Pajak jual beli rumah

Dalam bertransaksi biasanya dikenakan pajak didalamnya, termasuk juga dengan bertransaksi properti. Pada proses pembelian atau penjualan rumah, akan ada biaya pajak yang dikenakan.  Anda pun tentunya harus mengetahui apa saja yang ada dalam pajak jual beli rumah. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah artikel yang akan membahas mengenai cara hitung pajak jual beli rumah beserta dengan rinciannya. 

Apa Itu Pajak Jual Beli Rumah?

Pajak jual beli rumah merupakan sejumlah biaya tambahan yang dikenakan atas pembelian unit rumah maupun properti lainnya. Biasanya besaran pajak ini dipengaruhi oleh nilai transaksi dan juga lokasi bangunan. 

Jenis Pajak Jual Beli Rumah

Pajak jual beli rumah

Terdapat beberapa jenis pajak jual beli rumah, yakni: 

  1. NJOP 

NJOP merupakan Nilai Jual Objek Pajak yakni besaran nilai yang telah ditetapkan oleh negara. Nominal NJOP  dapat dilihat dari berkas pembayaran PBB. Semakin tinggi NJOP maka semakin tinggi juga PBB yang harus dibayar. Penentuan NJOP biasanya didasarkan pada luas dan zona bangunan. 

  1. NJKP

Nilai Jual Kena Pajak merupakan nilai jual objek yang dimasukkan dalam perhitungan pajak terutang. NJKP adalah nilai yang dihasilkan dari NJOP dikurangi dengan NJOPTKP dan merupakan  bagian dari NJOP. Pemerintah telah menetapkan  NJKP melalui KMK Nomor 201/KMK.04/200. Objek pajak yang berupa perkebunan, kehutanan, dan pertambangan masing- masing persentasenya yakni 40%.

Sedangkan objek pajak perdesaan dan perkotaan ditentukan melalui NJOP. Apabila total NJOP dibawah Rp1 miliar, maka NJKPnya 40%, sedangkan untuk NJOP di atas Rp 1 miliar maka besaran persentase NJKPnya adalah 20%.

  1. NPOP 

Nilai Perolehan Objek Pajak merupakan besaran nilai atas perolehan hak bangunan sesuai dengan perhitungan dari BPHTB. NPOP merupakan jumlah yang tercantum dalam perjanjian pengalihan hak yang telah disetujui antara penjual serta pembeli.

Cara Hitung Pajak Jual Beli Rumah

Pajak jual beli rumah

Terdapat beberapa komponen pajak yang perlu Anda hitung terlebih dahulu, berikut ini merupakan cara perhitungan pajak jual beli rumah. 

  1. Pajak Penghasilan (PPh)

Dikenakan pada penjual sebagai orang atau pihak yang akan menerima dana transaksi. Persentasenya telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No 34 tahun 2016, sebesar 2,5% dan dibayar sebelum akta jual beli diterbitkan. 

Misalnya: Pak Budi menjual sebuah rumah dengan luas tanah 600 meter persegi dan luas bangunan 300 meter persegi dengan harga 900 juta, PPh yang harus dibayarkan adalah sebesar Rp 22,5 juta (2,5% xRp 900 juta).

  1. Pajak Bumi Bangunan (PBB)

Besaran PBB ditentukan dari objek pajaknya dan dibebankan kepada penjual. Pajak ini dibayar setiap setahun sekali. Nilai PBB sebesar 0.5% dari NJKP.
Misalnya, rumah dengan luas bangunan 200 meter persegi di atas tanah seluas 400 meter persegi. NJOP per meter di daerah tersebut sebesar  Rp1.5 juta, sedangkan NJOPTKP nya senilai Rp10 juta.  Maka total PBB dibayarkan adalah Rp890 ribu. Berikut adalah perhitungannya  

  • NJOP = (Luas bangunan x NJOP per meter bangunan) + (Luas tanah x NJOP permeter tanah)  = (200 x 1,5 juta) + (400x 1,5 juta) = 900 juta. 
  • NJOP PBB = NJOP – NJOPTKP  = Rp900 – Rp10 juta = 890 juta.
  • NJKP = 20% x NJOP PBB = 20% x Rp890 juta = 178 juta
  • PBB = 0.5% x NJKP = 0.5% x Rp178 juta = Rp890 ribu

3. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
PPN adalah pajak yang dibebankan pada setiap penyerahan barang atau jasa dalam transaksi jual beli. Besaran PPN adalah 10% dari harga bangunan. Dengan demikian, misalnya, harga jual rumah adalah Rp 400 juta, maka PPN nya sebesar Rp 40 juta.

Biaya yang Ditanggung Penjual & Pembeli

Pajak jual beli rumah

Ada 3 biaya yang harus dikeluarkan oleh penjual rumah yakni: 

  1. Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan telah ditetapkan pada peraturan pemerintah no 34 tahun 2016 atas pengalihan hak atas tanah atau bangunan yakni sebesar 2,5%. Pembayaran PPh harus dilakukan sebelum akta jual beli diterbitkan sesuai dengan harga rumah yang telah disepakati antara penjual dan pembeli.  

  1. Biaya Notaris

Ketika melakukan transaksi jual rumah, diperlukan notaris sebagai saksi hukum dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang berdomisili di sekitar atau wilayah rumah yang hendak dijual. 

  1. Pajak Bumi Bangunan

Sebagai pihak penjual rumah, merupakan kewajiban pihak penjual untuk melunasi PBB sebelum diberikan kepada pihak pembeli. 

Sedangkan pajak yang ditanggung oleh pembeli adalah pajak yang dibebankan kepada pembeli seperti:  

Baca juga:

Cara Bayar Pajak Online Pribadi Tanpa Ke Kantor KPP

  1. Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB)

BPHTB yakni pungutan atas perolehan hak atas tanah atau bangunan. BPHTB dialihkan menjadi pajak daerah yang dipungut oleh pemerintah kabupaten atau kota. Besaran nilai pajak yang dibebankan kepada pembeli yakni 5% dari nilai perolehan objek pajak.

  1. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

PPN adalah pajak yang dibebankan kepada pembeli secara tidak langsung. Jika membeli rumah dari developer sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), maka PPN yang harus dibayar adalah 10% dari harga jual. Sementara jika membeli rumah dari perorangan, maka PPN dapat  disetor langsung ke kantor pajak.

  1. Biaya Tambahan Lainnya

Selain dua biaya wajib di atas, ada biaya pertanggungan lain yang harus dipersiapkan pembeli agar jual beli dapat berjalan dengan baik dan cepat, salah satunya adalah terkait dengan sertifikat rumah yang meliputi:  

  1. Biaya Cek Sertifikat
  2. pembuatan Akta Jual Beli  
  3. Balik Nama Sertifikat

Agunkan Rumah Untuk Modal Usaha

Anda memiliki properti atau rumah yang tidak terpakai dan tertarik untuk melakukan ekspansi bisnis, namun terhalang oleh modal usaha? Lancar by Danamas adalah platform financial technology  yang telah berizin dan diawasi oleh OJK, dan juga telah bergabung dengan AFPI  dapat membantu Anda mengembangkan usaha atau bisnis.  

Melalui pinjaman agunan properti, Anda bisa mendapatkan tambahan modal usaha mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 2 Miliar. Dengan pinjaman dana dari Lancar by Danamas. Cek nilai properti Anda disini.

Ajukan Pinjaman Lancar

Simulasi Pinjaman Lancar

Artikel Lainnya

Asuransi Apartemen

Asuransi Apartemen: Manfaat dan Perhitungannya

Memiliki apartemen, tentunya wajib untuk memiliki asuransi. Asuransi apartemen sangat penting karena apabila terjadi kerusakan hingga kehilangan aset, kerugian Anda akan lebih terminimalisir dengan adanya asuransi apartemen. Simak artikel ini untuk tahu mengenai asuransi apartemen lebih dalam. 

Apa Itu Asuransi Apartemen?

Asuransi apartemen merupakan suatu produk jaminan properti yang digunakan untuk menanggung kerugian terhadap aset apartemen beserta dengan isinya. Apalagi apartemen rentan terkena risiko kebakaran atau kerusakan seperti pipa bocor, maka apartemen biasanya sudah diasuransikan secara kolektif oleh pengembang. 

Walaupun sudah diasuransikan oleh pengembang, Anda tetap membutuhkan perlindungan untuk barang barang yang berharga di dalamnya. 

Manfaat Asuransi Apartemen

Pada dasarnya, asuransi apartemen menawarkan kenyamanan dan beberapa manfaat pertanggungan serta pengecualian. Pada pertanggungan, memberikan ganti rugi apabila aset apartemen dan perabotnya mengalami kerusakan selain itu juga akibat: 

  • Kebakaran
  • Huru hara,gempa bumi, badai, banjir
  • Pencurian dengan kekerasan
  • Kerusakan pipa
  • Dampak fisik 

Selain pertanggungan, juga ada pengecualian pada asuransi apartemen yakni:

  • Kontaminasi radioaktif nuklir
  • Kecerobohan tertanggung atau yang mewakili tertanggung
  • Polusi dan pencemaran lingkungan
  • Properti yang sedang dalam masa konstruksi
  • Karat, korosi, jamur, kutu, larva serangga
  • Biaya pemeliharaan 

Dasar Hukum Asuransi Apartemen

Ada dasar hukum yang tertuang dalam mengasuransikan apartemen yang menjadi kewajiban pengelola dan penghuni apartemen. Berikut ini adalah peraturan pemerintah yang mengatur tentang asuransi apartemen tertuang dalam Peraturan Pemerintah no 4 tahun 1988 yakni pasal 61 ayat 2b yang menyatakan bahwa setiap penghuni apartemen wajib membayar iuran pengelolaan dan premi asuransi kebakaran. Selain itu juga pada pasal 70  yang berbunyi “Perhimpunan Penghuni harus mengasuransikan rumah susun terhadap kebakaran”. 

Apabila peraturan ini tidak dijalankan, maka akan  ada sanksi.  Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1988 pada Pasal 77 yang menyatakan bahwa “barangsiapa yang melanggar ketentuan, maka akan diancam dengan pidana maksimal satu tahun dan atau denda setinggi tingginya Rp 1 Juta. 

Tips Memilih Asuransi Apartemen

  • Perhatikan Manfaat yang Ditawarkan 

Sebelum memilih asuransi, penting untuk mengetahui apa saja hal yang ditanggung dalam asuransi. Baca dengan seksama dan tanyakan pada agen yang bersangkutan untuk menjelaskan dengan detail ketentuan dan manfaat yang didapat. 

  • Sesuaikan dengan Kebutuhan 

Sesuaikan manfaat pertanggungan dengan apa yang Anda butuhkan. Jangan membeli asuransi perlindungan yang tidak Anda butuhkan karena akan memberatkan biaya premi. 

Perhitungan Asuransi Apartemen

Dalam menghitung biaya premi asuransi, perlu diperhatikan bahwa terdapat biaya sendiri, atau biaya yang dikeluarkan sendiri oleh nasabah ketika hendak mengajukan klaim. Biasanya adalah 5% dari klaim yang dibayarkan. 

Dalam menghitung biaya premi asuransi, Anda juga perlu menjumlahkan nilai aset yang dimiliki, kemudian dari pihak asuransi akan memberikan premi sesuai dengan jumlah lantai apartemen. 

Baca Juga: Tips Memilih Asuransi Rumah & Cara Hitung Preminya

Properti untuk Modal usaha

Lancar by danamas merupakan pinjaman modal usaha yang menggunakan agunan properti. Hanya dengan dokumen dari properti misal seperti apartemen, rumah, ruko, tanah, dan lain sebagainya, Anda bisa mendapatkan pinjaman modal untuk ekspansi bisnis. Lancar by Danamas menyediakan pinjaman mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 2 Miliar. Cek nilai properti Anda disini dan ajukan pinjamannya. 

Asuransi Rumah Sinarmas

Asuransi Sinarmas yang Cocok untuk Hunian

Tahukah Anda bahwa selain asuransi kesehatan dan jiwa, asuransi untuk proteksi terhadap rumah tinggal juga penting untuk dimiliki? Seberapa pentingkah memiliki asuransi untuk rumah tinggal? Simak dalam artikel ini.

Pengertian Asuransi Rumah Sinarmas

Asuransi Rumah Sinarmas

Rumah merupakan tempat yang setiap hari Anda huni. Banyak risiko yang mungkin dapat terjadi atas rumah tinggal. Beberapa risiko seperti kebakaran, kerusuhan,bencana alam, banjir dan sebagainya dapat membuat kerugian. 

Untuk menghindari adanya kerugian tersebut maka asuransi menjadi sangat penting. Asuransi dapat memberikan penggantian atas kerugian yang dihadapi nasabah apabila rumah mengalami risiko sehingga dapat memberikan rasa aman untuk Anda beserta dengan keluarga.

Asuransi Sinarmas merupakan memiliki produk asuransi untuk proteksi rumah yakni Simas Rumah Hemat ++. Asuransi Simas Rumah Hemat ++ memiliki jaminan asuransi yang lengkap untuk rumah tinggal dan perabot rumah tangga Anda. Asuransi ini dirancang untuk memberikan jaminan asuransi terlengkap guna melindungi rumah Anda terhadap kerugian.

Produk Asuransi Rumah Sinarmas

Simas Rumah Hemat ++ memberikan tujuh jaminan dasar yang terdiri dari perlindungan terhadap risiko 

  1. Kebakaran
  2. Kerusuhan, pemogokan, perbuatan jahat, huru hara, terorisme, dan sabotase
  3. Gempa Bumi
  4. Kebanjiran
  5. Kebongkaran dan pencurian termasuk kebongkaran dan pencurian benda antik
  6. Kerusakan yang tidak terduga
  7. Tertabrak kendaraan      

Klaim Asuransi Sinarmas

Asuransi Rumah Sinarmas

Dalam asuransi, tentunya terdapat suatu proses yang disebut dengan klaim. Klaim merupakan suatu proses yang dilakukan oleh nasabah (tertanggung) untuk meminta ganti rugi kepada perusahaan asuransi (penanggung) atas kerusakan atau kerugian yang dialami atas suatu objek yang diasuransikan. 

Untuk dapat mengajukan klaim asuransi Sinarmas, Anda bisa menghubungi customer service di email [email protected] atau melalui alamat dan nomor yang tersedia pada website asuransi Sinarmas. 

Baca juga:

Tips Memilih Asuransi Rumah & Cara Hitung Preminya

Bisnis Properti: Persiapan & Keuntungan Investasi Properti

Pinjaman Beragunan Properti untuk Modal Usaha 

Selain asuransi untuk melindungi rumah atau properti Anda, Sinarmas juga memiliki produk pinjaman beragunan properti yakni Lancar by Danamas. Platform digital financial yang telah legal dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini berada dibawah naungan Sinarmas Group, yang dapat membantu Anda memberikan pinjaman modal mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 2miliar untuk kebutuhan pengembangan usaha.

Bisnis properti untuk mahasiswa

Tips Bisnis di Bidang Properti untuk Mahasiswa 

Anda seorang mahasiswa? Ingin mendapatkan uang tambahan? Bisnis atau usaha di bidang properti dengan modal minim ternyata bisa lho dilakukan oleh para mahasiswa. Simak beberapa tips untuk menjalankan bisnis di bidang properti untuk para mahasiswa berikut ini. 

Pilihan Bisnis Properti untuk Mahasiswa

Bisnis properti untuk mahasiswa

Siapa bilang mahasiswa tidak bisa menjalankan bisnis di bidang properti? Asal ada kemauan dan niat pasti bisa Anda lakukan. Inilah pilihan bisnis atau usaha di bidang properti untuk mahasiswa:

  1. Agen atau Broker Properti Paruh Waktu 

Meskipun sebagai mahasiswa, tentu kewajiban utamanya adalah belajar dan menyelesaikan kuliah. Anda bisa membagi waktu antara perkuliahan dan pekerjaan dengan status pekerja paruh waktu. 

Anda bisa bergabung dengan perusahaan broker rumah misalnya seperti Ray White, Century 21, dan sebagainya. Benefit dari menjadi agen properti adalah Anda akan mendapatkan pelatihan dan informasi mengenai properti, serta komisi. 

  1. Jasa Pencarian Indekos

Jika Anda merupakan mahasiswa kost dan mengenal daerah sekitar kampus yang memiliki kosan atau kontrakan kosong, bisa menjadi peluang untuk Anda memulai bisnis. Caranya dengan meminta izin kepada pemilik kos atau kontrakan tersebut dan kemudian Anda bisa membuat iklan untuk mempromosikan rumah tersebut kepada mahasiswa atau orang lainnya. Anda juga bisa mendapatkan komisi dari hasil promosi tersebut. 

  1. Situs Jualan Properti

Apabila Anda memiliki keahlian di bidang IT, atau pemasaran digital, Anda bisa membuka sebuah situs properti. Apabila situs tersebut berhasil dan menarik banyak orang, maka Anda bisa mendapatkan keuntungan dan mungkin saja memperoleh keuntungan dari orang yang memasang iklan di situs buatanmu.

Tips Bisnis Bidang Properti untuk Mahasiswa

Bisnis properti untuk mahasiswa

Berikut ini adalah tips untuk Anda para mahasiswa yang ingin menjalankan bisnis di bidang properti. 

  1. Membantu menjual properti kepada orang terdekat 

Jika Anda memiliki jaringan sosial yang luas, maka mulailah dengan membantu orang disekitar Anda untuk menemukan rumah yang mereka inginkan. Gunakan media sosial sebagai sarana untuk mendukung pekerjaan tersebut. 

  1. Melihat Trend Terbaru

Perumahan atau properti tentunya juga memiliki trend dan terus berkembang. Belakangan ini gaya minimalis menjadi trend yang cukup disukai masyarakat. Anda tentunya harus memahami gaya dan mempelajari trend yang disukai oleh orang. Dengan demikian, konsumen akan yakin bahwa Anda ahli dibidang properti dan dapat diandalkan. 

Baca juga:

Plus Minus Bisnis Properti dan Cara Menyewakannya

Tips Investasi Properti & Cara Hadapi Tantangannya

  1. Mempelajari Properti dengan Baik 

Jika Anda seorang mahasiswa yang tertarik dengan bisnis properti, maka pelajarilah hal yang berkaitan dengan properti dan cara pemasarannya. Pelajari mengenai properti yang ingin anda jual, mulai dari kondisi lingkungannya, kekuatan bangunan, dan tentu saja cara memasarkannya.  

  1. Menjadi Pekerja di Agen Properti.

Tidak ada salahnya untuk mengambil pengalaman bekerja di agen properti, sebelum benar- benar terjun secara mandiri dan membuka bisnis properti. Dengan bekerja di agen properti, Anda akan mendapatkan pengalaman yang bagus mengenai seluk beluk dunia properti dan langkah yang tepat dalam mengembangkan bisnis properti.  

Kendala dalam Bisnis Properti

Bisnis properti untuk mahasiswa

Dalam setiap bisnis pastinya akan dijumpai beberapa kendala. Berikut ini adalah kendala yang mungkin saja akan terjadi dalam bisnis properti, misalnya:

  1. Kurang Berpengalaman

Dalam bisnis pastinya akan ada pengalaman pertama, seorang pemula  kerap kali membutuhkan banyak pengalaman sehingga bisa mendapatkan konsumen atau pelanggan yang banyak. 

Kurangnya pengalaman inilah yang membuat para mahasiswa mungkin akan gagal dalam mendapatkan konsumen. Teruslah bersemangat, karena di awal mungkin akan terasa susah, namun lama-kelamaan akan terbiasa.  

  1. Kurang Minat dan Tidak Konsisten

Sebagai seorang mahasiswa, mungkin Anda akan disibukkan dengan berbagai tugas dan kegiatan perkuliahan. Minat untuk menjadi seorang pebisnis di bidang properti mungkin hanya tumbuh di awal- awal saja dan tidak dijalani dengan konsisten. Hal ini bisa menjadi kendala para mahasiswa untuk melanjutkan bisnis di bidang properti. 

  1. Modal

Modal merupakan salah satu hambatan terbesar yang bisa menghentikan langkah seorang mahasiswa untuk menjalankan bisnis. Anda bisa meminjam dari orang tua atau mungkin melakukan kerja sama dengan teman untuk mendapatkan tambahan modal.

Bidang Properti menjadi salah satu bisnis yang memiliki peminat tinggi, terutama di kalangan mahasiswa juga. Namun, bila Anda ingin mengembangkan usaha di bidang lain  dan membutuhkan tambahan modal, Anda bisa memanfaatkan properti sebagai aset berharga yang dijadikan sebagai agunan. Lancar by Danamas hadir sebagai solusi pinjaman modal usaha mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 2 miliar. Anda dapat mengetahui besaran pinjaman yang didapat dengan mencoba simulator perhitungan pinjaman di sini!