Sinking Fund

Selanjutnya adalah menentukan jumlah sinking fund, supaya dana yang terkumpul efektif dan anda bisa melakukan estimasi dengan akurat.

4.     Tetapkan Jumlah Dana Yang Akan Disisihkan Secara Rutin

Setelah menentukan nominal target sinking fund, maka selanjutnya anda bisa menetapkan jumlah uang yang harus anda sisihkan secara rutin.

5.     Menambah Jumlah Penghasilan

Setelah mengetahui jadwal dan total biaya yang diperlukan, maka selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah konsisten untuk menabung. Kamu juga mencari tambahan penghasilan supaya keinginan dan kebutuhan tersebut bisa tercapai lebih cepat.

Contoh Sinking Fund

Contoh Sinking fund adalah misal ada seseorang yang berencana menyisihkan dana sebesar Rp 1,5 juta dari pendapatan per bulannya selama 5 tahun dengan tingkat suku bunga yaitu 6%. Dana tersebut rencananya akan dipakai untuk pelunasan utang yang baru dan diambil untuk proyek ekspansi yang sedang berlangsung.

Maka jumlah sinking fund yang bisa disisihkan oleh padi selama 5 tahun adalah Rp 244.580.155. Dari nominal tersebut jika seandainya orang tersebut berhutang senilai Rp 250.000.000 selama 5 tahun untuk proyek ekspansi maka saat jatuh tempo Ia hanya perlu menambahkan uang kas senilai  Rp 541 9844. Contoh sinking fund di atas adalah contoh secara umum yang bisa anda aplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari disesuaikan dengan pendapatan. 

Cara Menghitung Sinking Fund

Sebenarnya tidak ada rumus yang pasti untuk menentukan sinking fund, karena jumlah sinking fund setiap orang tentunya akan berbeda-beda berdasarkan keinginan atau tujuan keuangan masing-masing. Sebelum menghitung jumlah sinking fund yang perlu disisihkan, pertama-tama anda harus mengetahui alokasi keuangan utama anda terlebih dahulu, dan sisanya bisa dianggarkan untuk sinking fund.

Misalkan anda ingin membeli rumah dengan harga sekitar Rp 450 juta, sedangkan penghasilan bulanan anda sebesar Rp 40 juta. Maka anda bisa coba menghitungnya dengan cara sebagai berikut:

Alokasi Keuangan:

–        Kebutuhan Pokok   30%

–        Investasi                 10%

–        Dana Darurat          20%

–        Donasi                     10%

–        Sinking Fund           30%

Berdasarkan situasi diatas, maka rumus sinking fund adalah 30% x penghasilan, berarti anda harus mengalokasikan dana 30% dari gaji untuk membeli rumah.

30% x Rp 40 juta = Rp 12 juta.

Berdasarkan rumus tersebut, jadi jumlah sinking fund yang harus anda sisihkan setiap bulan sejumlah Rp 12 juta selama kurang lebih 38 bulan untuk membeli rumah yang anda inginkan.

Dapatkan Modal Usaha Tepat Untuk Usaha Cermat!

Dari pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sinking fund adalah dana yang perlu anda persiapkan untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan di masa depan seperti keperluan untuk menikah, persiapan liburan atau membuka bisnis. Apabila anda membutuhkan modal untuk menjalankan usaha, selain dengan mengumpulkan sinking fund anda juga bisa mendapatkan tambahan dana dari pihak lain karena saat ini banyak sekali platform yang bisa memberikan anda pinjaman dana. 

Salah satunya adalah Danamas, platform pinjaman multiguna yang sudah diawasi dan mendapatkan izin dari OJK. Melalui Danamas, anda bisa mendapatkan tambahan modal hingga 2 miliar rupiah dengan jaminan properti. Pengajuan bisa anda ajukan dengan praktis serta bisa diakses kapanpun dan dimanapun melalui aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis

Untuk lebih memudahkan Anda, coba simulasikan cicilan di kalkulator simulasi kredit. Ada juga kalkulator pinjaman untuk cek nilai properti yang Anda agunkan. Selengkapnya bisa Anda akses di website kami disini untuk pinjaman online umkm terpercaya!

rumus-bunga-majemuk

Bunga Majemuk: Pengertian, Rumus & Bedanya Dengan Bunga Tunggal

Ketika anda menabung disebuah bank, ada kalanya anda mendapatkan sebuah bunga. Tak hanya menabung saja, ketika anda meminjam uang pun bunga pasti akan selalu ada. Dalam proses investasi atau pinjaman dana, sering kali kita mendengar bunga majemuk dan bunga tunggal. Apa anda sudah familiar dengan istilah tersebut? Biasanya bunga majemuk muncul sebagai kompensasi atau tanda balas jasa dari penerima ke pemberi dana.

Di artikel ini, kami akan membahas tentang jenis bunga, yaitu bunga majemuk dan bunga tunggal. Umumnya bunga majemuk dipahami sebagai bunga yang diberikan tiap akhir jangka waktu tertentu berdasarkan modal awal. Sedangkan bunga tunggal adalah bunga yang nilainya selalu tetap. Hal ini penting untuk Anda ketahui sebelum mengajukan pinjaman.

Karena hal itulah lembaga keuangan yang mengatur sistem ekonomi harus memperhitungkan faktor waktu pinjaman dan suku bunga yang dipakai untuk menghitung besaran bunga. Penasaran tentang bunga majemuk dan bunga tunggal? Simak artikel ini, yuk! Dengan menghitung jangka waktu dan bunga, penjelasan di bawah akan membantu anda untuk mengetahui bagaimana cara menghitung bunga majemuk dan bunga tunggal.  

Apa Itu Bunga Majemuk

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, bunga majemuk merupakan bunga yang dapat dihitung atas jumlah pinjaman pokok dan bunga yang  sebelumnya diperoleh. Jika diberikan sebuah contoh, berikut adalah perumpamaannya; jika seseorang menyimpan sebanyak Rp 2.000 pada tingkat 10% tahun, hasil akhirnya akan menjadi Rp 2.100 dan saat tahun berikutnya, uang itu akan menjadi Rp 2.210. 

Konsep dari bunga majemuk ini diduga berasal dari Italia pada abad ke-17. Konsep bunga majemuk ini dapat dianggap sebagai “bunganya bunga,” dimana jumlah pada uang tersebut tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan bunga sederhana.

Fungsi Bunga Majemuk

Umumnya konsep bunga majemuk dipakai untuk berbagai produk perbankan dan investasi. Bunga majemuk ini akan semakin menguntungkan penerimanya saat waktu yang mempengaruhinya memiliki durasi yang panjang. Meskipun begitu, adanya perbedaan pada kegunaan bunga majemuk produk investasi dan perbankan. Berikut adalah rincian perbedaan penerapannya:

a. Untuk Produk Pinjaman

Bunga majemuk yang dipakai untuk pinjaman konsumen mempunyai nilai tinggi. Artinya adalah pinjaman jenis konsumen yang umum seperti dalam bentuk kredit rumah, kredit motor, kredit mobil, kredit peralatan rumah tangga, kredit handphone dan lainnya. 

Jadi sistem bunga majemuk yang diberlakukan pada jenis pinjaman ini akan membebankan pembayaran angsuran tinggi pada para peminjamnya. Hal itu karena bunga yang dihasilkan semakin besar seiring pemilihan lama tempo angsuran. Jadi bunga tiap bulan cenderung besar, apalagi bila peminjam membayar jumlah pokok tinggi. Hal ini membuat sistem bunga majemuknya berbanding lurus.

b. Untuk Produk Investasi

Sistem bunga majemuk yang diberlakukan dalam kegiatan investasi, cenderung menguntungkan pihak investor. Konsep penerimaan keuntungan bagi investor yaitu bunga majemuk untuk produk investasi mempunyai sisi positif berbanding terbalik dengan fungsi pinjaman. Saat bunga majemuk diterapkan di produk investasi, maka otomatis keuntungan yang tinggi akan diperoleh investor.

Seperti yang diketahui kalau bunga majemuk ini mempunyai sistem yang nilainya bertambah tiap bulannya. Bertambahnya bunga tiap bulan, akan mengikuti nilai hasil kembalian investasi. Nilai hasil kembalian investasi akan otomatis semakin meningkat, sehingga perencana keuangan akan menyarankan para investor untuk memilih jangka waktu investasi paling panjang.

Makin lama investasi yang dilakukan, maka pundi kembaliannya juga akan tinggi. Bahkan perencana keuangan memberi saran adanya re-investasi. Ketika ada momentum tepat, maka bisa dilakukan penambahan jumlah investasi.

c. Pakai Produk Investasi Bunga Majemuk Untuk Generasi Milenial

Salah satu passive income yang bisa dipilih oleh generasi milenial adalah investasi dengan bunga majemuk. Investasi passive income ini bisa membentuk kesejahteraan, yaitu produk pertama dari tabungan masa depan dan produk kedua biasanya ada di pasar modal. Karena konsep bunga majemuk ini bisa dapat untung besar berbanding lurus dengan lamanya periode waktu. Maka sebaiknya generasi milenial mulai melirik investasi ini sejak dini. Makin muda anda investasi, maka untungnya juga makin menggiurkan.

d. Jenis & Perhitungan Bunga Majemuk

Di praktik penerapan perhitungan bunga majemuk, bunga ini punya 2 suku bunga yaitu bunga majemuk dengan suku bunga tetap. Nilai suku bunga tersebut tidak berubah selama periode waktu yang sudah disepakati. Dan bentuk suku bunga kedua bersifat mengambang. Suku bunga itu bisa berfluktuasi berdasarkan penentuan nilai dari suku bunga.

Untuk perhitungan bunga majemuk, memiliki kerumitan tinggi. Disebabkan karena adanya sistem pengelompokkan bunga menjadi satu. Pengelompokkan itu didasari nilai dari modal dan modal dapat diperoleh secara tahunan, 6 bulan, 4 bulan atau bahkan tiap bulan. Konsep tersebut yang sering dikatakan periode dari bunga. Maka cermatlah menjaga nilai modal agar tetap tinggi. 

Rumus Bunga Majemuk

Untuk menghitung bunga majemuk, terdapat sebuah rumus yang dapat digunakan. Berikut adalah rumus untuk menghitung jumlah akhir tabungan anda setelah melewati proses bunga majemuk:

Na = Nt (1+i)n

Keterangan dari rumus tersebut adalah sebagai berikut:

Na : Nilai akhir

Nt : Nilai tunai

i : % suku bunga

n : jangka waktu

Cara Menghitung Bunga Majemuk

Untuk mengetahui soal hitungan bunga majemuk lebih lanjut, berikut adalah sebuah contoh soal hitungan bunga majemuk:

Anda menyimpan uang di Bank sebesar Rp 5.000.000,00 selama 5 tahun dengan suku bunga majemuk 3% per tahun. Besar nilai akhir yang didapatkan pada tahun ke-5 adalah ….

Jawab:

Diketahui: 

Nilai tunai = Rp 5.000.000,00

Jangka waktu = 5 tahun

Suku bunga % = 3% = 0,03

Kita selanjutnya melihat kepada rumus yang sudah diberitahukan pada poin di atas. Rumus tersebut adalah sebagai berikut

Na = Nt (1+i)n

Na disini merupakan nilai akhir. Sedangkan Nt adalah 5 juta, kemudian dikalikan dengan 5 kuadrat dari hasil penambahan 1 dan suku bunga. Jika menuliskan semua ini kedalam rumus di atas, berikut adalah hasilnya: 

Na = 5.000.000 (1+0.03)5

Dengan menghitung dari rumus ini, hasil nilai akhir yang akan didapatkan setelah melewati jangka waktu selama 5 tahun adalah sebesar Rp 5.796.370.

Apa Itu Bunga Tunggal

Arti bunga secara umum adalah uang yang dibayarkan atau penggunaan uang. Biasanya bunga dituliskan dalam bentuk persentase. Persentase yang dihitung hanya berdasarkan modal awal disebut bunga tunggal. Arti lebih luas, saat orang meminjam uang ke pihak lain maka ia harus mengembalikan uang tadi dan biasanya ada biaya tambahan yang disebut bunga. Bunga merujuk ke definisi uang yang diperoleh bila menabung di bank. 

Saat orang menabung di bank, maka ia akan dapat uang tambahan atas pemakaian uang tersebut. Uang tambahan itu yang disebut bunga. Ada dua jenis bunga, yakni bunga tunggal dan bunga majemuk.

Jadi bunga tunggal adalah bunga yang dikenakan pada modalnya saja. Sedangkan bunganya tidak berbunga lagi.

Rumus Bunga Tunggal

Untuk lebih memahami permasalahan pinjaman dan tabungan di bunga tunggal, ada beberapa istilah yang harus dipahami terlebih dahulu, yaitu:

  • Modal (M) adalah uang yang ditabung atau dipinjam
  • Persentase bunga (b) adalah persentase yang dipakai untuk hitung besarnya bunga yang harus dibayar. Umumnya persentase bunga dinyatakan per tahun (bunga per tahun) kecuali bila diberikan informasi lain
  • Waktu (t) adalah lamanya uang ditabung atau dipinjam.

Jadi 3 hal di atas berpengaruh pada besarnya bunga yang harus dibayar. Misalnya M, b dan t berturut-turut adalah modal, persentase bunga per tahun dan waktu (dalam tahun). Jadi besar bunga adalah:

Bunga = Modal x Persentase bunga x waktu

atau B = M x b x t

Karena bunga adalah uang tambahan, jadi setelah bunganya dihitung, bisa menentukan jumlah total uang dengan menjumlahkan modal serta bunganya. Jumlah total saldo tabungan atau jumlah total pinjaman adalah hasil penjumlahan dari modal dan bunga, rumusnya adalah

Jumlah total uang = modal + bunga

Cara Kerja Bunga Tunggal

Jadi bunga tunggal yaitu bunga yang dihitung dari pinjaman pokok tanpa adanya akumulasi ke bulan berikutnya. Contoh penerapan ada di penghitungan deposito nasabah bank. Agar lebih memahami, berikut adalah contoh soal bunga tunggal:

Andi menabung sebesar Rp 30.000.000 di bank selama 5 tahun. Persentase bunga di bank adalah 4,5%. Jadi berapa bunga tunggal yang diperoleh Andi?

Modal = Rp 30.000.000

Persentase bunga = 4,5% per tahun

Jawabannya:

Bunga = M x b x t

Bunga = Rp 30.000.000 x 4,5% x 5

Bunga = Rp 6.750.000

Jadi bunga yang didapatkan andi setelah menabung 5 tahun adalah Rp 6.750.000.

Untuk total uang Andi selama 5 tahun adalah

Total jumlah uang = Modal + bunga tunggal

= Rp 30.000.000 + Rp 6.750.000

= Rp 36.750.000

Jadi total uang Andi setelah menabung 5 tahun dan memperoleh bunga tunggal adalah Rp 36.750.000

Perbedaan Bunga Majemuk & Bunga Tunggal 

Apa anda sudah mengerti tentang bunga majemuk dan bunga tunggal? Meskipun keduanya merupakan sebuah bunga, bunga majemuk memiliki sebuah perbedaan dengan bunga tunggal. Agar lebih paham, berikut adalah perbedaan keduanya. 

Bunga MajemukBunga Tunggal
1. Bunga majemuk memiliki bunga yang nilainya tidak tetap setiap periode. Seperti contoh di atas, bunga majemuk bisa terus-menerus bertambah sesuai dengan bunga yang ada, sehingga hasil akhir setelah diberi bunga, bisa saja menjadi lebih besar dibanding dengan ketika diberikan bunga tetap.1. Bunga tunggal merupakan sebuah bunga yang memiliki nilai yang tetap, dan itu selalu terjadi. 
2. Jika dilihat dari perhitungan bunga, bunga majemuk merupakan sebuah bunga yang mengacu pada modal awal yang kemudian ditambah dengan bunga periode sebelumnya yang telah diakumulasi2. Bunga tunggal memiliki nilai yang sama dari awal periode hingga akhir, 
3. Untuk bunga majemuk rumus yang digunakan memang sedikit lebih sukar, dengan menggunakan kuadrat. Kuadrat ini melambangkan akumulasi yang bisa didapatkan selama periode tertentu. Jika melihat contoh di atas, rumus di atas menggunakan kuadrat 5 untuk melambangkan periode 5 tahun. 3. Rumus perhitungan bunga tunggal jauh lebih mudah.  
4. Bunga majemuk merupakan sebuah bunga yang terakumulasi, dan kemudian ditambahkan kepada jumlah nilai tunai pada awalnya.4. Bunga yang per tahunnya memiliki bunga yang sudah tetap

Baca juga: Cara Menghitung Bunga Pinjaman & Contohnya

Berbeda dengan Danamas merupakan sebuah layanan peminjaman agunan properti yang memiliki bunga efektif yang cukup kompetitif, dimulai dari 15,25% per tahun. Pinjaman dari Danamas bisa membantu untuk menjalankan bisnis anda. Pinjaman online terpercaya ini bisa memberikan bantuan dana sampai Rp 2 miliar. Dengan suntikan dana yang besar, tentu anda bisa mengembangkan bisnis sangat cepat. Waktu tenor yang diberikan juga cukup lama sampai 10 tahun. Jadi anda memiliki waktu yang panjang dan bisa tetap fokus untuk berbisnis.Yuk simulasikan pinjaman dan nilai properti dengan kalkulator simulasi properti dan kalkulator pinjaman di website Danamas. Agar permohonan pinjaman bisa lebih praktis dan mudah, download Aplikasi Danamas Pinjaman Bisnis segera! Untuk info lebih lengkap, klik DISINI!