Investasi Vs Menabung

Banyak orang yang menyisihkan sebagian pendapatan atau uang untuk ditabung di bank. Masyarakat awam mungkin masih beranggapan bahwa menabung uang di dinilai bank lebih aman dan menjadi salah satu pertimbangan orang awam lebih memilih menabung daripada berinvestasi.

Tapi, menabung dan investasi tentunya memiliki tujuan dan definisi yang berbeda. Yuk simak dalam artikel ini! 

Perbedaan Investasi Versus Menabung 

Investasi Vs Menabung

Belakangan ini tren investasi menjadi populer. Seperti yang dilansir dari MNC sekuritas, jumlah investor pasar modal di Indonesia terus mengalami peningkatan. Data dari KSEI atau Kustodian Sentral Efek Indonesia per akhir Maret 2021, menyatakan bahawa telah mencapai dari 4 juta investor atau sebanyak 24% dari posisi 2020 lalu. Mulai banyak orang tertarik untuk menginvestasikan dana nya terutama pada masa pandemi. Namun tahukah Anda perbedaan antara menabung dan berinvestasi? 

Secara sederhana, menabung adalah kegiatan dengan menyisihkan dana sebagai persiapan untuk kebutuhan jangka pendek atau dalam kondisi darurat. Sedangkan investasi adalah mengembangkan dana yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan dalam jumlah yang lebih besar. Perbedaan yang mendasar dari menabung dan berinvestasi terletak pada resiko dan adanya potensi return yang akan didapatkan. Tabungan dapat diambil kapan saja dan memiliki risiko yang lebih rendah, sementara investasi memiliki jangka waktu panjang dan risiko yang lebih tinggi, karena memiliki hasil yang tidak pasti dapat lebih tinggi atau dapat lebih rendah dibandingkan dengan yang diinvestasikan di awal.  

Baik menabung maupun berinvestasi penting untuk dilakukan. Menabung dilakukan untuk berjaga-jaga dari problem keuangan yang akan menimpa Anda pada suatu saat tertentu. Sedangkan berinvestasi biasanya digunakan untuk  tujuan keuangan tertentu misalnya untuk menyiapkan dana hari tua, persiapan biaya sekolah anak, dan lain sebagainya yang dalam periode jangka panjang. Seperti yang Anda ketahui, adanya kenaikan tingkat harga atau biasa dikenal dengan inflasi, maka berinvestasi ini harus dilakukan agar menjaga kemampuan daya beli di masa yang akan datang, karena return yang dihasilkan dari investasi lebih besar dan  dianggap mampu untuk melawan inflasi. 

Dalam berinvestasi pun perlu diperhatikan risikonya. Menabung tentu memiliki risiko yang lebih kecil daripada berinvestasi namun memiliki keuntungan yang lebih kecil (low risk low return) . Semakin tinggi risiko yang dapat Anda tanggung, maka potensi keuntungan akan lebih besar (high risk high return).  Berinvestasi pun dapat dilakukan dengan berbagai macam sektor yakni bisa berupa investasi Reksadana, saham, crypto, dan lain sebagainya. 

Plus dan Minus Menabung di Bank 

Investasi Vs Menabung

Kelebihan Menabung di Bank

Berikut ini adalah beberapa kelebihan yang bisa Anda dapatkan untuk menabung di bank:

  • Menabung di bank tentunya akan mendapatkan bunga bank. Bagi sebagian orang bunga bank menjadi daya tarik tersendiri untuk mereka menyimpan dana melalui bank.
  • Keamanan yang lebih aman dan terjamin
  • Dapat diambil kapanpun dan dipermudah dengan adanya ATM
  • Memiliki risiko yang lebih kecil
  • Dilindungi oleh Lembaga misalnya seperti Lembaga Penjamin Simpanan 

Kekurangan Menabung di Bank

Selain kelebihan, berikut ini adalah beberapa kekurangan dari menabung yakni:

  • Akan dikenakan biaya administrasi setiap bulannya
  • Bunga yang diberikan relatif lebih kecil
  • Uang tidak berkembang
  • Bila mengambil dana melalui ATM jumlahnya dibatasi 

Kelebihan Investasi

Jika kelebihan dan kekurangan menabung sudah dibahas, berikut ini adalah beberapa  kelebihan dari berinvestasi. 

  • Perkembangan atau penambahan nilai aset menjadi lebih cepat
  • Diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
  • Dapat melawan inflasi
  • Dikelola oleh badan atau lembaga resmi yang memiliki legalitas dan profesional
  • Dapat digunakan untuk kebutuhan jangka panjang misalnya dana pensiun, dan lain sebagainya. 

Kekurangan Investasi

Sementara kekurangan dari berinvestasi yakni:

  • Lebih beresiko walaupun memberikan bunga atau keuntungan yang lebih besar.
  • Digunakan untuk jangka panjang, sehingga tidak memberikan keuntungan/ keuntungan kecil jika digunakan untuk jangka pendek
  • Harus memperhatikan apakah legal atau tidak. (diawasi oleh OJK/ Lembaga lain) 

Selain melakukan investasi atau menabung, Anda juga bisa mengembangkan dana dengan cara melakukan ekspansi bisnis. Apabila Anda membutuhkan pinjaman modal usaha untuk keperluan pengembangan usaha, Danamas bisa menjadi solusi yang tepat untuk Anda. Dengan pinjaman beragunan properti dan telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anda bisa mengajukan pinjaman mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 2 Miliar. Ajukan sekarang!

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

Saham blue chip

Mengenal Saham Blue Chip di Indonesia untuk Investasi Anda

Seiring berjalannya waktu semakin banyak orang yang mulai sadar pentingnya berinvestasi. Salah satu jenis investasi yang mulai disukai adalah investasi saham. Dalam beberapa tahun belakangan ini, investasi di pasar modal terus mengalami peningkatan. Mudahnya akses untuk melakukan jual beli saham semakin mendorong banyak orang untuk berinvestasi saham.

Investasi saham memiliki banyak jenis, salah satunya adalah saham blue chip. Bagi anda yang tertarik untuk investasi saham, mari kenalan lebih jauh dengan saham blue chip melalui artikel berikut ini.

Apa itu Saham Blue Chip?

Istilah “Blue Chip” di pasar saham dicetuskan oleh Oliver J. Gingold. Kata “Blue Chip” itu sendiri berasal dari permainan poker, dalam permainan poker terdapat beberapa kepingan dengan warna yang berbeda-beda dan kepingan berwarna biru memiliki nilai yang paling besar. Pada tahun 1923-1924, Oliver melihat perdagangan saham dan tertarik dengan saham dengan harga tinggi yang berkisar antara USD 200-USD 250 per lembarnya. Kemudian, saat kembali ke kantor ia menuliskan “Blue Chip Stocks” dan sejak saat itu istilah blue chip mulai dikenal di dunia saham untuk mengklasifikasikan perusahaan yang bagus dan memiliki nilai yang tinggi.

Menurut New York Stock Exchange, saham blue chip adalah saham dari perusahaan yang memiliki reputasi nasional dari sisi kualitas, kemampuan dan keandalan untuk beroperasi yang menguntungkan dalam berbagai macam situasi ekonomi yang baik ataupun buruk.

Dapat diartikan, saham blue chip adalah saham unggulan atau saham papan atas. Sehingga, menurut para ahli lebih aman untuk anda berinvestasi di saham blue chip dibandingkan jenis saham lain.

Ciri-ciri Saham Blue Chip

Tidak semua perusahaan dikategorikan sebagai saham blue chip. Terdapat beberapa kriteria atau kategori agar saham tersebut bisa disebut sebagai saham blue chip. Berikut ciri-ciri dari saham blue chip:

1.      Pemimpin di Sektor Industrinya

Perusahaan dengan saham blue chip biasanya merupakan perusahaan yang sudah beroperasi selama puluhan tahun serta menjadi pemimpin di sektor industrinya. Selain itu produk perusahaan tersebut memiliki kualitas yang sudah terkenal baik di dalam negeri maupun luar negeri.

2.      Nilai Kapitalisasi Besar

Ciri-ciri selanjutnya adalah perusahaan memiliki nilai kapitalisasi pasar yang besar. Kapitalisasi adalah harga pasar perusahaan apabila ingin dibeli secara utuh. Market kapitalisasi yang besar menunjukan seberapa besar aset perusahaan. Untuk dikategorikan sebagai saham blue chip, perusahaan harus memiliki nilai kapitalisasi di atas Rp 40 triliun.  

3.      Rutin dan Konsisten Memberikan Dividen

Dividen adalah laba yang dihasilkan oleh perusahaan, yang kemudian dibagikan kepada pemegang saham. Perusahaan dengan saham blue chip akan konsisten memberikan dividen sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pemegang saham terhadap perusahaan.

4.      Volume Transaksi Besar

Banyak investor yang tertarik untuk memiliki dan memperdagangkan saham blue chip ini. Transaksi rata-rata harian minimal sebesar Rp 10 miliar sehari selama satu tahun terakhir. Seringkali saham blue chip memasuki daftar saham teraktif dalam bursa dan masuk dalam indeks LQ45.

5.      Kinerja Perusahaan Solid

Laporan keuangan perusahaan dengan saham blue chip terus bertumbuh dengan laba yang konsisten dan inovasi yang terus dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman.

Saham Blue Chip di Indonesia

Saham blue chip merupakan saham dari perusahaan yang memiliki nilai fundamental yang kuat, baik dari sisi finansial maupun manajemennya. Berikut ini adalah beberapa saham blue chip yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI):

1.      PT. Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)

2.      PT. Sumber Alfamart Trijaya Tbk (AMRT)

3.      PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM)

4.      PT. Astra International Tbk (ASII)

5.      PT. Bank Central Asia Tbk (BBCA)

6.      PT. Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)

7.      PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)

8.      PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)

9.      PT. BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN)

10.  PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Itulah beberapa perusahaan yang masuk dalam kategori saham blue chip. Walaupun begitu, harus diperhatikan juga bahwa status blue chip ini tidak bersifat permanen, sehingga bisa terus berubah seiring berjalannya waktu. Disclaimer, ini bukan ajakan untuk menjual ataupun membeli saham tertentu.

Meraih Profit Dari Saham Blue Chip dengan Investasi Bertahap

Saham blue chip biasanya memiliki harga yang sudah cukup tinggi, sehingga membutuhkan modal besar untuk memilikinya. Metode yang biasanya digunakan adalah dengan melakukan investasi bertahap dengan membeli saham blue chip dicicil sedikit demi sedikit.

Selain itu kamu juga bisa melakukan investasi bertahap dengan cara melakukan investasi di tempat lain yang hasilnya bisa digunakan kembali untuk investasi di saham blue chip. Misalnya, anda bisa melakukan investasi emas, kemudian hasil dari investasi tersebut anda belikan saham blue chip yang ada di Bursa Efek Indonesia.

Keunggulan Saham Blue Chip

Saham blue chip memiliki berbagai macam keunggulan dibandingkan dengan jenis saham lainnya, berikut ini keunggulan dari saham blue chip:

1.      Harga Saham Cenderung Stabil

Keunggulan pertama dari saham blue chip adalah harganya yang cenderung stabil. Dengan kapitalisasi pasar yang besar, maka harga dari saham ini tidak mudah untuk naik atau turun secara signifikan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, banyak ahli yang menyarankan investor pemula untuk berinvestasi pada saham blue chip.

2.      Memiliki Fundamental yang Baik

Selain itu, kelebihan lainnya adalah perusahaan dengan saham blue chip merupakan perusahaan yang sudah mapan dan menjadi pemimpin dalam industrinya sehingga bisa terus menghasilkan keuntungan dan bertahan menghadapi perkembangan zaman dengan melakukan inovasi terhadap produk-produknya.

3.      Rutin Membagikan Dividen

Perusahaan dengan saham blue chip rutin membagikan dividen atau sebagian laba perusahaan untuk pemegang sahamnya, sehingga dividen ini bisa anda jadikan sebagai penghasilan pasif.

Baca juga: 5 Instrumen Investasi yang Cocok untuk Mahasiswa & Caranya

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa saham blue chip merupakan saham unggulan dan lebih aman bagi investor pemula untuk berinvestasi dibandingkan jenis saham lain. Saham Blue chip juga rutin membagikan dividen dari keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan tersebut, dividen ini bisa anda jadikan sebagai penghasilan pasif atau tambahan modal apabila anda sedang ingin memulai sebuah usaha. Akan tetapi apabila hasil dividen yang anda dapatkan belum cukup untuk menambah modal usaha, anda tidak perlu khawatir karena saat ini banyak sekali platform yang bisa memberikan anda pinjaman modal. Salah satunya adalah Danamas, platform pinjaman multiguna yang sudah diawasi dan mendapatkan izin dari OJK. Melalui Danamas, anda bisa mendapatkan tambahan modal hingga 2 miliar rupiah dengan jaminan properti. Pengajuan bisa anda ajukan dengan mudah dan praktis serta bisa diakses kapanpun dan dimanapun melalui aplikasi Danamas.

investasi bodong adalah

Macam & Ciri-Ciri Investasi Bodong Adalah, Jangan Sampai Tertipu

Sebagai pemula penting sekali untuk mempelajari segala sesuatu tentang investasi. Ada banyak sekali  penipuan yang berkedok investasi untuk mendapatkan keuntungan untuk mereka yang belum mengetahui seluk beluk tentang filtrasi. Untuk itu anda perlu menyimak ulasan berikut ini tentang investasi bodong dan bagaimana ciri-cirinya.

Apa Itu Investasi Bodong 

Investasi bodong investor adalah investasi yang menawarkan keuntungan yang tidak wajar dan menyalahi aturan resmi dari OJK dan lembaga lain yang berkaitan dengan investasi Ibu tersebut, efeknya adalah investor yang akan dirugikan. Maka dari itu bagi Anda yang ingin mencoba investasi perlu jeli dalam memilih instrumen investasi dan beberapa aspek penting lainnya.

investasi bodong adalah penipuan investasi yang menipu seseorang untuk mendapatkan keuntungan besar Mereka mencuri dana yang dipercayakan oleh para investor. 

Ciri-Ciri Investasi Bodong

  • Tidak Ada Legalitas

Dalam berinvestasi Anda juga perlu memperhatikan apakah perusahaan tersebut fiktif atau bukan. Perusahaan fiktif atau palsu umumnya tidak memiliki lisensi atau legalitas yang jelas. Jika ada perusahaan asli yang melakukan penipuan bisa dipastikan bahwa perusahaan tersebut menjadi bagian dari investasi. Untuk itu perlu adanya pengawas pasar modal asuransi perbankan dan lain-lain yang dibawahi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Sementara itu bagi perdagangan berjangka dan community juga diatur serta diawasi oleh badan pengawas perdagangan berjangka komoditi yang berada di bawah Kementerian Perdagangan. Dari sinilah kita perlu mengecek legalitas dari perusahaan yang menawarkan produk investasi. Jika izin tersebut tidak jelas maka sebaiknya hindari berinvestasi di perusahaan tersebut.

  • Menawarkan Profit Yang Tidak Masuk Akal

Keuntungan investasi seharusnya berbanding lurus dengan resikonya. Semakin tinggi profil resikonya maka semakin tinggi juga keuntungan yang bisa anda dapatkan. Maka dari itu kita perlu waspada saat memilih perusahaan investasi yang menawarkan profit tinggi. Investasi bodong biasanya menawarkan profit dengan keuntungan hingga 240% per tahun, sudah tentu ini cukup menggiurkan bagi para investor yang ingin meraup banyak keuntungan. Namun kita perlu curiga jika ada perusahaan investasi yang menjanjikan keuntungan besar bahkan pasti untung. Hal ini karena investasi tidak selalu untung namun perlu perhitungan yang signifikan.

  •  Tidak Ada Asep Dasar Yang Jelas

Investasi perlu memiliki aset dasar yang jelas seperti reksadana saham yang harus memiliki aset saham yang jelas dan dana yang diinvestasikan akan diatur oleh manajer investasi yang nantinya akan mendapatkan keuntungan.  Sementara itu dalam kegiatan investasi ilegal tidak ada kejelasan perputaran uang. Untuk itu investor tidak mendapatkan informasi dana yang sudah disetorkan.

  • Tidak Adanya Transparansi

Investasi resmi bisa memberikan informasi tentang resiko profit kerugian dan lain-lain secara jelas kepada investor. Investasi resmi bisa memberikan informasi tentang resiko profit kerugian dan lain-lain secara jelas kepada investor sedangkan investasi bodong atau ilegal tidak memberikan informasi tersebut. Umumnya pada pada investor hanya fokus ini. Padahal sejatinya dalam berinvestasi keuntungan akan sebanding dengan resikonya.

  •  Bergantung Pada Investor Baru Dan Menjual Nama Tokoh Terkenal

Hal lain yang perlu Anda waspadai pada investasi bodong adalah saat mereka menerapkan sistem pembagian keuntungan yang tidak jelas. Tidak hanya itu biasanya investasi bodong juga gencar menarik investor baru untuk bisa bergabung dalam perusahaannya. Secara umum, investasi bodong menggunakan pembagian keuntungan ponzi yaitu tidak ada keuntungan real, melainkan berasal dari uang investor sendiri dan peserta lain. Investor bodong juga jual nama tokoh terkenal untuk menarik calon korban. padahal tokoh terkenal tersebut Sebenarnya bukan bagian dari perusahaan investasi bodong itu.

  • Tidak Ada Alamat Yang Jelas

Anda perlu curiga jika  perusahaan investasi tidak memiliki alamat yang jelas, sehingga Anda akan sulit untuk menemukannya. Bisa jadi ini pertanda bahwa perusahaan tersebut adalah investasi bodong yang sebenarnya tidak memiliki alamat.

  •  Tidak Menjelaskan Risiko Investasi

Ciri lain dari investasi bodong adalah tidak dijelaskan resiko investasi. Mereka hanya akan menjelaskan keuntungan dan keuntungan lainnya. Untuk itu anda jangan tergiur dengan keuntungan yang mereka tawarkan secara cuma-cuma.

Investasi Bodong Yang Sering Dijumpai

  • Investasi Emas

Investasi emas adalah salah Investasi jangka panjang yang diminati oleh banyak orang, karena hal inilah beberapa penipu menjadikan investasi emas celah untuk investasi bodong yang ditawarkan ke ke investor pemula. Para oknum dari perusahaan investasi bodong akan menawarkan keuntungan besar dengan syarat menyetorkan dana investasi yang akan ditukarkan dengan sejumlah emas. Emas yang ditawarkan bisa berbentuk emas logam mulia, koin emas, atau perhiasan emas.  Keuntungan berupa emas yang mereka berikan adalah emas palsu sehingga mereka tidak memiliki nilai jual. Biasanya oknum dari investasi bodong akan menjual emas tersebut dengan harga yang sangat murah sehingga korban akan membeli dengan jumlah yang banyak.

  •  Permainan Uang

Permainan uang atau money game juga salah satu investasi bodong yang sering terjadi. Money game sering disebut skema ponzi atau skema piramida yang dilarang di Indonesia. Sederhananya permainan uang ini menawarkan keuntungan yang berlipat ganda dari modal yang anda keluarkan, namun sesungguhnya ini adalah tujuan mereka untuk menipu. menurut satuan tugas waspada investasi OJK ada ciri-ciri money game yang merupakan bagian dari investasi bodong antara lain:

  • Tidak ada produk atau jasa yang dijual. Jika pun ada produk tersebut dijual dengan harga yang kurang sesuai karena ini hanya digunakan sebagai kedok dalam penipuan mereka.
  • Bonus fiktif yang didapat dari perekrutan atau member get member.
  • Bonus yang didapat dari persentase nilai investasi yang sudah ditanamkan
  • Pay out hasil bonus keuntungan yang tidak masuk akal
  • Boleh memiliki lebih dari satu akun atau dapat bergabung beberapa kali
  • Perusahaan tidak memiliki izin yang sesuai
  • High Yield Investment Program

Banyak dari investasi bodong akan menawarkan hasil keuntungan yang sangat tinggi seperti High Yield Investment Program. Investasi bodong ini menawarkan bisnis yang sangat menjanjikan seperti bisnis berbasis teknologi ataupun batubara. Umumnya oknum dari investasi bodong ini akan mengatakan bahwa hasil dari bisnis perbulannya cukup tinggi sehingga bisa balik modal dalam waktu singkat.

Baca juga: Tips Investasi Properti Apartment & Untung Ruginya

Berinvestasi bisa jadi cara untuk mendapatkan banyak keuntungan, selain berbisnis. Namun, dalam berbisnis, Anda membutuhkan modal yang cukup untuk bisa mewujudkan berbagai rencana dan tujuan usaha Anda. Salah satu cara agar Anda mendapatkan pinjaman modal usaha adalah melalui pinjaman beragunan di Danamas. Pinjaman untuk modal usaha ini bisa Anda dapatkan dengan limit besar hingga Rp 2 miliar. Wujudkan bisnis impian Anda dengan daftar disini.

afiliasi adalah

Apa Itu Afiliasi? Cara Kerja dan Keuntungannya

Di dalam dunia bisnis, afiliasi dipakai untuk berbagai bidang, entah dalam perihal modal ataupun pemasaran. Sebelum benar- benar mempraktekkan afiliasi dalam dunia nyata, Yuk simak pengertian dari afiliasi, cara kerja dan keuntungannya melalui artikel berikut ini. 

Pengertian Afiliasi

Afiliasi diartikan sebagai hubungan antara perusahaan atau anggota yang secara resmi terhubung satu sama lain melalui suatu perjanjian atau kesepakatan tertentu. Dari definisi tersebut maka memberikan gambaran bahwa afiliasi terbentuk oleh adanya suatu kesepakatan atau perjanjian kerja sama. Afiliasi tidak harus terpaku pada hubungan bisnis namun juga dapat terwujud dalam berbagai hal dan kepentingan antara dua belah pihak atau lebih. 

Cara Kerja Afiliasi

Berikut ini merupakan cara kerja afiliasi yang dapat Anda ketahui. Cara kerja afiliasi seperti ini:

  1. Mendaftar Program Afiliasi

Pertama, Anda harus mendaftar dan mendapatkan kode referal unik yang dapat Anda promosikan. Kode ini digunakan sebagai tanda bahwa konsumen membeli produk dari affiliate tersebut. 

  1. Promosi Produk Afiliasi

Mempromosikan produk agar terdapat banyak konsumen yang membeli. Anda dapat mempromosikannya dengan mereview produk di sosial media. 

  1. Orang Menggunakan Kode Anda

Apabila ada yang tertarik dengan produk tersebut, maka konsumen tersebut akan menggunakan kode Anda. Biasanya konsumen akan mendapatkan potongan harga atau promo lainnya, dan Anda akan mendapatkan komisi.

  1. Mendapatkan Komisi

Biasanya pemberian komisi afiliasi setelah para konsumen membeli, mengunduh  menggunakan kode referal dari Anda. 

Contoh Afiliasi 

Terdapat beberapa contoh afiliasi yang dapat Anda temui, misalnya seperti 

  1. Bukalapak Affiliate Program

Setiap konsumen yang membeli barang melalui link yang Anda sebar akan mendapatkan komisi yang diberikan tergantung dari harga produknya. 

  1. Affiliate By Me Tokopedia

Program untuk mempromosikan barang yang terdapat pada Tokopedia, jika barang tersebut terjual melalui kode referral, maka akan mendapatkan komisi.

  1. Tiket.com Affiliate Partner

Untuk yang gemar travelling, afiliasi dapat menguntungkan, Anda dapat menggunakan Application Programming Interface (API) untuk memesan kamar hotel dan memperoleh komisi 40-60% Setiap booking hotel menggunakan kode Anda. 

  1. Amazon Affiliate Program

Dengan mempromosikan berbagai produk yang diperjualkan di Amazon, Anda bisa mendapatkan keuntungan 10% setiap produk terjual. 

Keuntungan dari Bisnis Afiliasi 

  1. Modal yang Kecil

Anda dapat menjual produk perusahaan tanpa harus membelinya dan cukup mempromosikannya agar konsumen tertarik membeli.

  1. Sebagai Penghasilan Pasif

Salah satu keuntungan dari afiliasi adalah mendapatkan pendapatan pasif, meskipun tidak harus bekerja di kantor. Selama Anda terus mempromosikan dan orang tertarik menggunakan kode referal Anda, maka akan ada komisi atau pendapatan.

  1. Jam Kerja Fleksibel 

Sistem kerja yang tidak terikat kontrak sehingga dapat fleksibel sesuai dengan kemauan Anda. Anda juga dapat melakukan kegiatan ini dimana saja selama ada internet dan juga handphone atau laptop.

  1. Murni Hasil Kerja Anda

Penghasilan yang didapat dari afiliasi merupakan hasil kerja keras Anda melakukan promosi. Semakin giat dan berusaha, maka akan semakin besar pendapatannya.

Kekurangan dari Bisnis Afiliasi 

Selain kelebihan, terdapat juga kekurangan dari bisnis afiliasi yang perlu Anda ketahui, misalnya seperti: 

  1. Sistem Rekam Jejak yang Singkat

Bisnis afiliasi dilengkapi dengan rekam jejak yang singkat, hanya satu bulan. Jika ada pelanggan yang membeli dari link yang masanya lebih dari satu bulan, maka Anda tidak mendapat komisi. 

  1. Tidak Renewal

Anda hanya mendapat komisi dari pengunjung baru yang membeli baru, namun apabila pengunjung yang sama melakukan pembelian untuk kedua kalinya Anda tidak mendapatkan keuntungan. 

  1. Informasi Produk Harus Diperbarui

Pebisnis yang melakukan bisnis afiliasi harus memperbaharui program dan produk karena banyaknya persaingan terhadap produk sejenis yang semakin ketat. 

  1. Pendapatan Lebih Rendah dari Pemilik Produk 

Anda akan mendapatkan komisi lebih rendah daripada pemilik produk. Hal ini karena pemilik web menghabiskan modal yang lebih banyak dibandingkan dengan pengiklan.

  1. Penghasilan Tidak Menentu

Anda harus mengetahui bahwa penghasilan yang didapat bisa tidak menentu. Mungkin saja bulan ini komisinya banyak, bulan depan mulai menurun. Maka dari itu pastikan Anda memanajemen keuangan dengan baik. 

Baca juga: Tips Investasi Properti Apartment & Untung Ruginya

Apabila Anda ingin mengembangkan bisnis dan terkendala dengan modal, Pinjaman beragunan dari Danamas Pinjaman Bisnis dapat membantu Anda mendapatkan modal sampai dengan Rp 2 miliar. Hanya dengan sertifikat properti, Anda dapat mengajukan pinjaman dengan bunga rendah dan tenor yang panjang. Lancarkan bisnis Anda bersama Danamas.