Marketing Mix

Saat menjalankan strategi promosi pada sebuah bisnis, maka anda mungkin harus membuat strategi marketing yang tepat sehingga target market yang anda tuju pun sesuai. Tak hanya itu alat atau tools pada marketing mix ada banyak sekali strategi yang bisa Anda terapkan untuk mengembangkan bisnis menjadi lebih besar. Lalu bagaimana cara membuat strategi marketing yang efektif bagi bisnis berikut ulasannya:

Apa itu Marketing Mix?

Marketing Mix

Marketing Mix adalah kumpulan variabel pemasaran yang digabungkan lalu dikendalikan oleh perusahaan untuk menghasilkan respon yang diinginkan dari target market. Marketing mix juga dikenal dengan bauran pemasaran yang mengacu pada serangkaian tindakan strategi yang dipakai untuk perusahaan mempromosikan jasa atau produk mereka di pasaran.

Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Neil borden yang terinspirasi dari gagasan James Cullington pada pertengahan abad ke-20. Marketing mix memiliki empat elemen yaitu 4P (product, Price, Place, and Promotion). Strategi marketing mix diperluas menjadi 7P yaitu proses, physical evidence.

Pengertian Marketing Mix Menurut Para Ahli

  • Menurut Kotler 1997, marketing mix adalah perangkat pemasaran yang praktis dan bisa dikendalikan perusahaan unsur 4P yang sudah disebutkan di atas tadi, kemudian dipadukan oleh perusahaan untuk mencapai target market yang diinginkan. 
  • Sumarni Soeprihanto, marketing mix adalah kombinasi variabel inti sistem pemasaran yang terdiri dari produk harga promosi dan distribusi oleh perusahaan guna mempengaruhi tanggapan konsumen.

Fungsi Marketing Mix

Marketing Mix

Fungsi Perantara

Fungsi perantara adalah fungsi pertama dari marketing mix yaitu mengedepankan strategi marketing campuran untuk perantara perusahaan dan pelanggan. Keduanya saling terhubung melalui serangkaian aktivitas mulai dari promosi hingga transaksi.

Fungsi Pertukaran

Selanjutnya adalah berkaitan dengan fungsi pertukaran antara pelanggan dan perantara yang akan terikat dalam perusahaan termasuk kedalam aktivitas transaksi. Maka pelanggan bisa membeli produk yang perusahaan tawarkan. Pada kegiatan tersebut maka akan terjadi pertukaran secara otomatis dimana pada sisi pelanggan akan menukarkan waktu tenaga dan uang mereka untuk produk yang dibutuhkan.

Fungsi Distribusi Fisik

Lewat produksi dan transaksi yang dilakukan, maka ada distribusi fisik yang terjadi. Proses ini berkaitan dengan pengiriman produk kepada konsumen dan proses penyediaan stok oleh perusahaan.

Elemen Marketing Mix 4P

Marketing mix terdiri dari 4 elemen yaitu produk, harga, tempat dan promosi, berikut penjelasannya:

Produk (Product)

Elemen marketing mix pertama yaitu produk, dimana suatu barang atau jasa yang Anda tawarkan kepada pelanggan disebut dengan produk. Jika produk yang ditetapkan untuk dijual sesuai dengan apa yang dibutuhkan pasar maka nilai penjualan tentu akan meningkat untuk itu Anda harus mengetahui kebutuhan target pasar dengan baik.

Harga (Price)

Unsur marketing mix 4P selanjutnya ada harga atau price. Untuk bisa menentukan harga produk yang akan dijual, maka tentukan harga yang sesuai. Penentuan harga Ini berdasarkan kualitas hingga kesulitan proses produksi, namun pastikan juga harga tersebut memperlihatkan kelas sosial dari pasar yang ingin anda tuju.

Tempat (Place)

Untuk menentukan unsur place, maka anda harus mengetahui pasar yang dituju untuk berbelanja. Place atau tempat tidak harus berupa bangunan fisik melainkan bisa berupa media sosial atau media digital lainnya, di mana lokasi Anda mendistribusikan produk yang ditawarkan.

Promosi (Promotion)

Proses promosi tidak akan lepas dari pemasaran produk. Sebelum Anda bisa menentukan strategi promosi yang digunakan maka anda harus mengetahui siapa target pasar yang ingin anda tuju. Cara untuk menentukan promosi yang tepat adalah dengan menentukan melalui segi usia, kepribadian, dan kelas sosial mereka.

Apa itu Marketing Mix 7P?

Marketing Mix

Marketing Mix 7P adalah kelompok unsur teknik pemasaran bauran lanjutan yang dikembangkan dari marketing mix 4P. Ada tambahan poin yaitu proses, SDM (people) dan bukti fisik (Physical Evidence).

Proses (Process)

Unsur Marketing Mix 7P satu ini meliputi berbagai kegiatan mulai dari riset hingga menghasilkan produk sampai ke pelanggan dengan baik. Penentuan semua proses pemasaran yang tepat bisa membantu Anda meningkatkan angka penjualan tanpa perlu menguras biaya yang banyak.

Sumber Daya Manusia (People)

Sumber daya manusia juga terlibat ke dalam seluruh rangkaian proses marketing untuk produk Anda. Teknologi yang mampu mempermudah kegiatan pemasaran Anda juga memiliki orang-orang yang bisa menjalankan proses marketing dengan baik.

Bukti Fisik (Physical Evidence)

Bukti fisik atau physical evidence adalah bukti yang bisa dilihat secara kasat mata. Dari segi perusahaan atau produk itu sendiri, contohnya adalah kantor, logo, website, hingga kemasan, dan isi produk yang Anda tawarkan.

Contoh Marketing Mix Untuk Bisnis

Setelah anda mengetahui elemen 4P dan 7P maka kini saatnya untuk membuat sendiri Marketing Mix untuk bisnis anda. Berikut contoh marketing mix untuk bisnis usaha kecil dan menengah:

  • Tentukan Produk yang Dibutuhkan Banyak Orang

PT X kitchen sudah melakukan riset pasar dan menemukan fakta-fakta di bawah ini.

Apa Masalah Yang Dihadapi Konsumen?

Sedikitnya pilihan produk makanan untuk varian menu Italia dan kue berbahan dasar pastry.

Solusi Yang Bisa Ditawarkan?

PT X kitchen bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan menghadirkan berbagai varian menu Italia dan pastry dengan kualitas terbaik namun harga terjangkau.

Apa Keunikan Dari Produk Tersebut?

Keunikan dari produk makanan dari PT X kitchen adalah menggunakan bahan yang berkualitas tinggi juga bisa disimpan di kulkas beberapa hari.

Baca juga: 9 Strategi Marketing Jitu Yang Terbukti Efektif

  • Menetapkan Harga Produk Atau Price

PT kitchen adalah UMKM yang memproduksi makanan dengan sistem preorder. Biaya keseluruhan atau total fixed cost untuk membuat makanan ini adalah Rp5.000.000. ke depannya akan ada produksi batch 1 yaitu 100 item. untuk biaya pembuatan item sekitar Rp50.000 sampai Rp100.000.

Break even price PT X kitchen adalah (5 juta / 100)+50.000 = 100.000

  • Tentukan Tempat Berjualan atau Place

Tempat berjualan dari PT x kitchen adalah lewat media sosial yaitu Instagram. Konsumen bisa pesan lewat WhatsApp chat.

  • Merancang Strategi Promosi (Promotion)

Target pasar produk ini adalah usia 25 – 40 tahun. Strategi yang dilakukan melalui promosi lewat Instagram yang bekerjasama dengan influencer atau menggunakan Instagram ads.

  • Mengemas Produk dengan Baik (Physical Evidence)

PT X kitchen mengemas produk dengan baik juga mempersiapkan beberapa physical evidence antara lain logo, box, pita, plastik kemasan, dan lain-lain.

  • Merekrut SDM Yang Berkualitas (People)

PT X kitchen memiliki beberapa SDM yang bisa menunjang keberlangsungan bisnis. SDM tersebut meliputi tim produksi, tim marketing, customer service, dan tim Finance.

  • Membuat SOP Perusahaan (Proses)

Agar perencanaan produk bisa sesuai dengan SOP maka penting untuk memastikan produk memiliki kualitas yang sama lewat dibuatnya standar prosedur atau SOP. maka seluruh karyawan harus memahami SOP yang diberikan untuk memberikan pengalaman terbaik bagi konsumen. Setelah Anda merancang strategi marketing mix ini, maka kini Anda bisa langsung menerapkannya di bisnis. Untuk mendukung strategi marketing, maka bisnis membutuhkan modal usaha. Modal usaha tersebut bisa didapat lewat fintech lending berizin OJK seperti Lancar by Danamas yang hadir dengan pinjaman beragunan properti aman hingga Rp 2 miliar. Ajukan pinjaman Anda dan dapatkan penawaran spesial dari Lancar by Danamas untuk modal usaha.

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

Apa itu bangkrut?

Bangkrut  dan Pailit, Apakah Perbedaannya? 

Di dunia bisnis atau usaha, mungkin akan sering terdengar istilah bangkrut dan pailit. Istilah bangkrut dan pailit terutama memiliki pengertian yang berbeda, lho! Lalu apa yang dimaksud dengan bangkrut atau pailit? Apakah yang menjadi perbedaan keduanya? Simak dalam artikel berikut ini! 

Apa Itu Bangkrut? 

Apa itu bangkrut?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah bangkrut didefinisikan sebagai kondisi dari sebuah toko, perusahaan, atau bisnis yang menderita kerugian besar sehingga harus gulung tikar atau jatuh. Bangkrut berarti adanya sebuah kerugian yang menyebabkan perusahaan tersebut terpaksa harus tutup. Kerugian ini bisa diartikan sebagai kondisi dimana arus keuangan dari toko, perusahaan, atau bisnis tersebut berada dalam kondisi yang tidak baik atau tidak sehat. 

Terdapat indikator yang menjadi dasar bahwa suatu perusahaan diputuskan dalam kondisi bangkrut yakni dari segi indikator operasional dan manajerial. Menurut Mahkamah Konstitusi penyebab terjadinya kebangkrutan yakni ditandai dengan terjadinya miss management dan faktor eksternal diluar kewenangan pemilik usaha. 

Secara singkat, Pailit berarti terjadi kemacetan pembayaran. Pailit merupakan keadaan dimana debitur atau orang yang mempunyai utang karena perjanjian atau Undang- Undang pelunasannya dapat ditagih di muka pengadilan memiliki kesulitan untuk membayar hutangnya kepada kreditur.  

Perbedaan Bangkrut dan Pailit

Dilihat dari pengertiannya, perusahaan yang mengalami kondisi bangkrut disebabkan oleh kondisi keuangan yang tidak sehat. Dikatakan tidak sehat karena laba yang diperoleh tidak bisa menutup kerugian yang ada. Sedangkan perusahaan dinyatakan pailit karena perusahaan tersebut tidak bisa membayar hutang- hutangnya. Perusahaan yang memiliki keuangan sehat tetap bisa dinyatakan pailit oleh putusan pengadilan niaga. 

Dalam kondisi bangkrut, perusahaan atau bisnis dapat menjalankan kegiatan operasional perusahaannya dibawah pengawasan pengadilan dan perusahaan pun mendapatkan jaminan perlindungan dari pengadilan hingga kondisi keuangannya lebih baik atau stabil.

Sedangkan ketika perusahaan mengalami pailit, maka perusahaan diwajibkan untuk membayar hutangnya dengan berbagai cara, termasuk dengan membagikan harta kepada para kreditur sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan. 

Perusahaan dapat mengalami pailit, biasanya disebabkan oleh beberapa hal, misalnya seperti

  1. Tidak mampu untuk menangkap kebutuhan konsumen
  2. Terlalu fokus pada pengembangan produk
  3. Tidak melakukan inovasi
  4. Kurang mengamati pergerakan kompetitor
  5. Harga terlalu mahal
  6. Memiliki hutang 

Adapun peristiwa pailit yang pernah terjadi di Indonesia terjadi pada perusahaan Nyonya Meneer, PT Asuransi Jiwa Nusantara, Bali Kuta Residence, PT Peti Kemas Multicon, Akira. Pailit telah diatur melalui sebuah Undang- Undang nomor 37 tahun 2004 mengenai kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang. 

Cara Menghindari Bangkrut 

Apa itu bangkrut?

Untuk menghindari terjadinya bangkrut pada perusahaan atau bisnis Anda, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, seperti:

  1. Melakukan Evaluasi Bisnis

Pada perusahaan yang mengalami kemunduran biasanya bisa dideteksi pada jauh hari. Caranya dengan melihat apakah terdapat kemajuan terhadap bisnis yang dijalankan. Bila tidak ada kemajuan bahkan apabila terjadi kemunduran, maka segera lakukan evaluasi bisnis. Tujuan dari evaluasi bisnis adalah untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh mengenai penyebab yang menjadi permasalahan mengenai mengapa suatu bisnis bisa tidak terdapat kemajuan.  

  1. Mempertimbangkan Ide Karyawan

Setelah melakukan evaluasi dan mencari penyebab mengenai terjadinya kemunduran bisnis, mungkin Anda bisa mempertimbangkan ide- ide dari karyawan sekalipun untuk memberikan solusi dan mengembangkan perusahaan. Solusi yang bisa dilakukan berupa strategi atau bahkan inovasi terhadap produk yang dijalankan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara brainstorming atau mengadakan rapat gabungan atau rapat antar divisi. 

  1. Meminta Pendapat dari Para Profesional

Selain ide dari karyawan, tentu saja Anda bisa meminta pendapat dari para profesional yang ahli dibidangnya. Anda bisa meminta saran ataupun pendapat dari profesional yang bisa memberikan solusi serta sebuah perspektif yang baru. Tidak menutup kemungkinan juga para profesional ini mungkin saja akan menawarkan bantuan sebagai investor atau pendanaan (berbentuk finansial) yang dapat membantu menyelamatkan kondisi perusahaan atau bisnis. 

  1. Meningkatkan Pelayanan terhadap Pelanggan 

Mungkin salah satu penyebab perusahaan mengalami kemunduran, karena kurangnya pelayanan terhadap pelanggan. Penting sekali untuk mengetahui target pasar yang dituju. Pelanggan adalah faktor yang penting, karena dengan adanya pelanggan maka produk atau jasa kita akan memiliki konsumen. Meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan bisa dilakukan dengan survey, misalnya melalui feedback terkait produk atau jasa Anda. dengan adanya survey atau masukan dari pelanggan maka bisa menggerakan bisnis Anda ke arah yang lebih baik serta memungkinkan untuk memunculkan ide baru. 

  1. Meningkatkan Efisiensi Perusahaan

Langkah selanjutnya yakni melakukan efisiensi dari berbagai sektor. Efisiensi yang dilakukan bisa dalam bentuk penghematan atau pengeluaran rutin yang dilakukan. Misalnya pengurangan biaya operasional yang tidak memberikan dampak pada kelangsungan bisnis.  

Penyebab Bisnis Bangkrut

Ada beberapa faktor yang menyebabkan sebuah bisnis bisa berujung pada kebangkrutan, seperti misalnya:

  • Tidak cermat dalam mengelola keuangan perusahaan. Misalnya terlalu sering melakukan promosi sehingga biaya menjadi membengkak.
  • Tidak peka pada pergerakan pasar. Sebuah bisnis tentunya harus mengetahui apa yang menjadi minat pasar atau konsumennya agar tidak ditinggalkan dan tetap melakukan peningkatan kualitas agar dapat bersaing dengan kompetitornya.
  • Terlambat dalam mengejar inovasi dan perkembangan teknologi. Seperti yang Anda ketahui bahwa teknologi digital sekarang ini bisa menjadi salah satu bentuk untuk memperkenalkan produk Anda. Maka dari itu coba mulai melakukan inovasi serta menggunakan media sosial untuk mempromosikan produk atau jasa Anda. 
  • Adanya musibah atau bencana alam. Adanya musibah atau bencana alam dapat menimbulkan kerugian dan juga menyebabkan kebangkrutan. Dalam situasi seperti ini, diharapkan untuk bisa mencari jalan keluar, atau mengajukan permohonan kepada bank atau platform keuangan (Pinjaman Online) yang menawarkan pinjaman modal usaha. Terdapat banyak platform pinjaman online untuk mengembangkan bisnis. Seperti salah satunya adalah Danamas. Platform pinjaman online Legal dengan beragunan properti yang bisa Anda ajukan mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 2 Miliar.  Sambil mengajukan pinjaman, Anda bisa sembari mencari cara untuk bertahan dan bangkit kembali. 

Syarat Dapat Pinjaman Modal Dari Pemerintah

Pembiayaan modal pemerintah merupakan program tahap lanjutan dari program bantuan sosial yang menjadi kemandirian untuk menyasar usaha mikro yang berada di lapisan bawah. Di tengah persaingan bisnis di  berbagai macam sektor, Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) harus mampu untuk mempertahankan usaha dan meningkatkan kapasitasnya. Berikut ini adalah jenis modal usaha atau pinjaman modal yang disediakan oleh pemerintah untuk memajukan UMKM. Simak dalam artikel berikut ini. 

Jenis Modal Usaha

Untuk membantu mengembangkan usaha para pelaku UMKM, maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung perekonomian dan juga meningkatkan kinerja UMKM, yakni dengan mengajukan kredit dari Pemerintah (KUR) yang mulai diterapkan sejak tahun 2007.

Program ini ditujukan bagi Anda yang memerlukan bantuan permodalan. Penyalurannya bekerjasama dengan berbagai bank, diantaranya adalah Mandiri, BNI, BRI, BTPN, dan sebagainya. Untuk mendapatkan modal jenis KUR atau pengajuan kredit dari Pemerintah, Anda wajib memiliki usaha yang belum berjalan, namun dapat mengakses perbankan. Pada pinjaman KUR tidak menuntut pengembalian secepatnya, karena dalam beberapa kondisi ini diberlakukan bagi bantuan wanita rawan sosial, dan bantuan wirausahawan muda. Bantuan untuk wanita rawan sosial adalah bantuan yang ditujukan bagi ibu-ibu yang ingin membuat UMKM. 

Pinjaman modal usaha dari pemerintah

Selain KUR, ada pinjaman modal lain yakni Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Program ini merupakan sebuah program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mandiri Jika melalui KUR pengajuannya melalui bank pemerintah dengan limit pinjaman hingga Rp 500 juta dan syarat bisnis yang dilakukan tidak dijadikan sebagai jaminan pada bank, sementara PKBL adalah bentuk implementasi CSR atau Corporate Social Responsibility dari Badan Usaha Milik Negara. Pada dasarnya PKBL lebih banyak memberi pinjaman mikro kepada pengusaha kecil yang potensial seperti misalnya, pemberian dana pinjaman pada komunitas pengrajin, dan lain sebagainya. 

Selain bantuan kredit, pemerintah juga memiliki program bukan kredit yakni PNPM Mandiri. PNPM mandiri dianggap sebagai program untuk menanggulangi kemiskinan terutama yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Program ini memberikan adanya pelayanan pada masyarakat melalui sebuah program, kebijakan, dan penganggaran yang berpihak pada masyarakat. Selain modal dalam bentuk dana, pemerintah juga memberikan bantuan modal berbentuk alat kerja misalnya seperti mesin, tenda kaki lima, kulkas dan lain sebagainya yang diperuntukan bagi UMKM baru misalnya  seperti contohnya ialah UMi, UMi adalah pembiayaan ultra mikro yang memberikan pemerintah sebagai pinjaman modal usaha. UMi memiliki tujuan yakni pinjaman modal yang ditujukan pada mereka yang membutuhkan pinjaman Rp 10 juta. 

Syarat Pinjaman Modal Usaha dari Pemerintah Gratis

Untuk Anda yang tertarik dengan pinjaman modal dan, ingin mengajukan pinjaman modal UMi, berikut ini adalah beberapa ketentuan yang dapat Anda ikuti yakni: 

  • Usaha Anda tidak sedang dibiayai oleh lembaga keuangan maupun koperasi.
  • Memiliki Izin usaha atau surat keterangan usaha
  • Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan melalui Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Baca Juga: Bukti Perkembangan Fintech Bantu UMKM Makin Maju

Perbedaan UMi dan KUR

Pinjaman modal usaha dari pemerintah

Berikut ini adalah perbedaan antara KUR dan UMi yakni berdasarkan lembaga penyalur, plafon, penerima, tenor pinjaman, agunan, pendampingan dan pelatihan, konsep dukungan pemerintah, prosedur pinjaman. Berikut adalah perbedaannya.

  • Lembaga penyalur:  UMi disalurkan lembaga keuangan bukan Bank (LKBB), sedangkan KUR disalurkan perbankan atau melalui lembaga keuangan.
  • Besaran pinjaman atau plafon kredit: UMi maksimal Rp 10 Juta, sedangkan KUR Rp 25 juta untuk mikro dan Rp 500 juta untuk ritel.
  • Penerima pinjaman: UMi menawarkan pelaku usaha ultra mikro,  sedangkan KUR membidik pelaku usaha kecil dan menengah. .
  • Tenor pinjaman: UMi menawarkan jangka waktu pinjaman hingga 52 minggu, sementara KUR memberikan jangka waktu lebih dari satu tahun. 
  • Agunan atau jaminan: UMi tidak meminta syarat jaminan ataupun agunan untuk pembiayaan kelompok, sedangkan KUR  mensyaratkan adanya agunan atau pinjaman. 
  • Pendampingan dan pelatihan: UMi mewajibkan adanya pelatihan ataupun pendampingan, sedangkan pada KUR tidak mewajibkan adanya pendampingan maupun pelatihan. 
  • Dukungan Pemerintah: Pada UMi dapat kucuran dana melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang diberikan ke LKBB dengan kisaran bunga 2% hingga 4%, sedangkan KUR mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah. 
  • Prosedur Pinjaman: UMi menggunakan mekanisme LKBB, sedangkan pada KUR menggunakan mekanisme perbankan. 

Bagi Anda yang ingin mendapatkan pinjaman modal usaha, Fintech Peer to Peer Lending (P2P)  Lancar by Danamas dapat memberikan pinjaman modal beragunan properti mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 2 Miliar. Pinjaman ini dapat Anda dapatkan dengan aman karena telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan melalui proses yang mudah dan cepat. Anda juga dapat mengetahui besaran pinjaman atau nilai properti yang Anda miliki melalui fitur perhitungan

ekuitas

Pengertian Ekuitas, Jenis, Unsur & Pentingnya bagi Perusahaan

Dunia keuangan, akuntansi dan bisnis pasti familiar dengan istilah ekuitas. Istilah ekuitas umumnya terdengar pada masalah hak dan kepemilikan. Beberapa orang sering menyamakan istilah ekuitas dengan modal, namun apakah kedua hal tersebut memang sama atau berbeda.

Ekuitas sering dijadikan sebagai sebuah penentu, apakah perusahaan memiliki kondisi yang sehat atau tidak.  Selain itu ekuitas juga sering dijadikan sebuah peranan yang cukup penting dalam melihat seberapa besar aset yang perusahaan memiliki dan seberapa banyak kewajiban yang harus ditunaikan.

Apa Itu Ekuitas

Ekuitas memiliki arti kekayaan bersih dari sebuah perusahaan. Definisi lebih lanjutnya tentang ekuitas adalah hak dari seorang pemilik perusahaan atas aset perusahaan setelah semua kewajiban dalam neraca terbayarkan. Ekuitas adalah hak dari pemilik perusahaan terhadap aset tersebut setelah dikurangi liabilitas. Liabilitas adalah jumlah uang yang akan dikembalikan ke pemegang saham, maka selanjutnya ekuitas juga bisa disebut sebagai modal atau kekayaan dari bisnis. 

Unsur-Unsur Ekuitas

  • Modal Yang Di Setor

Modal yang disetor adalah sejumlah uang yang disetorkan atau ditanamkan oleh pemilik perusahaan pada pemegang saham ke perusahaan tersebut.  Hal tersebut dibagi menjadi dua yaitu:

  •  Modal Saham Atau Jumlah Nilai Saham Yang Ada

Agio atau disagio saham yaitu selisih nilai setoran dari pemegang saham dengan jumlah nilai saham. Agio adalah jika selisihnya bernilai positif sedangkan disagio adalah selisih nilai yang bernilai negatif.

  •  Keuntungan Yang Tidak Dibagi

Keuntungan yang tidak dibagi disebut dengan keuntungan yang ditahan adalah hasil dari keuntungan bersih operasional perusahaan yang hasilnya tidak diambil oleh pemilik atau pemegang saham. 

  • Model Dari Penilaian Kembali

Jika saat perusahaan melakukan hitung ulang, maka akan ada penyesuaian nilai aset yang bisa terjadi selisih yang bisa mengubah neraca perusahaan. Maka inilah yang nantinya akan menjadi modal dari penilaian kembali.

  •  Modal Dari Hibah

Semua bentuk penambahan nilai aset setelah liabilitas maka akan menjadi nilai ekuitas. Dalam hal ini juga termasuk jika perusahaan mendapatkan modal hibah atau sumbangan. Modal hibah adalah penanaman modal yang terjadi saat perusahaan mengalami penambahan aset tanpa melakukan pengeluaran.

  • Model Lainnya 

Modal lainnya dalam ekuitas bisa berupa cadangan dana yang didapat oleh perusahaan. Tersebut bisa dipakai untuk melakukan ekspansi dan persiapan pelunasan obligasi cadangan penurunan harga dan lain-lain.

Jenis Ekuitas

  • Ekuitas Pemegang Saham

Ekuitas pemegang saham adalah sebuah nilai semua total aset yang akan kembali ke pemegang saham jika aset tersebut terlikuidasi perusahaan sudah dibayarkan.

  • Ekuitas Pemilik Perusahaan

Ekuitas perusahaan definisi yang serupa dengan ekuitas pemegang saham namun hal yang membedakan adalah keuntungan dari ekuitas pemilik saham nantinya akan mengambil semua bidang usaha termasuk yang tidak ada pada Bursa Efek.

  •  Pembiayaan Ekuitas

Ekuitas bisa terjadi saat sebuah perusahaan berhasil atau memiliki prospek yang cukup menjanjikan namun tidak mendatangkan profit. Saat hal ini terjadi maka salah satu langkah untuk mencari modalnya adalah dengan melakukan pembiayaan ekuitas. Cara pembelian ekuitas antara lain menjual saham yang sudah ada di perusahaan ke investor lain hasil dari penjualan tersebut bisa untuk mengembangkan usaha nantinya.

  •  Ekuitas Rumah

Ekuitas rumah juga disebut dengan nilai rumah. Ekuitas rumah adalah sebuah cara menilai rumah setelah mengurangi total nilai hipoteknya. Ekuitas ini penting bagi mereka yang ingin beli atau jual rumah. 

  • Ekuitas Merek

Ekuitas merek adalah nilai sebuah merek yang mengacu pada sebuah perusahaan. Jenis ekuitas ini juga mengacu pada emosi dan tanggapan yang ada pada orang saat melihat dan mendengar nama brand. Ekuitas merek ini berkaitan dengan brand awareness. 

Tujuan Ekuitas

Ekuitas bertujuan untuk mengetahui bagian dari hak pemilik yang ada pada perusahaan. Bagian dari hak ini akan menjadi hal yang wajib untuk dilaporkan. Nilai ekuitas ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang sumber dana dari perusahaan. 

Pentingnya Ekuitas bagi Perusahaan

Nilai ekuitas akan mencerminkan nilai sebuah perusahaan. Nilai ini bisa jadi faktor yang menentukan harga saham dari perusahaan itu. Pemahaman akan ekuitas perusahaan ini sangatlah penting bagi pebisnis. Dengan memahami berapa nilai ekuitas, aset atau kepemilikan yang mereka punya, maka mereka juga akan mengetahui berapa nilai tersebut. 

Ekuitas Harus Dilaporkan

Ekuitas sangat penting sehingga perlu dilaporkan. Nilai ini nantinya akan tercantum pada laporan awal perusahaan. Fungsi dari pelaporan nilai ekuitas adalah untuk menginformasikan kepada pihak yang berkepentingan tentang efisiensi dan kepengurusan dari perusahaan.

Ekuitas perlu dilaporkan karena untuk memberikan informasi yang jelas tentang history dan prospeknya di masa yang akan datang dari investasi yang diberikan pemilik atau pemegang saham.

Pelaporan Ekuitas

  • Pelaporan Ekuitas Saham

Saham bisa dianggap sebagai penambah modal, tapi juga bisa hanya sebagai barang yang diperjual belikan. Maka, pemegang saham akan mendapatkan keuntungan dari selisih nilai yang mereka dagangkan. Calon investor bisa membeli beberapa lembar saham yang mereka butuhkan, dan pelaporan pada jurnalnya adalah,

kas = saham

Jika harga meningkat, maka kas yang masuk ke perusahaan pun akan bertambah, maka pelaporan jurnalnya adalah,

kas = saham + agio saham.

Harga nominal saham bisa lebih rendah dari nilai saham. Kondisi ini terjadi saat investor menilai perusahaan itu memiliki prospek yang kurang baik. Maka orang yang mau membeli saham tersebut pun akan sepi. Sepinya peminat otomatis akan menurunkan nominal saham itu. Jika hal ini terjadi, maka nanti akan muncul selisih antara harga saham. 

Lalu, akan muncul (Kas = Disagio Saham + Saham) pada jurnal.

  • Laporan Ekuitas Laba ditahan

Laba yang ditahan bisa mempengaruhi ekuitas. Laba ditahan adalah laba yang dihasilkan perusahaan tapi hasilnya tidak dibagikan kepada pemilik modal. Tujuan dari laba ditahan adalah untuk memperbesar modal perusahaan dan menutupi beberapa kewajiban yang dimilikinya. Keuntungan terjadi saat pendapatan lebih besar daripada nilai beban produksi maka pada jurnal pelaporannya tertera seperti berikut:

Pendapatan = beban produksi ditambah laba

Jika laba tersebut akan menjadi laba yang ditahan maka akun laba pun harus dibuat menjadi 0 dan pindahkan ke akun laba ditahan, maka pada jurnal laporan akan tertera seperti berikut ini:

Laba = laba ditahan

  • Laporan Ekuitas Laba Yang Dibagikan

Laba yang dibagikan dikenal dengan istilah dividen. Dividen adalah pembagian keuntungan kepada pemegang saham berdasarkan pada banyaknya saham yang dimiliki. Nantinya pembagian ini akan mengurangi keuntungan yang ditahan dan juga nilai kas yang tersedia dari perusahaan tersebut. Pembagian dividen bisa berupa uang maupun surat berharga. Jika dibagikan dalam bentuk uang maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Tanggal pengumuman dimana tanggal saat manajemen mengumumkan akan membagikan dividen dalam bentuk kas.
  • Tanggal ex dividen adalah tanggal penghentian penjualan saham di Bursa untuk sementara waktu
  • Waktu pencatatan adalah tanggal dimana manajemen menunjukkan memo kepada pemegang saham sehingga mereka bisa tahu mereka akan mendapatkan berapa dan kapan
  • Tanggal pembayaran adalah merupakan tanggal dimana dividen bisa terbayarkan secara tunai kepada pemegang saham. 

Dengan mengetahui tentang ekuitas bagi perusahaan, maka Anda pun memahami bahwa ekuitas memiliki peranan penting dalam perusahaan. Saat bisnis Anda semakin besar, maka ekuitas pun sebaiknya dilaporkan sehingga Anda bisa mengetahui laba yang Anda miliki. 

Untuk bisa mengembangkan bisnis, maka Anda membutuhkan modal usaha yang banyak. Namun, tahukah Anda dimana mendapatkan modal usaha yang aman dan berizin OJK? Jawabannya adalah pada Lancar by Danamas. Fintech lending berizin dan diawasi oleh OJK berada pada Sinar Mas Group sehingga Anda tak perlu ragu dengan kredibilitasnya. Lancar by Danamas bisa menjadi solusi pengembangan bisnis Anda dengan pinjaman agunan properti sebesar Rp 50 juta – Rp 2 miliar. Miliki kemudahan pinjaman modal usaha dari Lancar by Danamas sekarang juga!