Content Marketing

Dalam melaksanakan kampanye pemasaran, tentunya Anda membutuhkan konten – konten yang tepat untuk membangun pemasaran yang efektif. Salah satu metode yang efektif dan dapat menarik konsumen adalah dengan menggunakan pemasaran konten (content marketing) yang sesuai dengan jenis usaha  yang Anda bangun. Apa itu Content Marketing dan seberapa pentingkah content marketing untuk bisnis? Simak dalam artikel ini!  

Pengertian Content Marketing 

Content Marketing

Content marketing merupakan bagian dari strategi marketing dalam membuat dan menyebarkan konten kepada khalayak atau audience yang dituju dengan relevan dan juga kosisten. Sehingga dapat membangun relasi yang kuat dengan audience dalam jangka waktu yang lama.

Secara lebih lengkap. konten marketing juga merupakan proses pemasaran dari kegiatan bisnis untuk membuat, mendistribusikan, dan kemudian menarik, memperoleh,serta melibatkan audience sehingga mewujudkan visi dan misi bisnis atau usaha Anda. 

Fungsi Content Marketing

Terdapat beberapa fungsi dari content marketing yang dapat berpengaruh kepada bisnis Anda, yakni:

  • Sebagai upaya untuk membangun dan memperkenalkan brand terkait dengan target konsumen yang dituju.
  • Membangun hubungan (engagement) jangka panjang dan terpercaya dengan audience dan mitra bisnis.
  • Mendapatkan keunggulan dibandingkan dengan kompetitor yang tidak menggunakan konten marketing sebagai salah satu strategi marketingnya. 
  • Menghasilkan lebih banyak traffic ke media sosial dan web secara konsisten
  • Meningkatkan penjualan dengan banyaknya pengunjung situs web dan media sosial sehingga berpotensi untuk menarik pelanggan.
  • Mendapatkan visibilitas media yang lebih tinggi.

Jenis Content Marketing 

Content Marketing

Beberapa jenis content Marketing yang bisa Anda aplikasikan untuk bisnis, misalnya:

  1. Konten Infografik

Konten infografik sangat cocok untuk audience yang membutuhkan informasi. Konten infografik bisa disajikan secara menarik dan membuat konsumen membaca dengan jelas dan mudah dimengerti karena memadukan visual gambar yang menarik dan juga informasi yang jelas dan terperinci. 

  1. Video 

Video menjadi salah satu bentuk konten yang sangat diminati. Karena memadukan visual dan juga audio. Konten video menjadi konten yang juga sangat efektif untuk menarik minat konsumen karena mudah dipahami dan dinikmati. Selain itu dengan adanya kemudahan akses internet, Anda bisa menayangkan atau menguploadnya melalui channel Youtube.bahkan juga TikTok maupun Instagram.  

  1. Content Blog 

Konten penulisan blog, menjadi salah satu cara yang tepat apabila Anda ingin menaikkan tingkat traffic website. Anda bisa mengangkat topik yang sesuai dengan target audience yang dituju. Anda juga perlu untuk memperhatikan SEO. SEO yang baik tentunya akan mengundang banyak user untuk masuk ke situs website ataupun blog Anda. Pastikan juga bahwa tampilan blog Anda cocok untuk diakses dengan mobile atau smartphone. 

  1. Podcast 

Podcast bisa dibilang menjadi pengganti radio dan menjadi salah satu strategi konten yang digemari dan populer di Indonesia. Beberapa brand memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadikan sebagai awareness. Topiknya pun beragam dan disesuaikan dengan audience yang dituju.  Mendengarkan podcast juga terbilang fleksibel bisa dilakukan kapan saja dan juga dapat dilakukan sambil melakukan kegiatan lainnya. 

  1. Buku

Buku menjadi salah satu cara untuk Anda manfaatkan sebagai strategi konten marketing. Dengan meluncurkan buku, maka Anda dapat mencurahkan gagasan serta informasi yang lebih detail serta mendalam. Anda juga dapat meningkatkan awareness serta membangun kepercayaan konsumen atau target audience. 

Baca juga: Rahasia Promosi Di Tiktok Lancarkan Bisnis

Mengapa Content Marketing Penting untuk Bisnis? 

Content Marketing penting untuk bisnis Anda karena dapat digunakan sebagai:

  • Upaya dalam pemasaran dan memberikan hasil yang lebih baik serta memastikannya sesuai dengan harapan dari target audience yang dituju. 
  • Agar bisnis Anda lebih menonjol dari kompetitor lain. Dalam hal ni Anda harus memastikan bahwa Anda melakukannya dengan efisien.
  • Strategi content marketing yang tepat akan memberikan pandangan yang luas mengenai bisnis Anda kedepannya. Anda dapat menentukan mana yang sesuai dengan target audience Anda dan meminimalisir kesalahan yang terjadi kedepannya. 

Langkah Membangun Content Marketing

Content Marketing
  1. Menentukan Tujuan Pemasaran Konten

Membuat konten yang jelas serta menarik merupakan bagian yang amat penting. Anda harus memperdalam dan mempertajam pembuatan content marketing yang sesuai dengan audience yang dituju. Pikirkanlah konsep yang sesuai seperti konten apa yang ingin dibuat, apa medianya, dan bagaimana proses pembuatan content marketing tersebut. 

  1. Menyasar Target Audience yang Tepat 

Kenali dengan jelas siapa target konsumen yang ingin Anda tuju. Ini adalah langkah yang paling penting sebagai dasar atau pondasi Anda dalam mebangun content marketing.  Ketahuilah apa yang benar – benar diinginkan oleh pelanggan misalnya dengan mengadakan customer experience test yakni dapat berupa pertanyaan- pertanyaan mengenai produk ataupun konten yang sesuai. 

  1. Buat Konten yang Sesuai

Konten yang Anda buat tentunya harus memberikan cerminan produk Anda. tunjukkan product knowledge dari bisnis Anda pada konten yang dibuat. Misalnya terkait informasi, keunggulan produk, promosi yang ditawarkan, dan lain sebagainya. 

Anda juga dapat menambahkan konten hiburan misalnya seperti kuis, konten yang menaikkan engagement, kontent tebak- tebak, dan masih banyak jenis lainnya yang bisa Anda pelajari dan lakukan. 

Kesalahan dalam Membuat Content Marketing 

Content Marketing

Dalam membuat content marketing, tentunya harus dipikirkan secara matang sehingga tidak menimbulkan adanya kesalahan. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang terjadi saat membuat content marketing:

  1. Konten yang Tidak Spesifik 

Buatlah konten yang spesifik sehingga menjadikan ciri khas dari brand Anda. banyaknya konten yang beredar di media sosial  menjadikan Anda dapat kehilangan target konsumen apabila penulisan konten yang Anda lakukan tidak spesifik sesuai dengan ciri khas dari brand atau produk Anda.

  1. Lebih Mementingkan Kuantitas dibandingkan Kualitas 

Daripada Anda membuat konten yang banyak namun tidak menarik pembaca, akan lebih baik jika Anda lebih memperhatikan kualitas konten yang dihasilkan. Tidak perlu banyak asalkan Anda konsisten dalam membuat dan menayangkan konten. Buatlah jadwal postingan beserta dengan editorial planning atau tema yang ingin dibahas. 

  1. Tidak Menerapkan SEO

Pada konten website atau konten penulisan di blog, Search Engine Optimization  menjadi hal yang penting agar konten yang anda terbitkan bisa berada pada halaman awal Google dengan kata kunci atau keyword yang telah ditentukan. Pada pemula umumnya tidak menerapkan teknik ini sehingga tidak terbaca oleh pengunjung. 

  1. Gambar tidak Relevan

Pastikan untuk menyesuaikan gambar (visual) dengan tulisan (copy) yang tepat untuk produk atau bisnis Anda. seperti yang diketahui tampilan yang sesuai dengan tulisan yang tepat akan mendatangkan ketertarikan bagi pembacanya. Jadi pastikan untuk membuat konten dengan visual dan copy yang sesuai. 

  1. Terlalu Banyak Konten Promosi

Promosi memang menjadi daya tarik untuk konsumen melakukan pembelian. Namun terlalu banyaknya konten promosi yang berlebihan akan membuat audience menjadi terganggu. Biasanya para audience akan mencari sesuatu yang bermanfaat, menghibur dan menarik. Anda dapat menyiasati kendala ini dengan merencanakan kapan waktu yang tepat untuk membuat konten promosi. 

  1. Tidak Memikirkan Audience

Tujuan utama dari content marketing adalah menarik perhatian konsumen atau target audience yang dituju. Oleh karena itu penting bagi Anda untuk memikirkan konten yang tepat. Bayangkan diri Anda sebagai audience yang ingin membeli produk. Apakah konten Anda ini menarik? Maka dari itu susunlah strategi content marketing dengan riset dan data yang mendukung. Lancar by Danamas merupakan platform yang tepat bagi Anda yang menginginkan tambahan biaya untuk modal usaha. Berada dibawah naungan Sinarmas Group, Lancar by Danamas telah mendapatkan izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta telah bergabung dalam Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia. Lancar by danamas memberikan pinjaman beragunan properti mulai dari Rp 50 Juta hingga Rp 2 Miliar. Jadi tunggu apalagi? Segera daftarkan diri Anda, dan ajukan pinjamannya! Bersama Lancar by Danamas, semua urusan jadi lancar!

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

pengertian industri

Pengertian Industri, Jenis Industri & Tujuan Pembangunan Industri

Dalam dunia bisnis tentu berkaitan erat dengan industri dalam produksi barang. Industri dalam sebuah bisnis perlu dipahami agar bisnis anda bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang ingin anda kembangkan. Ada berbagai pemahaman tentang industri dan seluk-beluknya yang perlu Anda ketahui seperti berikut ini.

Menurut KBBI, industri adalah sebuah kegiatan dalam memproses dan mengolah sebuah barang serta menggunakan sarana dan peralatan seperti mesin. Pengertian industri secara umum adalah sebuah proses dalam kegiatan perekonomian yang bisa mengubah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. 

Tujuan pengembangan  industri  ini adalah agar sebuah benda memiliki nilai lebih serta memiliki nilai kegunaan dan nilai jual. Nilai lebih dalam sebuah produk inilah yang nantinya bisa menjadi sumber keuntungan bagi para pebisnis atau produsen. Di Indonesia sendiri ada undang-undang yang mengatur pengertian industri ini yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 yang mendefinisikan industri sebagai kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku bahan mentah bahan setengah jadi atau bahan barang yang bisa diubah menjadi sebuah produk dengan nilai yang tinggi serta mendapatkan keuntungan.

Jenis-Jenis Industri

  • Industri Ekstraktif

Industri ini tergolong dalam sebuah perusahaan yang memanfaatkan bahan baku dari lingkungan secara langsung. Contoh industri ekstraktif adalah industri pertanian, industri  peternakan, serta industri peternakan.

  •  Industri Non Ekstraktif

Industri non ekstraktif adalah industri yang memanfaatkan bahan baku berasal dari alam. Contoh dari industri non ekstraktif adalah pemintalan kapas dan industri kayu lapis.

  • Industri Fasilitatif

Industri fasilitatif adalah kegiatan industri yang dasarnya menjual layanan dan diberikan untuk kebutuhan orang banyak. Contoh industri fasilitatif adalah industri perbankan.

Jenis Industri Modal

  • Industri Nasional

Pengertian industri nasional adalah industri yang memiliki penanaman modal bersumber dari dalam negeri serta tidak ada sedikitpun investor asing. Contoh Industri nasional adalah industri mesin barata.

  •  Industri Swasta Nasional

Pengertian industri swasta nasional adalah industri yang semua modalnya berasal dari pengusaha dalam negeri. Contoh industri swasta nasional adalah Unilever.

  •  Industri Asing

Industri asing merupakan industri yang semua modalnya berasal dari pengusaha asing namun dalam pelaksanaannya tetap berdasarkan aturan pemerintah yang berlaku di wilayah tersebut. Contoh industri asing adalah coca-cola.

  •  Industri Bersama

Industri bersama memiliki modal yang berasal dari pengusaha dalam negeri atau pemerintah dengan modal dari pengusaha asing dan pemerintah asing. contoh industri bersama adalah kodak Toyota.

Jenis Industri Berdasarkan Daya Tampung Tenaga Kerja

  •  Industri Padat Karya

Pengertian industri padat karya adalah sebuah kegiatan yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang banyak. Contoh industri padat karya adalah makanan beku, industri jamu, dan industri mebel.

  • Industri Padat Modal

Industri padat modal adalah sebuah industri yang memiliki kinerja lebih banyak menggunakan modal modal seperti mesin atau uang. Contoh industri padat modal adalah industri besi baja.

Jenis Industri Berdasarkan Produktivitas Perorangan

  • Industri Primer

Pengertian industri primer adalah sebuah industri yang menghasilkan barang tanpa diikuti dengan pengolahan lanjutan. Contoh Industri anyaman dan industri penggilingan ikan.

  • Industri Sekunder

Industri sekunder adalah sebuah industri yang menghasilkan barang yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut. Jenis contoh sekunder adalah industri pemintalan dan industri alat elektronik.

  • Industri Tersier

Industri tersier umumnya bergerak dalam bidang jasa. contoh industri tersier adalah industri pariwisata, industri biro perjalanan, dan industri Hotel atau penginapan.

Jenis Industri Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja 

  • Industri Besar

Pengertian industri besar adalah industri yang memiliki tenaga kerja dengan mempekerjakan orang lebih dari 100 orang. Contoh industri besar antara lain semen dan lebur besi.

  • Industri Sedang

Industri yang memiliki tenaga kerja atau mempekerjakan antara 20 sampai 99 orang. Contoh industri sedang adalah industri sepatu dan sandal.

  • Industri Kecil

Pengertian dari industri kecil adalah industri yang mempekerjakan antara 5 sampai 19 orang. Contoh industri kecil adalah industri kerajinan tangan.

  • Industri Rumah Tangga

Pengertian industri rumah tangga dikategorikan sebagai industri yang mempekerjakan pekerja antara 1-4 orang. Contoh Industri rumah tangga adalah industri makanan ringan.

Pengertian Pembangunan Industri

Pengertian pembangunan industri adalah salah satu unsur dari pembangunan perekonomian sebuah negara yang menerapkan berbagai prinsip pembangunan industri yang berkelanjutan. Pembangunan industri ini didasari berdasarkan aspek pembangunan ekonomi lingkungan hidup dan juga sosial. Dalam Undang-Undang Perindustrian Pasal 2 menjelaskan tentang landasan serta tujuan pembangunan industri. Pembangunan industri dilakukan atas dasar kepercayaan dan kemampuan serta kekuatan diri sendiri manfaat dan kelestarian sebuah lingkungan hidup.

Tujuan Pembangunan Industri

  • Pembangunan industri bertujuan untuk menjadikan rakyat lebih sejahtera dan makmur. Pemanfaatan sumber daya alam dan hasil budidaya untuk berbagai kegiatan industri dengan memperhatikan keseimbangan serta kelestarian lingkungan hidup juga harus memberikan hasil yang merata serta adil bagi Kesejahteraan Rakyat.
  • Pembangunan industri juga bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Maka perlu adanya perubahan struktur perekonomian menuju kearah yang lebih maju sehat dan juga baik serta seimbang. Semua itu dilakukan sebagai bentuk usaha untuk mewujudkan dasar yang kuat dan luas bagi perekonomian ekonomi pada umumnya serta memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan industri pada khususnya.
  • Pertumbuhan ekonomi meningkatkan peran serta dalam industri, seperti contoh industri kecil atau industri rumah tangga yang didalamnya melibatkan peran masyarakat sekitar dari golongan terbawah. 
  • Tujuan dari pembangunan industri juga bisa meratakan kesempatan pekerjaan, maka secara otomatis peluang kerja juga akan terbuka lebar di tengah masyarakat.
  • Tujuan lainnya adalah untuk pengembangan pusat pertumbuhan industri. 
  • Pembangunan Industri ini juga mampu meningkatkan penerimaan devisa sebagai bentuk industri yang sudah ada maka diharapkan bisa mendatangkan devisa besar bagi perekonomian sebuah negara.
  • Pembangunan industri ini juga bisa menciptakan stabilitas nasional dan pertahanan yang kokoh dengan industri yang sudah meningkat serta kesejahteraan masyarakatnya yang sudah meningkat juga Maka dari itu akan mudah memperkuat sektor pertahanan dan keamanan. 

Baca juga: Mau Mulai Bisnis Kos- Kosan? Ini 5 Caranya agar Dilirik Konsumen

Bagi Anda yang ingin menjadi pengusaha, maka memiliki bisnis juga bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan industri yang mendukung perekonomian sebuah negara. Jika belum memiliki modal yang cukup, ajukan pinjaman modal usaha beragunan properti di Danamas. Anda bisa dapatkan pinjaman modal usaha hingga Rp 2 miliar. Simulasikan pinjaman Anda sekarang disini!

usaha ekstraktif adalah

Usaha Ekstraktif: Pengertian, Jenis, dan Cirinya

Indonesia terkenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah. Dengan kekayaan alam yang melimpah tersebut mengantarkan negara ini pada bidang usaha ekstraktif. Lantas, apa yang dimaksud dengan usaha ekstraktif? Simak dalam artikel berikut ini. 

Apa Itu Usaha Ekstraktif? 

Usaha ekstraktif merupakan kegiatan bisnis yang bergerak pada bidang pengelolaan sumber daya alam. Usaha ini melalui proses yang panjang mulai dari pengambilan bahan baku yang alami hingga proses pembuatan produk di pabrik. Usaha ini dilakukan di daerah yang kaya akan sumber daya alam. Usaha ini memerlukan pengawasan dan penerapan kebijakan dalam pelaksanaannya sehingga tenaga ahli sangat penting untuk keberlangsungan pengelolaan suatu produk dan memastikan agar produk tersebut memiliki kualitas yang baik. 

Ciri Usaha Ekstraktif 

Adapun ciri- ciri dari usaha ekstraktif adalah:

  1. Mencari peruntungan dari hasil Alam

Usaha ekstraktif memanfaatkan kekayaan alam dan proses pengelolaan barang dari suatu kegiatan usaha sesuai dengan prinsip ekonomi yaitu untuk menguntungkan semua pihak. 

  1. Bahannya Langsung Diambil dari Alam

Selain mengambil keuntungan, usaha ini memiliki cirinya, yaitu diamana usaha ini mengambil bahan yang langsung dari alam. 

Fungsi Usaha Ekstraktif 

Berkaitan dengan pengertian dari usaha ekstraktif, dapat diketahui bahwa fungsi usaha ini adalah sebagai berikut:

  • Bentuk pengganti produk alam lain di pasar
  • Memanfaatkan sumber daya alam
  • Sebagai sumber keuntungan
  • Menyediakan lapangan pekerjaan 

Jenis Usaha Ekstraktif 

  1. Di Bidang Perikanan

Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga banyak laut. Usaha di sektor perikanan umumnya meliputi penangkapan ikan, pengalengan ikan, serta pendistribusian ke daerah atau wilayah lainnya.

  1. Di Bidang Tambang

Di bidang tambang, usaha ekstraktif di bidang ini meliputi pengkajian, pengelolaan, dan juga pengelolaan hingga produk terakhir misalnya seperti minyak bumi, tembaga, timah, serta gas. 

  1. Di Bidang Agraris

Indonesia merupakan negara agraris, dimana pertanian sangat penting sehingga dapat menghasilkan keuntungan. Adapun tahapan dari usaha ekstraktif di bidang ini adalah penanaman, perawatan, panen, serta pemasaran produk yang telah diolah. Misalnya adalah gandum, beras, dan tempe.

  1. Di Bidang Pertenakan

Di bidang peternakan, prosesnya berjalan dari perkembangbiakan, pemeliharaan, serta budidaya ternak. Misalnya adalah daging, susu, dan produk- produk yang berasal dari kulit hewan. 

Contoh Usaha Ekstraktif

Dalam skala besar, proses ekstraksi barang biasanya bermula dari pengolahan barang mentah hingga menjadi barang yang siap untuk dipakai atau dikonsumsi. Kegiatan usaha ekstraktif bisa dilakukan baik dalam skala besar maupun individual atau perorangan. Contoh usaha ekstraktif perorangan adalah

  • Pengelolaan padi oleh petani
  • Pengelolaan sapi oleh peternak sapi
  • Penangkapan ikan oleh para nelayan 

Baca juga: Tingkatkan Contoh Keterampilan untuk Para Pebisnis Makin Sukses

Anda memiliki usaha di bidang UMKM dan ingin melakukan ekspansi namun terkendala modal? Danamas Pinjaman Bisnis merupakan platform pinjaman online beragunan properti yang dapat membantu Anda mendapatkan modal usaha dengan limit pinjaman hingga miliaran rupiah. Proses pengajuannya cepat dan mudah. Hanya dengan sertifikat properti Anda dapat mendapatkan pinjaman hingga Rp 2 miliar dan tenor yang panjang hingga 10 tahun.

macam macam sistem ekonomi

Pengertian, Jenis dan Ciri Sistem Ekonomi yang Perlu Anda Tahu

Setiap negara tentunya memiliki cara dalam menjalankan perekonomian. Perekonomian suatu negara dapat berjalan dengan baik dikarenakan adanya sistem yang tentunya mengatur hal tersebut. Sistem ini dikenal dengan nama sistem ekonomi. Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai jenis dan ciri sistem ekonomi pada artikel ini. 

Pengertian Sistem Ekonomi 

Sistem ekonomi merupakan susunan yang mengatur unsur- unsur yang terdapat dalam ekonomi yang saling berhubungan untuk memberikan solusi atau memecahkan masalah ekonomi suatu negara serta mencapai tujuan tertentu. 

Sistem ekonomi sangat penting dalam suatu negara karena berfungsi sebagai pendorong sistem produksi, distribusi barang dan jasa agar berjalan dengan lancar dan semestinya. Tanpa adanya sistem ekonomi, maka pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak dapat terjaga dengan baik.

Jenis dan Ciri Sistem Ekonomi 

Sistem ekonomi memiliki jenis dan ciri-cirinya tersendiri, berikut ini adalah beberapa jenis dan ciri sistem ekonomi yang dapat Anda ketahui:

  1. Sistem Ekonomi Tradisional

Merupakan sistem ekonomi yang memiliki hubungan dengan tradisi serta adat istiadat. Negara yang menggunakan sistem ini merupakan negara yang masih bergantung pada sektor pertanian dan produktivitasnya umumnya masih rendah, karena masyarakat belum memiliki keinginan untuk mengembangkan hartanya. Sistem ini memiliki kelebihan yakni terjaganya kondisi sumber daya alam dan tidak ada eksploitasi yang berlebihan.  Namun kekurangannya adalah susah berkembang.

Ciri – ciri yang menggunakan sistem ekonomi tradisional yakni:

  • Kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi hidup sehari hari
  • Bergantung pada sektor pertanian
  • Belum ada pembagian kerja
  • Bersifat kekeluargaan
  • Bertumpu pada adat istiadat
  1. Sistem Ekonomi Komando

Merupakan sistem dimana pemerintah memiliki kuasa terhadap ekonomi negaranya. Sistem ini dikuasai oleh pemerintah sehingga tidak ada pihak swasta atau perorangan yang menguasai sumber daya atau barang tertentu. Kelebihan dari sistem ini adalah negara mudah mengendalikan harga dan inflasi, namun kekurangannya adalah dapat dirasakan oleh masyarakat, dan inovasi masyarakat menjadi terhambat karena selalu mengandalkan pemerintah. Ciri – ciri yang menggunakan sistem ekonomi komando yakni:

  • Produksi, konsumsi, dan distribusi diatur oleh pemerintah
  • Tidak ada kebebasan dalam berekonomi
  • Pembagian kerja serta jenis pekerjaan diatur oleh regulasi pemerintah. 
  1. Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ini memberikan kebebasan kepada masyarakat dalam melakukan kegiatan perekonomian. Sistem ini dikenal juga dengan nama sistem ekonomi pasar atau ekonomi kapitalis. Dalam sistem ini pemerintah tidak memiliki pengaruh yang kuat untuk membatasi perekonomian masyarakatnya. Kelebihannya adalah kebebasan individu di bidang ekonomi, untuk kelemahan dari sistem ini adalah kesenjangan antara golongan kaya dengan golongan miskin. 

ciri – ciri dari sistem ekonomi liberal adalah:

  • Pihak swasta yang mengatur sumber daya ekonomi secara bebas
  • Terdapat pembagian status antara masyarakat yang pekerja dan pemilik modal
  • Persaingan usaha yang ketat
  • Tidak ada campur tangan pemerintah
  1. Sistem Ekonomi Campuran

Merupakan gabungan dari sistem ekonomi komando dan juga liberal. Pihak pemerintah dan swasta sama- sama memiliki peran dalam perekonomian. Hal ini bertujuan untuk mencegah penguasaan penuh oleh masyarakat yang semena-mena. 

Ciri – ciri dari sistem ekonomi campuran, adalah sebagai berikut:

  • Terdapat pembagian yang seimbang antara pemerintah dan swasta
  • Hak milik perseorangan diakui dengan syarat tidak untuk memberikan kerugian dan dilakukan untuk kepentingan umum

Baca juga: Persuasi: Pelajari Hal Ini untuk Meningkatkan Bisnis Anda

Danamas Pinjaman Bisnis, merupakan platform pinjaman beragunan properti dibawah naungan Sinarmas Group, sehingga menjadi platform yang kredibel dan juga aman untuk digunakan. Anda dapat mengajukan pinjaman untuk modal usaha mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 2 Miliar dengan tenor hingga 10 tahun.