Funding

Untuk Anda yang berpengalaman dalam dunia bisnis, terlebih lagi di dunia finansial, pasti tak asing ketika mendengar kata funding. Istilah ini seringkali disebut berpasangan dengan lending. Namun begitu, funding dan lending jelas merupakan dua hal yang berbeda. Funding sendiri memiliki arti mengumpulkan dana, sedangkan lending memiliki arti menyalurkan dana yang ada. Untuk lebih lengkapnya tentang funding, Anda bisa menyimak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Funding

Istilah funding diambil dari kata bahasa inggris yaitu fund yang berarti dana, modal, atau simpanan. Sehingga kemudian, arti dari funding dapat dikatakan sebagai kegiatan pengumpulan dana, modal, atau simpanan oleh lembaga keuangan seperti bank, koperasi, dan lain sebagainya. Dalam pengertiannya yang lebih luas, funding merupakan kegiatan untuk menghimpun dana dari masyarakat sebagai nasabah dari produk-produk finansial.

Produk finansial yang dimaksud antara lain deposito, tabungan, giro, obligasi, reksa dana, asuransi, dan lain-lainnya. Dari hasil pengumpulan dana tersebut, nantinya nasabah akan mendapatkan imbal hasil dan jaminan keamanan atas simpanan mereka tersebut. Tentu saja, jaminan keamanan atas simpanan dana hanya bisa didapatkan nasabah melalui lembaga keuangan yang legal dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, dapat disimpulkan funding merupakan produk-produk atau kegiatan finansial yang tujuannya untuk menghimpun dana nasabah.

Cara Kerja Funding dan Lending

Dana yang telah dikumpulkan dari aktivitas funding, yaitu uang nasabah yang disimpan pada bank dan lembaga finansial lainnya, akan disalurkan melalui debitur melalui tahap lending.

Penyaluran dana tersebut dilakukan dengan cara memberikan pinjaman atau kredit kepada masyarakat yang membutuhkannya, tentu setelah seluruh syarat yang ditentukan terpenuhi. Bentuk kredit atau pinjaman yang ditawarkan bermacam-macam jenisnya, tergantung dari kemampuan lembaga keuangan yang menyalurkannya kepada para calon peminjam.

Sebagai pihak pengelola dana, bank dan lembaga keuangan lainnya akan bertugas untuk mempertimbangkan dan menilai kelayakan dari calon peminjam sebelum memberikan kredit. Yang mana nantinya, para penerima pinjaman nantinya akan dikenakan biaya dan bunga yang besarnya tergantung dari masing-masing penyelenggara yang terlibat atau para pengelola dana.

Besarnya biaya-biaya lain serta suku bunga yang harus dibayar oleh nasabah akan diperhitungkan berdasarkan pada jumlah dana pinjaman dan tenor yang diambil. Semakin rendah tingkat biaya dan suku bunga yang ditawarkan, maka semakin besar minat nasabah sebagai calon peminjam.

Tujuan Funding

Secara umum, funding memiliki beberapa tujuan dalam pengaplikasiannya. Antara lain:

  1. Penelitian / Research Funding

Alokasi funding ini biasanya akan diberikan berdasarkan per proyek, departemen, atau lembaga yang berasal dari ruang lingkup penelitian atau proyek yang ada. Pendanaan penelitian dapat dibagi menjadi commercial funding dan non-commercial funding, dimana commercial funding disediakan oleh departemen dan pengembangan suatu perusahaan. Sedangkan non-commercial research funding diperoleh dari badan amal, dewan penelitian, atau lembaga pemerintahan.

Funding
  1. Bisnis / Business Launch 

Funding biasanya diberikan kepada para pengusaha atau individu yang memiliki ide bisnis namun tidak memiliki dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan ide-ide tersebut. Dengan bantuan funding, proyek sebuah bisnis dapat direalisasikan oleh individu tersebut.

  1. Investasi / Investment Funding

Perusahaan pengelola funding akan mengumpulkan uang dari banyak investor dan menggunakannya untuk membeli produk di sekuritas. Dana ini dikelola oleh manajer investasi profesional sehingga dapat menghasilkan pengembalian yang lebih tinggi dengan risiko yang lebih rendah melalui diversifikasi aset. 

Selain beberapa poin di atas, ada pula metode funding yang wajib Anda pahami 

Metode Funding

Dalam menjalankan kegiatan funding, Anda harus melakukan beberapa metode funding itu sendiri.

  1. Pemerintah

Dalam melakukan funding dengan metode pemerintah, ini mengartikan pemerintah menyediakan bantuan funding baik secara langsung ataupun melalui lembaga pemerintah untuk proyek-proyek yang bermanfaat bagi masyarakat melalui proses seleksi. Contoh funding dengan metode pemerintah adalah bantuan dana bagi para pengusaha UMKM.

  1. Crowdfunding

Jika funding dengan metode pemerintah disediakan langsung oleh pemerintah, crowdfunding memanfaatkan akses untuk jaringan yang lebih luas seperti media sosial serta web khusus crowdfunding dengan tujuan menyatukan investor-investor di luar koneksi tradisional atau internal seperti keluarga, teman maupun kerabat dekat.

Funding
  1. Investor

Menarik investor untuk menyuntikkan funding ke suatu proyek dengan cara menawarkan serta menjelaskan keuntungan yang didapatkan apabila proyek berhasil dijalankan.

Setelah Anda mengetahui pengertian, cara kerja, tujuan, hingga metode funding, hal terakhir yang harus Anda pelajari adalah tahap-tahap penerimaan funding. Berikut penjelasannya.

Tahap-Tahap Penerimaan Funding

Proses penerimaan/pelaksanaan funding umumnya terdiri dari beberapa tahapan. Setiap tahapannya, funding memiliki ciri dan jumlah pendanaan yang berbeda. Yaitu: 

  1. Seed Funding

Tahap pertama yang bisa didapatkan oleh para startup adalah seed funding. Umumnya, jumlah pendanaan yang diberikan pada tahap ini mencapai Rp 500 juta hingga Rp 2,5 miliar. Tujuan dari pemberian seed funding adalah mencari tahu tentang potensi produk yang sedang dibuat oleh startup sekaligus mengidentifikasi target market yang disasar. Biasanya, startup menggunakan seed funding ini untuk memulai merekrut staf dan menyewa atau membeli kantor.

  1. Series A

Apabila produk sebuah startup sudah mencapai tahap beta dan siap digunakan oleh sejumlah target pengguna, biasanya startup bisa mendapatkan pendanaan series A. Jumlahnya sekitar Rp 10 miliar hingga Rp 33 miliar. Pendanaan series A ini seringnya digunakan oleh startup untuk melakukan scaling produk sekaligus menentukan model bisnis yang tepat untuk diaplikasikan ke bisnis mereka.

  1. Series B

Pada tahap ini, perusahaan startup biasanya telah memiliki basis pengguna yang cukup kuat sehingga sudah bisa mendapatkan keuntungan. Kebanyakan para startup juga biasanya akan merilis produk mereka yang terakhir saat mendapatkan pendanaan series B ini. Umumnya, jumlah pendanaan series B berkisar pada angka Rap 22 miliar hingga Rp 80 miliar dan biasanya akan digunakan untuk melebarkan basis pengguna, melakukan ekspansi pasar, dan mengoptimalkan model bisnis.

  1. Series C

Startup yang berhasil mencapai tahap pendanaan series C ini biasanya sudah memiliki kondisi bisnis yang cukup besar dan dewasa. Dana funding yang didapatkan di sebuah perusahaan akan digunakan untuk melakukan ekspansi produk hingga membuka cabang secara nasional dan internasional. Jumlah pendanaan series C biasanya mulai $25 juta hingga mencapai $100 juta.

  1. Initial Public Offering (IPO)

Jika telah berhasil mencapai tahap pendanaan Initial Public Offering (IPO), maka perusahaan startup Anda di tempat Anda bekerja sudah siap untuk go public. Artinya, saham startup dijual di bursa efek. Tentunya dibutuhkan proses yang tidak instan bagi sebuah startup untuk bisa mencapai di tahap ini. Idealnya, sebuah startup membutuhkan waktu 5-10 tahun hingga akhirnya siap dan berani untuk melakukan IPO.

Baca juga: Cara Investasi Saham Pemula yang Ingin Cuan

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai funding. Funding seringkali dikaitkan dengan Lending karena memang keberadaannya yang diperuntukkan satu sama lain. Seperti yang telah dibahas, lending adalah kegiatan penyaluran dana kepada para peminjam yang dilakukan oleh suatu institusi keuangan. Penerima pinjaman dapat berupa bisnis seperti startup, UMKM, dan lainnya maupun individual seperti untuk kebutuhan pribadi atau sehari-hari.

Jika Anda merupakan seorang pengusaha UMKM yang ingin melakukan lending di suatu perusahaan fintech, Anda harus memastikan bahwa perusahaan tersebut aman dan bunga yang ditawarkan wajar/rendah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
Seperti di Danamas Pinjaman Bisnis yang telah memiliki izin dan diawasi oleh OJK. Dapatkan tambahan modal usaha beragunan properti dengan limit hingga 2 Miliar dan tenor hingga 10 tahun, bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Danamas Pinjaman Bisnis sudah tersedia di Play Store maupun Apple Store. Coba sekarang!

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

AUM-adalah

Apa itu AUM Reksadana? Fungsi Bagi Investor & Minimal AUM

Jika anda ingin berinvestasi maka sebaiknya pelajari dulu serba-serbi tentang investasi karena memilih instrumen investasi tidak boleh sembarangan. Seperti yang kita ketahui b

Pengertian-Yield-To-Maturity

Apa Itu Yield to Maturity? Jenis & Cara Hitung

Ada banyak istilah di dunia investasi yang terkadang perlu memahami kembali, terlebih lagi jika Anda ingin mencoba berinvestasi bagi pemula. Salah satu istilah yang sering dik

Faucet-Crypto

Faucet Crypto: Definisi, Jenis, Manfaat, SitusĀ  & Cara Kerjanya!

Anda tertarik dengan cryptocurrency? Ternyata ada metode untuk mendapatkan kripto secara gratis lho! Namanya adalah faucet crypto. Dalam dunia kripto, kini Anda bisa mendapatk