strategi operasi

Siapapun yang memiliki bisnis pasti ingin mendapatkan keuntungan minimal kini dan masa yang akan datang. Salah satu caranya agar Anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar adalah dengan membuat rencana operasional. Rencana operasional bisa membantu anda untuk menguraikan tujuan dan langkah-langkah kedepannya. Rencana operasional juga Anda bisa mendapatkan peluang bisnis yang bisa menentukan  dan menyelesaikan tugas serta tanggung jawab karyawan untuk Membantu memenuhi kebutuhan tujuan tersebut.

Apa Itu Rencana Operasional?

contoh rencana operasional bisnis plan

Rencana operasional merupakan rencana yang berorientasi pada detail serta spesifik dan mampu mendefinisikan Bagaimana sebuah tim berkontribusi untuk mencapai tujuan perusahaan. Melalui rencana operasional Anda bisa menguraikan tugas dan tanggung jawab setiap harinya oleh karyawan dan manajer. Selain itu hal ini juga membantu tim Anda untuk memahami dengan cermat dan tepat apa saja yang perlu dilakukan setiap harinya dan berapa lama, Sehingga anda Bisa mencapai tujuan dengan lebih terarah.

Sebuah rencana operasional perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti berikut ini:

  • Apa strategi atau tugas yang perlu diselesaikan?
  • Siapakah individu yang bertanggung jawab atas tugas dan strategi tersebut? 
  • Kapan setiap tugas dan strategi perlu diselesaikan.
  • Mengapa rencana operasional itu penting?

Rencana operasional sangat penting untuk melihat pengaruh operasional Anda pada pekerjaan bisnis secara real-time anda perlu tahu kapan waktu yang tepat untuk menjalankan strategi utama anda.

Dengan adanya rencana operasional juga bisa membantu anda untuk mengidentifikasikan area yang tidak menghasilkan pendapatan yang cukup sehingga bisa saja menyebabkan kerugian. Untuk itu dengan adanya rencana operasional maka anda nantinya bisa merumuskan sebuah perubahan yang mungkin saja diperlukan. Rencana operasional bisnis bisa memainkan peranan penting dalam sebuah pemangku kepentingan utama seperti manajemen atau anggota dewan. 

Maka, dengan rencana operasional maka setiap orang perlu diselaraskan dengan misi dan visi perusahaan risiko tujuan hingga kebutuhan perekrutan. Tak hanya itu, produksi keuangan dan Key Performance Indicator juga sangat dibutuhkan. Dengan adanya rencana operasional, Anda dan apartemen bisa lebih fokus pada kontribusi setiap staf dalam menyatukan semua anggotanya.

Ada dua kegiatan dalam sebuah perencanaan dalam menjalankan bisnis yaitu strategi planning dan operational plan.

Strategic plan umumnya dikerjakan oleh pihak manajemen level atas dan membahas berbagai hal yang berkaitan Dengan perusahaan dalam jangka waktu yang panjang seperti misi untuk meningkatkan keuntungan perusahaan.

Sedangkan operasional plan biasanya dikerjakan oleh pihak manajemen level rendah yang bertujuan untuk mendukung strategi plan berhasil dalam jangka waktu yang lebih singkat.

Perbedaan Strategi Planning Dan Operational Plan

Strategic PlanOperational Plan
Strategi plan membahas berbagai proses manajemen dalam perusahaan secara umumOperational plan membahas secara detail rancangan dari strategic plan
Perencanaan yang dibuat berlangsung untuk jangka yang panjangPerencanaan yang dibuat berlangsung untuk jangka pendek
Strategic planning statis Operational plan bersifat dinamis dan bisa berubah tiap tahunnya
Strategi plan dijalankan oleh berbagai pemegang kepentingan pada sebuah organisasiOperational plan hanya orang yang berbeda dalam sebuah divisi Pada sebuah perusahaan yang bertanggung jawab atas keberlangsungan operational plan
Strategic plan dibuat oleh pihak manajemen tingkat atas dan didukung oleh operasional dari pihak manajemen tingkat bawahDibuat dan dijalankan oleh pihak manajemen tingkat bawah dan umumnya satu divisi untuk mendukung strategic plan dari manajemen tingkat atas

Isi dari Rencana operasional bisnis plan sebagai berikut ini:

  • Kegiatan yang ingin disampaikan
  • Tujuan yang jelas
  • Standar kualitas
  • Hasil yang diinginkan
  • Persyaratan kepegawaian dan sumber daya
  • Proses untuk memantau kemajuan
  • Jadwal pelaksanaan

Manfaat Rencana Operasional Bisnis Plan

  • Menjelaskan dari mana sumber daya tersebut dibutuhkan
  • Bagaimana cara menggunakan sumber daya secara efisien
  • Mendefinisi secara jelas  tentang persyaratan sumber daya yang paling penting
  • Mengurangi risiko jika memungkinkan dan menyiapkan rencana selanjutnya
  • Memikirkan masa depan proyek atau bisnis

Langkah-Langkah Membuat Rencana Operasional Bisnis Plan

contoh rencana operasional bisnis plan

Ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan membuat rencana operasional bisnis plan. Rencana operasional perlu membahas beberapa hal yang mencakup pertanyaan berikut ini:

  • Who

Untuk bisa membuat contoh rencana operasional bisnis plan maka anda perlu mengetahui kepada siapa rencana tersebut ditujukan. Pihak yang ditunjuk dalam hal ini bertanggung jawab atas selesainya sebuah proses dalam pengoperasian rencana bisnis.

  • How much

Berapa banyak sumber daya yang ingin dikeluarkan. Hal ini dikarenakan setiap prosesnya memerlukan sumber daya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Poin ini dipakai untuk menghindari sebuah proses dalam penggunaan sumber daya yang terlalu banyak yang bisa mengakibatkan kerugian sebuah perusahaan. 

  • When

Komponen ini menentukan batasan waktu seputar pelaksanaan dari proses pada operational Plan. Tujuan dari batas waktu ini adalah untuk menentukan target bagi pelaku proses sehingga bisa selesai tepat waktu dan bermanfaat bagi proses lainnya.

  • What

Unsur dari rencana operasional bisnis plan ini bisa menentukan indikator apa sehingga sebuah proses dalam operasional plan dikatakan berhasil dan mencapai tujuan yang diharapkan. 

Komponen Utama Dari Rencana Operasional

Komponen utama dari rencana operasional yang lengkap meliputi beberapa hal seperti berikut ini:

  • Modal usaha dan keterampilan: Kedua aspek ini dibutuhkan untuk bisa melaksanakan proyek dan sumber daya yang potensial.
  • Persyaratan keuangan: Pendanaan yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek dan sumber dana saat ini juga potensi dari dana tersebut.
  • Resiko: Resiko apa yang Akan datang dan bagaimana cara mereka mengatasi hal tersebut.
  • Perkiraan umur proyek dan strategi berkelanjutan: Jangka waktu proyek, kapan dan bagaimana akan keluar di proyek serta bagaimana akan menjamin keberlanjutan pencapaian proyek.

Dengan memiliki rencana operasional yang matang maka Anda pun bisa memiliki bisnis yang mampu berkembang pesat. Untuk itu, penting sekali Anda mengetahui cara dan contoh rencana operasional bisnis yang bisa diaplikasikan pada bisnis plan Anda. 

Baca juga: Pentingnya Strategi Content Marketing untuk Bisnis

Untuk mendukung rencana bisnis yang membutuhkan budget, maka salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mendapatkan pendanaan usaha dari Lancar by Danamas. Fintech lending berizin dan diawasi oleh OJK ini hadir dengan solusi pendanaan bisnis ukm dengan nominal besar yaitu hingga Rp 2 miliar. Kemudahan mendapatkan pendanaan bisnis ini bisa Anda rasakan lewat pengajuan pinjaman beragunan properti di aplikasi Lancar by Danamas.

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

pengertian industri

Pengertian Industri, Jenis Industri & Tujuan Pembangunan Industri

Dalam dunia bisnis tentu berkaitan erat dengan industri dalam produksi barang. Industri dalam sebuah bisnis perlu dipahami agar bisnis anda bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang ingin anda kembangkan. Ada berbagai pemahaman tentang industri dan seluk-beluknya yang perlu Anda ketahui seperti berikut ini.

Menurut KBBI, industri adalah sebuah kegiatan dalam memproses dan mengolah sebuah barang serta menggunakan sarana dan peralatan seperti mesin. Pengertian industri secara umum adalah sebuah proses dalam kegiatan perekonomian yang bisa mengubah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. 

Tujuan pengembangan  industri  ini adalah agar sebuah benda memiliki nilai lebih serta memiliki nilai kegunaan dan nilai jual. Nilai lebih dalam sebuah produk inilah yang nantinya bisa menjadi sumber keuntungan bagi para pebisnis atau produsen. Di Indonesia sendiri ada undang-undang yang mengatur pengertian industri ini yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 yang mendefinisikan industri sebagai kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku bahan mentah bahan setengah jadi atau bahan barang yang bisa diubah menjadi sebuah produk dengan nilai yang tinggi serta mendapatkan keuntungan.

Jenis-Jenis Industri

  • Industri Ekstraktif

Industri ini tergolong dalam sebuah perusahaan yang memanfaatkan bahan baku dari lingkungan secara langsung. Contoh industri ekstraktif adalah industri pertanian, industri  peternakan, serta industri peternakan.

  •  Industri Non Ekstraktif

Industri non ekstraktif adalah industri yang memanfaatkan bahan baku berasal dari alam. Contoh dari industri non ekstraktif adalah pemintalan kapas dan industri kayu lapis.

  • Industri Fasilitatif

Industri fasilitatif adalah kegiatan industri yang dasarnya menjual layanan dan diberikan untuk kebutuhan orang banyak. Contoh industri fasilitatif adalah industri perbankan.

Jenis Industri Modal

  • Industri Nasional

Pengertian industri nasional adalah industri yang memiliki penanaman modal bersumber dari dalam negeri serta tidak ada sedikitpun investor asing. Contoh Industri nasional adalah industri mesin barata.

  •  Industri Swasta Nasional

Pengertian industri swasta nasional adalah industri yang semua modalnya berasal dari pengusaha dalam negeri. Contoh industri swasta nasional adalah Unilever.

  •  Industri Asing

Industri asing merupakan industri yang semua modalnya berasal dari pengusaha asing namun dalam pelaksanaannya tetap berdasarkan aturan pemerintah yang berlaku di wilayah tersebut. Contoh industri asing adalah coca-cola.

  •  Industri Bersama

Industri bersama memiliki modal yang berasal dari pengusaha dalam negeri atau pemerintah dengan modal dari pengusaha asing dan pemerintah asing. contoh industri bersama adalah kodak Toyota.

Jenis Industri Berdasarkan Daya Tampung Tenaga Kerja

  •  Industri Padat Karya

Pengertian industri padat karya adalah sebuah kegiatan yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang banyak. Contoh industri padat karya adalah makanan beku, industri jamu, dan industri mebel.

  • Industri Padat Modal

Industri padat modal adalah sebuah industri yang memiliki kinerja lebih banyak menggunakan modal modal seperti mesin atau uang. Contoh industri padat modal adalah industri besi baja.

Jenis Industri Berdasarkan Produktivitas Perorangan

  • Industri Primer

Pengertian industri primer adalah sebuah industri yang menghasilkan barang tanpa diikuti dengan pengolahan lanjutan. Contoh Industri anyaman dan industri penggilingan ikan.

  • Industri Sekunder

Industri sekunder adalah sebuah industri yang menghasilkan barang yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut. Jenis contoh sekunder adalah industri pemintalan dan industri alat elektronik.

  • Industri Tersier

Industri tersier umumnya bergerak dalam bidang jasa. contoh industri tersier adalah industri pariwisata, industri biro perjalanan, dan industri Hotel atau penginapan.

Jenis Industri Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja 

  • Industri Besar

Pengertian industri besar adalah industri yang memiliki tenaga kerja dengan mempekerjakan orang lebih dari 100 orang. Contoh industri besar antara lain semen dan lebur besi.

  • Industri Sedang

Industri yang memiliki tenaga kerja atau mempekerjakan antara 20 sampai 99 orang. Contoh industri sedang adalah industri sepatu dan sandal.

  • Industri Kecil

Pengertian dari industri kecil adalah industri yang mempekerjakan antara 5 sampai 19 orang. Contoh industri kecil adalah industri kerajinan tangan.

  • Industri Rumah Tangga

Pengertian industri rumah tangga dikategorikan sebagai industri yang mempekerjakan pekerja antara 1-4 orang. Contoh Industri rumah tangga adalah industri makanan ringan.

Pengertian Pembangunan Industri

Pengertian pembangunan industri adalah salah satu unsur dari pembangunan perekonomian sebuah negara yang menerapkan berbagai prinsip pembangunan industri yang berkelanjutan. Pembangunan industri ini didasari berdasarkan aspek pembangunan ekonomi lingkungan hidup dan juga sosial. Dalam Undang-Undang Perindustrian Pasal 2 menjelaskan tentang landasan serta tujuan pembangunan industri. Pembangunan industri dilakukan atas dasar kepercayaan dan kemampuan serta kekuatan diri sendiri manfaat dan kelestarian sebuah lingkungan hidup.

Tujuan Pembangunan Industri

  • Pembangunan industri bertujuan untuk menjadikan rakyat lebih sejahtera dan makmur. Pemanfaatan sumber daya alam dan hasil budidaya untuk berbagai kegiatan industri dengan memperhatikan keseimbangan serta kelestarian lingkungan hidup juga harus memberikan hasil yang merata serta adil bagi Kesejahteraan Rakyat.
  • Pembangunan industri juga bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Maka perlu adanya perubahan struktur perekonomian menuju kearah yang lebih maju sehat dan juga baik serta seimbang. Semua itu dilakukan sebagai bentuk usaha untuk mewujudkan dasar yang kuat dan luas bagi perekonomian ekonomi pada umumnya serta memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan industri pada khususnya.
  • Pertumbuhan ekonomi meningkatkan peran serta dalam industri, seperti contoh industri kecil atau industri rumah tangga yang didalamnya melibatkan peran masyarakat sekitar dari golongan terbawah. 
  • Tujuan dari pembangunan industri juga bisa meratakan kesempatan pekerjaan, maka secara otomatis peluang kerja juga akan terbuka lebar di tengah masyarakat.
  • Tujuan lainnya adalah untuk pengembangan pusat pertumbuhan industri. 
  • Pembangunan Industri ini juga mampu meningkatkan penerimaan devisa sebagai bentuk industri yang sudah ada maka diharapkan bisa mendatangkan devisa besar bagi perekonomian sebuah negara.
  • Pembangunan industri ini juga bisa menciptakan stabilitas nasional dan pertahanan yang kokoh dengan industri yang sudah meningkat serta kesejahteraan masyarakatnya yang sudah meningkat juga Maka dari itu akan mudah memperkuat sektor pertahanan dan keamanan. 

Baca juga: Mau Mulai Bisnis Kos- Kosan? Ini 5 Caranya agar Dilirik Konsumen

Bagi Anda yang ingin menjadi pengusaha, maka memiliki bisnis juga bisa ikut berpartisipasi dalam pembangunan industri yang mendukung perekonomian sebuah negara. Jika belum memiliki modal yang cukup, ajukan pinjaman modal usaha beragunan properti di Danamas. Anda bisa dapatkan pinjaman modal usaha hingga Rp 2 miliar. Simulasikan pinjaman Anda sekarang disini!

usaha ekstraktif adalah

Usaha Ekstraktif: Pengertian, Jenis, dan Cirinya

Indonesia terkenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah. Dengan kekayaan alam yang melimpah tersebut mengantarkan negara ini pada bidang usaha ekstraktif. Lantas, apa yang dimaksud dengan usaha ekstraktif? Simak dalam artikel berikut ini. 

Apa Itu Usaha Ekstraktif? 

Usaha ekstraktif merupakan kegiatan bisnis yang bergerak pada bidang pengelolaan sumber daya alam. Usaha ini melalui proses yang panjang mulai dari pengambilan bahan baku yang alami hingga proses pembuatan produk di pabrik. Usaha ini dilakukan di daerah yang kaya akan sumber daya alam. Usaha ini memerlukan pengawasan dan penerapan kebijakan dalam pelaksanaannya sehingga tenaga ahli sangat penting untuk keberlangsungan pengelolaan suatu produk dan memastikan agar produk tersebut memiliki kualitas yang baik. 

Ciri Usaha Ekstraktif 

Adapun ciri- ciri dari usaha ekstraktif adalah:

  1. Mencari peruntungan dari hasil Alam

Usaha ekstraktif memanfaatkan kekayaan alam dan proses pengelolaan barang dari suatu kegiatan usaha sesuai dengan prinsip ekonomi yaitu untuk menguntungkan semua pihak. 

  1. Bahannya Langsung Diambil dari Alam

Selain mengambil keuntungan, usaha ini memiliki cirinya, yaitu diamana usaha ini mengambil bahan yang langsung dari alam. 

Fungsi Usaha Ekstraktif 

Berkaitan dengan pengertian dari usaha ekstraktif, dapat diketahui bahwa fungsi usaha ini adalah sebagai berikut:

  • Bentuk pengganti produk alam lain di pasar
  • Memanfaatkan sumber daya alam
  • Sebagai sumber keuntungan
  • Menyediakan lapangan pekerjaan 

Jenis Usaha Ekstraktif 

  1. Di Bidang Perikanan

Indonesia merupakan negara kepulauan sehingga banyak laut. Usaha di sektor perikanan umumnya meliputi penangkapan ikan, pengalengan ikan, serta pendistribusian ke daerah atau wilayah lainnya.

  1. Di Bidang Tambang

Di bidang tambang, usaha ekstraktif di bidang ini meliputi pengkajian, pengelolaan, dan juga pengelolaan hingga produk terakhir misalnya seperti minyak bumi, tembaga, timah, serta gas. 

  1. Di Bidang Agraris

Indonesia merupakan negara agraris, dimana pertanian sangat penting sehingga dapat menghasilkan keuntungan. Adapun tahapan dari usaha ekstraktif di bidang ini adalah penanaman, perawatan, panen, serta pemasaran produk yang telah diolah. Misalnya adalah gandum, beras, dan tempe.

  1. Di Bidang Pertenakan

Di bidang peternakan, prosesnya berjalan dari perkembangbiakan, pemeliharaan, serta budidaya ternak. Misalnya adalah daging, susu, dan produk- produk yang berasal dari kulit hewan. 

Contoh Usaha Ekstraktif

Dalam skala besar, proses ekstraksi barang biasanya bermula dari pengolahan barang mentah hingga menjadi barang yang siap untuk dipakai atau dikonsumsi. Kegiatan usaha ekstraktif bisa dilakukan baik dalam skala besar maupun individual atau perorangan. Contoh usaha ekstraktif perorangan adalah

  • Pengelolaan padi oleh petani
  • Pengelolaan sapi oleh peternak sapi
  • Penangkapan ikan oleh para nelayan 

Baca juga: Tingkatkan Contoh Keterampilan untuk Para Pebisnis Makin Sukses

Anda memiliki usaha di bidang UMKM dan ingin melakukan ekspansi namun terkendala modal? Danamas Pinjaman Bisnis merupakan platform pinjaman online beragunan properti yang dapat membantu Anda mendapatkan modal usaha dengan limit pinjaman hingga miliaran rupiah. Proses pengajuannya cepat dan mudah. Hanya dengan sertifikat properti Anda dapat mendapatkan pinjaman hingga Rp 2 miliar dan tenor yang panjang hingga 10 tahun.

macam macam sistem ekonomi

Pengertian, Jenis dan Ciri Sistem Ekonomi yang Perlu Anda Tahu

Setiap negara tentunya memiliki cara dalam menjalankan perekonomian. Perekonomian suatu negara dapat berjalan dengan baik dikarenakan adanya sistem yang tentunya mengatur hal tersebut. Sistem ini dikenal dengan nama sistem ekonomi. Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai jenis dan ciri sistem ekonomi pada artikel ini. 

Pengertian Sistem Ekonomi 

Sistem ekonomi merupakan susunan yang mengatur unsur- unsur yang terdapat dalam ekonomi yang saling berhubungan untuk memberikan solusi atau memecahkan masalah ekonomi suatu negara serta mencapai tujuan tertentu. 

Sistem ekonomi sangat penting dalam suatu negara karena berfungsi sebagai pendorong sistem produksi, distribusi barang dan jasa agar berjalan dengan lancar dan semestinya. Tanpa adanya sistem ekonomi, maka pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak dapat terjaga dengan baik.

Jenis dan Ciri Sistem Ekonomi 

Sistem ekonomi memiliki jenis dan ciri-cirinya tersendiri, berikut ini adalah beberapa jenis dan ciri sistem ekonomi yang dapat Anda ketahui:

  1. Sistem Ekonomi Tradisional

Merupakan sistem ekonomi yang memiliki hubungan dengan tradisi serta adat istiadat. Negara yang menggunakan sistem ini merupakan negara yang masih bergantung pada sektor pertanian dan produktivitasnya umumnya masih rendah, karena masyarakat belum memiliki keinginan untuk mengembangkan hartanya. Sistem ini memiliki kelebihan yakni terjaganya kondisi sumber daya alam dan tidak ada eksploitasi yang berlebihan.  Namun kekurangannya adalah susah berkembang.

Ciri – ciri yang menggunakan sistem ekonomi tradisional yakni:

  • Kegiatan ekonomi hanya untuk memenuhi hidup sehari hari
  • Bergantung pada sektor pertanian
  • Belum ada pembagian kerja
  • Bersifat kekeluargaan
  • Bertumpu pada adat istiadat
  1. Sistem Ekonomi Komando

Merupakan sistem dimana pemerintah memiliki kuasa terhadap ekonomi negaranya. Sistem ini dikuasai oleh pemerintah sehingga tidak ada pihak swasta atau perorangan yang menguasai sumber daya atau barang tertentu. Kelebihan dari sistem ini adalah negara mudah mengendalikan harga dan inflasi, namun kekurangannya adalah dapat dirasakan oleh masyarakat, dan inovasi masyarakat menjadi terhambat karena selalu mengandalkan pemerintah. Ciri – ciri yang menggunakan sistem ekonomi komando yakni:

  • Produksi, konsumsi, dan distribusi diatur oleh pemerintah
  • Tidak ada kebebasan dalam berekonomi
  • Pembagian kerja serta jenis pekerjaan diatur oleh regulasi pemerintah. 
  1. Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ini memberikan kebebasan kepada masyarakat dalam melakukan kegiatan perekonomian. Sistem ini dikenal juga dengan nama sistem ekonomi pasar atau ekonomi kapitalis. Dalam sistem ini pemerintah tidak memiliki pengaruh yang kuat untuk membatasi perekonomian masyarakatnya. Kelebihannya adalah kebebasan individu di bidang ekonomi, untuk kelemahan dari sistem ini adalah kesenjangan antara golongan kaya dengan golongan miskin. 

ciri – ciri dari sistem ekonomi liberal adalah:

  • Pihak swasta yang mengatur sumber daya ekonomi secara bebas
  • Terdapat pembagian status antara masyarakat yang pekerja dan pemilik modal
  • Persaingan usaha yang ketat
  • Tidak ada campur tangan pemerintah
  1. Sistem Ekonomi Campuran

Merupakan gabungan dari sistem ekonomi komando dan juga liberal. Pihak pemerintah dan swasta sama- sama memiliki peran dalam perekonomian. Hal ini bertujuan untuk mencegah penguasaan penuh oleh masyarakat yang semena-mena. 

Ciri – ciri dari sistem ekonomi campuran, adalah sebagai berikut:

  • Terdapat pembagian yang seimbang antara pemerintah dan swasta
  • Hak milik perseorangan diakui dengan syarat tidak untuk memberikan kerugian dan dilakukan untuk kepentingan umum

Baca juga: Persuasi: Pelajari Hal Ini untuk Meningkatkan Bisnis Anda

Danamas Pinjaman Bisnis, merupakan platform pinjaman beragunan properti dibawah naungan Sinarmas Group, sehingga menjadi platform yang kredibel dan juga aman untuk digunakan. Anda dapat mengajukan pinjaman untuk modal usaha mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 2 Miliar dengan tenor hingga 10 tahun.