Budaya kerja start up

Terkadang, budaya kerja dari sebuah perusahaan pasti akan dilihat terlebih dahulu. Hal ini dilihat agar dapat memiliki sebuah gambaran yang jelas mengenai lingkungan kerja yang terdapat di sana. Penasaran dengan budaya kerja di startup? Simak penjelasannya di artikel ini yuk!

Bagaimana Budaya Kerja Startup

Budaya kerja start up

Berikut adalah beberapa budaya kerja startup yang biasanya berlaku di beberapa startup yang berada di Indonesia:

  • Di start-up, banyak sekali peran kerja yang berubah-ubah. Contohnya, jika anda memiliki posisi awal di bagian sektor A, anda bisa saja dipindahkan ke sektor yang lain di bulan depannya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena perusahaan startup. Pasalnya, startup menginginkan perubahan dengan tempo waktu yang cepat. Hal ini diperlukan agar dapat meraih sesuatu yang sudah ditargetkan di awal pembentukan.
  • Pakaian yang anda bisa gunakan di startup itu bisa apa saja, lho! Ada beberapa startup yang memperbolehkan anda menggunakan celana jeans juga. Namun, meskipun demikian, anda sebaiknya tidak menggunakan celana pendek disaat bekerja. Meskipun pakaian di startup dibebaskan, ada baiknya bilamana anda tetap menggunakan pakaian yang rapi dan sopan.
  • Di start up, karyawannya adalah sosok yang mengambil tanggung jawab tersendiri terhadap perannya. Para pekerja di startup memiliki tanggung jawab yang terletak dari diri masing-masing dan bukan hanya dari atasan saja. Dengan ini, anda akan mengalami perkembangan skill dari tanggung jawab anda secara tidak langsung.
  • Salah satu budaya start up yang ada adalah, waktu kerja yang fleksibel. Karena waktu yang fleksibel ini, anda bisa masuk kantor tanpa harus mengikuti jadwal waktu masuk tertentu.

Beda Budaya Kerja Startup & Korporat

Budaya kerja start up

Jika dilihat dari poin yang dibahas di atas, budaya kerja startup dan korporat memiliki sebuah perbedaan dari sisi formalitas yang berlaku. Jika korporat merupakan perusahaan yang mengikat dan formal, startup merupakan sebuah perusahaan yang bebas. Meskipun demikian, startup masih memiliki beberapa peraturan yang berlaku. Bebas dalam artian dapat memberikan ide-ide yang baru ke dalam meja, dan bebas juga untuk bekerja bagaimanapun caranya, asal tujuannya tercapai.

Korporat memiliki sebuah jadwal kerja yang sudah ditentukan, yang biasanya merupakan jam 9 pagi hingga 5 sore. Sedangkan untuk startup, jam kerja bisa fleksibel. Jam masuk bisa bervariasi dari jam 8 hingga 10, kemudian jam pulang yang juga bervariasi dari jam 5 sore hingga 7 malam. 

Perusahaan korporat memiliki sekat di dalam tempat bekerja mereka. Dengan ini, semua pekerja di perusahaan korporat seperti memiliki bilik tersendiri untuk menyusun pekerjaan sendiri. Sedangkan di startup, anda memiliki lokasi kerja yang terbuka, sehingga anda memiliki ruangan kerja yang terbuka dan dapat berkomunikasi dengan rekan kerja anda secara langsung. Karyawan startup bekerja di sebuah tempat open space dan tidak terdapat sebuah urutan duduk yang ditentukan. 

Tipe Perusahaan Startup

Startup memiliki beberapa jenis perusahaan yang dapat dijalankan di Indonesia. Berikut adalah beberapa tipe perusahaan tersebut:

  • Bidang Games

Ada banyak sekali perusahaan start up yang bergerak di bidang games. Hal ini terjadi karena ada banyaknya orang-orang yang sering bermain games untuk mengisi waktu luang mereka. Apalagi, sekarang ada mulai berkembang perlombaan E-sports yang berada di Indonesia.

  • Bidang Properti

Sebuah startup yang memiliki fokus tentang penjualan, pembelian dan penyewaan properti. Startup tipe ini juga menyediakan informasi kepada klien dan juga solusi serta tips mengenai properti dan pencarian hunian. 

  • Bidang Pendidikan

Startup yang bergerak dalam bidang pendidikan bergerak untuk membantu para pelajar untuk mendapatkan pelajaran tambahan, selain dari sekolah. Di startup bidang pendidikan, hal ini bisa dicapai dengan cara menggunakan video konten edukasi.

  • Startup Kesehatan

Startup jenis ini membantu para penggunanya dengan menawarkan macam-macam kemudahan untuk mencari informasi tentang kesehatan dan juga pemberian pelayanan seperti membeli obat-obatan. 

  • Startup Fintech

Fintech merupakan sebuah hal yang mulai banyak diketahui oleh kalangan luas. Fintech (Financial Technology) merupakan sebuah sebutan yang digunakan untuk mendeskripsikan sebuah startup yang bergerak dalam bidang keuangan.

Lancar by Danamas merupakan sebuah Startup Fintech yang menyediakan pinjaman beragunan properti. Pinjaman yang ditawarkan oleh Lancar by Danamas memiliki limit yang besar hingga mencapai 2 miliar! Jika anda memerlukan sebuah pinjaman untuk menjalankan perusahaan anda, segera daftarkan diri anda di www.lancar.id!

Beda Startup Dengan Usaha Bisnis Kecil

Budaya kerja start up

Meskipun bergerak dalam menjual ataupun menyewa sesuatu, startup dan usaha bisnis kecil memiliki perbedaan mereka tersendiri. Berikut adalah perbedaan antara startup dengan usaha bisnis kecil:

  • Produk yang ada di bisnis kecil dan startup sudah berbeda. Jika usaha bisnis kecil menyediakan produk yang memiliki sebuah wujud (seperti makanan, pakaian, perangkat elektronik, dan lain-lain), Startup merupakan sebuah perusahaan yang menyediakan sebuah jasa yang dapat diakses secara online. Sehingga dengan ini, produk usaha bisnis kecil memiliki sebuah perwujudan, sedangkan startup memiliki wujud dalam perangkat lunak saja. 
  • Permodalan dari startup berasal dari investor yang memberikan dana untuk perusahaannya. Sedangkan untuk usaha bisnis kecil, modal bisnis mereka berasal dari modal diri sendiri. Sehingga, usaha bisnis kecil memiliki modal yang sepenuhnya adalah milik sendiri.
  • Akselerasi usaha keduanya sangat berbeda. Jika Usaha bisnis kecil memiliki akselerasi yang tidak terlalu besar, yakni terlihat perkembangannya setelah 5 tahun, startup memiliki sebuah rencana akselerasi yang cepat. 5 tahun untuk usaha bisnis kecil adalah sebuah perkembangan, 5 tahun untuk startup adalah sebuah target yang ditetapkan untuk dapat menguasai pasar.
  • Karena bentuk yang berbeda, startup dapat dengan mudah mencapai target pasar baik target lokal maupun luar negeri. Hal ini terjadi karena bentuknya yang merupakan sebuah perangkat lunak. Sedangkan untuk usaha bisnis kecil, jika ingin mencapai target market luar negeri, banyak proses yang harus dilakukan sehingga produk dapat sampai di tangan konsumen.

Kelebihan & Kekurangan Kerja Di Perusahaan Startup

Anda kini tertarik untuk bekerja di sebuah startup? Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan yang anda bisa terima ketika bekerja di sebuah startup.

Kelebihan:

  • Karena skala perusahaan yang lebih kecil, startup sering sekali menghargai usaha-usaha yang anda lakukan di sebuah startup. Karena dengan usaha dan kontribusi tersebut, anda dianggap telah membuat perusahaan startup menjadi lebih maju.
  • Startup merupakan perusahaan yang stabil. Dengan ini, anda memiliki kesempatan untuk bekerja sesuai dengan tempo bekerja anda. Asalkan anda dapat menyelesaikan pekerjaan anda dengan benar, anda bisa mengerjakan tugas-tugas anda sesuai dengan kemampuan anda.
  • Anda memiliki ide untuk sebuah aktivitas? Sampaikan kepada rekan kerja anda! Startup memiliki banyak sekali ruang untuk menyampaikan inovasi milik anda, yang mungkin saja dapat membantu perkembangan perusahaan, lho! Jadi, mengapa tidak untuk ide-ide baru?
  • Untuk menyesuaikan diri terhadap sebuah lingkungan yang baru adalah sebuah hal yang biasa. Dengan bekerja di Startup, anda dapat mempelajari hal-hal yang baru, apalagi jika anda tidak memiliki pengalaman bekerja di startup. Dengan ini, anda dapat merasakan sebuah hal yang baru dan juga mempelajarinya. 

Baca juga: Startup: Tips Memulai Startup Dari Awal

Kekurangan:

  • Seperti yang disebut di poin sebelumnya, startup memerlukan anda untuk siap dipindahkan dari satu divisi ke divisi yang lain. Dengan ini, salah satu kekurangan dari bekerja di startup adalah anda harus siap multitasking karena dengan multitasking dan siap dipindahkan ke pekerjaan yang biasanya tidak pernah anda lakukan. 
  • Startup masih belum stabil. Menurut penelitian yang dilaksanakan oleh UC Berkeley dan Stanford, 90% dari startup gagal dalam tiga tahun pertamanya. Jika sebuah perusahaan startup tidak memiliki pendanaan yang cukup, startup bisa saja tutup karena ketidakstabilan ini. 
  • Karena Startup memerlukan anda untuk dapat bekerja dan mengejar target, kehidupan sosial anda mungkin akan sedikit terpengaruhi karena anda harus bekerja keras mengejar semua target yang ada. Sehingga dengan ini, terkadang anda tidak memiliki banyak aktivitas diluar pekerjaan. Anda harus dapat mengatur work-life balance anda sehingga anda bisa dapat bekerja secara maksimal, namun juga memiliki waktu untuk beristirahat juga.

Demikian informasi tentang budaya kerja di start up. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan ini, maka Anda pun bisa memutuskan apakah Anda ingin kerja di perusahaan start up atau tidak?

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

pengertian industri

Pengertian Industri, Jenis Industri & Tujuan Pembangunan Industri

Dalam dunia bisnis tentu berkaitan erat dengan industri dalam produksi barang. Industri dalam sebuah bisnis perlu dipahami agar bisnis anda bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang ingin anda kembangkan. Ada berbagai pemahaman tentang industri dan seluk-beluknya yang perlu Anda ketahui seperti berikut ini.

Menurut KBBI, industri adalah sebuah kegiatan dalam memproses dan mengolah sebuah barang serta menggunakan sarana dan peralatan seperti mesin. Pengertian industri secara umum adalah sebuah proses dalam kegiatan perekonomian yang bisa mengubah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. 

Tujuan pengembangan  industri  ini adalah agar sebuah benda memiliki nilai lebih serta memiliki nilai kegunaan dan nilai jual. Nilai lebih dalam sebuah produk inilah yang nantinya bisa menjadi sumber keuntungan bagi para pebisnis atau produsen. Di Indonesia sendiri ada undang-undang yang mengatur pengertian industri ini yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 yang mendefinisikan industri sebagai kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku bahan mentah bahan setengah jadi atau bahan barang yang bisa diubah menjadi sebuah produk dengan nilai yang tinggi serta mendapatkan keuntungan.

Jenis-Jenis Industri

  • Industri Ekstraktif

Industri ini tergolong dalam sebuah perusahaan yang memanfaatkan bahan baku dari lingkungan secara langsung. Contoh industri ekstraktif adalah industri pertanian, industri  peternakan, serta industri peternakan.

  •  Industri Non Ekstraktif

Industri non ekstraktif adalah industri yang memanfaatkan bahan baku berasal dari alam. Contoh dari industri non ekstraktif adalah pemintalan kapas dan industri kayu lapis.

  • Industri Fasilitatif

Industri fasilitatif adalah kegiatan industri yang dasarnya menjual layanan dan diberikan untuk kebutuhan orang banyak. Contoh industri fasilitatif adalah industri perbankan.

Jenis Industri Modal

  • Industri Nasional

Pengertian industri nasional adalah industri yang memiliki penanaman modal bersumber dari dalam negeri serta tidak ada sedikitpun investor asing. Contoh Industri nasional adalah industri mesin barata.

  •  Industri Swasta Nasional

Pengertian industri swasta nasional adalah industri yang semua modalnya berasal dari pengusaha dalam negeri. Contoh industri swasta nasional adalah Unilever.

  •  Industri Asing

Industri asing merupakan industri yang semua modalnya berasal dari pengusaha asing namun dalam pelaksanaannya tetap berdasarkan aturan pemerintah yang berlaku di wilayah tersebut. Contoh industri asing adalah coca-cola.

  •  Industri Bersama

Industri bersama memiliki modal yang berasal dari pengusaha dalam negeri atau pemerintah dengan modal dari pengusaha asing dan pemerintah asing. contoh industri bersama adalah kodak Toyota.

Jenis Industri Berdasarkan Daya Tampung Tenaga Kerja

  •  Industri Padat Karya

Pengertian industri padat karya adalah sebuah kegiatan yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang banyak. Contoh industri padat karya adalah makanan beku, industri jamu, dan industri mebel.

  • Industri Padat Modal

Industri padat modal adalah sebuah industri yang memiliki kinerja lebih banyak menggunakan modal modal seperti mesin atau uang. Contoh industri padat modal adalah industri besi baja.

Jenis Industri Berdasarkan Produktivitas Perorangan

  • Industri Primer

Pengertian industri primer adalah sebuah industri yang menghasilkan barang tanpa diikuti dengan pengolahan lanjutan. Contoh Industri anyaman dan industri penggilingan ikan.

  • Industri Sekunder

Industri sekunder adalah sebuah industri yang menghasilkan barang yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut. Jenis contoh sekunder adalah industri pemintalan dan industri alat elektronik.

  • Industri Tersier

Industri tersier umumnya bergerak dalam bidang jasa. contoh industri tersier adalah industri pariwisata, industri biro perjalanan, dan industri Hotel atau penginapan.

Jenis Industri Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja 

  • Industri Besar

Pengertian industri besar adalah industri yang memiliki tenaga kerja dengan mempekerjakan orang lebih dari 100 orang. Contoh industri besar antara lain semen dan lebur besi.

  • Industri Sedang

Industri yang memiliki tenaga kerja atau mempekerjakan antara 20 sampai 99 orang. Contoh industri sedang adalah industri sepatu dan sandal.

  • Industri Kecil

Pengertian dari industri kecil adalah industri yang mempekerjakan antara 5 sampai 19 orang. Contoh industri kecil adalah industri kerajinan tangan.

  • Industri Rumah Tangga

Pengertian industri rumah tangga dikategorikan sebagai industri yang mempekerjakan pekerja antara 1-4 orang. Contoh Industri rumah tangga adalah industri makanan ringan.

Pengertian Pembangunan Industri

Pengertian pembangunan industri adalah salah satu unsur dari pembangunan perekonomian sebuah negara yang menerapkan berbagai prinsip pembangunan industri yang berkelanjutan. Pembangunan industri ini didasari berdasarkan aspek pembangunan ekonomi lingkungan hidup dan juga sosial. Dalam Undang-Undang Perindustrian Pasal 2 menjelaskan tentang landasan serta tujuan pembangunan industri. Pembangunan industri dilakukan atas dasar kepercayaan dan kemampuan serta kekuatan diri sendiri manfaat dan kelestarian sebuah lingkungan hidup.

Tujuan Pembangunan Industri

  • Pembangunan industri bertujuan untuk menjadikan rakyat lebih sejahtera dan makmur. Pemanfaatan sumber daya alam dan hasil budidaya untuk berbagai kegiatan industri dengan memperhatikan keseimbangan serta kelestarian lingkungan hidup juga harus memberikan hasil yang merata serta adil bagi Kesejahteraan Rakyat.
  • Pembangunan industri juga bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Maka perlu adanya perubahan struktur perekonomian menuju kearah yang lebih maju sehat dan juga baik serta seimbang. Semua itu dilakukan sebagai bentuk usaha untuk mewujudkan dasar yang kuat dan luas bagi perekonomian ekonomi pada umumnya serta memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan industri pada khususnya.
  • Pertumbuhan ekonomi meningkatkan peran serta dalam industri, seperti contoh industri kecil atau industri rumah tangga yang didalamnya melibatkan peran masyarakat sekitar dari golongan terbawah. 
  • Tujuan dari pembangunan industri juga bisa meratakan kesempatan pekerjaan, maka secara otomatis peluang kerja juga akan terbuka lebar di tengah masyarakat.
  • Tujuan lainnya adalah untuk pengembangan pusat pertumbuhan industri. 
  • Pembangunan Industri ini juga mampu meningkatkan penerimaan devisa sebagai bentuk industri yang sudah ada maka diharapkan bisa mendatangkan devisa besar bagi perekonomian sebuah negara.
  • Pembangunan industri ini juga bisa menciptakan stabilitas nasional dan pertahanan yang kokoh dengan industri yang sudah meningkat serta kesejahteraan masyarakatnya yang sudah meningkat juga Maka dari itu akan mudah memperkuat sektor pertahanan dan keamanan. 

Baca juga: Mau Mulai Bisnis Kos- Kosan? Ini 5 Caranya agar Dilirik Konsumen

Bagi Anda yang ingin menjadi pengusaha, maka memiliki bisnis juga bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan industri yang mendukung perekonomian sebuah negara. Jika belum memiliki modal yang cukup, ajukan pinjaman modal usaha beragunan properti di Danamas. Anda bisa dapatkan pinjaman modal usaha hingga Rp 2 miliar. Simulasikan pinjaman Anda sekarang disini!

usaha ekstraktif adalah

Usaha Ekstraktif: Pengertian, Jenis, dan Cirinya

Indonesia terkenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah. Dengan kekayaan alam yang melimpah tersebut mengantarkan negara ini pada bidang usaha ekstraktif. Lantas, apa yang dimaksud dengan usaha ekstraktif? Simak dalam artikel berikut ini. 

Apa Itu Usaha Ekstraktif? 

Usaha ekstraktif merupakan kegiatan bisnis yang bergerak pada bidang pengelolaan sumber daya alam. Usaha ini melalui proses yang panjang mulai dari pengambilan bahan baku yang alami hingga proses pembuatan produk di pabrik. Usaha ini dilakukan di daerah yang kaya akan sumber daya alam. Usaha ini memerlukan pengawasan dan penerapan kebijakan dalam pelaksanaannya sehingga tenaga ahli sangat penting untuk keberlangsungan pengelolaan suatu produk dan memastikan agar produk tersebut memiliki kualitas yang baik. 

Ciri Usaha Ekstraktif 

Adapun ciri- ciri dari usaha ekstraktif adalah:

  1. Mencari peruntungan dari hasil Alam

Usaha ekstraktif memanfaatkan kekayaan alam dan proses pengelolaan barang dari suatu kegiatan usaha sesuai dengan prinsip ekonomi yaitu untuk menguntungkan semua pihak. 

  1. Bahannya Langsung Diambil dari Alam

Selain mengambil keuntungan, usaha ini memiliki cirinya, yaitu diamana usaha ini mengambil bahan yang langsung dari alam. 

Fungsi Usaha Ekstraktif 

Berkaitan dengan pengertian dari usaha ekstraktif, dapat diketahui bahwa fungsi usaha ini adalah sebagai berikut:

  • Bentuk pengganti produk alam lain di pasar
  • Memanfaatkan sumber daya alam
  • Sebagai sumber keuntungan
  • Menyediakan lapangan pekerjaan 

Jenis Usaha Ekstraktif 

  1. Di Bidang Perikanan

Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga banyak laut. Usaha di sektor perikanan umumnya meliputi penangkapan ikan, pengalengan ikan, serta pendistribusian ke daerah atau wilayah lainnya.

  1. Di Bidang Tambang

Di bidang tambang, usaha ekstraktif di bidang ini meliputi pengkajian, pengelolaan, dan juga pengelolaan hingga produk terakhir misalnya seperti minyak bumi, tembaga, timah, serta gas. 

  1. Di Bidang Agraris

Indonesia merupakan negara agraris, dimana pertanian sangat penting sehingga dapat menghasilkan keuntungan. Adapun tahapan dari usaha ekstraktif di bidang ini adalah penanaman, perawatan, panen, serta pemasaran produk yang telah diolah. Misalnya adalah gandum, beras, dan tempe.

  1. Di Bidang Pertenakan

Di bidang peternakan, prosesnya berjalan dari perkembangbiakan, pemeliharaan, serta budidaya ternak. Misalnya adalah daging, susu, dan produk- produk yang berasal dari kulit hewan. 

Contoh Usaha Ekstraktif

Dalam skala besar, proses ekstraksi barang biasanya bermula dari pengolahan barang mentah hingga menjadi barang yang siap untuk dipakai atau dikonsumsi. Kegiatan usaha ekstraktif bisa dilakukan baik dalam skala besar maupun individual atau perorangan. Contoh usaha ekstraktif perorangan adalah

  • Pengelolaan padi oleh petani
  • Pengelolaan sapi oleh peternak sapi
  • Penangkapan ikan oleh para nelayan 

Baca juga: Tingkatkan Contoh Keterampilan untuk Para Pebisnis Makin Sukses

Anda memiliki usaha di bidang UMKM dan ingin melakukan ekspansi namun terkendala modal? Danamas Pinjaman Bisnis merupakan platform pinjaman online beragunan properti yang dapat membantu Anda mendapatkan modal usaha dengan limit pinjaman hingga miliaran rupiah. Proses pengajuannya cepat dan mudah. Hanya dengan sertifikat properti Anda dapat mendapatkan pinjaman hingga Rp 2 miliar dan tenor yang panjang hingga 10 tahun.

macam macam sistem ekonomi

Pengertian, Jenis dan Ciri Sistem Ekonomi yang Perlu Anda Tahu

Setiap negara tentunya memiliki cara dalam menjalankan perekonomian. Perekonomian suatu negara dapat berjalan dengan baik dikarenakan adanya sistem yang tentunya mengatur hal tersebut. Sistem ini dikenal dengan nama sistem ekonomi. Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai jenis dan ciri sistem ekonomi pada artikel ini. 

Pengertian Sistem Ekonomi 

Sistem ekonomi merupakan susunan yang mengatur unsur- unsur yang terdapat dalam ekonomi yang saling berhubungan untuk memberikan solusi atau memecahkan masalah ekonomi suatu negara serta mencapai tujuan tertentu. 

Sistem ekonomi sangat penting dalam suatu negara karena berfungsi sebagai pendorong sistem produksi, distribusi barang dan jasa agar berjalan dengan lancar dan semestinya. Tanpa adanya sistem ekonomi, maka pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak dapat terjaga dengan baik.

Jenis dan Ciri Sistem Ekonomi 

Sistem ekonomi memiliki jenis dan ciri-cirinya tersendiri, berikut ini adalah beberapa jenis dan ciri sistem ekonomi yang dapat Anda ketahui:

  1. Sistem Ekonomi Tradisional

Merupakan sistem ekonomi yang memiliki hubungan dengan tradisi serta adat istiadat. Negara yang menggunakan sistem ini merupakan negara yang masih bergantung pada sektor pertanian dan produktivitasnya umumnya masih rendah, karena masyarakat belum memiliki keinginan untuk mengembangkan hartanya. Sistem ini memiliki kelebihan yakni terjaganya kondisi sumber daya alam dan tidak ada eksploitasi yang berlebihan.  Namun kekurangannya adalah susah berkembang.

Ciri – ciri yang menggunakan sistem ekonomi tradisional yakni:

  • Kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi hidup sehari hari
  • Bergantung pada sektor pertanian
  • Belum ada pembagian kerja
  • Bersifat kekeluargaan
  • Bertumpu pada adat istiadat
  1. Sistem Ekonomi Komando

Merupakan sistem dimana pemerintah memiliki kuasa terhadap ekonomi negaranya. Sistem ini dikuasai oleh pemerintah sehingga tidak ada pihak swasta atau perorangan yang menguasai sumber daya atau barang tertentu. Kelebihan dari sistem ini adalah negara mudah mengendalikan harga dan inflasi, namun kekurangannya adalah dapat dirasakan oleh masyarakat, dan inovasi masyarakat menjadi terhambat karena selalu mengandalkan pemerintah. Ciri – ciri yang menggunakan sistem ekonomi komando yakni:

  • Produksi, konsumsi, dan distribusi diatur oleh pemerintah
  • Tidak ada kebebasan dalam berekonomi
  • Pembagian kerja serta jenis pekerjaan diatur oleh regulasi pemerintah. 
  1. Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ini memberikan kebebasan kepada masyarakat dalam melakukan kegiatan perekonomian. Sistem ini dikenal juga dengan nama sistem ekonomi pasar atau ekonomi kapitalis. Dalam sistem ini pemerintah tidak memiliki pengaruh yang kuat untuk membatasi perekonomian masyarakatnya. Kelebihannya adalah kebebasan individu di bidang ekonomi, untuk kelemahan dari sistem ini adalah kesenjangan antara golongan kaya dengan golongan miskin. 

ciri – ciri dari sistem ekonomi liberal adalah:

  • Pihak swasta yang mengatur sumber daya ekonomi secara bebas
  • Terdapat pembagian status antara masyarakat yang pekerja dan pemilik modal
  • Persaingan usaha yang ketat
  • Tidak ada campur tangan pemerintah
  1. Sistem Ekonomi Campuran

Merupakan gabungan dari sistem ekonomi komando dan juga liberal. Pihak pemerintah dan swasta sama- sama memiliki peran dalam perekonomian. Hal ini bertujuan untuk mencegah penguasaan penuh oleh masyarakat yang semena-mena. 

Ciri – ciri dari sistem ekonomi campuran, adalah sebagai berikut:

  • Terdapat pembagian yang seimbang antara pemerintah dan swasta
  • Hak milik perseorangan diakui dengan syarat tidak untuk memberikan kerugian dan dilakukan untuk kepentingan umum

Baca juga: Persuasi: Pelajari Hal Ini untuk Meningkatkan Bisnis Anda

Danamas Pinjaman Bisnis, merupakan platform pinjaman beragunan properti dibawah naungan Sinarmas Group, sehingga menjadi platform yang kredibel dan juga aman untuk digunakan. Anda dapat mengajukan pinjaman untuk modal usaha mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 2 Miliar dengan tenor hingga 10 tahun.