investasi p2p lending

Apakah anda pernah mendengar istilah P2P lending?  P2P lending kini kian populer karena perkembangan teknologi di bidang financial. Fintech atau finansial teknologi P2P lending semakin berkembang pesat dan memiliki kemudahan diakses oleh masyarakat. Hadirnya P2P lending memberikan akses pinjaman bagi mereka yang membutuhkan dana untuk bisnis konsumtif dana darurat dan lain-lain.

Apa Itu P2P Lending?

Menurut OJK, fintech lending atau peer to peer lending (P2P lending) adalah layanan pinjam meminjam uang dalam mata uang rupiah secara langsung antara kreditur (lender) pemberi pinjaman dan debitur (borrower) penerima pinjaman yang berbasis teknologi informasi. Pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi ini lebih singkat disebut dengan fintech lending. 

P2P lending atau peer to peer lending adalah sebuah cara pinjaman yang menghubungkan langsung individu yang membutuhkan dana pinjaman dari orang lain yang menyediakan pinjaman tersebut. Menurut data yang dilansir oleh OJK hingga 6 Oktober 2001, jumlah fintech peer to peer lending yang legal dan terdaftar di OJK sudah sebanyak 106 penyelenggara, termasuk Danamas.

Dalam P2P lending, pihak peminjam akan dikenakan bunga setiap bulan. Maka peminjam harus membayar pokok pinjaman sesuai dengan ketentuan dan bunga serta tenor yang dipilih. Dari sinilah lender akan memperoleh imbal hasil atau return tiap bulannya atau setiap tahun tergantung dari kesepakatan. Siapapun bisa menjadi investor atau lender di fintech lending bahkan jika anda adalah anak muda.

Hal Penting sebelum Investasi P2P Lending

Jika anda ingin melakukan pendanaan di fintech P2P lending, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti berikut ini:

  •  Memberi Keuntungan Besar

Dengan menjadi  pemberi pinjaman di fintech lending investasi P2P lending maka Anda akan mendapatkan keuntungan investasi yaitu imbal hasil tinggi.  Potensi uang bertumbuh di P2P lending cukup besar sehingga ini bisa jadi pilihan investasi anda. Besaran imbalan untuk pemberi pinjaman ditutupi lending sangat beragam tergantung ketentuan tiap fintech.

  •  Risiko Yang Tinggi

Keuntungan yang didapat sebagai pemberi pinjaman atau lender di P2P lending memang sangat tinggi, namun risiko yang didapat pun juga bisa cukup tinggi. Untuk itu, bagi Anda yang berencana investasi pitupi landing ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki profil risiko agresif. Berikut resiko yang bisa didapat dari investasi P2P lending:

  •  Peminjam Telat Atau Gagal Bayar

Resiko ini bisa saja terjadi bagi Anda karena kita tidak pernah tahu apakah peminjam akan selalu lancar membayar atau tidak. Risiko gagal bayar akan ditanggung oleh investor walau ada jaminan pengembalian dana dari perusahaan fintech lending.

investasi p2p lending
  • Bangkrut Atau Uang Dibawa Kabur 

Jika Anda memilih investasi P2P lending di perusahaan fintech yang tidak terdaftar dan tidak berizin di OJK, maka resiko uang dibawa kabur pun akan lebih tinggi. Untuk itu penting sekali memilih P2P lending yang sudah berizin dan diawasi oleh OJK sehingga dana yang Anda pinjamkan lebih aman.

  •  Investasi dengan Modal Kecil Dulu

Dengan adanya resiko yang cukup besar dalam investasi P2P lending maka saat memulai anda bisa dengan modal kecil terlebih dahulu. Setelah itu pahami cara kerja investasi P2P lending serta ketahui resiko yang dan keuntungan yang akan anda dapatkan.

  •  Memilih Sendiri Peminjamnya

Pada prakteknya perusahaan fintech P2P lending akan mengirim profil calon peminjam yang membutuhkan dana kepada anda. Dengan cara kerja ini maka Anda bisa bebas memilih peminjam yang akan anda danai lalu pertimbangkan peminjaman dana tersebut.

  • Leluasa Menentukan Tenor

Dengan P2P lending maka anda memiliki keleluasaan dalam memilih tenor atau jangka waktu pinjaman. Tenor ini tergantung dari pengembalian dana bisa lebih cepat atau agak lama sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. dengan tenor yang anda Tentukan sendiri maka akan membantu dalam menyusun rencana investasi selanjutnya.

  • Dana Proteksi

LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan tidak menjamin Investasi P2P Lending, namun beberapa perusahaan fintech memberikan dana proteksi bagi investor nya. nantinya dana ini akan menjadi dana cadangan sebagai pengganti untuk investor jika sewaktu-waktu peminjam tidak membayar tepat waktu Sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat. Dana ini juga nantinya bisa jadi pengganti modal jika terjadi kredit macet.

Jenis Investasi P2P Lending 

  • P2P Lending Produktif

Beberapa P2P lending fokus pada pendanaan ke sektor bisnis atau yang memiliki sifat produktif. Para peminjam di P2P lending umumnya adalah pengusaha UMKM. Meminjam dana di P2P lending bisa mengembangkan bisnis mereka sehingga profit yang bisa didapatkan pun juga semakin bertambah. 

Untuk pihak pemberi pinjaman mereka bisa membantu para pengusaha UKM untuk mengembangkan bisnisnya serta mendapatkan return return atau imbal balik berbentuk bunga sebesar jumlah yang ditawarkan oleh peminjam dana.

  • P2P lending Konsumtif

Konsumtif memiliki tujuan untuk keperluan konsumtif meminjamnya seperti membeli keperluan rumah liburan dan lain-lain. Pemilik modal atau pemberi pinjaman juga dapat menghasilkan keuntungan yang cukup tinggi dengan jangka waktu yang singkat.

Tips Memilih Investasi P2P lending Bagi Investor

  • Pilih perusahaan fintech P2P lending yang berizin dan terdaftar diawasi oleh OJK dan afpi
  • Pilih-pilih P2P lending yang memiliki daya selektif tinggi saat memilih peminjam sehingga Anda pun tidak sembarangan saat meminjamkan uangnya kepada borrower.
  • Pilih platform P2P lending yang memiliki tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman di atas 90%.

Tips Memilih Lending Bagi Borrower

  • Pilih perusahaan fintech P2P lending yang terdaftar dan berizin OJK dan AFPI, sehingga prosedur peminjaman nya sudah sesuai dengan pemerintah dan bunganya mengikuti BI rate.
  • Bandingkan tingkat suku bunga dengan platform sejenis dan pilih tenor pinjaman yang sesuai dengan kemampuan.
  • Cari tahu tentang P2P lending di review borrower yang sudah melakukan transaksi di platform tersebut 

Cara Kerja P2P lending Secara Umum

investasi p2p lending

Berikut cara kerja P2P lending: 

  • Registrasi secara online lewat aplikasi yang  sudah anda download
  • Platform P2P lending akan menganalisa dan memilih borrower apakah layak untuk mengajukan pinjaman atau tidak
  • Bagi yang terpilih akan ditempatkan oleh platform P2P lending di dalam marketplace P2P lending secara online dengan informasi yang cukup lengkap dari mulai profil hingga resiko borrower
  • Investor P2P lending akan melakukan analisis dan seleksi atas borrower yang tercantum di dalam toples tersebut.
  • Investor P2P lending akan melakukan pendanaan ke borrower yang dipilih lewat platform tersebut.
  • Pengembalian pinjaman sesuai jadwal dan kesepakatan yang sudah dibuat
  • Investor P2P lending menerima dana pengembalian pinjaman dari borrower lewat platform tersebut.

Manfaat P2P Lending Bagi Borrower

  • Proses Peminjaman Dana Cepat

Dengan mengandalkan teknologi maka P2P lending memberikan alternatif pinjaman yang cepat dan mudah untuk diakses dibandingkan anda melakukan pinjaman konvensional. Dengan adanya platform p2p lending, maka borrower bisa mendaftarkan diri dan mengajukan pinjaman lebih cepat tanpa perlu datang ke kantor fintech.

  • Syarat Peminjam Lebih Mudah

Syarat meminjam ke bank bisa cukup lama dan kompleks dari pada anda meminjam ke fintech P2P lending. Hal ini dikarenakan bank memiliki syarat yang cukup banyak dan harus anda penuhi. Jika Anda memilih fintech tutupi landing maka pinjaman pun akan lebih mudah cair.

  • Pinjaman Lebih Fleksibel 

Calon peminjam atau borrower tidak perlu datang ke kantor fintech p2p lending untuk bisa mendapatkan pinjaman. Maka sistem ini akan menghemat banyak waktu dan pengajuan hingga pencairan dana, untuk itu P2P lending termasuk pinjaman yang cukup fleksibel.

 Manfaat Bagi Pemberi Pinjaman Atau Lender 

investasi p2p lending
  • Bisa Mulai Dengan Modal Kecil

Investasi P2P lending bisa dimulai dengan modal kecil seperti Rp100.000. Sebagai salah satu instrumen investasi jangka pendek, P2P lending memudahkan render untuk berinvestasi dan mendanai borrower tanpa perlu modal yang besar.

  • Diversifikasi Portofolio Investasi

Dalam investasi, teknik diversifikasi tentu diperlukan. Anda bisa mendapatkan uang atau modal di lebih dari satu jenis produk investasi. Maka jika salah satu jenis investasi tersebut merugi maka anda tidak akan rugi 100% karena anda masih memiliki produk investasi lainnya selain P2P lending.

  • Return Yang Cukup Besar

Dengan modal kecil namun Anda bisa mendapatkan timbal balik yang besar dari mulai 15% sampai 25% per tahun. Nominal ini tergolong cukup besar dibandingkan bunga deposito yang hanya berkisar 2% sampai 6% per tahun.

Keuntungan Investasi P2P Lending di Danamas

Keuntungan Pemodal

Jika Anda menjadi pemodal di investasi P2P lending Danamas, maka keuntungan ini yang bisa Anda dapatkan.

  • Return dari investasi bisa Anda tentukan sendiri dari yang diinginkan oleh peminjam
  • Dapat memberikan pinjaman dengan jumlah minimal kepada banyak peminjam agar resiko dapat tersebar
  • Laporan Transaksi Pendanaan dapat dilihat secara lengkap dan mudah dipahami
  • Bunga Pinjaman diterima di muka pada saat mendanai pinjaman untuk pendanaan kepada reseller pulsa
  • Pengembalian pokok dan bunga secara bulanan
  • Tak perlu khawatir, karena dana yang dipinjamkan tercover asuransi hingga 99%

Keuntungan Peminjam

  • Usaha kecil lebih maksimal dan berkembang
  • Fleksibel dalam mengatur pengembalian sesuai dengan pendapatan yang diperoleh
  • Proses yang mudah dan praktis
  • Kelayakan usaha yang menjadi agunan utama
  • Biaya yang terjangkau oleh siapapun
  • Kredit langsung cair cepat

Jadi, bagi Anda yang ingin mencoba investasi P2P Lending, bisa langsung kunjungi website Danamas untuk info lebih lengkap. Dapatkan kesempatan untung sebagai pemodal dan untung bisnis bagi pelaku usaha umkm.

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

Credit Score

Credit Score: Pengertian, dan Cara Meningkatkannya

Pernah mengajukan pinjaman? Jika Anda pernah mengajukan pinjaman tentunya familiar dengan kata credit score atau penilaian kredit. Tujuannya agar pengajuan kamu layak dan disetujui. Namun bagi sebagian orang yang masih asing dengan istilah credit score. Yuk pahami lebih dulu mengenai credit scoring dan  cara meningkatkannya agar pengajuan pinjaman Anda disetujui. 

Apa Itu Credit Score?

Credit score atau penilaian kredit merupakan suatu sistem yang diterapkan oleh suatu bank atau lembaga pembiayaan untuk menilai suatu kelayakan peminjam yang mengajukan pinjaman. Kriteria penilaian yang dilihat biasanya terdiri dari usia, pekerjaan, status perkawinan, masa kerja, jabatan, dan lain sebagainya. Informasi tersebut nantinya akan diverifikasi dengan sejumlah persyaratan dokumen yang wajib diisi dan dilaporkan oleh calon peminjam. 

Credit Score

Apabila pihak calon peminjam telah mengumpulkan semua berkas persyaratan, maka pihak pemberi pinjaman akan menganalisis riwayat transaksi calon peminjam, seperti waktu pembayaran, banyaknya kredit yang pernah dimiliki, apakah masih memiliki beban kredit lain, dan seberapa sering menunggak pembayaran. 

Fungsi Credit Scoring 

Fungsi dari credit scoring bagi pemberi pinjaman tentunya akan sangat membantu proses verifikasi dan besaran pinjaman yang akan disetujui. Sedangkan untuk para penerima pinjaman, credit score akan membantu dalam mendapatkan akses yang lebih luas kepada platform atau bank pemberi pinjaman dengan mengandalkan reputasi keuangan. Adapun fungsi credit scoring adalah:

  1. Menilai kemampuan Membayar bagi Peminjam

Credit scoring akan membantu lembaga bank atau platform tersebut untuk memperoleh gambaran yang lebih spesifik dan membantu mengetahui kebiasaan calon peminjam seperti seberapa sering berbelanja dan melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit. 

  1. Membantu Mengevaluasi dan Menganalisa Permohonan Kredit 

Analisis permohonan kredit membutuhkan ketelitian, oleh karena itu dengan credit scoring maka akan membantu pihak bank atau platform untuk memutuskan memberikan kredit kepada nasabah. Semakin banyak informasi yang didapat maka semakin baik pula penilaian dalam analisis permohonan kreditnya. 

  1. Menekan Biaya Operasional

Bila menggunakan sistem kredit scoring yang memanfaatkan teknologi atau big data maka pengerjaannya akan semakin mudah, cepat, dan akurat. Melalui cara tersebut bank atau lembaga keuangan dapat membangun sebuah big data terintegrasi sehingga akan menekan biaya operasional serta memberikan performance yang lebih baik kepada nasabah. 

Cara Meningkatkan Credit Scoring 

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan credit scoring, yakni dengan:

  1. Cek dan Perbaiki Kesalahan Data untuk Skor Kredit 

Langkah pertama yakni untuk mengecek dan memperhatikan informasi laporan kredit Anda. Cek semua data yang ada mulai dari penulisan data pribadi, nomor rekening, serta data penting lainnya. Pengecekan ini dilakukan agar terhindar dari masalah yang berlarut-larut dan meminimalisir penolakan pinjaman.

  1. Hindari Pembuatan Kartu Kredit Baru 

Jangan terlalu termakan oleh promosi.manfaat dan penawaran menarik lainnya. Penggunaan kartu kredit juga lebih baik apabila memiliki batasan penggunaan. Jangan menggunakan kartu kredit lebih dari 30% limit kredit Anda. 

  1. Buat Reminder Pembayaran Tagihan 

Untuk mendapatkan skor kredit yang baik adalah membayar tagihan tepat waktu. Jangan sampai Anda terlambat membayar tagihan dan mengakibatkan tunggakan pembayaran. Hal ini dapat membuat skor kredit Anda menurun. Apabila Anda mudah lupa, Anda bisa membuat reminder untuk pembayaran tagihan di Kalender, melalui smartphone Anda, atau melalui fitur pembayaran tagihan secara otomatis yang disediakan oleh Bank Anda. 

  1. Membenahi Kondisi Keuangan

Untuk meningkatkan skor kredit Anda, maka Anda harus membenahi keuangan terlebih dahulu yakni dengan melunasi hutang yang ada sehingga keuangan Anda terlihat stabil dan baik. 

  1. Membuat Perhitungan Keuangan yang Matang

Sebelum mengajukan pinjaman, ada baiknya Anda membuat perhitungan yang matang agar kondisi keuangan tetap aman dan stabil. Pastikan Anda mampu membayar tagihan tersebut sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan. 

Credit Score

Pengaruh Credit Scoring Terhadap Pengajuan Pinjaman

Hasil analisa dari credit scoring itulah yang kemudian akan menentukan apakah Anda layak mendapatkan pinjaman atau tidak, berapa besaran pinjaman yang akan disetujui, besaran bunga, serta berapa lama jangka waktu pinjamannya. Anda dapat melihat pembagian kategori pada sistem credit scoring bank Indonesia pada BI Checking sebagai berikut ini

  • Skor 1 

Kredit lancar, peminjam melaksanakan kewajiban dengan sempurna, misalnya tepat waktu dalam membayar.

  • Skor 2

Kredit dalam perhatian khusus (DPK) peminjam tercatat mengalami tunggakan cicilan antara 1 hingga 90 hari.

  • Skor 3

Kredit tidak lancar, peminjam tercatat mengalami tunggakan cicilan antara 91 hingga 120 hari 

  • Skor 4

Kredit diragukan, peminjam tercatat mengalami tunggakan cicilan antara 121 hingga 180 hari.

  • Skor 5

Kredit macet, peminjam tercatat macet dan menunggak lebih dari 180 hari. 

Maka dari itu credit scoring menjadi hal yang penting saat Anda ingin mengajukan pinjaman. Adapun catatan kredit atau berbagai macam syarat perlu anda perhatikan sebelum meminjam misalnya syarat penghasilan. Hal ini menjadi pertimbangan besar karena akan berkaitan dengan membayar pinjaman tersebut. 

Baca juga: Apa itu Pinjaman Syariah & Apa Keuntungannya?

Pinjaman beragunan properti dari Lancar by Danamas, dapat membantu Anda mengembangkan usaha. Dengan pengajuan dokumen sertifikat rumah, Anda dapat mengajukan pinjaman mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 2 Miliar. Lancar by Danamas juga telah mendapatkan izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan sehingga aman. Segera kembangkan bisnis Anda, dan ajukan pinjaman nya melalui Website atau download aplikasi Lancar by Danamas melalui Android atau Apple IOS.

perkembangan fintech

Bukti Perkembangan Fintech Bantu UMKM Makin Maju

Perkembangan fintech di Indonesia sangat pesat, hal ini terlihat dari banyaknya fintech yang mulai dikenal oleh masyarakat di Indonesia. Kehadiran fintech di Indonesia diawali dari perkembangan bisnis startup yang mulai banyak dan bertumbuh secara pesat. Jenis fintech dibedakan menjadi dua yaitu e commerce dan finansial teknologi atau fintech. 

Jika ecommerce lebih berpusat pada platform penyedia jual beli online maka fintech lebih memusatkan usahanya untuk melakukan inovasi di bidang jasa keuangan dengan sentuhan teknologi modern. Keduanya bersinergi satu sama lain menjadi platform jual beli yang prosesnya sangat memudahkan masyarakat. Sebagai contoh, saat konsumen ingin melakukan pembayaran maka fintech melakukan berbagai fitur dan terobosan untuk melayani kebutuhan konsumen juga perusahaan.

Seperti yang dilansir di situs sikapiuangmu.ojk.go.id, fintech adalah salah satu alternatif untuk berinvestasi yang menghadirkan pilihan untuk kemudahan konsumen mengakses layanan jasa keuangan. Dengan kehadiran fintech maka berbagai layanan keuangan bisa dilakukan secara efisien praktis dan nyaman. Nyatanya perkembangan fintech di Indonesia bisa mempengaruhi gaya hidup masyarakat ekonomi. Hal ini didasari karena adanya perpaduan antara efektifitas dan teknologi modern yang berdampak positif bagi masyarakat.

Perkembangan Fintech

perkembangan fintech

Perkembangan fintech pun semakin berkembang seiring dengan berjalannya waktu. seperti data yang bersumber dari World Bank mengemukakan bahwa pengguna fintech di tahun 2007 hanya 7% lalu berkembang menjadi 20% di tahun 2011 dan meningkat 36% di tahun 2014, lalu data tersebut naik tajam di angka 78% pada tahun 2017 di mana tidak tercatat 135-140 perusahaan yang bergerak di bidang fintech. Perkembangan fintech di Indonesia sendiri memiliki total transaksi hingga 202,77 Triliun Rupiah pada tahun 2017.

Jenis Fintech

  •  Crowdfunding

Crowdfunding adalah jenis fintech dengan sistem penggalangan dana dengan melibatkan berbagai pemilik modal. Pemilik modal bisa melakukan program sosial ataupun investasi. Sebagai contoh Jika anda ingin menginvestasikan properti dengan membeli rumah seharga Rp 1 miliar maka anda bisa cukup menanam modal 1% dari harga properti atau sebesar 10 juta.

  • Micro Financing

Microfinance adalah jenis fintech yang menyediakan layanan keuangan bagi masyarakat kelas menengah dan kebawah untuk bisa membantu kehidupan dan keuangan mereka. Umumnya perkembangan fintech saat ini mampu menjembatani masalah masyarakat dalam urusan perbankan atau keuangan sehingga mereka bisa menyalurkan secara langsung modal usaha ke pemberi pinjaman kepada calon peminjam. Sistem ini dirancang agar imbal hasil bernilai kompetitif bagi pemberi pinjaman namun tetap attainable bagi peminjam nya.

  • P2P Lending Service

Jenis fintech yang satu ini adalah jenis fintech untuk peminjaman uang dimana bisa membantu masyarakat yang membutuhkan akses keuangan dalam memenuhi kebutuhan. Dengan p2p lending maka konsumen bisa meminjam uang untuk memenuhi segala kebutuhan tanpa harus melalui proses berbelit seperti saat meminjam di bank konvensional.

  • Market Comparison

Market competition adalah salah satu jenis fintech yang menjadi marketplace pada produk keuangan. Konsumen bisa membandingkan berbagai macam produk keuangan seperti kredit tanpa agunan asuransi dan lain-lain.

  • Digital Payment System

Jenis fintech yang satu ini bergerak di bidang penyediaan layanan berupa pembayaran seperti untuk pembayaran tagihan pulsa kartu kredit hingga token listrik PLN.

Manfaat Fintech

perkembangan fintech
  • Meningkatkan Inklusi Keuangan

Fintech bisa membantu pemerintah dan OJK untuk meningkatkan inklusi keuangan di tanah air. Hal ini bisa mengatasi masalah kesenjangan akses pembiayaan bagi individu atau pengusaha mikro dan UMKM. Selain itu juga bisa menjadi solusi bagi masyarakat untuk memenuhi semua pembiayaan yang ditawarkan lembaga keuangan konvensional seperti bank.

  • Alternatif Pinjaman Bunga Rendah Tanpa Agunan

Fintech lending atau perusahaan pinjaman yang sudah terdaftar dan berizin OJK jasa yang menawarkan pembiayaan dengan bunga yang lebih rendah. Bunga harian pinjaman online legal umumnya dipatok paling tinggi 0,4% perhari. Selain itu meminjam di aplikasi fintech juga lebih mudah syaratnya sehingga bisa  untuk siapapun.

  • Keuangan Transaksi Lebih Mudah

Dengan adanya fintech di Indonesia bisa mempermudah transaksi keuangan anda. Kini Anda tak perlu repot ke bank atau mengantri ATM hanya untuk mentransfer uang atau membayar tagihan. Semua itu bisa dilakukan lewat smartphone sehingga Anda bisa langsung terkoneksi dengan bank dan melakukan transaksi keuangan secara praktis.

  • Membantu Pengusaha Mendapatkan Pinjaman

Perkembangan fintech di Indonesia cukup pesat terlebih lagi dalam hal pengembangan bisnis UKM. Beberapa pebisnis bisa mendapatkan pinjaman modal usaha dari find teh dengan limit pinjaman online yang bervariasi. Lewat pinjaman modal usaha dari fintech legal maka UMKM bisa menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang bisa tumbuh bersama dan berkembang serta naik kelas. 

Salah satu fintech yang aman berizin OJK untuk pendanaan usaha Anda adalah Lancar by Danamas. Pebisnis ukm bisa mendapatkan modal usaha dari Rp 50 juta – Rp 2 miliar dengan tenor 1 tahun hingga 10 tahun. Anda bisa simulasikan pinjaman modal usaha beragunan properti di website Lancar by Danamas.

  • Mempercepat Perputaran Uang

Manfaat fintech lainnya adalah dengan meningkatkan kecepatan perputaran uang sehingga bisa mendorong ekonomi masyarakat lebih baik.

PerbedaanFintech LegalFintech Ilegal
Bunga dan dendaFintech ilegal biasanya memberikan informasi tentang bunga dan denda maksimal yang nantinya akan dibebankan oleh peminjam. AFPI sudah mengatur biaya pinjaman maksimal 0,8% perhari dengan total seluruh biaya termasuk benda adalah 100% dari nilai pokok pinjamanBunga dan denda tidak transparan dan sangat besar sehingga bisa membebani konsumen
Regulator atau pengawasTerdaftar OJK dan pengawasan hingga aktivitasnya dipantau oleh OJK, sehingga fintech memperhatikan aspek perlindungan konsumen jugaTidak ada regulator atau kebijakan khusus yang bertugas untuk mengawasi kegiatan fintech ilegal
Cara penagihanWajib mengikuti sertifikasi tenaga penagih yang dilakukan oleh AFPIPenagihan dengan cara yang yang kasar mengancam tidak manusiawi dan bertentangan dengan hukum
Kepatuhan peraturanWajib tunduk pada peraturan baik POJK atau peraturan perundang-undangan di negara yang berlakuMelakukan kegiatan tanpa tunduk pada peraturan baik atau peraturan perundang-undangan yang berlaku
Lokasi kantorMemiliki alamat kantor yang jelas disurvei oleh OJK dan  mudah ditemui saat melalui pencarian di GoogleTidak memiliki alamat kantor yang jelas dan bisa jadi hanya ada di luar negeri untuk menghindari aparat hukum yang berlaku di negara Indonesia
Syarat pinjam meminjamCenderung sangat mudah tanpa menanyakan keperluan pinjamanPerlu mengetahui tujuan pinjaman dan membutuhkan dokumen-dokumen untuk melakukan credit scoring
AsosiasiWajib menjadi anggota AFPITidak memiliki asosiasi dan tidak menjadi anggota AFPI 

Baca juga: Pinjaman Dana Melalui FinTech Agar Disetujui

Perkembangan Fintech Di Indonesia

Seiring dengan berkembangnya perusahaan startup di Indonesia maka begitu pula dengan perkembangan fintech di Indonesia. Di tahun 2015 saat asosiasi fintech Indonesia didirikan kepercayaan fintech Indonesia pun semakin tinggi di kalangan masyarakat. Hal ini berdampak pada perusahaan fintech di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat hingga 140 perusahaan tercatat tercatat di dalam daftar fintech OJK. tak berhenti di situ di tahun 2017 fintech Syariah pun ikut berkembang yang bergerak atas dasar prinsip Islam.

Cara Kerja Fintech

Sebagai salah satu bidang usaha modern yang mengintegrasikan pengelolaan keuangan an, busi keuangan dan teknologi, maka cara kerja fintech lebih rumit namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh perintah untuk penyedia layanan kredit elektronik maka pihak fintech akan menerima pendataan dari masyarakat nasabah kredit, setelah itu melakukan verifikasi data serta penjaminan ke LPS atau lembaga penjamin simpanan dan Bank Indonesia, selanjutnya kita akan mencairkan dana ke toko empat nasabah mengajukan kredit tersebut. 

Modal Usaha

Tips Meningkatkan Penjualan dengan Pinjaman Modal Usaha

Pinjaman modal usaha bisa membantu pebisnis untuk semakin mengembangkan usahanya. Namun jangan sampai Anda terjebak pada kondisi dimana saat mendapatkan pinjaman modal yang besar namun tidak paham untuk mengelolanya. Mendapatkan pinjaman modal yang besar harus dibarengi dengan kemampuan mengatur atau mengelola modal usaha tersebut, jika tidak, maka ini bisa jadi sia-sia saja. Untuk itu, lihat tips meningkatkan penjualan dengan pinjaman modal usaha berikut ini agar modal Anda bisa dipergunakan dengan bijak.

Tips Tingkatkan Penjualan lewat Modal Usaha

Modal Usaha
  • Modal Usaha Untuk Produktivitas

Penting sekali untuk mencatat berbagai kebutuhan atau keperluan yang ingin anda lakukan jika suatu saat anda memiliki atau mendapatkan pinjaman modal. Pinjaman modal memang sangat berguna untuk meningkatkan produktivitas bisnismu tapi anda harus tetap hati-hati hati-hati dalam menggunakannya.  Sebagai contoh, jika anda memiliki bisnis penjualan kaos maka pinjaman modal bisa dipakai untuk membeli alat jahit mesin sablon dan lain-lain. Produksi bisnis akan semakin meningkat saat pinjaman modal sudah cair sehingga keuntungan bisa lebih maksimal.

  • Buat Rekening Terpisah

Pisahkan rekening pribadi dengan rekening bisnis agar semua pencatatan pengeluaran dan pemasukan bisa lebih detail dan akurat. Selain itu Anda juga bisa mengelola arus kas dengan baik sehingga kedepannya  anda lebih fokus saat mengelola keuangan bisnis.

  • Sediakan Biaya Untuk Angsuran

Saat Anda mendapatkan pinjaman modal usaha hahaha dan sudah terpakai untuk pengembangan bisnis maka hal lain yang perlu Anda lakukan adalah menyediakan dana untuk membayar angsuran. Anda bisa menyisihkan setiap pemasukan untuk melunasi hutang. Jika anda tidak melakukan hal ini maka utang dan bunga akan dibebankan kepada keuangan pribadi anda yang membuat dana semakin membengkak. Untuk itu sebaiknya bayarlah angsuran setiap bulan secara tepat waktu sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan ditentukan.

  • Investasikan Keuntungan

Hal yang sering terlupakan untuk para pebisnis saat mendapatkan keuntungan adalah menginvestasikannya. Jika dirasa dananya sudah cukup untuk diinvestasikan maka ini bisa jadi peluang yang bagus untuk mengembangkan bisnis untuk lebih maju dan produktif serta mendapatkan keuntungan dari berinvestasi.

  • Lakukan Inovasi Bisnis

Anda bisa mengalokasikan pinjaman modal usaha untuk melakukan pengembangan produk seperti menciptakan produk baru dengan konsep yang lebih menarik menambahkan variasi dan fitur pada produk dan lain lain. Pengembangan produk ini bisa membuat konsumen memiliki banyak pilihan dan menghindari kejenuhan atas produk lama kita. Selain itu inovasi bisnis juga bisa memenangkan persaingan di pasaran hingga menjaring konsumen baru.

  • Dapatkan Produk Unggulan Melalui Riset
Modal Usaha

Pebisnis bisa melakukan riset untuk mengetahui produk apa saja yang diinginkan oleh konsumen yang merupakan target pasarnya. Anda bisa melakukan eksperimen atau uji coba pasar sebelum produk tersebut dirilis. Mungkin tanpa adanya pinjaman modal yang cukup maka proses ini tidak akan Anda bisa lakukan karena proses riset membutuhkan modal yang cukup.

  • Perluas Networking

Semakin luas jangkauan bisnis anda maka peluangnya pun akan semakin besar untuk mendapatkan penjualan yang lebih tinggi. Memperluas jangkauan bisnis hingga networking bisa menjajaki pangsa pasar di wilayah baru, misalnya Anda bisa membuka toko cabang untuk mendongkrak penjualan. Maka dari itu pinjaman modal usaha sangat membantu anda untuk mewujudkan berbagai kebutuhan biaya untuk memperluas jangkauan bisnis.

  • Buat Website

Saat pinjaman modal usaha diajukan sudah cair maka selanjutnya adalah investasikan sebagian dana pada pembuatan website bisnis yang menarik. Hal ini penting untuk memiliki website bisnis di era digital seperti sekarang karena pelanggan akan lebih mudah untuk berbelanja via online. Selain itu memiliki website artinya Anda pun membuka bisnis selama 24 jam sehingga konsumen bisa mengakses toko online Anda kapanpun dan dimanapun, selanjutnya mereka bisa langsung transaksi saat membuka toko online anda.

  • Membeli Fasilitas Yang Menunjang Produksi 

Anda bisa meningkatkan produksi melalui pinjaman modal usaha yang nantinya bisa mempengaruhi kualitas produk. Jika anda ingin meningkatkan penjualan maka kualitas produk harus benar-benar menjadi prioritas utama anda. Dengan memberikan kualitas yang terbaik maka nantinya konsumen pun tidak akan ragu untuk menggunakan produk Anda dan kembali untuk membelinya.

Pentingnya Meningkatkan Penjualan Lewat Modal Usaha 

Modal Usaha

Dengan fokus untuk meningkatkan penjualan lewat modal usaha maka akan ada beberapa manfaat yang bisa anda dapatkan seperti berikut ini:

  • Peningkatan penjualan akan membuat omzet lebih tinggi
  • Keuntungan yang didapat bisa berkali-kali lipat lewat pinjaman modal usaha
  • Perusahaan atau usaha UKM semakin berkembang pesat
  • Mendorong perekonomian bangsa
  • Bisnis akan lebih cepat berkembang sehingga membutuhkan SDM lebih besar sehingga mampu memberikan lapangan pekerjaan yang luas
  • Berpeluang untuk menguasai pasar
  • Meningkatkan persaingan dengan kompetitor bisnis
  • Menambah modal dan meningkatkan keuangan usaha

Kesalahan Dalam Mengelola Pinjaman Modal Usaha

  • Mengajukan Pinjaman di Sumber Ilegal

Saat situasi menghimpit terlebih lagi jika bisnis Anda adalah hal utama untuk mendapatkan keuntungan atau memenuhi segala kebutuhan maka terkadang kita mengajukan pinjaman ke sumber yang tidak resmi atau ilegal. Hal ini pun akan berdampak pada kondisi keuangan bisnis anda maka dari itu penting sekali untuk memilih pinjaman di fintech legal yang berizin OJK dan diawasi oleh OJK sehingga semua segala sesuatu yang anda lakukan untuk bisnis bisa dijalankan dengan lancar.

  • Tidak Ada Kesiapan Mengelola Modal

Modal usaha yang besar tidak boleh digunakan sembarangan terlebih lagi jika ini dilakukan untuk meningkatkan penjualan bisnis anda. Sebaiknya buat rancangan apa saja yang harus anda lakukan saat memiliki modal yang pastikan hal tersebut sesuai dengan tujuan dari bisnis anda. Selain mengelola keuangan untuk bisnis jangan lupa untuk kembali kan pinjaman modal sebut sesuai tepat waktu sehingga ga arus keuangan anda pun akan lebih ih baik.

Baca juga: Bantuan UMKM yang Kekurangan Modal, Ini Solusinya

  • Pinjaman Diajukan Tanpa Skala Prioritas

Kesalahan lain yang umum dilakukan pada bisnis adalah tidak ada skala prioritas pengeluaran saat mengajukan pinjaman. Seperti contoh saat Anda masih belum tahu bahwa modal pinjaman tersebut apakah harus digunakan untuk membeli alat produksi atau  sewa tempat terlebih dahulu. Hal ini penting untuk di perancang sebelum mendapatkan modal usaha sebagai cara menentukan skala prioritas dalam penggunaan pinjaman modal. Maka saat modal Anda cair, Anda bisa menggunakan keperluan secara tepat efektif dan efisien.

  • Menghabiskan Modal Dalam Satu Waktu

Hal ini juga menjadi kesalahan yang justru bisa menurunkan penjualan anda. Maka dari itu sebaiknya hati-hati dalam merencanakan bisnis dan mengalokasikan pinjaman modal sehingga nantinya pengeluaran pun bisa lebih terkontrol. Dengan memahami modal usaha untuk penjualan, maka kini Anda pun lebih percaya diri untuk bisa mendapatkan modal usaha dan tahu bagaimana cara optimalkan modal tersebut. Salah satu fintech lending yang bisa Anda jadikan solusi pendanaan bisnis adalah Danamas. Pinjaman beragunan properti ini bisa Anda dapatkan dengan pengajuan yang cepat dan praktis langsung dari aplikasinya. Dapatkan penawaran pinjaman modal usaha besar disini.