negosiasi bisnis

Negosiasi adalah salah satu aktivitas yang sering anda temui dalam ruang lingkup pekerjaan termasuk bisnis. Kegiatan negosiasi dilakukan untuk mendapatkan kesepakatan yang mufakat antara pengusaha dan stakeholdernya seperti supplier, investor, pelanggan dan lain-lain. Negosiasi perlu dilakukan dengan baik untuk membuat kontrak kerjasama yang sesuai dengan keinginan investasi bisnis ekspansi bisnis dan lain hal. Untuk itu anda perlu mengetahui apa itu negosiasi bisnis dan bagaimana trik negosiasi agar mencapai target usaha.

Apa Itu Negosiasi

Negosiasi adalah usaha tawar-menawar yang diperlukan sebelum mencapai sebuah kesepakatan antara kedua belah pihak. Negosiasi terjadi karena belum adanya kesepakatan yang pasti di antara kedua belah pihak maka dari itu salah satu pihak perlu untuk menawar kembali. Negosiasi tidak hanya dilakukan untuk menemukan kesepakatan namun juga didalamnya terdapat perjanjian hingga kerjasama yang mampu mempengaruhi keputusan orang lain.

Proses negosiasi umumnya dilakukan oleh kedua belah pihak namun tidak jarang juga melibatkan pihak ketiga bahkan keempat. Pihak ketiga bisa disebut sebagai negosiator atau seseorang yang memiliki kemampuan negosiasi dan etika komunikasi bisnis yang baik.

Tujuan Negosiasi

  • Negosiasi dapat menyelesaikan konflik atau perdebatan akibat perbedaan pendapat. 
  • Negosiasi juga bisa memberikan kesepakatan atau jalan keluar dari sebuah perbedaan pendapat
  • Negosiasi mampu menghindari hal-hal negatif yang bisa muncul dari bisnis seperti perbedaan pendapat dan pertikaian karena adanya pihak yang tidak ingin mengalah.
  • Negosiasi mampu menyatukan beberapa perbedaan pendapat agar memperoleh kesepakatan bersama.

Strategi Negosiasi Bisnis

Negosiasi bisnis bukan soal menang atau kalah, namun seperti yang sudah disebutkan diatas, tujuan dalam negosiasi adalah hal-hal yang bisa menghubungkan dan mendapatkan kesepakatan yang sama-sama menguntungkan. Berikut strategi negosiasi bisnis yang bisa Anda coba.

  • Win Win Solution

Negosiasi bisnis bukan perkara menang atau kalah melainkan mencari solusi yang bisa menguntungkan kedua belah pihak. Maka anda perlu berfikir tentang apa yang ingin anda inginkan dan apa yang diinginkan oleh pihak lain. Selain itu pikirkan pula apa saja yang tidak dimiliki oleh kedua belah pihak tersebut. Lalu usulkan kesepakatan yang memenuhi kebutuhan kedua belah pihak dan menghasilkan keuntungan. Kedua-duanya pun harus sama-sama merasa sepakat atas hasil yang sudah didiskusikan.

  • Buka Negosiasi Bisnis Dengan Tawaran Tinggi Atau Sebaliknya 

Jika saat negosiasi Anda Anda adalah pihak penjual maka sebaiknya berikan tawaran dengan harga tinggi dari harga yang anda terima. Maka nantinya harga tersebut akan ditawar lebih rendah.

Jika pada proses negosiasi anda tetap diminta untuk menurunkan harga maka sebaiknya pasang tawaran tinggi terlebih dahulu dan pasang harga rendah yang sesuai dengan anda inginkan. Anda bisa bernegosiasi untuk mendapatkan penurunan harga yang memang sesuai.

  • Tetapkan Tenggat Waktu Untuk Penawaran

Jika anda merasa bahwa penawaran tersebut sudah cukup masuk akal maka selanjutnya adalah berikan waktu kepada mitra negosiasi anda untuk menerima penawaran tersebut. Dengan menetapkan tingkat waktu maka anda pun bisa memiliki waktu yang tegas terhadap pihak lain sehingga kesepakatan bisa cepat terealisasikan.

  • Gunakan Cara Mirroring

Selanjutnya negosiasi bisnis menggunakan cara mirroring menunjukkan bahwa anda  memperhatikan lawan bicara. Mengulang kata-kata yang penting dari pihak lain bisa cukup efektif agar mereka setuju dengan apa yang kita inginkan dalam negosiasi ini. Selain itu ini menunjukkan bahwa anda memperhatikan mereka.

  • Gestur Tubuh Sebagai Petunjuk

Saat bernegosiasi Anda juga harus menggunakan gestur atau bahasa tubuh. Reaksi-reaksi dalam komunikasi ini bisa menegaskan reaksi yang Anda rasakan saat negosiasi. Selain itu pihak lain pun akan mencoba menghitung ulang penawaran mereka jika anda merasa tidak setuju dengan penawaran sebelumnya.

  •  Menerima Alternatif Terbaik

Jika dalam negosiasi kedua belah pihak merasa kukuh dalam penawaran yang masing-masing sehingga tidak mencapai kesepakatan cobalah untuk menerima alternatif lain yang ditawarkan.

Trik Dalam Bernegosiasi Bisnis

Negosiasi bisnis ada beberapa taktik yang bisa anda lakukan dan hal-hal yang sebaiknya dihindari antara lain:

  • Mengernyit (The Wince)

Taktik dalam bernegosiasi ini dikenal sebagai istilah Flinch atau terkejut. Flinch merupakan sebuah reaksi negatif terhadap Sebuah Tawaran seseorang. 

  •  Berdiam (The Silence)

Jika saat negosiasi bisnis anda tidak suka dengan pernyataan oleh pernyataan dari seseorang maka diam-diam bisa menjadi pilihan yang terbaik untuk anda. Dengan respon ini pihak lain mungkin akan merasa kurang nyaman  karena suasana menjadi hening sehingga merekapun mengisi kekosongan antara anda dan pihak lain. Di momen ini umumnya pihak lain akan merespon dengan konvensi atau memberikan kelonggaran.

  • Kelakuan Menghina (Outrageous Behavior)

Saat bernegosiasi bisnis anda mungkin akan menemukan beberapa perilaku yang kurang baik untuk bisa diterima oleh pihak lain. Kelakuan yang kurang baik tersebut biasanya dilakukan agar pihak lain menyetujui penawaran anda. 

  • Yang Tertulis (The Written Word)

Praktik ini merupakan sebuah persyaratan yang biasanya ditulis dalam perjanjian yang tidak bisa diganggu gugat. Contohnya antara lain perjanjian sewa guna usaha atau leasing, uang dan lain-lain.

  •  Pertukaran (Trade Off)

Taktik ini biasanya dipakai sebagai bagian dari tawar-menawar. Pertukaran hanya menawarkan konsesi hingga semua pihak setuju dengan syarat-syaratnya. Pertukaran atau trade off biasanya dipakai untuk melakukan kompromi.

  •  Ultimatum (The Ultimatum)

Pemakaian ultimatum dalam negosiasi bisnis biasanya cukup efektif sebagai taktik pembuka dalam negosiasi. Anda bisa menggunakan teknik ini jika anda merasa perlu.

  • Berjalan Keluar (Walking Out)

Teknik ini bisa digunakan oleh pihak untuk memberikan tekanan pada pihak lain. Namun umumnya hal ini cukup sering dihindari oleh beberapa orang.

  • Mampu Untuk Mengatakan Tidak (The Ability To Say No)

Taktik ini cukup sering digunakan oleh orang saat bernegosiasi bisnis. Sebaiknya jangan ragu untuk mengatakan tidak jika anda merasa kurang yakin atau tidak setuju dengan penawaran pihak lain. 

Faktor Utama Dalam Negosiasi Bisnis

  •  Para Pihak Yang Terlibat

Anda perlu mengenal siapa saja yang berpartisipasi dalam negosiasi ini serta tujuan mereka. Selain itu Anda juga perlu mengenal latar belakang dan bagaimana hal tersebut bisa mempengaruhi peran melakukan negosiasi ini.

  •  Hubungan

Anda perlu mengenal bagaimana hubungan antara pihak yang melakukan negosiasi. beberapa pertanyaan yang perlu diajukan seperti terhubung dan apa fungsinya di dalam kegiatan negosiasi ini.

  •  Komunikasi

Komunikasi berkaitan dengan kepentingan para negosiator yang bisa mengkomunikasikan pesan mereka dengan baik. Maka bagaimana cara yang efektif untuk mengutarakan hasil yang diinginkan dan bagaimana pihak lawan bisa yakin bahwa mereka akan didengarkan.

  • Opsi Realistis

Anda perlu membuat beberapa opsi seperti apakah pihak lain memungkinkan kedua belah pihak untuk mendapatkan hasil yang menguntungkan. Apakah para negosiator sudah mengeluarkan pendapatnya tentang pilihan yang lebih fleksibel?

  • Klaim Yang Sah

Setiap permintaan dan janji yang dinyatakan oleh masing-masing pihak yang bernegosiasi haruslah sah. Maka para negosiator perlu menawarkan bukti untuk mendukung klaimnya dan membuktikan bahwa tuntutannya sudah valid. 

Negosiasi bisnis ini sangat penting dan perlu Anda pelajari bagi pelaku bisnis umkm. Dengan berbekal kemampuan negosiasi ini maka mungkin bisa membuka peluang bisnis yang menjanjikan kedepannya. Selain soft skill, Anda juga butuh modal usaha agar bisnis lebih besar lagi. Salah satu fintech lending berizin dan diawasi OJK adalah Danamas yang bisa jadi pilihan Anda dalam mendapatkan modal usaha besar. Ajukan pinjaman beragunan properti Anda dan simulasikan di website Danamas. 

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

pengertian industri

Pengertian Industri, Jenis Industri & Tujuan Pembangunan Industri

Dalam dunia bisnis tentu berkaitan erat dengan industri dalam produksi barang. Industri dalam sebuah bisnis perlu dipahami agar bisnis anda bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang ingin anda kembangkan. Ada berbagai pemahaman tentang industri dan seluk-beluknya yang perlu Anda ketahui seperti berikut ini.

Menurut KBBI, industri adalah sebuah kegiatan dalam memproses dan mengolah sebuah barang serta menggunakan sarana dan peralatan seperti mesin. Pengertian industri secara umum adalah sebuah proses dalam kegiatan perekonomian yang bisa mengubah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. 

Tujuan pengembangan  industri  ini adalah agar sebuah benda memiliki nilai lebih serta memiliki nilai kegunaan dan nilai jual. Nilai lebih dalam sebuah produk inilah yang nantinya bisa menjadi sumber keuntungan bagi para pebisnis atau produsen. Di Indonesia sendiri ada undang-undang yang mengatur pengertian industri ini yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 yang mendefinisikan industri sebagai kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku bahan mentah bahan setengah jadi atau bahan barang yang bisa diubah menjadi sebuah produk dengan nilai yang tinggi serta mendapatkan keuntungan.

Jenis-Jenis Industri

  • Industri Ekstraktif

Industri ini tergolong dalam sebuah perusahaan yang memanfaatkan bahan baku dari lingkungan secara langsung. Contoh industri ekstraktif adalah industri pertanian, industri  peternakan, serta industri peternakan.

  •  Industri Non Ekstraktif

Industri non ekstraktif adalah industri yang memanfaatkan bahan baku berasal dari alam. Contoh dari industri non ekstraktif adalah pemintalan kapas dan industri kayu lapis.

  • Industri Fasilitatif

Industri fasilitatif adalah kegiatan industri yang dasarnya menjual layanan dan diberikan untuk kebutuhan orang banyak. Contoh industri fasilitatif adalah industri perbankan.

Jenis Industri Modal

  • Industri Nasional

Pengertian industri nasional adalah industri yang memiliki penanaman modal bersumber dari dalam negeri serta tidak ada sedikitpun investor asing. Contoh Industri nasional adalah industri mesin barata.

  •  Industri Swasta Nasional

Pengertian industri swasta nasional adalah industri yang semua modalnya berasal dari pengusaha dalam negeri. Contoh industri swasta nasional adalah Unilever.

  •  Industri Asing

Industri asing merupakan industri yang semua modalnya berasal dari pengusaha asing namun dalam pelaksanaannya tetap berdasarkan aturan pemerintah yang berlaku di wilayah tersebut. Contoh industri asing adalah coca-cola.

  •  Industri Bersama

Industri bersama memiliki modal yang berasal dari pengusaha dalam negeri atau pemerintah dengan modal dari pengusaha asing dan pemerintah asing. contoh industri bersama adalah kodak Toyota.

Jenis Industri Berdasarkan Daya Tampung Tenaga Kerja

  •  Industri Padat Karya

Pengertian industri padat karya adalah sebuah kegiatan yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang banyak. Contoh industri padat karya adalah makanan beku, industri jamu, dan industri mebel.

  • Industri Padat Modal

Industri padat modal adalah sebuah industri yang memiliki kinerja lebih banyak menggunakan modal modal seperti mesin atau uang. Contoh industri padat modal adalah industri besi baja.

Jenis Industri Berdasarkan Produktivitas Perorangan

  • Industri Primer

Pengertian industri primer adalah sebuah industri yang menghasilkan barang tanpa diikuti dengan pengolahan lanjutan. Contoh Industri anyaman dan industri penggilingan ikan.

  • Industri Sekunder

Industri sekunder adalah sebuah industri yang menghasilkan barang yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut. Jenis contoh sekunder adalah industri pemintalan dan industri alat elektronik.

  • Industri Tersier

Industri tersier umumnya bergerak dalam bidang jasa. contoh industri tersier adalah industri pariwisata, industri biro perjalanan, dan industri Hotel atau penginapan.

Jenis Industri Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja 

  • Industri Besar

Pengertian industri besar adalah industri yang memiliki tenaga kerja dengan mempekerjakan orang lebih dari 100 orang. Contoh industri besar antara lain semen dan lebur besi.

  • Industri Sedang

Industri yang memiliki tenaga kerja atau mempekerjakan antara 20 sampai 99 orang. Contoh industri sedang adalah industri sepatu dan sandal.

  • Industri Kecil

Pengertian dari industri kecil adalah industri yang mempekerjakan antara 5 sampai 19 orang. Contoh industri kecil adalah industri kerajinan tangan.

  • Industri Rumah Tangga

Pengertian industri rumah tangga dikategorikan sebagai industri yang mempekerjakan pekerja antara 1-4 orang. Contoh Industri rumah tangga adalah industri makanan ringan.

Pengertian Pembangunan Industri

Pengertian pembangunan industri adalah salah satu unsur dari pembangunan perekonomian sebuah negara yang menerapkan berbagai prinsip pembangunan industri yang berkelanjutan. Pembangunan industri ini didasari berdasarkan aspek pembangunan ekonomi lingkungan hidup dan juga sosial. Dalam Undang-Undang Perindustrian Pasal 2 menjelaskan tentang landasan serta tujuan pembangunan industri. Pembangunan industri dilakukan atas dasar kepercayaan dan kemampuan serta kekuatan diri sendiri manfaat dan kelestarian sebuah lingkungan hidup.

Tujuan Pembangunan Industri

  • Pembangunan industri bertujuan untuk menjadikan rakyat lebih sejahtera dan makmur. Pemanfaatan sumber daya alam dan hasil budidaya untuk berbagai kegiatan industri dengan memperhatikan keseimbangan serta kelestarian lingkungan hidup juga harus memberikan hasil yang merata serta adil bagi Kesejahteraan Rakyat.
  • Pembangunan industri juga bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Maka perlu adanya perubahan struktur perekonomian menuju kearah yang lebih maju sehat dan juga baik serta seimbang. Semua itu dilakukan sebagai bentuk usaha untuk mewujudkan dasar yang kuat dan luas bagi perekonomian ekonomi pada umumnya serta memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan industri pada khususnya.
  • Pertumbuhan ekonomi meningkatkan peran serta dalam industri, seperti contoh industri kecil atau industri rumah tangga yang didalamnya melibatkan peran masyarakat sekitar dari golongan terbawah. 
  • Tujuan dari pembangunan industri juga bisa meratakan kesempatan pekerjaan, maka secara otomatis peluang kerja juga akan terbuka lebar di tengah masyarakat.
  • Tujuan lainnya adalah untuk pengembangan pusat pertumbuhan industri. 
  • Pembangunan Industri ini juga mampu meningkatkan penerimaan devisa sebagai bentuk industri yang sudah ada maka diharapkan bisa mendatangkan devisa besar bagi perekonomian sebuah negara.
  • Pembangunan industri ini juga bisa menciptakan stabilitas nasional dan pertahanan yang kokoh dengan industri yang sudah meningkat serta kesejahteraan masyarakatnya yang sudah meningkat juga Maka dari itu akan mudah memperkuat sektor pertahanan dan keamanan. 

Baca juga: Mau Mulai Bisnis Kos- Kosan? Ini 5 Caranya agar Dilirik Konsumen

Bagi Anda yang ingin menjadi pengusaha, maka memiliki bisnis juga bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan industri yang mendukung perekonomian sebuah negara. Jika belum memiliki modal yang cukup, ajukan pinjaman modal usaha beragunan properti di Danamas. Anda bisa dapatkan pinjaman modal usaha hingga Rp 2 miliar. Simulasikan pinjaman Anda sekarang disini!

usaha ekstraktif adalah

Usaha Ekstraktif: Pengertian, Jenis, dan Cirinya

Indonesia terkenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah. Dengan kekayaan alam yang melimpah tersebut mengantarkan negara ini pada bidang usaha ekstraktif. Lantas, apa yang dimaksud dengan usaha ekstraktif? Simak dalam artikel berikut ini. 

Apa Itu Usaha Ekstraktif? 

Usaha ekstraktif merupakan kegiatan bisnis yang bergerak pada bidang pengelolaan sumber daya alam. Usaha ini melalui proses yang panjang mulai dari pengambilan bahan baku yang alami hingga proses pembuatan produk di pabrik. Usaha ini dilakukan di daerah yang kaya akan sumber daya alam. Usaha ini memerlukan pengawasan dan penerapan kebijakan dalam pelaksanaannya sehingga tenaga ahli sangat penting untuk keberlangsungan pengelolaan suatu produk dan memastikan agar produk tersebut memiliki kualitas yang baik. 

Ciri Usaha Ekstraktif 

Adapun ciri- ciri dari usaha ekstraktif adalah:

  1. Mencari peruntungan dari hasil Alam

Usaha ekstraktif memanfaatkan kekayaan alam dan proses pengelolaan barang dari suatu kegiatan usaha sesuai dengan prinsip ekonomi yaitu untuk menguntungkan semua pihak. 

  1. Bahannya Langsung Diambil dari Alam

Selain mengambil keuntungan, usaha ini memiliki cirinya, yaitu diamana usaha ini mengambil bahan yang langsung dari alam. 

Fungsi Usaha Ekstraktif 

Berkaitan dengan pengertian dari usaha ekstraktif, dapat diketahui bahwa fungsi usaha ini adalah sebagai berikut:

  • Bentuk pengganti produk alam lain di pasar
  • Memanfaatkan sumber daya alam
  • Sebagai sumber keuntungan
  • Menyediakan lapangan pekerjaan 

Jenis Usaha Ekstraktif 

  1. Di Bidang Perikanan

Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga banyak laut. Usaha di sektor perikanan umumnya meliputi penangkapan ikan, pengalengan ikan, serta pendistribusian ke daerah atau wilayah lainnya.

  1. Di Bidang Tambang

Di bidang tambang, usaha ekstraktif di bidang ini meliputi pengkajian, pengelolaan, dan juga pengelolaan hingga produk terakhir misalnya seperti minyak bumi, tembaga, timah, serta gas. 

  1. Di Bidang Agraris

Indonesia merupakan negara agraris, dimana pertanian sangat penting sehingga dapat menghasilkan keuntungan. Adapun tahapan dari usaha ekstraktif di bidang ini adalah penanaman, perawatan, panen, serta pemasaran produk yang telah diolah. Misalnya adalah gandum, beras, dan tempe.

  1. Di Bidang Pertenakan

Di bidang peternakan, prosesnya berjalan dari perkembangbiakan, pemeliharaan, serta budidaya ternak. Misalnya adalah daging, susu, dan produk- produk yang berasal dari kulit hewan. 

Contoh Usaha Ekstraktif

Dalam skala besar, proses ekstraksi barang biasanya bermula dari pengolahan barang mentah hingga menjadi barang yang siap untuk dipakai atau dikonsumsi. Kegiatan usaha ekstraktif bisa dilakukan baik dalam skala besar maupun individual atau perorangan. Contoh usaha ekstraktif perorangan adalah

  • Pengelolaan padi oleh petani
  • Pengelolaan sapi oleh peternak sapi
  • Penangkapan ikan oleh para nelayan 

Baca juga: Tingkatkan Contoh Keterampilan untuk Para Pebisnis Makin Sukses

Anda memiliki usaha di bidang UMKM dan ingin melakukan ekspansi namun terkendala modal? Danamas Pinjaman Bisnis merupakan platform pinjaman online beragunan properti yang dapat membantu Anda mendapatkan modal usaha dengan limit pinjaman hingga miliaran rupiah. Proses pengajuannya cepat dan mudah. Hanya dengan sertifikat properti Anda dapat mendapatkan pinjaman hingga Rp 2 miliar dan tenor yang panjang hingga 10 tahun.

macam macam sistem ekonomi

Pengertian, Jenis dan Ciri Sistem Ekonomi yang Perlu Anda Tahu

Setiap negara tentunya memiliki cara dalam menjalankan perekonomian. Perekonomian suatu negara dapat berjalan dengan baik dikarenakan adanya sistem yang tentunya mengatur hal tersebut. Sistem ini dikenal dengan nama sistem ekonomi. Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai jenis dan ciri sistem ekonomi pada artikel ini. 

Pengertian Sistem Ekonomi 

Sistem ekonomi merupakan susunan yang mengatur unsur- unsur yang terdapat dalam ekonomi yang saling berhubungan untuk memberikan solusi atau memecahkan masalah ekonomi suatu negara serta mencapai tujuan tertentu. 

Sistem ekonomi sangat penting dalam suatu negara karena berfungsi sebagai pendorong sistem produksi, distribusi barang dan jasa agar berjalan dengan lancar dan semestinya. Tanpa adanya sistem ekonomi, maka pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak dapat terjaga dengan baik.

Jenis dan Ciri Sistem Ekonomi 

Sistem ekonomi memiliki jenis dan ciri-cirinya tersendiri, berikut ini adalah beberapa jenis dan ciri sistem ekonomi yang dapat Anda ketahui:

  1. Sistem Ekonomi Tradisional

Merupakan sistem ekonomi yang memiliki hubungan dengan tradisi serta adat istiadat. Negara yang menggunakan sistem ini merupakan negara yang masih bergantung pada sektor pertanian dan produktivitasnya umumnya masih rendah, karena masyarakat belum memiliki keinginan untuk mengembangkan hartanya. Sistem ini memiliki kelebihan yakni terjaganya kondisi sumber daya alam dan tidak ada eksploitasi yang berlebihan.  Namun kekurangannya adalah susah berkembang.

Ciri – ciri yang menggunakan sistem ekonomi tradisional yakni:

  • Kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi hidup sehari hari
  • Bergantung pada sektor pertanian
  • Belum ada pembagian kerja
  • Bersifat kekeluargaan
  • Bertumpu pada adat istiadat
  1. Sistem Ekonomi Komando

Merupakan sistem dimana pemerintah memiliki kuasa terhadap ekonomi negaranya. Sistem ini dikuasai oleh pemerintah sehingga tidak ada pihak swasta atau perorangan yang menguasai sumber daya atau barang tertentu. Kelebihan dari sistem ini adalah negara mudah mengendalikan harga dan inflasi, namun kekurangannya adalah dapat dirasakan oleh masyarakat, dan inovasi masyarakat menjadi terhambat karena selalu mengandalkan pemerintah. Ciri – ciri yang menggunakan sistem ekonomi komando yakni:

  • Produksi, konsumsi, dan distribusi diatur oleh pemerintah
  • Tidak ada kebebasan dalam berekonomi
  • Pembagian kerja serta jenis pekerjaan diatur oleh regulasi pemerintah. 
  1. Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ini memberikan kebebasan kepada masyarakat dalam melakukan kegiatan perekonomian. Sistem ini dikenal juga dengan nama sistem ekonomi pasar atau ekonomi kapitalis. Dalam sistem ini pemerintah tidak memiliki pengaruh yang kuat untuk membatasi perekonomian masyarakatnya. Kelebihannya adalah kebebasan individu di bidang ekonomi, untuk kelemahan dari sistem ini adalah kesenjangan antara golongan kaya dengan golongan miskin. 

ciri – ciri dari sistem ekonomi liberal adalah:

  • Pihak swasta yang mengatur sumber daya ekonomi secara bebas
  • Terdapat pembagian status antara masyarakat yang pekerja dan pemilik modal
  • Persaingan usaha yang ketat
  • Tidak ada campur tangan pemerintah
  1. Sistem Ekonomi Campuran

Merupakan gabungan dari sistem ekonomi komando dan juga liberal. Pihak pemerintah dan swasta sama- sama memiliki peran dalam perekonomian. Hal ini bertujuan untuk mencegah penguasaan penuh oleh masyarakat yang semena-mena. 

Ciri – ciri dari sistem ekonomi campuran, adalah sebagai berikut:

  • Terdapat pembagian yang seimbang antara pemerintah dan swasta
  • Hak milik perseorangan diakui dengan syarat tidak untuk memberikan kerugian dan dilakukan untuk kepentingan umum

Baca juga: Persuasi: Pelajari Hal Ini untuk Meningkatkan Bisnis Anda

Danamas Pinjaman Bisnis, merupakan platform pinjaman beragunan properti dibawah naungan Sinarmas Group, sehingga menjadi platform yang kredibel dan juga aman untuk digunakan. Anda dapat mengajukan pinjaman untuk modal usaha mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 2 Miliar dengan tenor hingga 10 tahun.